Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 43 dokumen yang sesuai dengan query
cover
London : Pharmaceutical press, 2011
615.1 PHA (1);615.1 PHA (2)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Zhuisa Martiara Sari
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan bertujuan untuk memahami tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan juga memahami tugas pokok dan fungsi dari bagian Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan. Sedangkan tujuan dari tugas khusus adalah untuk memahami proses pemberian izin edar produk Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) dan memahami cara pemeriksaan dan hasil penilaian kelengkapan dan kebenaran berkas permohonan izin edar produk PKRT.

Pharmacists Professional Practice in Directorate of Production and Distribution of Medical Devices, Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices Ministry of Health of the Republic of Indonesia aims to understand the duties and functions Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices Ministry of Health and also to understand the duties and functions of Directorate of Production and Distribution of Medical Devices. While the purpose of the special task is to understand the process of giving registration number PKRT (Household Health Supplies) product and understand the way to examine dan get the result of examination files PKRT product."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Zetmi
"Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan periode 2010 - 2014 mengamanatkan Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan untuk dapat meningkatkan ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat dan alat kesehatan serta menjamin keamanan atau khasiat, kemanfaatan, dan mutu sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan. Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan memiliki sasaran utama menjamin semua sediaan farmasi, makanan dan perbekalan kesehatan memenuhi syarat serta menjamin ketersediaan obat esensial dan alat kesehatan dasar di setiap daerah.
Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) dilakukan pada 15 Juli - 26 Juli 2013 di Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan terutama di Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan bertujuan agar calon apoteker memperoleh gambaran tentang peran dan tugas apoteker mengenai pelayanan kefarmasian yang terkait dengan pemerataan, ketersediaan dan keterjangkauan obat dan perbekalan kesehatan.

Health is good health condition, both physically, mentally, spiritually and socially to enable more people to live socially and economically productive. Ministry of Health Strategic Plan 2010 - 2014 period mandated Pharmaceutical and Medical Devices Program to improve the availability, equity and affordability of medicines and medical devices as well as ensure the safety or efficacy, usefulness and quality of pharmaceutical preparations, medical devices and food. The Ministry of Health through the Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices has a primary goal of all pharmaceutical preparations guarantees, food and medical supplies qualified and guarantees availability of essential drugs and basic medical equipment in each area.
Pharmacist Internship Program (PKPA) conducted on July 15th to July 26th 2013 in the Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices, especially in the Directorate of Public Medicine and Health Product aims to prospective pharmacists gain an overview of the role and duties of pharmacists about pharmacy services related to equity, the availability and affordability of medicines and medical supplies.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Khafifah Any
"ABSTRAK
Pelayanan farmasi klinik di rumah sakit sebagai salah satu sistem memegang peranan yang cukup penting dalam meningkatkan pelayanan di rumah sakit, terutama dalam pengobatan dan perawatan pasien, baik dilihat dari sudut kepentingan pasien maupun kepentingan rumah sakit sendiri.
Perkembangan layanan farmasi di RSUD Pasar Rebo saat ini menuju pelayanan farmasi klinik yang merupakan suatu pelayanan diberikan oleh apoteker untuk memastikan bahwa pasien menerima dosis optimum dari obat yang tepat untuk kondisi spesifik melalui bentuk sediaan yang rasional dengan interval pemberian yang tepat, mengidentifikasi serta mengatasi masalah interaksi obat, yang bekerjasama dengan petugas kesehatan di rumah sakit terutama dokter dan perawal yang bertujuan untuk meningkatkan penggunaan obat yang tepat dan aman bagi pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana gambaran pelayanan farmasi klinik yang dilaksanakan di RSUD Pasar Rebo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif, menggunakan design suatu telaah kasus karena hanya melakukan penelaahan terhadap proses yang sedang berjalan. Analisa data dilakukan dengan menelaah data melalui trianggadasi data wawancara, observasi dan data sekunder berupa dokumen, kemudian dianalisis sesuai kebutuhan berdasarkan teori yang berkenaan dengan materi penelitian, pelaksanaan di rumah sakit lain, data di sajikan dengan Cara tekstular dan tabulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan farmasi klinik di RSUD Pasar Rebo sudah dilaksanakan sebagian antara lain : distribusi obat pasien secara unit dose wawancara sejarah pengobalan pasien, ward round dan diskusi, peninjauan resep, informasi obat dan konseling pasien, dengan keterlibatan dan kerjasama yang baik diantara para petugas seperti dokter, apoteker dan perawat pada pengobatan dan perawatan pasien.
