Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ainul Qalbi
"Perang selama ini dalam pemikiran masyarakat awam dikenal sebagai suatu peristiwa yang memilukan, tidak adil, dan sebagai sebuah tragedi kemanusiaan. Namun, perang sebenarnya dapat menjadi suatu peristiwa yang adil. Dalam upaya mencapai keadilan tersebut, Agustinus mencetuskan sebuah teori yang mengatur apa saja yang boleh maupun yang tidak boleh dilakukan oleh pihak-pihak yang berperang, yang dikenal sebagai Just War Theory. Ada pun teori ini dikembangkan lebih lanjut oleh Michael Walzer pada abad 20. Just War Theory yang dikembangkan oleh Walzer ini menjadi alat analisis yang akan penulis pergunakan untuk membuktikan pelaksanaan Perang Dunia II di Eropa sebagai sebuah perang yang adil.

War is commonly known as an event that only brings misery, injustice, and a tragedy of humanity. But, war actually can become an event which is just. In order to make war as a just war, Augustine arranged some theories that can make a war become a just war, which is known as “Just War Theory”. In the 20th century, Michael Walzer has successfully developed the just war theory into a whole new level. In my opinion, this theory can become an instrument to prove that there are justice that contained in World War II in European Region, and this war is a just war that happened in the 20th century."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Senna Aditiya
"ABSTRAK
Eksistensialisme merupakan filsafat yang memfokuskan diri dan menjadikan
eksistensi manusia menjadi tema utamanya. Kierkegaard yang disebut sebagai
bapak eksistensialisme memiliki penekanan atas individualitas yang harus dimiliki
oleh manusia untuk mencapai eksistensi diri. Suasana batin ketika berhadapan
dengan keseharian maka akan menghasilkan sebuah ironi yang nantinya ironi
tersebut akan membawa manusia ke dalam tahap-tahap eksistensialisme.
Noah dalam film Noah merupakan tokoh yang merepresentasikan pemikiran
eksistensialisme Kierkegaard. Dalam film ini, Noah berhadapan dengan pilihanpilihan
eksistensial yang membuat dirinya mengalami momen eksistensial.
ABSTRACT
Existentialism is a philosophy that focuses and makes human existence become
the main theme. Kierkegaard that called as the father of existentialism has an
emphasis on individuality that must be possessed by human beings to achieve
self-existence. Moods when dealing with everyday life will produce an irony and
that irony will be bringing people into the stages of existentialism.
Noah in the Noah movie is a figure that represents Kierkegaard’s existensialism
understanding. In this movie, Noah dealing with existential choices that made
himself experiencing an existential moment."
2014
S59914
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Saddam Wiwaha
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas probelmatika mengenai persoalan relasi, cinta dan
kaitannya dengan eksistensi manusia di dunia. Persoalan tersebut dihadirkan dari
sebuah film berjudul The Fault In Our Stars. Eksistensialisme Martin Buber yang
mengintikan persoalan relasi sebagai wujud eksistensi manusia, dijadikan sebagai
alat analisis pada persoalan-persolan dalam Film tersebut. Hazel dan Augutus
dalam film The Fault In Our Stars menjadi representasi tokoh yang mengalami
perjumpaan eksistensial dan kemudian keduanya mampu menjalin relasi “Aku
Engkau” hingga keduanya diantarkan pada wujud being yang exist atas dasar
cinta kasih, tanggung jawab satu sama lain. Cinta diantara keduanya menjadikan
kebermaknaaan hidup diantara keduanya sekaligus penguat eksistensi sebagai
manusia.
ABSTRACT
This thesis talk about the problem of relation, love and corelation with human
existence in this world. The issue presented on a film called The Fault In Our
Stars. Martin Buber’s Existensialism which have the focus that relation is the
fundamental fact human existence will be use as a tool for analysis the issue from
that film. Hazel and Augutus as a representation of charachter which have
encounter untill they can make a relation “I-Thou” which can deliverd them into a
form of being exist with the love, responsibility for each others. Love between
them make a meaning of life as well as the reinforcement of human existence ."
2014
S59913
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library