Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 17 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Asri Hapsari Wardhani
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas mengenai kegiatan ritual yang dilakukan oleh karyawan PT. Sucofindo SBU SICS Jakarta. Penelitian skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan teknik penelitian yang digunakan adalah pengamatan terlibat dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan ritual di PT. Sucofindo SBU SICS berfungsi mempersatukan karyawan. Kegiatan ritual dan solidaritas karyawan mempunyai keterkaitan serta mempunyai hubungan satu sama lain. Keduanya mempunyai fungsi yang sangat berarti dan mempunyai dampak yang sangat baik bagi perkembangan suatu perusahaan. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa kegiatan ritual harus tetap dipertahankan oleh karyawan serta perusahaan.

ABSTRACT
This research discusses the ritual activities conducted by employees of PT.Sucofindo SBU SICS Jakarta. This thesis uses qualitative research which is is descriptive and the technique of research is participant observation and depht interview. The result of this research is that the ritual activity in PT. Sucofindo SBU SICS has a function to unity the employees. The ritual activity and the employees solidarity have relations to one another. Both of them have the function that meant so much and have very good the impact for the development company. The result of this research suggests that the ritual activity should be kept by employees and companies."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tria Sugiarti
"[Direktorat Industri Kimia Hilir memiliki tujuan untuk dapat memajukan sektor industri kimia hilir di Indonesia. salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memfasilitasi perusahaan industri hilir dengan pameran berkala dan dilaksanakan setiap tahunnya. Pameran tersebut dilaksanakan sebagai strategi dari Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur dalam merealisasikan program atau kebijakan Kementrian Perindustrian. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa budaya organisasi dapat dilihat dari kebijakan atau strategi yang telah dibuat oleh organisasi Direktorat Industri Kimia Hilir. Event pameran menjadi suatu kebiasaan (kegiatan rutin) dalam organisasi Direktorat Industri Kimia Hilir dan telah menjadi kebudayaan pada organisasi, sehingga event, merupakan kebudayaan organisasi Direktorat Industri Kimia Hilir.

Directorate of lower chemical industry has a goal to be able to advance the chemical industry sector lower in Indonesia. One way to do is by facilitating downstream
industries companies with periodic exhibition and implemented each year. The exhibition is implementes as a strategy of the Directorate-General of Industrial Manufacturing Base in the effort to the program or policy of the Ministry of industry. This research aims to prove that organizational culture can be seen from policies or
strategies that have been made by the organization of the Directorate of Industrial Chemicals downstream. Event exhibition become a habit (routine) in the organization
of the Directorate of the State of the Chemical Industry and has become a culture in the organization’s culture Directorate Chemical Industries Downstream., Directorate of lower chemical industry has a goal to be able to advance the chemical
industry sector lower in Indonesia. One way to do is by facilitating downstream
industries companies with periodic exhibition and implemented each year. The
exhibition is implementes as a strategy of the Directorate-General of Industrial
Manufacturing Base in the effort to the program or policy of the Ministry of industry.
This research aims to prove that organizational culture can be seen from policies or
strategies that have been made by the organization of the Directorate of Industrial
Chemicals downstream. Event exhibition become a habit (routine) in the organization
of the Directorate of the State of the Chemical Industry and has become a culture in
the organization’s culture Directorate Chemical Industries Downstream.]
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2015
S62743
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raras Prawitaningrum
"Perkembangan teknologi tak bisa dipungkiri mengakibatkan perubahan di beberapa industri, salah satunya dalam industri musik. Industri musik yang pada awalnya dikuasai oleh industri arus utama mengalami perubahan dengan kemunculan kolektif independen karena didukung oleh beberapa faktor. Kolektif musik independen menggunakan pengalaman dan pengamatannya untuk membangun suatu industri yang berbeda agar bisa bertahan dan meraih kesuksesan di industri musik tanpa menggunakan mediasi. Hasil dari penelitian ini adalah memaparkan bagaimana strategi band independen rock metal asal Jakarta, Seringai, dalam menjual musik dan atributnya tanpa adanya mediasi, yakni label rekaman.