Disimpulkan bahwa untuk meningkatkan pelayanan farmasi klinik di RSUD Pasar Rebo perlunya peningkatan dari komponen input antara lain: SDM, sarana, prosedur dan kebijakan manajernen rumah sakit.
Saran yang diusulkan: perlu ada kebijakan tertu!is dari manajemen RS untuk penggunaan obat rasional, meningkatkan kemampuan klinis dan apoteker RS, perlu peningkatan pengetahuan bagi perawat akan obat-obatan dan informasi tertulis berupa brosur/ leaflet, untuk meningkatkan kepatuhan pasien dan ketepatan dalam minum obat perlu digunakan informasi berupa poster mengenai obat yang umum digunakan.
Diharapkan dengan perkembangan layanan farmasi menuju pelayanan farmasi -klinik di RSUD Pasar Rebo dapat meningkatkan peran apoteker dalam tim pengobatan dan perawatan pasien, yang akhirnya ketepatan dan keamanan obat pasien lebih terjamin.

ABSTRACT
The Developing of Pharmaceutical Services in RSUD Pasar Rebo is Aiming the Pharmaceutical Clinic ServiceClinical Pharmacy Service in Hospital holds an important role in developing hospital service, especially in treatment and medication to the patients. This can be seen whether from patient's need point of view or hospital's need point of view.
The developing of pharmaceutical services in RSUD Pasar Rebo nowadays is aiming the pharmaceutical clinic service. This service is given by a pharmacist for assuring that the patients get the optimum dose and the right interval of of time for giving the medication, identifying and solving the problem of drug interaction and cooperating with other Health team especially the Physicians and Nurses for improving the use of the right and safe medicienes for the patients.
This research is aimed to get the description of the Clinical Pharmacy's service in RSUD Pasar Rebo. This observation is an analytical description using the design of studying the case that is taking place right now. Data was analyzed by using the interview, observation and secondary data - document - based on the theory that suitable with the research material, practice in other Hospital, data text and table.
The results showed that Clinical Pharmacy Service in RSUD Pasar Rebo has been practiced, and it applied in Unit Dose system, inter view with the patient about his medication's history, ward round with discussion, prescription's controlling, drug information and patient's counseling. This involved cooperation between the Health Team in medication and treatment patients.
The conclusion by developing the components of the service, Manpower, facilities, the system and the regulation of Hospital Management, will develop the Clinical Pharmacy Service in RSUD Pasar Rebo.
The suggestion are a need for written regulation from the Hospital Management for using Rational Drugs, augmenting the clinical capability of Hospital Pharmacist, ad+vance the knowledge of the nurses about drugs and written information such as leaflet or brochures, to increase patient compliance with information such as poster about general medication.
Hopefully, with the developing the system of Clinical Pharmacy Service in RSUD Pasar Rebo can expand the role Pharmacist in a Team of patient's medication.
"
Depok: Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harianto
"The pharmaceutical services at a dispensary are prescription dispensing , self medication and drug information. Patient's satisfaction is an essential factor in improving medicines sale at dispensary.The objective of survecy is to know the patient's satisfaction who get the prescription service at Kopkar dispensary. Cross sectional study is conducted by collecting data from 100 adult patients who get the prescription service at kopkar dispensary on november2003 by questioner.Respondent are selected bu the systematic random sampling.Data were analyzed by comparing between the perception of reality service and the perception of need service using corelation index.The result of this study are:(1)_ the patients have high satisfaction to the empathy and the cleaning writing room, (2) The patients have moderate satisfaction to the drug service,the cashier service,the drug information,the drug completed, the drug price, the desk in writing room,the fan and air conditioning service and (3) the patients have low satisfaction to the television service."
