Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Daniera Nanda Ariefti
"ABSTRAK
Perusahaan rokok elektrik memperkenalkan produk mereka sebagai alat terapi untuk berhenti merokok dan sebagai alternatif untuk rokok konvensional. Namun, tujuan tersebut tidak sejalan dengan praktik yang ada karena konsumsi rokok elektrik telah mendorong perilaku penggunaan ganda di antara perokok. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara karakter merokok dan penggunaan rokok elektrik. Studi sebelumnya telah membahas masalah ini dengan menganalisis beberapa variabel termasuk status demografi. Namun, penelitian terdahulu tidak memberi gambaran mengenai pola konsumsi rokok elektrik. Studi ini akan menekankan pada pola konsumsi rokok dengan mengembangkan klasifikasi karakter merokok yang lebih rinci. Ini dilakukan untuk menangkap pola penghentian rokok, peralihan, dan penggunaan ganda dalam konsumsi rokok elektrik. Model dari penelitian ini adalah logit dan probit dengan menggunakan observasi dari RISKESDAS 2018. Analisis menunjukkan bahwa konsumsi rokok elektrik di Indonesia tidak mengikuti tujuan esensial yang diklaim oleh perusahaan. Meskipun pola penghentian dan pengalihan dapat ditangkap, hasil penelitian juga menunjukkan kekhawatiran lainnya tentang penggunaan ganda.

ABSTRACT
E-cigarette companies introduced their product as a therapeutic tool for smoking cessation and an alternative to conventional cigarettes. However, the aforementioned objective is not in-line with existing practice as the e-cigarette consumption has encouraged dual-use behavior among smokers. This study aims to examine the association between smoking characters and e-cigarette use. Previous studies have covered this issue by measuring several variables including demographic status. However, the studies lack in describing the pattern of e-cigarettes consumption. This study will emphasize on the e-cigarette consumption pattern as it tried to develop a more detailed classification of smoking characters. It intends to capture the smoking cessation, switching, and dual-use patterns in e-cigarette consumption. The models exercised are logit and probit regression using the observations from Basic Health Research 2018. The analysis showed that e-cigarette consumption in Indonesia does not follow the essential purposes claimed by e-cigarette companies. Although cessation and switching patterns could be captured, the result may indicate another significant concern regarding dual-use with other tobacco products. This study provides a detailed understanding of the e-cigarette consumption pattern and the peoples underlying behavior, which policymakers can consider for further policy formulation related to e-cigarette provision in Indonesia."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nicolas Eric Darmawan
"ABSTRAK
Kemiskinan adalah permasalahan yang sudah lama terjadi di Indonesia, dan
meskipun usaha yang dilakukan untuk mengurangi kemiskinan berhasil, kecepatan
pengurangan kemiskinan itu melambat, menurut data dari Bank Dunia. Akses kredit
adalah aspek penting dalam pengurangan kemiskinan, dan Indonesia sedang
berusaha untuk meningkatkan kemudahan akses kredit melalui program inklusi
keuangan. Meskipun begitu, orang-orang miskin masih belum bisa menyediakan
persyaratan berupa jaminan atau informasi yang cukup untuk mendapat pinjaman
dari institusi keuangan formal, sehingga mereka meminjam kepada sektor informal,
dimana mereka lebih longgar dalam persyaratan peminjamannya. Masalah yang
terjadi ialah ketika orang-orang ini meminjam dari sektor informal, ada
kemungkinan mereka dikenakan bunga yang lebih tinggi dari yang mereka mampu
bayarkan, sehingga mereka dapat terus miskin, atau jatuh miskin ketika mereka
awalnya tidak miskin. Mereka yang memberikan pinjaman seperti ini disebut lintah
darat, dimana di Indonesia mereka sangat tersebar luas. Penelitian ini bertujuan
untuk melihat pengaruh dari akses kredit dan kredit informal terhadap insidensi
kemiskinan dengan menggunakan data dari IFLS3, IFLS4, dan IFLS5 dan diolah
menggunakan ordered logit regression model. Untuk mengukur pengaruh jangka
pendeknya, akan menggunakan IFLS3 dan IFLS4, sedangkan jangka panjangnya
menggunakan IFLS3 dan IFLS5. Ditemukan dalam penelitian ini bahwa baik akses
kredit maupun lintah darat mempengaruhi insidensi kemiskinan secara konsisten
dan signifikan. Akses kredit akan meningkatkan kemungkinan menjadi tidak
pernah miskin, dan orang-orang yang meminjam dari lembaga keuangan informal
memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk tetap miskin antar periode, atau
jatuh miskin.

