Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yulia Susanti
"[Senam dan relaksasi otot progresif (Serelak) merupakan bentuk intervensi keperawatan dalam upaya pengendalian hipertensi pada usia dewasa. Penulisan ini bertujuan memberikan gambaran pelaksanaan terapi Serelak dalam asuhan keperawatan komunitas pada usia dewasa hipertensi di Kelurahan Sukamaju Baru Depok. Pelaksanaan terapi dilaksanakan selama 8 kali pengukuran pada 60 responden penderita hipertensi. Hasil upaya pengendalian hipertensi menunjukkan peningkatan kemampuan kelompok pendukung sebesar 42%; peningkatan perilaku kesehatan kelompok usia dewasa: pengetahuan 14,5 (87,4%), sikap 26,5 (82,67%), keterampilan 24,9 (71,5%), penurunan rata-rata tekanan darah usia dewasa hipertensi setelah melakukan terapi Serelak: tekanan sistol 6,6 mmHg, tekanan diastol 5,05 mmHg dengan p value 0,00. Peningkatan perilaku kesehatan pada keluarga yaitu pengetahuan sebesar 16,4 (76,4%), sikap 26 (93%), dan ketrampilan sebesar 22 (83%). Penggunaan terapi nonfarmakologi seperti terapi senam dan relaksasi otot progresif dapat dilakukan dalam menurunkan tekanan darah tinggi dalam upaya pengendalian hipertensi secara optimal.;Exercise and progressive muscle relaxation (Serelak) is a form of nursing interventions in an effort to control hypertension in adulthood. The purpose of this paper was to give an overview of the implementation Serelak therapy in nursing care for community in adulthood hypertension in Sukamaju Baru village Depok. The Implementation of the therapy was conducted over eight times of measurement in 60 respondents have hypertension. The results showed, increase in the ability to support group by 42%; improvement of health behavior an among adult age groups: knowledge by 14.5 (87,4%), attitude by 26.5 (82,6%), skill by 24.9 (71,5%), the average reduction in blood pressure after Serelak therapy: systolic pressure of 6.6 mmHg, diastolic pressure of 5,05 mmHg (p value 0.00). Improved health behaviors in the family that is the knowledge by 16.4 (76,4%), attitude by 26 (93%), and skills by 22 (83%). The use of nonpharmacological therapies such as exercises and progressive muscle relaxation can be carried out in lowering high blood pressure among adulthood., Exercise and progressive muscle relaxation (Serelak) is a form of nursing interventions in an effort to control hypertension in adulthood. The purpose of this paper was to give an overview of the implementation Serelak therapy in nursing care for community in adulthood hypertension in Sukamaju Baru village Depok. The Implementation of the therapy was conducted over eight times of measurement in 60 respondents have hypertension. The results showed, increase in the ability to support group by 42%; improvement of health behavior an among adult age groups: knowledge by 14.5 (87,4%), attitude by 26.5 (82,6%), skill by 24.9 (71,5%), the average reduction in blood pressure after Serelak therapy: systolic pressure of 6.6 mmHg, diastolic pressure of 5,05 mmHg (p value 0.00). Improved health behaviors in the family that is the knowledge by 16.4 (76,4%), attitude by 26 (93%), and skills by 22 (83%). The use of nonpharmacological therapies such as exercises and progressive muscle relaxation can be carried out in lowering high blood pressure among adulthood.]"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Julaeha Siti Julaeha
"[ABSTRAK
Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Angka deteksi kasus Kota Depok yang masih rendah (57,52%) pada tahun 2013 membuat Pemerintah Kota Depok mendeklarasikan Gertak TB. Perawat memberikan pelayanan TB dengan menggunakan strategi pemberdayaan kader Gertak TB agar masyarakat dapat melakukan pemantauan kasus TB di lingkungannya secara mandiri. Kegiatan yang dilakukan adalah deteksi kasus dan pengawasan menelan obat pada pasien TB. Gertak TB melibatkan 16 orang kader. Keluarga yang diawasi menelan obat sebanyak 10 keluarga. Hasil dari kegiatan Gertak TB didapatkan suspek 158 orang, diantaranya 17 orang dilakukan pemeriksaan BTA, dan 10 orang dinyatakan positif TB paru. Kepatuhan menelan obat pada pasien TB yang telah selesai pengobatan mencapai 100%. Kegiatan Gertak TB perlu dilakukan oleh kader dengan berkoordinasi dengan pengelola program TB.