2005
MIKE-II-1-Apr2005-12
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Jati Mayangkara
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi Dan Distribusi Alat Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan gambaran mengenai kebijakan pengawasan dan pengendalian alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas dalam melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan Norma Standar Prosedur dan Kriteria NSPK serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan serta perbekalan kesehatan rumah tangga Untuk mendapatkan gambaran mengenai aktivitas yang dilakukan maka penulis ditempatkan di direktorat tersebut untuk melakukan pemeriksaan dan penilaian berkas permohonan yang diajukan oleh perusahaan untuk memperoleh izin edar Penilaian dilakukan terhadap produk Alkes yang akan didaftarkan untuk mendapatkan izin edar dimana produk tersebut memiliki identifikasi spesifik Identifikasi tersebut diperlukan untuk penentuan klasifikasi alat kesehatan persyaratan dan pendaftaran kode Code of Federal Regulation CFR dan Harmonized Commodity Description and Coding System HS code Praktek Kerja Profesi di Apotek Kimia Farma bertujuan mengetahui dan memahami peran dan tanggung jawab seorang apoteker di Apotek Kimia Farma Kegiatan ini dilakukan di Apotek Kimia Farma No 48 Matraman Jakarta Timur Dalam hal ini diharapkan apoteker dapat mengetahui dan memahami cara pengelolaan apotek dalam kegiatan administrasi manajemen keuangan pengadaan penyimpanan dan penjualan perbekalan farmasi serta mempraktekkan pelayanan kefarmasian di apotek sesuai dengan peraturan perundang undangan dan etika yang berlaku dalam sistem pelayanan kefarmasian di Indonesia Pelayanan kefarmasian merupakan bentuk pelayanan dan tanggung jawab langsung profesi apoteker untuk meningkatkan kualitas hidup pasien Pelanggan merupakan salah satu faktor penting yang harus dijaga oleh apotek Dengan mengenali siapa pelanggan kita apa kemauan kebutuhan dan keinginan mereka dengan kemudian menyediakan produk serta pelayanan sebaik mungkin yang dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan Guna meningkatkan kepuasan pelanggan tersebut maka perlu dilakukan survey terhadap pelayanan yang telah diberikan di apotek berdasarkan penilaian dari pelanggan Tugas khusus ini bertujuan untuk mengetahui penilaian konsumen terhadap mutu pelayanan di Apotek Kimia Farma No 48 Praktek Kerja Profesi Apoteker di PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk bertujuan mempunyai peranan dan tanggung jawab penting untuk menerapkan aspek ndash aspek yang tercantum dalam CPOB tersebut antara lain sebagai penanggung jawab produksi penanggung jawab pengawasan dan pemastian mutu Tugas khusus yang diberikan berjudul upaya penurunan manual intervensi di line cvc Tugas khusus ini bertujuan Mengurangi manual intervensi di mesin packaging CVC di PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Dalam menganalisa dan memecahkan masalah manual intervensi tersebut digunakan metode siklus PDCA PDCA Cycle yaitu suatu rangkaian langkah langkah pemecahan masalah yang terdiri dari Plan membuat perencanaan Do melaksanakan apa yang direncanakan Check memeriksa apakah hasilnya sesuai yang diinginkan dan Act tindak lanjut langkah untuk mencegah berulangnya masalah yang sama mencari peluang perbaikan berikutnya Manual intervensi yang paling banyak terjadi di CVC disebabkan oleh loading safety di mesin Pampac II Perbaikan yang dilakukan untuk mengatasi masalah loading safety di mesin Pampac II adalah dengan menstandardisasi setting mesin Pampac II Penurunan sebesar 76 61

Practice Work Profession Pharmacist at Directorate of Production and Distribution Equipment Health Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices of the Republic of ndonesia 39 s Ministry of Health aims to gain knowledge and an overview of policy supervision and control of medical equipment and medical supplies household Directorate of Production and Distribution of Medical Devices has a duty to carry out the preparation of the formulation and implementation of policies and preparation of Norms Standards Procedures and Criteria NSPK and providing technical guidance and evaluation in the field of production and distribution of medical equipment and medical supplies household To get an overview of the activities carried out the authors placed in the directorate to carry out inspection and assessment of the file the petition filed by the company to obtain authorization Assessment conducted on the product to be registered medical equipments to obtain marketing authorization