Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Zulfikar Ilham Mirza
"Social Loafing merupakan fenomena yang dikenal saat individu dalam kelompok mengeluarkan kinerja yang lebih kurang jika di banding saat individu bekerja sendiri. Partisipan terdiri dari 39 Mahasiswa yang telah meluangkan waktunya untuk penelitian ini. Mereka ditetapkan secara acak kepada dua kondisi: Collective (kelompok) dan Coactive (individual) dan dua kondisi tekanan: Tekanan Tinggi dan Tekanan Rendah.  Partisipan ditugaskan untuk menyelesaikan teka-teki kata dalam dua kondisi berikut.
Hasil menunjukan bahwa kedua kondisi tekanan tidak menunjukan perbedaan signifikan dalam performa, dan kedua kondisi kerja pun tidak menunjukan hasil signifikan dalam performa, t(34) = .97, p = .346. Implikasi penelitian ini menyatakan bahwa kondisi tekanan tidak mempengaruhi social loafing.
Social loafing is a widely known phenomenon described as when an individual in a group produces less effort compared to when the same individual is working coactively.  This study looks at the effects of pressure-more specifically-time pressure on social loafing. Participants consisting of 39 University Students took part in this study. They were randomly assigned into two work conditions: Collective or Coactive conditions and two pressure conditions: High Pressure or Low-Pressure conditions.  Participants were to complete a word-search puzzle in these conditions.
Results show that neither work conditions show significant differences in performance nor do the two pressure conditions exhibit any significant differences in task performance, t(34) = .97, p = .346.  This implies that pressure conditions does not effect social loafing."
2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
R Rahmat Romadon
"ABSTRAK
Tesis ini membahas perilaku informasi para pegawai pada pendataan perpustakaan di Perpustakaan Nasional RI yang berdampak pada kinerja organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami perilaku informasi para pegawai yang telah mengalami penurunan kinerja dalam penelusuran, penginputan dan pemutakhiran data perpustakaan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain interpretatif melalui metode studi kasus. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku informasi para pegawai pada pendataan perpustakaan telah mengalami distorsi. Distorsi perilaku informasi tersebut terwujud dalam bentuk kemalasan sosial di tempat kerja. Bentuk kemalasan sosial yang terjadi adalah: (a) para para pegawai cenderung berhenti pada fase penelusuran informasi kolaboratif karena menganggap pekerjaan tersebut sudah dilaksanakan oleh admin dan kontributor daerah, (b) para pegawai tidak melaksanakan penginputan dan pemutakhiran data pada aplikasi pendataan perpustakaan, dan (c) para pegawai cenderung mengakses internet untuk kegiatan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan pada jam kerja daripada melakukan penelusuran, penginputan dan pemutakhiran data. Kemalasan sosial tersebut disebabkan dari: (a) tidak adanya pengawasan dan evaluasi kinerja para pegawai oleh kepala unit kerja, (b) para pegawai menganggap tugas pendataan perpustakaan sebagai pekerjaan yang tidak penting dan membosankan, serta (c) kurangnya penghargaan dan sanksi hukuman terhadap kinerja para pegawai dalam pendataan perpustakaan.

ABSTRACT
This thesis discusses the civil servants information behavior on library data collection task at the National Library of Indonesia which has an impact on organizational performance. The purpose of this study is to understand the civil servants` information behavior on library data collection task that has experienced decreased performance in searching, inputting, and updating the library data. This study is qualitative research with interpretive design through a case study method. The results of this study concluded that the civil servants` information behavior on library data collection task has been distorted. The distortion of information behavior is manifested in the form of social loafing in the workplace. The forms of social loafing that occurred are: (a) the civil servants tend to stop at the collaborative information search phase because they assume that the work has been carried out by the admin and regional contributors, (b) the civil servants do not carried out inputting and updating data on library data collection application, and (c) the civil servants tend to surf the internet for non-related work activities during work hours rather than searching, inputting and updating data. The civil servants `social loafing is caused by (a) there is no supervision and evaluation of civil servants` performance by the department head, (b) the civil servants considered the library data collection task as a non-priority and boring task, and (c) lack of reward and punishment for the civil servants` performance in the library data collection task."
2017
T52543
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Birgitta Alindi Prathitakanya
"ABSTRAK
Tekanan waktu dapat mempengaruhi pembentukan social loafing. Jurnal ini mempunyai tujuan
untuk menginvestigasi pembentukan social loafing antar partisipant dalam kondisi dimana mereka
diberi tekanan waktu. Riset ini menggunalan 36 murid dari The University of Queensland kampus
St. Lucia dengan 2x2 between group design yang dimana participant akan diminta untuk
mengerjakan tugas secara individu (koaktif) atau berkelompok (kolektif) dalam kondisi dibawah
tekanan atau tidak dibawah tekanan. Hasil dari riset ini akan menhitung jumlah jawaban yang sama
untuk menginvestigasi pembentukan social loafing. Hasil Independent t-test menyatakan bahwa
tidak ada perbedaaan significant antar kelompok coactive dan collective , t (1,34) = -1.77, p = .086.
Ditambah lagi hasil menunjukan bahwa tidak ada hasil significant antar kelompok yang diberi
tekanan waktu dan kelompok yang tidak diberi tekanan waktu , t (1,34) = 0.97 p = .350. Hal ini
bisa terjadi dikarenakan tugas yang diberikan kepada participant terlalu menarik. Ini menunjukan
bahwa tekanan waktu tidak selalu mempengaruhi fenomena social loafing terutama jika tugas yang
diberikan menarik. Riset dengan tugas yang lebih kurang menarik sangat disarankan untuk
dilakukan.

ABSTRACT
Time pressure might affect the occurrence of social loafing. Therefore, this study has an aim to
investigate whether social loafing occur in condition where participants had time pressure. This
study conducted among 36 students from The University of Queensland St Lucia campus with 2x2
between group design where the participants were asked to do the task individually (coactive) or
collectively in either under time pressure or non-time pressure. The study would measure whether
the participants engage in social loafing by looking how many similar words found in the result.
An independent t-test result revealed that there was no significant difference between collective
and coactive work, t (1,34) = -1.77, p = .086. Moreover, non-significant result also found between
collective participants under non-time pressure with collective participant under time-pressure, t
(1,34) = 0.97 p = .350, this was possible because the task given to the participant was too
interesting. This indicate that time pressure did not always affect social loafing, especially when
the task is interesting. Further research about time pressure and social loafing experiment with task
that was not too interesting for the participants is highly recommended.
"
2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library