ABSTRACT
Pulmonary Tuberculosis (TB) remains a public health problem in Indonesia. In 2013 Case Detection Rate (CDR) in Depok was low (57,52%), urging the Depok Government declared Gertak TB. The nurse provided TB service by empowering community, to build surveillance system in their own community. The activities of Gertak TB were case detection and observation TB patients treatment. Gertak TB involved 16 cadres. The families whom were observed TB treatment were 10. The results were 158 persons TB suspected, seventeen of them undertook the screening, and ten of them were positive to smear sputum. The treatment adherence of TB patients were 100%. Gertak TB is needed to be promoted by cadre by coordinating with TB nurse in primary health care service delivery., Pulmonary Tuberculosis (TB) remains a public health problem in Indonesia. In 2013 Case Detection Rate (CDR) in Depok was low (57,52%), urging the Depok Government declared Gertak TB. The nurse provided TB service by empowering community, to build surveillance system in their own community. The activities of Gertak TB were case detection and observation TB patients treatment. Gertak TB involved 16 cadres. The families whom were observed TB treatment were 10. The results were 158 persons TB suspected, seventeen of them undertook the screening, and ten of them were positive to smear sputum. The treatment adherence of TB patients were 100%. Gertak TB is needed to be promoted by cadre by coordinating with TB nurse in primary health care service delivery.]"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yunita Sari
"Tuberkulosis paru/TB paru merupakan salah satu penyakit infeksi paru menular yang hingga saat ini masih menjadi perhatian. Penyakit TB paru merupakan salah penyakit yang masih menimbulkan stigma di masyarakat. Stigma yang muncul di masyarakat akan dapat berkembang menjadi stigma diri. Stigma diri yang dialami oleh klien TB akan menghambat kepatuhan pengobatan dan mencegah diagnosis TB yang tepat waktu, sehingga dibutuhkan suatu intervensi salah satunya adalah coaching.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh coaching terhadap stigma diri dan kualitas hidup klien TB paru. Penelitian dilakukan menggunakan kuasi eksperimen dengan kelompok kontrol. Sampel sebanyak 31 klien TB pada kelompok intervensi dan 31 pada kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa coaching berpengaruh signifikan dalam menurunkan stigma diri dan meningkatkan kualitas hidup klien TB paru (p= 0,000). Hasil uji mancova menunjukkan jenis kelamin mempengaruhi stigma diri dan kualitas hidup (p= 0,000). Hasil penelitian menyarankan bahwa intervensi coaching dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak psikologis akibat penyakit TB dan meningkatkan kualitas hidup klien TB paru.

Pulmonary tuberculosis is a contagious lung infection disease that still becomes public concern. Pulmonary tuberculosis poses stigma in the community. The stigma that appears may develop into self-stigma. Self-stigma will hamper TB treatment adherence and prevent timely diagnosis of TB. Therefore, it needs an intervention such as coaching.
This study aims to determine the effect of coaching on self-stigma and quality of life for pulmonary tuberculosis clients. This research applied a quasi-experimental design with a control group with 62 pulmonary TB clients as samples. The intervention and control groups consisted of 31 persons in each group. The sampling technique was purposive sampling.
The results showed that coaching has a significant effect to reduce the self-stigma and improve quality of life within pulmonary tuberculosis clients (p = 0.000). MANCOVA test result also showed that gender affects self-stigma and quality of life (p = 0.000). The results of the study suggest that the intervention of coaching need to be done to minimize the psychological impact of pulmonary TB and improve quality of life among pulmonary tuberculosis clients.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
T46062
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Cahya Rahmadiyah
"Balita merupakan kelompok resiko yang mudah terkena masalah kesehatan diantaranya masalah pertumbuhan yaitu gizi kurang. Pemberian nutrisi pada balita usia 6-24 bulan yang sesuai dapat meningkatkan pertumbuhan. Pemberian MPASI pada balita usia 6-24 bulan dapat dilakukan dengan cara pemberian makan aktif/responsif yang dikombinasikan dengan metode bermain sesuai dengan tahap usia balita. Karya Ilmiah akhir ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan intervensi Resfeed-Play sebagai bentuk intervensi keperawatan komunitas pada balita usia 6-24 bulan dengan gizi kurang Di Kelurahan Srengseng Sawah. Pelaksanaan intervensi Resfeed-Play dilakukan di keluarga dan di masyarakat dalam kegiatan pos gizi.