where the product has a specific identification Identification is required for the determination of the classification of medical devices the requirements and the registration code of the Code of Federal Regulations CFR and the Harmonized Commodity Description and Coding System HS code Practice Work Profession in Pharmacy Kimia Farma aim to know and understand the roles and responsibilities of a pharmacist in the pharmacy Kimia Farma This activity is conducted in Pharmacies Kimia Farma No 48 Matraman East Jakarta In this case pharmacists are expected to know and understand how to manage a pharmacy in administration financial management procurement storage and sale of pharmaceuticals and pharmacy services in pharmacy practice in accordance with the laws and ethics in the pharmaceutical care system in Indonesia Pharmacy services is a form of service and professional pharmacist directly responsible for improving the quality of life of patients Customer is one of the important factors that must be maintained by the pharmacy By knowing who your customers are what you will needs and wants and then providing them with the best possible products and services that can give satisfaction to the customers To improve customer satisfaction survey should be conducted with the services given at the pharmacy based on assessment of the customer Special task aims to identify consumers 39 assessment of the quality of services in Pharmacy Kimia Farma No 48 Profession Practice Pharmacists in PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk aims to have important roles and responsibilities for implementing the aspects listed in the GMP among others in charge of production responsible for oversight and quality assurance Given a special assignment called efforts to reduce manual intervention in line cvc Special task aims Reducing manual intervention in CVC packaging machines in CF Taisho Pharmaceutical Indonesia In analyzing and solving manual intervention used method PDCA cycle PDCA Cycle which is a series of troubleshooting steps consisting of the Plan a plan Do implement what is planned check check if the results fit the desired and Act follow up measures to prevent the recurrence of similar problems looking for the next improvement opportunities Manual intervention is most pronounced in CVC caused by loading safety in machine Pampac II Improvements were made to address the issue of safety in machine loading Pampac II is a standardized machine settings Pampac II a decrease of 76 61
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Pipit Irawati
"Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai cita cita bangsa Indonesia Hal ini perlu didukung oleh sarana pelayanan kesehatan yang memenuhi standar pelayanan kesehatan yang baik penyediaan obat dan alat kesehatan yang mencukupi dan bermutu baik dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan Oleh karena itu pemerintah hendaknya melakukan pengawasan dimulai dari perizinan pembinaan serta pengendalian sarana pelayanan kesehatan untuk menjamin bahwa sarana pelayanan kesehatan senantiasa mematuhi peraturan perundang undangan yang berlaku Suku Dinas Kesehatan khususnya Koordinator Farmasi Makanan Minuman merupakan unit pelaksana yang mempunyai peranan penting dalam pemberian izin praktek kefarmasian SIPA SIKA dan SIKTTK memberikan layanan perizinan pembinaan pengawasan dan pengendalian binwasdal terhadap sarana apotek toko obat dan industri kecil obat tradisional IKOT dan industri rumah tangga pangan IRTP Prosedur perizinan di Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara sudah tertata dengan jelas serta sudah dilaksanakan dengan baik karena telah diterapkannya sistem menejemen mutu sesuai standar ISO sedangkan kegiatan binwasdal sudah dilakukan tetapi masih belum optimal Tugas khusus yang diberikan berjudul gambaran pelaksanaan pelayanan kefarmasian di Puskesmas Penjaringan Jakarta Utara Tujuan yang diharapkan dari tugas khusus ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pelayanan kefarmasian baik manajerial maupun profesional Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang pertumbuhannya cukup pesat di Indonesia Untuk itu apotek sebagai sarana yang bergerak dibidang jasa pelayanan harus mampu memberikan pelayanan kefarmasian secara tepat dan bermutu Asuhan kefarmasian dapat diterapkan sebagai peranan apoteker memberi informasi kepada pasien namun dapat juga dimanfaatkan sebagai strategi untuk meningkatkan layanan dan penjualan obat di apotek Apotek Kimia Farma No 96 merupakan salah satu dari sekian banyak apotek