Technology development undeniably caused changes in certain industries, one of them is music industry. Music industry that was initially dominated by mainstream industry is changing with the emergence of collective independent that is supported by several factors. Collective independent music use experience and observation to build a different industry to survive and achieve success in music industry without using mediation. Result of this study is to explain the strategy of an independent rock metal band from Jakarta, Seringai, in selling music and its attributes without mediation, which is record label."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2015
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eveline Ciptadewi Soesetio
"Tesis ini bertujuan untuk memahami makna hulu (danganan) keris Bali dan proses kreasi seniman Bali dalam mewujudkan bentuk pegangan keris. Data diperoleh melalui penelitian lapangan dengan metode partisipasi observasi selama ± 31/2 bulan di Gianyar, Klungkung dan Bangli. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa hulu keris/danganan yang merupakan salah satu bagian luar (eksoteri) dari sebilah keris Bali dan mempunyai fungsi sebagai pegangan keris, memperindah keris dalam penampilannya dan untuk menunjukkan status simbol si pemakai keris. Kreatifitas manusia dalam mewujudkan karya budayanya menciptakan makna yang merujuk pada realitas yang lain dalam pengalaman sehari-hari yang meliputi bidang-bidang agama, seni, ilmu sejarah, mitos dan bahasa, dan menjadikan cakupan proses simbolis yang luas. Bagi orang Bali hulu/danganan keris mempunyai makna, lambang kekuatan magis, dan sebagai ungkapan rasa cinta kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Orang atau masyarakat Bali selalu berusaha bersikap seimbang terhadap alam sekitarnya. Konsep Tri Hita Karana menjiwai orang Bali untuk mewujudkan keharmonisan antara manusia dengan Sang Hyang Widi, antara manusia dengan manusia lain dan antara manusia dengana alam lingkungannya. Penelitian ini dilakukan untuk melanjutkan dan melengkapi penelitian keris terdahulu (baik esoteri maupun eksoterinya), dari peneliti-peneliti sebelumnya. Studi bentuk danganan keris Bali ini penting dilakukan karena merupakan morphologi kelanjutan keris Majapahit."
Depok: Universitas Indonesia, 2001
T8992
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lucky Irwan Saputra
"Penelitian ini mengangkat masalah praktek adat larian yang ada di Lampung. Adat larian atau sebambangan ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu yang dilakukan suka sama suka atau sebambangan dan yang dilakukan secara paksa atau nunggang. Praktek adat larian terutama yang dilakukan secara paksa ternyata mengakibatkan terjadinya konflik nilai diantara pihak yang terlibat didalamnya. Konflik yang terjadi ini tidak hanya melibatkan pihak suku asli dan pendatang namun juga terjadi diantara suku Lampung itu sendiri. Permasalahan ini kemudian menjadi semakin unik ketika ada peran hukum adat dan hukum pidana dalam penyelesaiannya.

This research is tried to describe the implementation of adat larian in Lampung. Adat larian can be dividing into two forms, elopement (sebambangan) and marriage by abduction (nunggang). Apparently the implementation of adat larian especially nunggang made conflict between the actors that involved in it. This conflict involves not only the origin group and the migrants but this conflict happened in the origin group too. This phenomenon is become more unique when the ancient law and the criminal law take place to solve this problem."
Depok: Universitas Indonesia, 2010
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Randy Fajrian
"Skripsi ini merupakan hasil karya etnografi yang memberi pemahaman akan kedalaman makna tentang kebudayaan dalam rangka pemosisian diri sebuah komuniti di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Kedalaman makna yang dimaksud pun tidak hanya berbicara tentang bagaimana mengupas bentukan dari komuniti tersebut, melainkan juga pada pemahaman akan corak dari sebuah kebudayaan yang sedang bekerja di dalamnya. Singkatnya, skripsi ini akan menjelaskan tentang bagaimana cara kerja sebuah bentuk kebudayaan dalam keterkaitannya dengan eksistensi sebuah komuniti. Adapun komuniti yang dimaksud bernama Endiru Team, yang merupakan salah satu dari bentuk komuniti cosplay yang ada di Jakarta.
Terlahir dari sebuah kegemaran akan produk anime, manga, dan video game asal Jepang, komuniti Endiru Team melakukan sebuah pergerakan dalam upaya pemosisian diri di tengah-tengah kehidupan masyakarat Jakarta. Berkenaan dengan hal ini, Endiru Team melakukan usaha pemosisian diri tersebut melalui kegiatan pameran dan peragaan kostum bernama cosplay yang telah berlangsung hampir selama delapan tahun lamanya. Dengan menampilkan kegiatan pameran dan peragaan kostum cosplay yang berkaitan erat dengan dunia hiperrealitas dan abstraksi pembayangan, tibalah saat bagi Endiru Team untuk menyongsong era dunia baru berupa simulakra.
Sebagai bahan acuan, peragaan kostum cosplay dari Endiru Team sarat akan pada bentukan sebuah corak kebudayaan penggemar seperti yang diargumentasikan oleh Jin-Shiow Chen. Akan tetapi, apabila lebih dipahami dan dikupas dengan lebih mendalam, sebuah ranah budaya cosplay tidak berhenti saja sampai di titik argumentasi Chen tersebut. Ada faktor penting lain yang mengisyaratkan bahwa Endiru Team sangat terkait erat dengan masyarakat yang tidak hanya menjadi penggemar melainkan malah menarik para audiens untuk menjadi penggemarnya.