Hasil evaluasi kegiatan Resfeed-Play adalah terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 24,2%, sikap 30.3% dan keterampilan sebesar 42.4% Ibu balita. Setelah dilakukan intervensi selama 6 bulan, rerata kenaikan berat badan balita sebesar 0.95Kg. Setelah dilakukan analisis lebih lanjut kenaikan berat badan tersebut signifikan dengan nilai P 0.000 (P< 0.05). Intervensi Resfeed-Play dapat meningkatkan berat badan balita dan menangani masalah gizi kurang pada balita. Berdasarkan hasil kegiatan ini maka direkomendasikan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang positif seperti pos gizi agar dapat mencegah dan mangatasi masalah gizi kurang pada balita.

Toddlers are an at risk group prone to health problems including growth problems, one of which is malnutrition. Adequate nutrition in infants aged 6-24 months can promote the growth. Giving solid foods in infants aged 6-24 months can be done by feeding the active / responsive combined with the method according to the stage of playing toddlers. This paper aimed to provide an overview of the intervention of Resfeed-Play as a form of community nursing intervention on children aged 6-24 months with malnutrition In Srengseng Sawah village. Implementation of the intervention Resfeed-Play performed in families and in society in nutrition post activities.
The results of evaluation of Resfeed-Play is shown an increase in knowledge 24.2%, attitude and skills by 30.3% and 42.4% respectively. After intervention of 6 months, the mean of weight gain toddler was 0.95Kg. After further analysis the weight gain is significant with a P value of 0.000 (P <0.05). Resfeed intervention-Play can increase body weight toddlers and can address the problems of malnutrition in children under five. Based on the results of this activity it is recommended to increase community empowerment through positive activities such as nutrition post in order to prevent and mitigate the problem of malnutrition in children under five.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mahathir
"ABSTRAK
Tuberkulosis (TB) memberikan konsekuensi fisik, psikologis dan sosial yang buruk
bagi penderitanya selama menjalani perawatan dan pengobatan penyakit. Perawatan
bagi penderita TB bersifat komprehensif dan berkesinambungan untuk memelihara
kualitas hidup dan pencapaian kesembuhan penyakit TB. Pengembangan intervensi
HALAU TB dalam pelayanan TB merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan
dalam peningkatan kualitas hidup penderita TB. HALAU TB merupakan serangkaian
intervensi berbasis bukti yang mencoba untuk memenuhi pencapaian penanganan
komprehensif bagi penderita TB. HALAU TB mewakili aspek-aspek penting dalam
upaya penanggulangan TB berupa Hentikan penularan penyakit, Atasi efek samping
tanpa obat, Lakukan perawatan holistik, Aktivasi partnership, dan Utamakan
pengobatan tuntas. HALAU TB terdiri dari strategi intervensi berbasis bukti yang
dipilih dan dianggap dapat memenuhi kebutuhan penderita TB. Intervensi berbasis
bukti tersebut terdiri dari pengembangan program manajemen lingkungan melalui
program ?grebek jendela?, mobilisasi sosial, pengembangan program Provider
Initiated Tuberculosis Symptom (PITS), Small Group Intervention (SGI), terapi
nutrisi intensif, konseling dan terapi komplementer. Penerapan intervensi ini
dilakukan dengan menggunakan perhitungangan sampel tekhnik total sampling
terhadap 23 orang penderita TB yang sedang menjalani pengobatan. Kualitas hidup
pasien TB setelah mendapatkan intervensi meningkat dari 52,038 menjadi rata-rata
65,83. Uji statistik lanjut menunjukkan perbedaan kualitas sebelum dan sesudah
intervensi pada kualitas hidup pasien TB dengan peningkatan mean 13,79 dan p value
0,00 (p< 0,05). Diperlukan penanganan komprehensif yang kontinu dalam
penanganan TB di komunitas dalam pencapaian hasil yang memuaskan.