pelayanan Kimia Farma yang tersebar diseluruh Indonesia Apoteker Pengelola Apotek APA berperan dalam menentukan kebijakan pengelolaan apotek serta melaksanakan fungsi pengawasan dan pengendalian terhadap semua komponen yang ada di apotek disamping melaksanakan fungsinya sebagai seorang apoteker untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat Sistem manajemen dan administrasi yang mencakup kegiatan teknis kefarmasian dan non kefarmasian telah dilaksanakan dengan baik di Apotek Kimia Farma No 96 Walaupun ada beberapa kendala yang dihadapi seperti waktu tunggu layanan karena keterbatasan petugas Tugas khusus yang diberikan berjudul analisis resep depresi yang bertujuan untuk memahami tentang depresi penyebab dan obat obat yang digunakan serta dapat memberikan informasi dan edukasi yang tepat bagi pasien Rumah sakit merupakan salah satu dari fasilitas pelayanan kesehatan Upaya kesehatan di rumah sakit dapat berjalan dengan baik jika masing masing tenaga kesehatan yang berperan memahami serta melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik Apoteker adalah profesi pelaksana praktek pelayanan kefarmasian Pelayanan kefarmasian merupakan penunjang bagi pelaksanaan upaya kesehatan yang bermutu di rumah sakit Instalasi farmasi di rumah sakit berperan sebagai bagian fungsional dari organisasi rumah sakit yang menjamin terselenggarakannya pelayanan kefarmasian yang komprehensif Apoteker di rumah sakit bertanggung jawab melaksanakan pelayanan kefarmasian yaitu pengelolaan perbekalan kefarmasian dan pelaksanaan kegiatan farmasi klinis Apoteker juga berperan sebagai seorang manajer yang berperan dalam mengelola sumber daya manusia SDM sarana dan prasarana serta upaya peningkatan pendapatan rumah sakit Pelaksanaan pelayanan kefarmasian di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo sudah dilaksanakan dengan baik mendekati standar pelayanan kefarmasian yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI Namun terdapat beberapa hal yang belum terpenuhi dengan baik yaitu jumlah SDM dan fasilitas Tugas khusus yang diberikan adalah penyimpanan obat termolabil serta revisi daftar obat kulkas di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Tugas khusus ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai cara penyimpanan obat termolabil serta melakukan revisi daftar obat obat kulkas yang terdapat di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo sesuai formularium tahun 2012

Health is a human right and one of the elements that must be implemented in accordance welfare ideals of the nation of Indonesia This needs to be supported by a health service that meets the standards of good medical care provision of drugs and medical devices are adequate and good quality in order to maintain and improve health Therefore the government should start from licensing oversight guidance and control of health care facilities to ensure that health care facilities continue to comply with laws and regulations Sub health department especially Coordinator Pharmaceutical Food and Beverage Farmakmin are implementing units that have an important role in the practice of pharmacy licensing SIPA SIKA and SIKTTK providing licensing services guidance supervision and control of the means of pharmacies drug stores and small industrial medicine traditional IKOT food and household industries IRTP Licensing procedures in at Health Sub Service of North Jakarta State Administration are clearly organized and has done well because it has been the implementation of the quality management system in accordance with ISO whereas binwasdal activities have been done but still not optimal Special assignment given titled is picture implementation of pharmaceutical care at the Community Health Care of Penjaringan in North Jakarta The expected goals of the special assigment is to find a picture of the implementation of pharmaceutical care both managerial and professional Pharmacy is one of health care facilities in Indonesia is growing rapidly For that pharmacy as a facilities moved in services must be able to provide pharmaceutical services in a timely and quality Pharmaceutical care can be applied by pharmacist to provide information to patients but can also be used as a strategy to improve services and drug sales in pharmacy Apotek Kimia Farma No 96 is one of the many pharmacy services Kimia Farma throughout Indonesia Pharmacist APA plays a role in determining a pharmacy management policy and implementing the functions of supervision and control over all the components in the pharmacy in addition to carrying out its