This thesis is an ethnographic work that gives a depth an understanding of cultural meanings in the context of positioning themselves in the center of society life. The depth of the intended meanings were not just talking about how to peel the formation of the community, but also on understanding the pattern of a culture that was working on it. In summary, this thesis will explain about how the workings of cultural form in association with the existence of a community. The community is called Endiru Team, which is one of the forms of cosplay community in Jakarta.
Born from the passion of Japanese anime, manga, and video games products, Endiru Team in an effort to make a movement of positioning themselves in the middle of Jakarta society. In this regard, Endiru Team positioning themselves through exhibitions and demonstrations called cosplay costume that has lasted for almost eight years old. With exhibitions and demonstrations featuring cosplay costumes are closely related to the world of hyperreality and abstract imagery, it is the time for Endiru Team to face the new world era of simulacra.
As a reference material, the demonstrations of Endiru Team cosplay costumes is full of cultural patterns in the formation of a fan culture as argued by Jin-Shiow Chen. However, if better understood and more in depth-peel, a realm cosplay culture did not just stop until Jin-Shiow Chen?s point of view. There are other trivial factor which is suggest that Endiru Team is closely related to people who not only became a fan, but instead draw the audiences to become their fans."
Depok: Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
M. Iskandarsyah
"Pembahasan dan penelitian mengenai kehidupan sosial dan sesuatu yang gaib serta berbagai dinamikanya sudah acapkali dilakukan oleh peneliti-peneliti sosial, terutama peneliti Sosiologi, Psikologi, maupun Antropologi, pangkal tolak diadakannya penelitian-penelitian tersebut adalah munculnya rasa keingin tahuan para peneliti dalam melihat gejolak yang terjadi menyangkut fenomena sosial yang ada serta ragam faktor pendukung dibelakangnya.
Melalui penelitian ini penulis ingin menjawab pertanyaan dan rasa ingin tahu tersebut dengan melihat dinamika kehidupan warga Kampus Universitas Indonesia. Jawaban yang ditampilkan adalah merupakan gambaran tentang kerangka dan struktur pola pikir yang melibatkan pemahaman-pemahaman mengenai pengalaman tiap-tiap individu dalam memaknai cerita-cerita hantu yang beredar di lingkungan Kampus Universitas Indonesia. Hingga pada akhirnya membawa kepada sebuah kesimpulan yaitu sebuah proses konstruksi budaya yang di tanamkan oleh agen-agen sosial, hal ini membawa pengalaman seorang individu untuk kemudian dilanjutkan dalam bentuk tindakan-tindakan keseharian dan bereaksi terhadap apa yang akan dihadapinya. Adanya aksi dan reaksi menciptakan sebuah pengalaman tersendiri yang pada intinya membuat pengalaman pengetahuan yang didasari oleh pengetahuan-pengetahuan masa lalu diaplikasikan dalam bentuk tindakan-tindakan keseharian.