ABSTRACT
Tuberculosis impacted physical, social and phsycolgical aspect of a patient during the
treatment of the disease. Treatment for TB is comprehensive and continuous to
maintain the quality of life and achieving TB disease to cure. The development of
interventions in eradicating TB is one of the efforts that have to be made to improve
the quality of life patient with TB. HALAU TB is a series of evidence-based
interventions that try to meet the achievement of a comprehensive treatment for TB
patient. HALAU TB represents important aspects which consist of elements stop TB
transmission, managing side effects of the drugs, holistic treatments, partnership, and
ensuring complete treatment. HALAU TB consists of evidence-based intervention
strategies that are selected and considered to meet the needs of people with TB. The
evidence-based interventions consist of the development of environmental
management program through "grebek jendela", social mobilization, program
development of Provider Initiated Symptom Tuberculosis (PITS), Small Group
Intervention (SGI), intensive nutritional therapy, counseling and complementary
therapies. This case study was conducted using total sampling technique of 23 TB
patients who are undergoing treatment. TB patient quality of life after receiving the
intervention increased from 52.038 to 65.83. Further statistical analysis showed the
difference in quality of life before and after intervention on TB patients with mean
increase of 13.79 and p value 0.00 (p <0.05). The continuing comprehensive care that
is required to treatment of TB in the community in order to achieve satisfactory
results"
2016
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Maula Maratus Solikhah
"ABSTRAK
Nama:Maula Maratus Solikhah Program Studi :Magister Keperawatan, Peminatan Komunitas Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas IndonesiaJudul:Hubungan Dukungan Keluarga dengan Efikasi Diri Klien Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Jagakarsa Jakarta Selatan Pengobatan Tuberkulosis TB membutuhkan dukungan dari keluarga dan efikasi diri yang baik mengingat jangka waktu pengobatan minimal 6 bulan sehingga klien TB dapat menjalani pengobatan secara lengkap dan sembuh. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan efikasi diri klien TB. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan purposive sampling untuk menentukan 99 klien TB di wilayah kerja Puskesmas Jagakarsa Jakarta Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,6 responden beusia 18-40 tahun, 50,5 berjenis kelamin laki-laki, 74,7 status menikah, 86,9 tidak merokok, 38,4 responden tidak bekerja dan tidak berpenghasilan. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan efikasi diri p value 0.004, ?: 0.05 . Klien TB yang kurang mendapatkan dukungan keluarga memiliki risiko 3,556 kali untuk memiliki efikasi yang kurang setelah dikontrol oleh tingkat pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan pemberdayaan keluarga untuk memaksimalkan dukungan keluarga kepada klien TB dalam rangka meningkatkan efikasi diri. Kata kunci: Tuberkulosis, dukungan keluarga, efikasi diri

ABSTRACT
Nama Maula Mar rsquo atus Solikhah Program Studi Master in Nursing, Community Health Nursing SpecializationJudul The Relationship between family support and self efficacy of Tuberculosis Client in Puskesmas Jagakarsa Jakarta Selatan Treatment of Tuberculosis TB requires at six month periods so it needs of family support and self efficacy to complete TB treatment. The purpose of this study to determine the relationship of family support with self efficacy of TB clients. This study used cross sectional design. Sampling with purposive sampling with 99 clients TB in Puskesmas Jagakarsa. The results showed that 64.6 of respondents were 18 40 yearsold, 50,5 were male, 74.7 were married status, 86,9 do not smoke, 38.4 unemployment and did not income. There is a relationship of family support with selfefficacy p value 0.004, 0 05 . clients who lack family support at risk 3,556 to have lack of self efficacy after being controlled by the level of education. The study recommends the empowerment of family to maximize family support for TB client in order to increase self efficacy. Keywords Tuberculosis, family support, self efficacy "
