Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 64 dokumen yang sesuai dengan query
cover
I. Darma J.
"Keterlambatan studi akibat panjangnya proses penyelesaian skripsi masih kerap ditemukan. Keterlambatan ini mungkin disebabkan rendahnya kemampuan mahasiswa dalam melakukan self-management. Self-management dapat dilakukan dengan mengikuti sebuah payung penelitian untuk mengatasi hambatan yang ditemui bila melakukan skripsi individual. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan antara mereka yang melakukan skripsi secara individual dengan mereka yang melakukan skripsi dalam sebuah payung pada aspek selfmanagement serta pencapaian mereka pada skripsi.
Dengan menggunakan alat ukur berupa kuesioner lapor diri yang mengukur self-mcmagement seorang mahasiswa dalam mengerjakan skripsi, peneliti melakukan analisa perbedaan skor pada kedua kelompok (payung penelitian dan skripsi individual) dengan menggunakan Alann-li'hitney Test pada aplikasi SPSS. Dengan metode yang sama peneliti juga melihat perbedaan pada pencapaian dalam skripsi (melalui nilai, waktu yang dibutuhkan, kepuasan terhadap skripsi, dan kecepatan menyelesaikan) pada kelompok untuk melihat apakah perbedaan dalam self-management dapat menjelaskan perbedaan prestasi dalam skripsi.
Hasil dari penelitian ini gagal menunjukkan adanya perbedaan selfmanagement serta hasil pencapaian dalam penyelesaian skripsi pada dua kelompok. Oleh karena itu keterlambatan dalam penyelesaian skripsi sulit untuk dijelaskan dalam kerangka self-management. Kendati demikian, aplikasi selfmanagement dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan kesempatan pada diri kita untuk mengenali dan menguasai diri lebih baik untuk mencapai tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2004
S3421
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Puji Astuti
"ABSTRAK
Penatalaksanaan gagal ginjal terminal membutuhkan modifikasi gaya hidup pasien dalam mengatur diet, membatasi cairan, rejimen medikasi, perawatan akses vaskuler dan kepatuhan menjalani hemodialisis. Pasien hemodialisis dapat mengoptimalisasikan kesehatan dirinya, mencegah komplikasi dan meminimalkan efek penyakit dengan melaksanakan self management. Tujuan penelitian mengetahui determinan yang berhubungan dengan self management pasien gagal ginjal terminal yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian adalah cross sectional dengan teknik consecutive sampling dan jumlah sampel 100 orang. Hasil penelitian didapatkan hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, dukungan keluarga dan efikasi diri dengan SM (p value <0,05). Variabel yang paling berpengaruh adalah tingkat pengetahuan. Penelitian merekomendasikan kegiatan pendidikan kesehatan terstruktur sebagai sarana untuk untuk meningkatkan pengetahuan dan pengendalian berat badan antara waktu hemodialisis

ABSTRACT
Management of end stage renal disease requires to modify the patient's lifestyle in regulating diet, limiting fluids, medication regimens, treatment of vascular access and adherence undergoing hemodialysis. Haemodialysis patients can optimize their own health, prevented complication and minimize the effects of the disease by carrying out self management. The objective research is to determinants influencying Self Management patients undergoing hemodialysis. The research disign was cross sectional study with consecutive sampling with 100 of a sample. The result showed there is a significant relationship between knowledge, family support and self efficacy with self-management (α =0.05, CI 95%). The most influential variable is the level of knowledge. This study recommends for educational activities as a forum to improve knowledge and control Interdialystic Weight Gain."
2016
T46512
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sukmah Fitriani
"Penyakit hipertensi merupakan sillent killer sebagian yang meningkat pada usia 60 tahun ke atas. Peningkatan prevalensi hipertensi memerlukan perawatan jangka panjang berupa manajemen diri yang mengacu pada kemampuan lansia untuk mempertahankan perilaku positif secara efektif dan mandiri. Intervensi keperawatan Gerakan Lansia Sadari Hipertensi dengan Manajemen Diri (GESIT MANDIRI) diberikan pada 57 lansia dengan hipertensi. Intervensi meliputi pendidikan kesehatan, aktifitas fisik, diet, interaksi dengan tenaga kesehatan, monitoring tekanan darah dan kepatuhan terhadap regimen pengobatan. Hasil pre dan post menunjukkan terjadinya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan 3.84, sikap 7.78, keterampilan 9.86 (terjadinya peningkatan 2SD), manajemen diri terjadinya peningkatan 5.54 dan terjadinya penurunan tekanan darah sistolik 13 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Manajemen diri disarankan untuk dilakukan karena memberikan dampak pada peningkatan kesadaran status kesehatan dalam menjalani gaya hidup sehat.

