Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 137 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Japan: The National Institute for Defense Studies, 2009
332.153 CHI
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Permata Sari
"Pekerja shift merupakan salah satu aggregat yang berisiko mengalami masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan arti dan makna pengalaman bekerja shift pekerja manufaktur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi deskriptif dengan metode wawancara mendalam. Partisipan dalam penelitian ini adalah pekerja shift di perusahaan manufaktur di DKI Jakarta berjumlah 6 (enam) orang yang didapatkan dengan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa hasil rekaman wawancara yang dianalisis dengan teknik Collaizi.
Penelitian ini mengidentifikasi tujuh tema yaitu alasan bekerja shift, mengenali karakteristik setiap shift, dampak yang dialami pekerja, upaya mempertahankan status kesehatan, mendapat dukungan, manajemen waktu pekerja shift dan harapan pekerja shift. Hasil temuan ini merekomendasikan kepada institusi kerja utuk mempertimbangkan pengaturan jam kerja untuk meminimalisasi dampak kerja shift pada pekerja.

Shift worker is one of the aggregate who risk of having health problems. This research aims were explored the experience of working shift by manufacturing workers. This research used qualitative descriptive phenomenology method and data collected by in-depth interviews. Participants in this research is shift workers at a manufacturing company in Jakarta totaled 6 (six) people who obtained by purposive sampling technique. The data gathered are in form of the result from recording of the interview and analyzed by Collaizi techniques.
This research identified seven themes: the reasons of work shift, knowing the characteristics of each shift, impact of shift work, the efforts of maintaining health status, getting support, doing time management and shift workers expectations. The results recommend to company to consider working time to minimize the impact of shift work on workers.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anang Prayudi
"Kerja gilir memberikan keuntungan dalam mendukung produktivitas perusahaan. Namun disisi lain, kerja gilir juga dapat mengakibatkan kelelahan dan gangguan tingkat kewaspadaan sopir truk hauling yang bekerja gilir. Resiko terjadinya kecelakaan kerja akan semakin meningkat bila terjadi gangguan pada tingkat kewaspadaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kewaspadaan sopir truk hauling kerja gilir dan faktor yang mempengaruhinya, serta hubungan pola kerja gilir dengan gangguan tingkat kewaspadaan.
Metode penelitian adalah studi "comparative cross sectional' dengan mengambil seluruh sopir truk hauiing di perusahaan sebanyak 145 orang sebagai responden. Data penelitian didapatkan nielalui kuesioner, serta pengukuran tes Kraepelin yang dilakukan setelah shift kerja pada kelompok sopir shift Siang dan malam.
Hasil penelitian dianalisis dengan SPSS 11.5. Didapatkan prevalensi tingkat kewaspadaan buruk pada 56.6% sopir truk hauling. Faktor yang paling kuat herhubungan dengan tingkat kewaspadaan buruk adalah lama kerja (p=0.45), dengan OR 2.9. Sedangkan faktor lain yang mempunyai hubungan tidak bermakna tetapi mendekati secara berurutan adalah training (p=0.06 dan OR=0.47), berat badan (p=0.10 dan OR=1.9), jumlah anak (p=0.14 dan OR=1.9 ) dan umur anak terkecil (p=0.19 dan OR=0.53).
Dalam hubungan dengan faktor lama kerja, maka tingkat kewas )adaan berkaitan dengan "general performance" dimana proses adaptasi memegang peranan penting. Semakin lama bekerja maka sopir semakin beradapatasi sehingga tingkat kewaspadaan semakin baik.
Faktor training dengan nilai OR= 0.47 dengan IK < 1 menunjukkan bahwa training yang jarang menjadi faktor yang protektif untuk terjadinya tingkat kewaspadaan buruk. Hal ini menjadi kontradiktif dan perlu evaluasi lebih lanjut terutania berkaitan dengan materi, cara 1 metode pemberian training dan waktu training serta kompetensi trainernya.
Faktor berat berlebih dan kegemukan menjadikan pekerja mengeluarkan tenaga berlebih untuk melakukan aktilhas sehingga mudah terjadi kelelahan yang pada akhimya menyebabkan kantuk dan penurunan kewaspadaan.
Jumlah anak dan umur anak terkecil mempengaruhi tingkat kewaspadaan karena faktor pengasuhan yang membutuhkan perhatian lebih dari orang tua sehingga mengganggu jadwal istirahat pekerja.
Dalam penelitian ini tidak dapat dibuktikan adanya pengadaan berrnakna dari tingkat kewaspadaan sopir truk hauling terhadap pola kerja shift (shift siang dan shift malam).