2017
T48932
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Verra Widhi Astuti
"ABSTRAK
Nama : Verra Widhi AstutiProgram Studi : Magister Ilmu KeperawatanJudul Tesis : Pengaruh Edukasi Kesehatan Terstruktur Terhadap Perilaku Pencegahan Penularan TB Paru dan Stigma Masyarakat Tuberkulosis TB merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular melalui percikan dahak. Pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan TB paru sangat penting karena kurangnya pengetahuan tentang TB paru dapat berakibat pada kurangnya perilaku pencegahan dan menimbulkan kesalahpahaman mengenai cara penularannya yang berdampak pada munculnya stigma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi edukasi kesehatan terstruktur terhadap perilaku pencegahan TB paru dan stigma masyarakat di kabupaten Bogor, Indonesia. Desain penelitian kuasi eksperimen jenis pretest and posttest with control group. Penelitian dilakukan pada 41 responden untuk masing-masing kelompok yang diseleksi dengan purposive sampling. Intervensi ini diberikan dalam 4 sesi yang dilaksanakan 2 kali seminggu. Setelah 10 hari, analisis t-test menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan, sikap, dan keterampilan yaitu sebesar 1,56; 3,73; dan 9,61, serta penurunan rerata stigma masyarakat sebesar 6,97. Edukasi terstruktur dapat meningkatkan perilaku pencegahan penularan TB paru p value = 0,000 dan menurunkan stigma masyarakat p value = 0,000 . Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan alternatif pilihan intervensi keperawatan komunitas yang dapat diberikan kepada masyarakat berisiko TB paru.

ABSTRACT
Name Verra Widhi AstutiStudy Program Master in Nursing, Community Health Nursing SpecializationJudul Tesis The Effect of Stuctured Health Education to Pulmonary Tuberculosis Transmission Preventive Behavior and Public Stigma in Bogor Regency Tuberculosis TB is a common infectious disease that easily transmitted through sputum splashes. Community knowledge and awareness of pulmonary TB transmission is very important. It may result in a lack of prevention behavior and it leads to misconceptions about the mode of transmission that affects the emergence of stigma. This study aims to determine the effect of structured health education intervention on pulmonary TB prevention behavior in the Bogor district of Indonesia. A quasi experimental research design applied with pre and post test with control group types. The study involved 41 respondents for each group selected by purposive sampling. Intervention consisted of 4 sessions that was held 2 times a week. After 10 days, the t test analysis showed an average increase of knowledge, attitude, and skill were 1.56 3.73 and 9.61, and a decrease in average stigma was 6.97. Structured health education can improve the prevention behavior of pulmonary tuberculosis transmission p value 0,000 and reduce the public stigma p value 0,000 . The results are expected to provide an alternative choice of community nursing interventions that can be given to people at risk of pulmonary TB."
2017
T48520
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratna Lestari
"Stroke merupakan penyebab kecacatan, perubahan kognitif dan perilaku berdampak terhadap ketergantungan tinggi pada pelaku rawat utama. Perawatan jangka panjang memberikan konsekuensi negatif berupa emosional yang memunculkan beban perawatan. Kelompok swabantu sebagai sumber dukungan bagi pelaku rawat dengan kegiatan refleksi diri dan manajemen stres di dalamnya. Semakin tinggi refleksi diri, semakin menurunkan suasana hati negatif artinya refleksi diri berkontribusi terhadap pertahanan stres seseorang.
Studi ini bertujuan mengetahui penurunan beban pelaku rawat melalui intervensi refleksi diri dan manajemen stres dalam kelompok swabantu di Curug. Desain studi ini menggunakan evidence based practise, total sampling digunakan sebagai teknik pengumpulan datayang berjumlah 30 orang.
Intervensi Refleksi diri dan Manajemen stres dalam kelompok swabantu diberikan sebanyak 5 sesi selama 12 minggu. Intervensi ini menunjukkan terdapat penurunan bebandari ringan- sedang menjadi tanpa beban sampai ringan. Perawat perkesmas dapat menggunakan intervensi refleksi diri dan manajemen stres untuk menurunkan beban pelaku rawat utama merawat klien stroke.