Hypertension as a silent killer has increased on insidence at 60 years old. Hypertension requiries a long term treatment by having self management. It refers to the older ability to maintain daily positive behavior effectively and independently. GESIT MANDIRI a provided to 57 olders with hypertension. As a nursing intervention includes health education, physical activity, diet, interactions with health professionals, blood pressure monitoring and adherence to treatment regimen. The results showed that there was an increased of knowledge, attitude and skill. Scores before and after intervention 3,84; 7,78 and 9,86. Self managements score also increased 5,54. Sistolics and diastolics pressures mean decreased 13 mmHg;8,6 mmHg. Therefore, self management is suggested to be done becase ts impact to awareness of applying healthy life style.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Friska Edlina
"

Diabetes merupakan permasalahan kesehatan yang masih banyak terjadi di dunia dan jenis diabetes yang banyak diderita adalah diabetes tipe 2. Diabetes yang tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan diabetes tipe 2 adalah dengan memberikan perawatan kesehatan berkelanjutan oleh petugas kesehatan dan melakukan self-management. Self-management dapat diterapkan dengan menggunakan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, yaitu dengan  Mobile Health (mHealth). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mhealth dalam self-management diabetes tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Pencarian studi dilakukan melalui online database PubMed, ScienceDirect dan Cochcrane dengan kata kunci “mHealth” OR “mobile health” AND “self-management diabetes” OR “Self-care diabetes”. Dan ditemukan 15 total studi yang terinklusi. Keefektivitasan dinilai dari perubahan yang nyata pada hasil. Sebanyak 6 studi menunjukkan adanya penurunan kadar Hb1Ac yang signifikan dan sebanyak 5 studi menjukan adanya perubahan yang signifikan pada pola hidup pasien. Sehingga, dapat dikatakan bahwa penggunaan mHealth efektif dalam self-management diabetes.

 

 


Diabetes is a health issue that still occurs in the world and the type of diabetes that is suffered is type 2 diabetes. Uncontrolled diabetes can cause complications. The efforts to control type 2 diabetes is by providing a continuity health care by health workers and self-management. Self-management can be applied using information and communication technology developments, that is by using Mobile Health (mHealth). Therefore, this study aims is to see the effectiveness of health in self-management of type 2 diabetes. This study used a literature review method. The study search was carried out through the PubMed, ScienceDirect and Cochcrane online database with the keywords "mHealth" OR "mobile health" AND "diabetes self-management" OR "Self-care diabetes". And found 15 total studies. The effectiveness is assessed from real changes in results. A total of 6 studies showed a significant decrease in Hb1Ac levels and as many as 5 studies showed significant changes in the patient's lifestyle. So, it can be said that the use of mHealth is effective in diabetes self-management.

 

"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Santi Noviyanti
"Penyakit ginjal mengakibatkan peningkatan morbiditas dan mortalitas serta memiliki risiko terhadap penyakit kardiovaskular, sekitar 80 % terapi hemodialisis menjadi pilihan paling umum hampir di semua negara. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan self management pasien HD berdasarkan karakteristik responden, lama, frekuensi, dan komplikasi HD. Sampel penelitian ini adalah pasien HD di RS Fatmawati sebanyak 58 responden dengan rancangan cross sectional menggunakan teknik non probability sampling (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia lebih dari 49 tahun (lansia awal) dengan jenis kelamin laki-laki  dan tingkat pendidikan perguruan tinggi serta tidak bekerja. Sebagian besar telah menjalani HD lebih dari 1 tahun dengan frekuensi 2x seminggu dengan lama HD 5 jam dan sebagian besar komplikasi HD yang dimiliki yaitu kelelahan dan sakit kepala. Sebagian besar responden yang menjalani HD kurang dari 1 tahun memiliki self management buruk-sedang dan responden yang menjalani HD dengan frekuensi 3 kali seminggu memiliki self management yang lebih baik dibandingkan dengan responden yang menjalani HD 2x seminggu. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka responden dengan lama HD kurang dari 1 tahun dengan frekuensi HD 2x seminggu diperlukan pemantauan dan perlu di re-edukasi mengenai penerapan self management.