Discussion and research on social and something magical and different dynamics are often conducted by social researchers, particularly researchers Sociology, Psychology, and Anthropology, the base of the departure holding these studies was the emergence of a sense of curiosity to see the researchers in the turmoil concerning social phenomena as well as various supporting factors behind it.
Through this study the authors wanted to answer the questions and curiosity by examining the dynamics of the life of the University of Indonesia. The answer shown is a picture of the framework and structure of the mindset that involves understanding-understanding of the experience of each individual over the meanings of ghost stories circulating in the University of Indonesia. And eventually brought to a conclusion that is a process of cultural construction in the plant by the social agents, it brings the experience of an individual to then continue in the form of daily actions and react to what to expect. The action and reaction creates an experience in itself and in essence, makes the experience of knowledge that is based on past knowledge is applied in everyday actions."
Depok: Universitas Indonesia, 2012
S42881
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Isti Faridah
"Skripsi ini mencoba untuk mengupas secara mendalam mengenai strategi perusahaan sebuah biro perjalanan wisata terbesar di Pangkal Pinang, Bangka bernama Bella Wisata Tours & Travel. Penjelasan mengenai strategi perusahaan ini menceritakan bagaimana cara Bella Wisata Tours & Travel mempertahankan eksistensinya dalam menghadapi persaingan ketat dalam dunia pariwisata Bangka, strategi apa saja yang dikembangkan oleh Bella Wisata Tours & Travel untuk mempertahankan eksistensinya dalam pasar wisata setempat serta cara perusahaan dalam membuat paket-paket wisata dan merekrut karyawan dalam rangka meraih dan mempertahankan pasar pariwisata di Pangkal Pinang, Bangka. Strategi Bella Wisata terwujud dalam nilai yang dianut bersama dalam perusahaan, norma perilaku kelompok, pembuatan produk wisata dengan melihat keinginan pasar serta karakter konsumen, pelayanan prima, cara menghadapi para pesaing serta menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai pihak yang berkecimpung dalam dunia pariwisata. Penelitian ini dilakukan sejak Januari sampai Februari 2013 dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ini mencakup wawancara mendalam dengan informan, pengamatan terlibat serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai serta norma yang diterapkan oleh Bella Wisata Tours & Travel dan masih dipertahankan oleh seluruh anggotanya sampai sekarang. Nilai budaya yang dianut bersama oleh anggota Bella Wisata Tours & Travel ini disebut sebagai strategi yang tidak hanya digunakan dalam lingkungan internal perusahaan seperti pola hubungan sosial dalam kantor dan pelayanan yang maksimal terhadap wisatawan, akan tetapi juga dalam lingkungan eksternal perusahaan yaitu dalam menghadapi tantangan iklim pasar yang selalu berubah serta melakukan hubungan kerja sama dengan berbagai pihak industri pariwisata terutama pasar pariwisata Bangka.

This undergraduate thesis tries to analyze the strategy of the biggest travel agency in Pangkal Pinang, Bangka, called Bella Wisata Tours & Travel. The explanation of this company’s strategy tells about how Bella Wisata Tours & Travel maintains its existence in the tight competition of Bangka’s tourism industry, the strategies that are developed by Bella Wisata Tours & Travel to maintain its existence in local tourism, and the ways this company make tourism packages and recruit employees as a way to achieve and maintain tourism market in Pangkal Pinang, Bangka. Bela Wisata’s strategy is manifested in values adopted in the company, group norms, the making of tourism product by looking at the market demands and consumers’ characters, maximum service, the way it faces competitors and cooperating with several parties involved in tourism industry. This research has been done since January-February 2013 by using qualitative research methods. The qualitative research included in-depth interviews with informants, participant observation and literature. The research shows there are values and norms implemented by Bella Wisata Tours & Travel, and they are still maintained by all the members up until now. The cultural values adopted by Bella Wisata Tours & Travel are known as a strategy that is not only used internally, such as social relationship in the office and maximum service to the consumers, but also in external situation, which is in facing the challenge of changing market climate and cooperating with parties from tourism industry, especially Bangka’s tourism industry."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
S47476
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arief Budiman
"Skripsi ini membahas mengenai Pembentukan Budaya Pilot di Indonesia, yang mana di awali dari Pembentukan Budaya di Institusi bernama Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia-Curug. Penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Metode penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah metode Autoetnografi, dimana saya terjun langsung sebagai Taruna Penerbang Curug Angkatan ke-63 Bravo.
Hasil penelitian ini adalah membahas mengena penerapan dari pendidikan di STPI yang mana merupakan bentuk dari Total Institution. Pementukan Budaya yang terjadi akibat dari penerapan Total Institution ini ialah adanya hasil yang diharapkan (expected) dari Pemimpin STPI, maupun yang tidak diharapkan/di duga (unexpected). Saya melihat dari temuan lapangan, bahwa ternyata banyak sekali budaya yang terbentuk justru dari hal-hal yang tak di dugaduga (unexpected).