Shift work provides benefit in supporting a company's productivity. However. shift work also might cause fatigue and alertness disturbance of hauling truck drivers who work on shift. The risk of work accident would be significantly increased in line with decreasing level of alertness. The aims of this study are to know the alertness level of the hauling truck drivers who work on shift and the influencing factors, also to identify the relationship of shift work with alertness level.
The research method is comparative cross sectional study by taking 145 hauling truck drivers as the study respondents. The data of this study was obtained from questionnaire and measurement of Kraepelin test which was done after the completion of shift work of day and night drivers.
The result of this study was analyzed with SPSS 11.5. It was found that the prevalence of "bad" alertness of the hauling truck drivers was 56.6%. The strongest, related factor with bad alertness was length of work period (p=0.05) with OR=2.9. Other factors that showed no significant ration but have close relation were training (1=0.06 and OR=0.47), body weight (p=0.10 and OR=1.9), number of children (p=-0.14 and OR=1.9) and the age of the youngest child (p=0.19 and OR=0.53).
In relation with the length of work period, alertness is related with "general performance" of which the adaptation process takes significant role. Drivers adapt well with longer period of assignment in year so that the alertness level is much better.
Training factor with OR=0.47 and IK
Excessive body weight and obesity affect drivers to work with extra energy for doing the work activities. It leads to fatigue and at the end it causes sleepiness and decrease of alertness.
Number of children and the age of the youngest child influenced the alertness. It can be explained that parental care and attention is much needed for the children and it would affect resting time of the workers.
From this study, significant difference of the alertness level amongst hauling truck drivers (day shift and night shift) could not be proven.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006
T17699
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Toho Alfredo
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1993
S38658
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wahyudin
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
S39361
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Destiana Agustin
"ABSTRAK
Tidur merupakan salah satu kebutuhan fisiologis bagi manusia yang berguna
untuk proses pemulihan tubuh. Pekerja shift memiliki jadwal kerja yang berubahubah
yang mengakibatkan perubahan irama sirkadian tubuh. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kualitas tidur dengan faktorfaktor
yang mempengaruhi tidur pada pekerja shift di PT. Krakatau Tirta Industri.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif. Teknik sampel yang
digunakan adalah total sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70
orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja shift memiliki kualitas tidur
yang buruk (64,3 %) dan adanya hubungan antara kualitas tidur dengan penyakit
fisik (p value=0,020, α = 0,05). Rekomendasi bagi pekerja diperlukan pelayanan
kesehatan untuk mengatasi masalah penyakit fisik

ABSTRACT
Sleeping is one of physiological needs for humans that is useful for body recovery
process. Shift workers had rotating work schedule which can change the circadian
rhythm of body. The aim of this research was to identify the relationship between
sleep quality and factors that affect sleep in shift worker at Krakatau Industrial
Water. This research used a correlative descriptive design. Sample tecqnique used
was total sampling. The number of sample in this research were 70 shift workers.
The results showed that shift workers had poor quality sleep (64,3 %) and there is
a relationship between sleep quality and disease (p value=0,020, α = 0,05). The
recommendation for worker is needed health service for overcome disease
problem.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S43780
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Palupi Maulia Andari
"Saat ini, kerja shift semakin diperlukan untuk memenuhi tuntutan pelayanan 24 jam duri masyarakat Di samping itu, kerja shift juga diperlukan dalam dunia industri. Pengertian kerja shift pada umumnya mengacu pada jadwal kerja di luar jam kerja normal (Grosswald, 2004). Kerja shift terbagi dua jenis yaitu yang bersifat permanen atau menetap dan kerja shift yang sifatnya bergilir atau rotasi. Pada sistem kerja shift rotasi, pekerja bekerja pada pagi bari, sore hari, dan mal am bari secara bergiliran. Hasil penelitian-penelitian mengenai kerja shift menyebutkan babwa sistem kerja shift memberikan dampak pada aspek fisik, psikologis, dan sosial pekerjanya. Berbagai dampak negatif dari kerja shift akan lebih dirasakan oleh pekerja dengan sistem shift rotasi dari pada pekerja dengan shift permanen (Berry,1998). Dengan demikian berbagai dampak negatif dati kerja shift dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup pekerjanya. Hal ini dikarenakan latar belakang kesehatan, latar belakang personal, dan faktor sosial merupakan aspek·aspek yang dapat mempengaruhi kualitas hidup individu. Berdasarkan hal tersebut, dalam penelitian ini peneliti mencoba untuk mengetahui gambaran kualitas hidup ibu yang bekerja shift dengan system rotasi. Pengukuran kualitas hidup dalam penelitian ini menggunakan alat ukur WHOQOL-BREF yang diadministrasikan terhadap 120 orang partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen ibu yang bekerja shift dengan system rotasi memprsepsikan kualitas hidup mereka secara umum tergolong baik. Sementara itu diketahui tidak ada partisipan yang mempersepsikan kualitas hidup mereka tergolong sangat buruk.