ABSTRACT
Poverty has been a recurring problem in Indonesia for a long time, and despite
successful efforts in reducing poverty, the rate of reduction is slowing down,
according to World Bank data. Credit access is an important aspect in poverty
alleviation, and Indonesia has been working on increasing the ease of credit access
through financial inclusion programs. Even so, the poor still cannot afford to
provide any form of collateral or enough information to secure a loan from the
formal financial sector, so they look towards the informal sector, which are more
lenient in terms of loan requirements. The problem is when these people borrow
from the informal sector, there is a chance where they are charged with very high
interest rate, which will leave them with more debt than they could ever repay,
which may render them to stay poor between periods, or fall into poverty when they
initially were not poor in the period before. The people who give out loans like
those are called loan sharks, and they are very commonly found in Indonesia. This
research aims to examine the effect of credit access and informal credit to poverty
incidence by using data from IFLS3, IFLS4, and IFLS5 which will be processed
through an ordered logit regression model. To measure the short-term effect, IFLS3
and IFLS4 will be used, while for the long-term effect, IFLS3 and IFLS5 will be
used. The research concludes that both credit access and loan sharks consistently
and significantly affect poverty incidence. Credit access will increase the
probability of being never poor, while people that borrow from informal financial
institutions will have a higher probability of staying poor or falling into poverty
"
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muh. Yusranil Fathi
"ABSTRAK
Tesis ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak dari krisis global dan bagaimana respon firm level terhadap kebijakan pemerintah mengenai larangan ekspor bahan mentah hasil tambang. Analisis menggunakan metode kuantitatif deskriptif terhadap data panel firm level. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis ekonomi berdampak pada penurunan produktivitas perusahaan sebesar 0,69 kali dari produktivitas rata-rata tahunan tanpa terjadinya krisis. Dan produktivitas perusahaan industri pengolahan hasil tambang dalam negeri meningkat sebesar 1,79 kali ketika kebijakan larangan ekspor bahan mentah hasil tambang diberlakukan dibanding produktivitas sebelumnya ketika kebijakan tersebut belum diberlakukan.

ABSTRACT

This thesis aims to analyze the impact of global crisis and how firm level response to the Indonesian government policy concerning export ban of mining`s raw material. The analysis uses descriptive quantitative methods against the panel data of firm level. The results showed that the economic crisis had an impact that resulted to the decreasing of company productivity by 0.69 times the average annual productivity without the occurrence of crisis. And the productivity of the domestic milling industry increased by 1.79 times when the export miner`s export ban policy was enacted compared to previous productivity when the policy had not been enacted."
2018
T54365
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Edith Zheng Wen Yuan
"Jumlah penelitian yang melakukan observasi terhadap bagaimana otoritas moneter dan fiskal berinteraksi sudah banyak, bahkan yang dilakukan di Indonesia. Penelitian ? penelitian tersebut menemukan konsensus akan pentingnya koordinasi antara otoritas moneter dan fiskal untuk mencapai tingkat inflasi yang optimal dan pertumbuhan ekonomi serta meminimalisasi kerugian kesejahteraan secara total. Namun, belum ada penelitian yang mencari tingkat optimal dari kebijakan moneter dan fiskal dengan mempertimbangkan interaksi kedua kebijakan tersebut. Dalam model teori permainan nonkooperatif, skripsi ini menggunakan fungsi kerugian dari kebijakan moneter yang menggunakan tingkat suku bunga SBI sebagai instrumen kebijakan moneter, dan dari kebijakan fiskal yang menggunakan pengeluaran pemerintah sebagai instrumennya, sebagai imbal hasil dari masing ? masing otoritas. Secara umum, hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingkat suku bunga SBI dan pengeluaran pemerintah actual masih berada pada titik non ekuilibrium nash (nash equilibrium) dan non ekuilibrium pareto (pareto equilibrium). Oleh karena itu, kebijakan moneter dan fiskal yang diterapkan masih dapat diperbaiki, terutama pemerataan pengeluaran pemerintah sepanjang tahun, seperti perbaikan penyerapan anggaran pemerintah pada kuartal kedua dan menurunkannya di kuartal ketiga, serta menurunkan tingkat suku bunga SBI.