Kidney disease results in increased morbidity and mortality and has a risk of cardiovascular disease, about 80% of hemodialysis therapy being the most common choice in almost all countries. This study aims to describe the self-management of HD patients based on respondent characteristics, duration, frequency, and complications of HD. The sample of this study was HD patients at Fatmawati Hospital as many as 58 respondents with a cross sectional design using non-probability sampling techniques (purposive sampling). The results showed that most respondents were over 49 years old (early elderly) with male gender and college education level and were not employed. Most have undergone HD for more than 1 year with a frequency of 2x a week with a length of HD 5 hours and most of the complications of HD they have are fatigue and headaches. Most respondents who underwent HD less than 1 year had poor self-management-moderate and respondents who underwent HD with a frequency of 3 times a week had better self-management compared to respondents who underwent HD 2x a week. Based on the results of this analysis, respondents with HD duration of less than 1 year with HD frequency 2x a week needed monitoring and needed to be re-educated about the application of self-management."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Holy Greata N. Singadimedja
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara makna kerja dengan manajemen diri pada pekerja yang mengalami putus hubungan kerja karena perusahaan tempatnya bekerja tidak lagi beroperasi karena pailit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitaif.
Hackman (1986) menggambarkan individu yang memiliki managemen diri yang tinggi sebagai individu yang memiilki inisiatif dan motivasi yang tinggi, juga tingkah laku yang produktif. O?keefe dan Berger (1999) mendefinisikan manajemen diri sebagai kemampuan seseorang untuk mengarahkan perasaan, perilaku dan pikirannya agar dapat mencapai apa yang ia inginkan.
Responden penelitian ini adalah 106 individu yang pernah mengalami putus hubungan kerja karena perusahaan tempatnya bekerja mengalami pailit. Responden berasal dari wilayah Jakarta, Bekasi, Karawang dan Tangerang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala makna kerja dan skala manajemen diri.
Penelitian menunjukan bahwa manajemen pikiran merupakan satu-satunya domain manajemen diri yang berhubungan secara signifikan dengan makna kerja. Penelitian ini membuktikan bahwa semakin tinggi makna kerja akan semakin tinggi kemampuan seseorang untuk memanajemeni pikiran setelah kehilangan pekerjaan.

The purpose of this research to study the relationship between meaning of working and self management in people who lose their job because of Retrenchment. This research used quantitatif approach.
Hackman (1986) describe individuals with a high self management ability as individuals who has a high level motivation and productive behavior. O?Keefe & Berger (1999) define self management as the ability to take charge of our affect, behavior and cognition in order to accomplish our goal. It is directing oneself in a purposeful manner so that our reality begins to resemble our wish list.
Respondents of the study were 106 people who lost their job because of retrenchment from Jakarta, Bekasi, Karawang and Tangerang. The data collected by using Self Management Scale and Meaning of Working. Results indicate that cognition was the only significant self management measure that was positively correlated with meaning of working measure.
This research were proven that self management and meaning of work is related and the a high meaning of work indicate a higher cognition management ability of an individual who lose a job."
Depok: Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Natasha Anindita
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2004
S3440
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gresty Natalia Maria Masi
"ABSTRAK
Kontrol glukosa darah dapat dipertahankan melalui perawatan mandiri. Motivasi melakukan self monitoring blood glucose (SMBG) yang baik dapat meningkatkan diabetes self management pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi melakukan SMBG dengan diabetes self management pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan crossectional, melibatkan 96 pasien. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner karakteristik responden, Treatment Self Regulation Questionare, Diabetes Self Management Questionare, Diabetes Knowledge Scale.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi melakukan SMBG dengan diabetes self management (p = 0,001). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan motivasi melakukan SMBG berhubungan dengan didabetes self management setelah dikontrol variabel pengetahuan.
Kesimpulan diperlukan perhatian khusus dari perawat untuk meningkatkan motivasi melakukan SMBG pada pasien diabetes melitus tipe 2 dalam self care management.

ABSTRACT
Glycemic control could be maintained through diabetes self-management. Motivation to perform self-monitoring blood glucose (SMBG) could improve diabetes self-management in type 2 diabetes mellitus patients.
The purpose of this study was to explore the relationship between motivation to perform SMBG and diabetes self-management in patients with type 2 diabetes mellitus.
This study applied quantitative method with a cross sectional approach, involving 96 patients. The Instruments used were questionnaires for respondent characteristics, Treatment Self-Regulation Questionnaires, Diabetes Self Management Questionnaire and Diabetes Knowledge Scale.
The results show that there was a significant relationship between motivation to perform SMBG and diabetes selfmanagement (p = 0,001). Results of logistic regression analysis showes that motivation to perform SMBG is associated with diabetes self-management after controlled by knowledge variable.
In conclusion it is a necessarily for nurses to provide attention to increase motivation to perform SMBG in patients with type 2 diabetes mellitus as part of self care management.
"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
T44873
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7   >>