Nowadays, there are increasing needs of working shift hour. Society requires some services to be provided on the 24 hour basis, and some industrial processes need to operate continuously. Shift work refers to a job schedule in which employees work hours other than the standard hours. Shift work can be organized around fixed or rotating patterns. In a rotating, the employee may alternate between day, evening and night shifts. A number of studies found that shift work has negative effects on worker's physical health, psychological, and social life. Berty (1998) found that rotating shift have more adverse effects on workers than fixed shifts do. Futhennore. the negative impacts of shift work can affecting worker,s quality of life. This is beeause, physical, personal, and social background are all aspects that affect individual's quality of life. Based on that reason, this research discuss about quality of life mothers that works with shift rotating system. Using the WHOQOL-BREF, this studies measuring 120 participant?s quality of life. The research result show that more than 50 percent mothers that work with shift rotating system, perceive their quality of life in a good way. Futhermore there is no participant perceive their quality of life in bad way."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2009
T20906
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Bimo Bakti Sulistyo
2009
T41442
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Shinta Puspitasari
"Shift kerja yang diterapkan perusahaan dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap pekerja. Salah satu dampak negatif adalah timbulnya gejala kelelahan Hasil kajian shift kerja terhadap gejala kelelahan % CVL crew shift pagi ada 56 responden (100%) tidak terjadi kelelahan 22 responden (39,3%) shift malam kategori tidak terjadi kelelahan, 33 responden (58,9%) diperlukan perbaikan dan 1 responden (1,8%) kategori kerja dalam waktu singkat. Pada shift pagi hari ke-7 ada kenaikan sebesar 42,9% pada kategori hipertensi grade I, pada shift malam ada kenaikan sebesar 46,5% pada kategori hipertensi grade II. Tingkat kelelahan secara subjektif ada 49 responden shift pagi (87,5%) responden masuk dalam kategori tidak lelah dan 7 responden (12,5%) lelah ringan. Sedangkan pada shift malam ada 7 responden (12,5%) kategori tidak lelah, 29 responden (51,8%) lelah ringan dan 20 responden (35,7%) lelah sedang. Tingkat kantuk ada 56 responden (100%) kategori kantuk normal (shift pagi), sedangkan shift malam ada 32 responden (57,1%) kategori kantuk berlebih dan 24 responden (42,9%) tingkat kantuk normal.

Work shift which is applied by the company can made a good or bad effect to the employee. One of the bad affect is a presence of fatigue symptoms. Study work shift against the symptoms of fatigue from % CVL are 56 respondents (100%) are not suffering from fatigue, 22 respondents (39,3%) from night shift workers are also not suffering from fatigue, 33 respondents (58,9%) are necessary to repairs and 1 respondents (1,8%) is working in a short time. On a morning work shift day 7th there is an increase 42,9% in a Hypertension Grade I, and on a night work shift day 7th there is an increase 46,5% on a Hypertension Grade II. The level of subjective fatigue on a morning shift there is 49 respondents (87,5%) are not suffering from fatigue and 7 respondents (12,5%) in a light fatigue. On a night shift there are 7 respondents (12,5%) not suffering from fatigue, 29 respondents (51,8%) in a light fatigue and 20 respondents (35,7%) in a mild fatigue. The level of sleepiness there are 56 respondents morning work shift (100%) in a normal level, on a night shift there are 32 respondents (57,1%) in a excessive sleepiness category and 24 respondents (42,9%) in a normal level."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2015
T42954
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Firda Nurina
"ABSTRAK
Makalah ini membahas kalimat yang mengalami pergeseran struktur setelah diterjemahkan. Sebagai korpus data digunakan empat artikel terjemahan di laman Goethe-Institut Indonesia dengan fokus analisisnya adalah teks sasaran, yaitu bahasa Indonesia. Fokus makalah ini terletak pada pergeseran struktur kalimat terjemahan menurut teori Hasan Alwi. Digunakan pula teori dari Kridalaksana, Kushartanti, Nieder dan Stern sebagai penunjang. Metode penelitian analisis kontrastif diterapkan untuk membandingkan teks sumber dengan teks sasaran yang kemudian dicari perbedaannya. Dari hasil analisis diperoleh 25 kalimat yang mengalami pergeseran struktur berdasarkan lima kriteria yang telah ditetapkan oleh penulis. Terdapat lima kalimat yang sesuai dengan teori Hasan Alwi, sedangkan 20 kalimat lainnya tidak, karena teori tersebut hanya berlaku untuk kalimat tunggal, sedangkan data yang dianalisis juga menunjukkan kalimat-kalimat kompleks. Alasan lainnya karena perbedaan aturan tata bahasa Indonesia dengan bahasa Jerman.

ABSTRACT
This paper discusses sentences that possess shifted structure on translation. Four translation articles from official website Goethe-Institut Indonesia are used as the data. The focus of this analysis is target text, Indonesian, and the focus of this paper lies on the shifted structure of sentence after being translated according to Hasan Alwi rsquo;s theory. Theories by Kridalaksana, Kushartanti, Nieder and Stern are also used as addition. The method of this paper is contrastive analysis which is used to comparing source text with target text and look for the differences. The result of the analysis shows that there are 25 sentences have experienced the structural shift after the writer arranged five criteria. There are five sentences are into Hasan Alwi rsquo;s theory, while the remaining 20 sentences are not included because the theory only valid to simple sentence. But in fact, corpus data also pointed the complex sentences. Furthermore due to the differences in grammatical rules. "
2018
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>