Researches on how monetary and fiscal authority interact and should interact have been abundant, even in Indonesia. One consensus that converges from those researches is the importance of coordination between monetary and fiscal authority to have optimal inflation rate and economic growth and minimize welfare loss. What had not yet been observed is the optimal level of the monetary and fiscal policy in regards of monetary and fiscal policy interaction, which is the focus on this research paper. In non - cooperative game theory model, we used loss function of monetary policy which uses SBI rate as its instruments, and fiscal policies with government spending as its tools, as the payoff for each authority. In general, the result shows that the actual SBI rate and government expenditure yielded in non ? Nash Equilibrium and non - Pareto Equilibrium. Thus, there is much room to improve the policies, especially smoothing of government expenditure throughout the year, i.e. improving the government expenditure absorption in the second quarter and moderating it in the third and fourth quarter, and lowering the SBI rates."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S62895
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Veronika Juwita Hapsari
"ABSTRAK
Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Potensi ini tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Akan tetapi, sampai saat ini pariwisata Indonesia hanya identik dengan Bali. Pengembangan destinasi lain selain Bali (destinasi non-Bali) telah mulai berlangsung di hampir seluruh wilayah Indonesia karena potensi ekonomi pariwisata yang bisa mendorong perekonomian wilayah. Walaupun belum sebanyak Bali, wisatawan mancanegara telah mengunjungi destinasi non-Bali. Hal ini membuktikan destinasi non-Bali juga berpotensi untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan membuat profil wisatawan mancanegara untuk destinasi non-Bali sebagai salah satu langkah pengembangan pemasaran pariwisata sesuai Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Nasional 2010-2025. Kesimpulannya, wisatawan yang mengunjungi destinasi non-Bali lebih dominan laki-laki dan merupakan repeater.

ABSTRACT
Indonesia has enormous tourism potential. This potential is spread throughout almost all regions of Indonesia. However, until now Indonesian tourism is only synonymous with Bali. Development of other destinations besides Bali (non-Bali destinations) has begun to take place in almost all parts of Indonesia due to the economic potential of tourism which can drive the region's economy. Although not as many as Bali, foreign tourists have visited non-Bali destinations. This proves that non-Bali destinations also have the potential to be developed. This research aims to profile foreign tourists for non-Bali destinations as one of the steps in developing tourism marketing according to the National Tourism Development Master Plan 2010-2025. In conclusion, tourists who visit non-Bali destinations are predominantly male and repeater.
"
2019
T52645
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amardita Nur Fathia
"Memutuskan untuk memiliki anak dan membesarkan mereka menciptakan sejumlah biaya meskipun diyakini bahwa anak dapat menjadi sumber kegembiraan dan kepuasan dalam jangka pendek dan penyedia keamanan ekonomi keluarga dalam jangka panjang. Selain itu, biaya dan manfaat yang diperoleh seorang anak bersifat tidak pasti karena tidak ada yang mengetahui kemungkinan apakah anak tersebut akan membawa lebih banyak dampak positif atau negatif bagi orang tuanya. Oleh karena itu, ketika seseorang memutuskan untuk menginginkan kelahiran seorang anak, artinya mereka bersedia menghadapi kondisi ketidakpastian. Dalam kondisi ketidakpastian, preferensi risiko dan preferensi waktu seseorang akan mempengaruhi pertimbangan pengambilan keputusan ekonominya. Dengan menggunakan data IFLS-5, penelitian ini mencoba mengungkap hubungan preferensi risiko dan preferensi waktu wanita dalam mempengaruhi niat mereka untuk memiliki anak tambahan. Hasil dari regresi logistik biner yang dilakukan menunjukkan bahwa wanita yang toleran terhadap risiko dan tidak sabaran lebih cenderung menginginkan tambahan anak dibandingkan yang sebaliknya.