This thesis discusses the Pilot Cultural Establishment in Indonesia, which at the start of the formation of culture in the institution called the Indonesia Civil Aviation Institute. This research qualitative method. Research methods that I use in this study is Autoetnography method, where I picked up my experience in this study as a Midshipman Force Airmen Curug-63 Bravo.
The results of this research was to discuss the implementation of educational hit in STPI which is a form of Total Institution. Cultural formation arising from the application of this Institution is the total of the expected results (expected) from the Leader of STPI, and that is not expected / assumed to (unexpected). I see from the findings of the field, that was a lot of culture that is formed instead of things that are not in the expected (unexpected).
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rifqi
"Masyarakat Huaulu tinggal di daerah Seram Utara, Maluku. Hingga sekarang mereka masih menjalankan sebagian dari praktik-praktik kebudayaan tradisional mereka. Salah satunya adalah budaya membangun yang terejawantahkan dalam bentuk rumah tradisional Huaulu serta tata ruang desa mereka. Memanfaatkan pemikiran Henri Lefebvre tentang produksi ruang sebagai kerangka teoretis dalam menganalisis budaya membangun tersebut, tesis ini berusaha menyusun penjelasan emik yang memadai dan komprehensif tentang pola keruangan yang diproduksi di Huaulu. Penelitian lapangannya dilakukan dengan etnografi. Temuan utamanya berupa pola keruangan yang diorganisasi berdasarkan kategori luar-dalam, bawah-atas, dan disertai vektor yang sifatnya sentripetal. Pola keruangan yang demikian juga mengejawantahkan konsepsi Huaulu mengenai diri dan relasi antara yang natural dengan yang kultural.
Pada aras teoretis, tesis ini mengkritisi pendekatan strukturalis dalam antropologi yang menganalisis konsepsi ruang suatu masyarakat dengan mengimplikasikan pemisahan antara ruang mental dan ruang fisikal. Di dalam disiplin antropologi, tesis ini berargumen, kecenderungan tersebut menjadi kendala dalam upaya memperoleh pemahaman emik tentang konsepsi ruang pada masyarakat tradisional, karena selalu dibayang-bayangi oleh bias teoretis yang bersumber dari dualisme Cartesian. Dengan mengelaborasi kerangka teoretis yang disediakan oleh pemikiran Lefebvre, tesis ini menawarkan alternatif untuk mengkaji ruang secara antropologis guna mendapatkan penjelasan yang emik dan konseptualisasi ruang yang padu.

Huaulu Society lives in North Seram, Moluccas. Nowadays they still do some of their traditional cultural practices. One of them is Huaulu`s building culture which is manifested in their traditional house and spatial organization of their village. This thesis uses Henri Lefebvre`s thought on production of space as theoretical framework. With this framework, this thesis analyses Huaulu`s building culture to develop an adequate and comprehensive emic account about spatial pattern that is produced in Huaulu. Its research was done with ethnography. Its main finding is the spatial pattern organized in accordance with some categories: outside-inside, below-above, and complemented by centripetal vector. This spatial pattern also manifests Huaulu`s conception of self and relation between nature and culture.
At theoretical level, this thesis criticizes structuralist approach in anthropology that analyses traditional society`s conception of space by implicating separation of mental space and physical space. This thesis argues that, in anthropology, structuralist tendency obstructs anthropologist`s effort to gain emic understanding about research subject`s conception of space. It is because of theoretical bias that is rooted deep in Cartesian dualism. This thesis elaborates theoretical framework provided by Lefebvre to offer an alternative to study space anthropolo."
Depok: Universitas Indonesia, 2015
T45083
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>