Stroke caused disability, cognitive change and behavior that affects high dependence on primary caregiver. Long term care provides negative consequences of emotional problems that lead to caregiver burden. Self help groups as a support for stroke caregivers have activities self reflection and stress management in it. The higher the self reflection the less negative mood, means self reflection contribute to the defense of one 39 s stress.
This study aims to determine the reduction of caregiver burden through self reflection and stress management interventions in Curug. The design of this study used evidence based practise, data collection was performed by total sampling with a sample size of 30 respondents.
Intervention self reflection and stress management in self help groups were given 5 sessions over 12 weeks. This intervention showed decreasing on caregiver burden from mild to moderate to no burden until light. Nurses especially perkesmas nurse can use self reflection intervention and stress management in self help groups in reducing the burden of caregiver treating stroke clients.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yunita Sari
"Tuberkulosis TB paru merupakan salah satu penyakit infeksi paru menular yang hingga saat ini masih menjadi perhatian. Penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit yang masih menimbulkan stigma di masyarakat. Stigma yang ada akan menghambat program pengendalian TB dan meningkatkan risiko penularan, sehingga dibutuhkan suatu intervensi. Intervensi keperawatan dapat dilakukan ditatanan keluarga maupun komunitas melalui asuhan keperawatan. Karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan di keluarga melalui peningkatan peran keluarga maupun komunitas dengan membentuk kelompok pendukung Warga Peduli TB Wali TB untuk mencegah dan meminimalkan stigma TB. Hasil intervensi didapatkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan keluarga maupun masyarakat terkait TB dan penurunan stigma TB di keluarga serta masyarakat. Peningkatan peran keluarga dalam memberikan dukungan bagi klien TB dan adanya kelompok pendukung berupa Wali TB merupakan salah satu intervensi yang dapat dilakukan dalam mencegah dan meminimalkan stigma TB.

Pulmonary tuberculosis is a contagious lung infection disease that still becomes public concern. Pulmonary tuberculosis poses stigma in the community. Stigma will inhibit TB control programs and increase the risk of transmission. Therefore, it needs interventions. Nursing interventions can be provided to family and community settings through nursing care. This study aims to portrait the implementation of nursing care in the family through increasing the role of family and community. It was done by forming a support group of TB as namely Community Care for Tuberculosis Wali TB to prevent and minimize TB stigma. The result showed that increasing the role of family and community by Wali TB able to increase knowledge, attitude, and skill of family and community related to TB and decrease of TB stigma within family and community. Increasing the role of the family in providing support for TB clients and the presence of Wali TB are nursing interventions that can be done in preventing and minimizing TB stigma.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Permata Sari
"Pekerja shift merupakan salah satu aggregat yang berisiko mengalami masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan arti dan makna pengalaman bekerja shift pekerja manufaktur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi deskriptif dengan metode wawancara mendalam. Partisipan dalam penelitian ini adalah pekerja shift di perusahaan manufaktur di DKI Jakarta berjumlah 6 (enam) orang yang didapatkan dengan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa hasil rekaman wawancara yang dianalisis dengan teknik Collaizi.
Penelitian ini mengidentifikasi tujuh tema yaitu alasan bekerja shift, mengenali karakteristik setiap shift, dampak yang dialami pekerja, upaya mempertahankan status kesehatan, mendapat dukungan, manajemen waktu pekerja shift dan harapan pekerja shift. Hasil temuan ini merekomendasikan kepada institusi kerja utuk mempertimbangkan pengaturan jam kerja untuk meminimalisasi dampak kerja shift pada pekerja.

Shift worker is one of the aggregate who risk of having health problems. This research aims were explored the experience of working shift by manufacturing workers. This research used qualitative descriptive phenomenology method and data collected by in-depth interviews. Participants in this research is shift workers at a manufacturing company in Jakarta totaled 6 (six) people who obtained by purposive sampling technique. The data gathered are in form of the result from recording of the interview and analyzed by Collaizi techniques.
This research identified seven themes: the reasons of work shift, knowing the characteristics of each shift, impact of shift work, the efforts of maintaining health status, getting support, doing time management and shift workers expectations. The results recommend to company to consider working time to minimize the impact of shift work on workers.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>