function as a pharmacist for health services to the community System management and administration was include activities of pharmaceutical and non pharmaceutical has been done well in Apotek Kimia Farma No 96 Although there are several obstacles faced as the waiting time due to limited personnel services Special assignment given titled is depression recipe analysis that aims to understand about depression causes and medications used and can provide the right information and education for patients Hospital is one of the health care facility Health efforts of hospital could implemented well if each of health workers understand and carry out the functions and duties properly Pharmacists are implementing the practice of the profession of pharmaceutical care Pharmaceutical care is the support for the implementation of quality health efforts at the hospital Department of pharmacy in the hospital acts as a functional part of the hospital organization that ensures a comprehensive pharmaceutical care Pharmacist in hospital has responsible for carrying out the management of pharmaceutical supplies and implementation of clinical pharmacy Pharmacists also play a role as a manager in managing human resources HR facilities and infrastructure as well as efforts to increase hospital revenue Implementation of pharmacy services in RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo approach has been implemented with good pharmacy practice standard established Ministry of Health However there are some things that have not been met with both the number of human resources and facilities The special assigment given is thermolabile drug storage and revised list of refrigerator drugs at RSUPN Dr Cipto Mangunkusuumo The special assigment aims to get an idea how safe thermolabile drugs and revised list of refrigerator drugs in RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo appropriate formulary in 2012
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Windu Prayogo
"Praktek Kerja Profesi di Apotek Kimia Farma bertujuan mengetahui dan memahami peran dan tanggung jawab seorang apoteker di Apotek Kimia Farma Kegiatan ini dilakukan di Apotek Kimia Farma No 48 Matraman Jakarta Timur Dalam hal ini diharapkan apoteker dapat mengetahui dan memahami cara pengelolaan apotek dalam kegiatan administrasi manajemen keuangan pengadaan penyimpanan dan penjualan perbekalan farmasi serta mempraktekkan pelayanan kefarmasian di apotek sesuai dengan peraturan perundang undangan dan etika yang berlaku dalam sistem pelayanan kefarmasian di Indonesia Pelayanan kefarmasian merupakan bentuk pelayanan dan tanggung jawab langsung profesi apoteker untuk meningkatkan kualitas hidup pasien Pelanggan merupakan salah satu faktor penting yang harus dijaga oleh apotek Dengan mengenali siapa pelanggan kita apa kemauan kebutuhan dan keinginan mereka dengan kemudian menyediakan produk serta pelayanan sebaik mungkin yang dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan Guna meningkatkan kepuasan pelanggan tersebut maka perlu dilakukan survey terhadap pelayanan yang telah diberikan di apotek berdasarkan penilaian dari pelanggan Tugas khusus ini bertujuan untuk mengetahui penilaian konsumen terhadap mutu pelayanan di Apotek Kimia Farma No 48 Praktek Kerja Profesi Apoteker di Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker Di PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk bertujuan mempunyai peranan dan tanggung jawab penting untuk menerapkan aspek ndash aspek yang tercantum dalam CPOB tersebut antara lain sebagai penanggung jawab produksi penanggung jawab pengawasan dan pemastian mutu Tugas khusus yang diberikan berjudul upaya penurunan reject tube berisi bulk di line IWKA Tugas khusus ini bertujuan Mengurangi jumlah produk yang tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan pada line IWKA di PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Dalam menganalisa dan memecahkan masalah manual intervensi tersebut digunakan metode siklus PDCA PDCA Cycle yaitu suatu rangkaian langkah langkah pemecahan masalah yang terdiri dari Plan membuat perencanaan Do melaksanakan apa yang direncanakan Check memeriksa apakah hasilnya sesuai yang diinginkan dan Act tindak lanjut langkah untuk mencegah berulangnya masalah yang sama mencari peluang perbaikan berikutnya Persentase terbanyak penyebab reject tube yaitu positioning Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi Dan DistribusiKefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat KesehatanKementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk memperolehpengetahuan dan wawasan mengenai tugas dan fungsi Direktorat Bina Produksidan Distribusi Kefarmasian Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasianmempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaankebijakan dan penyusunan norma standar prosedur dan kriteria serta pemberianbimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian Untuk mendapatkan gambaran mengenai aktivitas yang dilakukan maka penulisditempatkan di direktorat tersebut untuk mengevaluasi sistem pelaporan dinamikaobat PBF di 7 provinsi yaitu DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur DI Yogyakarta Banten dan Bali Dengan adanya sistem ini diharapkan seluruhPBF dapat menerapkan dan melaporkan tepat waktu sehingga kepatuhan melapormeningkat dengan demikian Kemenkes dan Dinkes Provinsi memiliki data yangrepresentatif akurat danvalid tentang dinamika obat di sarana distribusi secaranasional

Practice Work Profession in Pharmacy Kimia Farma aim to know and understand the roles and responsibilities of a pharmacist in the pharmacy Kimia Farma This activity is conducted in Pharmacies Kimia Farma No 48 Matraman East Jakarta In this case pharmacists are expected to know and understand how to manage a pharmacy in administration financial management procurement storage and sale of pharmaceuticals and pharmacy services in pharmacy practice in accordance with the laws and ethics in the pharmaceutical care system in Indonesia Pharmacy services is a form of service and professional pharmacist directly responsible for improving the quality of life of patients Customer is one of the important factors that must be maintained by the pharmacy By knowing who your customers are what you will needs and wants and then providing them with the best possible products and services that can give satisfaction to the customers To improve customer satisfaction survey should be conducted with the services given at the pharmacy based on assessment of the customer Special task aims to identify consumers 39 assessment of the quality of services in Pharmacy Kimia Farma No 48 Profession Practice Pharmacists in PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk aims to have important roles and responsibilities for implementing the aspects listed in the GMP among others in charge of production responsible for oversight and quality assurance Given a special assignment called efforts to reduce reject bulk 0f tube in line IWKA Special task aims reducing the number of products that do not meet the requirements set In analyzing and solving manual intervention used method PDCA cycle PDCA Cycle which is a series of troubleshooting steps consisting of the Plan a plan Do implement what is planned check check if the results fit the desired and Act follow up measures to prevent the recurrence of similar problems looking for the next improvement opportunities The highest percentage which cause of reject tube is positioning Apotechary Profession Practice Directorate of Production and Distribution ofPharmaceutical Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices of theRepublic of Indonesia 39 s Ministry of Health aims to gain knowledge and insightabout the duties and functions of the Directorate of Production and Distribution ofPharmaceutical Directorate of Production and Distribution of Pharmaceutical hasthe tasks of preparing the formulation and implementation of policies and thedevelopment of norms standards procedures and criteria as well as providingtechnical guidance and evaluation in the field of production and distribution ofpharmacy To get an overview of the activities carried out the authors placed inthe directorate is to evaluate the dynamics of drug reporting system PBF in 7provinces namely Jakarta West Java Central Java East Java Yogyakarta Jakarta and Bali With the entire PBF system is expected to implement and reporton time thus increasing compliance reporting thus MoH and provincial healthoffice has a representative data accurate and valid on the dynamics of drugdistribution facilities nationwide
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rachmi Sugiarti