Deciding to have a child and raising them incur several costs although it is believed that children can be a source of joy and satisfaction in the short run and family economic security provider in the long run. Furthermore, the costs and benefits of a child is uncertain as no one knows the probability of whether the child will bring more positive outcome or negative outcome to its parents. Hence, when someone is deciding to pursue a child’s birth, it means if they are willing to face uncertainty. Under uncertainty, an individual’s risk preference and time preference will affect their economic decision-making consideration. Using IFLS-5 data, this study tried to unravel the relationship of women’s risk preference and time preference in affecting their intention to have additional children. Result from from binary logistic regression being conducted showed that risk tolerant and impatient women are more likely to intend additional children than the opposite."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fauzi Insan Estiko
"Ketidaksetaraan telah menjadi salah satu masalah utama dan topik yang paling banyak diteliti dalam ekonomi. Namun, relatif sedikit studi yang menganalisis hubungan antara akses TIK dan ketimpangan pengeluaran di Indonesia dan memecahnya menjadi pengeluaran makanan dan non-makanan. Ini merupakan kesenjangan penting dalam literatur mengingat semakin pentingnya TIK dalam aktivitas sehari-hari orang yang dapat mempengaruhi pengeluaran.
Studi ini menambah literatur dengan menganalisis apakah TIK menambah kekhawatiran meningkatnya ketidaksetaraan atau membantu mengurangi ketidaksetaraan pengeluaran tidak hanya dengan melihat total komponen pengeluaran tetapi juga komponen makanan dan non-makanan. Kami menggunakan survei nasional sosial ekonomi Indonesia SUSENAS dan BPS 2012-2018. Menggunakan regresi data panel dengan model efek tetap, kami dapat menemukan bahwa penetrasi internet secara signifikan mengurangi ketimpangan total dan non-makanan dan meningkatkan ketidaksetaraan makanan. Kepemilikan desktop atau laptop ditemukan untuk meningkatkan ketimpangan total dan non-pangan sehubungan dengan ketidaksetaraan makanan menjadi tidak signifikan. Selain itu, efek interaksi terhadap pencapaian pendidikan ditemukan signifikan - menyiratkan pentingnya pendidikan sebagai faktor pengkondisian yang mempengaruhi hubungan antara TIK dan jenis ketidaksetaraan

Inequality has been one of the key issues and most researched topic in economics. However, relatively few studies analyze relation between access of ICT and expenditure inequality in Indonesia and disintegrate it to food and non-food expenditure. This represents an important gap in the literature considering the everincreasing importance of ICT in people’s daily activity that may affect expenditure.
This study adds to literature by analyzing whether ICT adds to growing concern of rise of inequality or help to decrease expenditure inequality not only by looking at total expenditure components but also the food and non-food components. We use Indonesia socio-economic national survey SUSENAS and BPS of 2012-2018. Using panel data regression with fixed effect model, we are able to find that internet penetration to significantly decrease total and non-food inequality and increase food inequality. Desktop or laptop ownership is found to increase total and non-food
inequality with relation to food inequality to be insignificant. In addition, the interaction effects towards education attainment is found to be significant – implying the importance of education as conditioning factors that affect relation between ICT and types of inequalities.
"
Depok: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ruth Margaretha Setiawan
"Penelitian ini berusaha melihat dampak tingkat inklusi keuangan dan program Laku Pandai terhadap profitabilitas bank. Sebab dari sisi bank, profitabilitas diperlukan dalam keberlangsungan bisnisnya. Studi ini menggunakan indeks inklusi keuangan dengan pendekatan makro dimana terdapat tiga dimensi yang dipertimbangkan yakni penetrasi, kesediaan dan penggunaan yang akan diolah menggunakan two-stage PCA. Terdapat 31 bank yang menerapkan Laku Pandai dan seluruhnya akan diperhitungkan dalam sampel menggunakan Fixed Effect. Rentang waktu yang digunakan dalam penelitian adalah sejak program Laku Pandai mulai diterapkan (2015) hingga 2021. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan pengaruh inklusi keuangan terhadap profitabilitas bank belum dapat dibuktikan. Selain daripada itu, perbedaan penerapan program Laku Pandai pada kelompok kontrol dan treatment tidak menghasilkan perbedaan ROA yang signifikan pada dataset ini, namun menghasilkan perbedaan ROE yang negatif signifikan. Maka dari itu, otoritas perlu meninjau ulang program inklusi keuangan melalui bank (bank-based). Perilaku transaksi keuangan masyarakat yang underbanked dan unbanked boleh jadi tidak sesuai dengan model bisnis perbankan

This study attempts to investigate the effect of the level of financial inclusion and the Laku Pandai program on individual bank profitability. Because from the bank's point of view, profitability is needed for the business continuity. This study uses a financial inclusion index with a macro approach where there are three dimensions considered, namely penetration, willingness and usage which will be processed using two stage PCA. There are 31 banks join Laku Pandai and all of them will be calculated in the sample using the Fixed Effect. The period used in the research is from the beginning implementation year of the Laku Pandai program (2015) to 2021. The results of the research show that the effect of financial inclusion on individual bank profitability has yet to be proven. Apart from that, the difference in the implementation of the Laku Pandai program in the control and treatment groups did not produce a significant difference in ROA in this dataset, but resulted in a significant negative difference in ROE. Therefore, the authorities need to review the financial inclusion program through banks (bank-based). The behavior of underbanked and unbanked public financial transactions may not be in accordance with the banking business model."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library