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi Dan Distribusi Alat Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan mengetahui struktur organisasi tugas dan fungsi Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan serta memperoleh pengetahuan mengenai peranan apoteker dalam bidang pelayanan kefarmasian khususnya dalam bidang produksi dan distribusi alat kesehatan alkes serta perbekalan kesehatan rumah tangga PKRT Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan Norma Standar Prosedur dan Kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alkes serta PKRT Apoteker berperan sebagai tim penilai yang mengevaluasi berkas permohonan sertifikat produksi izin penyalur alkes dan izin edar alkes dan PKRT Dalam tugas khusus dijelaskan mengenai cara pemeriksaan dan penilaian kelengkapan serta kebenaran berkas permohonan izin edar alkes elektromedik dan non elektromedik dengan melihat informasi produk informasi spesifikasi dan jaminan mutu penandaan dan petunjuk penggunaan produk serta post market evaluation sesuai dengan yang tercantum dalam penerapan Indonesia National Single Window INSW di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Pendaftar mengajukan berkas permohonan izin edar berupa data administrasi dan data teknis beserta kelengkapannya sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 1191 Menkes PER 2010

Apothecary Internship at Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia aims to knew organizational structure duties and functions of the Directorate of Production and Distribution of Medical Devices as well as gain knowledge about the role of apothecary in the pharmaceutical care especially in the production and distribution of Medical Devices and medical supplies household PKRT Directorate of Production and Distribution of Medical Devices has a duty to carry out the preparation of the formulation and implementation of policies and preparation of Norms Standards Procedures and Criteria NSPK and providing technical guidance and evaluation in the field of production and distribution of medical devices and PKRT Apothecary role as the assessment team evaluates the file application for the product certificate license distributor medical devices and medical devices and PKRT authorization In specific task described on how the examination and assessment of the completeness and corecteness files petition authorization electromedic and non electromedic medical devices to view product information specifications and quality assurance information product labeling and instructions for us as well as post market evaluation as indicated in the implementation of Indonesia National Single Window INSW in the Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Applicant filed an application for license file on the data in the form of administrative and technical data along with the accessories in accordance with the requirements set forth in the regulation of the Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No 1191 Menkes PER 2010
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Muhwan Karim
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan gambaran mengenai tugas pokok dan fungsi Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian meliputi kebijakan penyusunan norma standar prosedur dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian terdiri dari empat subdirektorat yaitu subdirektorat produksi dan distribusi obat dan obat tradisional produksi kosmetika dan makanan produksi dan distribusi narkotika psikotropika prekursor dan sediaan farmasi khusus dan kemandirian obat dan bahan baku obat Dalam tugas khusus dijelaskan mengenai pembatasan dan pelarangan penggunaan bahan kosmetika dalam Formularium Kosmetika Indonesia Pada tugas khusus tersebut dilakukan penyusunan Formularium Kosmetika Indonesia Setelah itu dilakukan pengkajian terhadap bahan yang dibatasi dan dilarang penggunaannya berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia BPOM RI

Apothecary Internship at Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia aims to gain knowledge and an overview of the duties and functions of Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian includes policies preparation of norms standards procedures criterias and providing technical guidance and evaluation of pharmaceutical production and distribution This directorate has four sub directorates sub directorate of production and distribution of drugs and traditional drugs production of cosmetics and foods production and distribution narcotics psychotropics precursor and pharmaceutical specific form and independence of drugs and pharmaceutical raw materials In specific task described the restrictions and bans the use of cosmetics in Cosmetics formulary Indonesia In that specific task arrangement formulary Cosmetics Indonesia After that assessment of the material is restricted and prohibited by regulations issued by the National Agency of Drug and Food of the Republic of Indonesia BPOM RI"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>