Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 65 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tokyo: C-DATS, 2007
R 011.31 KAT (1)
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Nopah
"

Serat Kridhawasita merupakan karya sastra macapat yang ditulis pasca kemerdekaan negara Indonesia oleh R. Purbadarsana. Serat ini membahas nilai-nilai moral Jawa pada saat revolusi kemerdekaan. Dilihat lebih teliti, serat ini saling berhubungan antara pupuh macapat dan makna yang ingin disampaikan oleh pengarang. Masalah yang dianalisis dalam penelitian ini, yaitu bagaimana simbolisasi nilai-nilai moral dalam pupuh-pupuh macapat dalam membangkitkan semangat perjuangan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan nilai-nilai moral budaya Jawa yang dilihat dari aspek sifat pupuh dan makna isi teks, serta nilai-nilai moral tersebut dapat membangkitkan semangat perjuangan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori semiotik. Diharapkan penelitian ini dapat menambahkan wawasan ilmu pengetahuan dalam perkembangan kebudayaan Jawa, khususnya pupuh tembang macapat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Serat Kridhawasita mengandung simbolisasi nilai moral yang menggambarkan sifat dari pupuhnya, serta nilai-nilai tersebut bersifat menyemangati para pejuang muda.


Serat Kridhawasita is a literature work of Macapat that was written after Indonesian independence by R. Purbadasarna. Serat is telling the moral values of Javanese when the independence revolution occurred. When I research it more deeply, Serat does have a connection with macapat poem and the meaning that the author trying to tell. The issue that I try to analyze in this research is how is the symbolization of moral values in macapat poems can awaking the fighting spirit. Based on that issue, this research is to explain the moral values of Javanese by the perspective from the aspect of the poem’s trait and the meaning of the contents of the text, also the moral values that could awaking the fighting spirit. This research is descriptive qualitative by using semiotic theory. It is hoped that this research can enrich our knowledge development of Javanese culture, especially pupuh tembang macapat. The result of this research is showing that Serat Kridhawasita contains symbolization of moral value that describe the character of the poem, also the value has a characteristic that encouraging young warrior.

"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mayang Wahyu Agustin
"Setiap pemimpin menerapkan gaya kepemimpinan yang berbeda antara satu dan lainnya. Jenis kepemimpinan yang populer di Jawa adalah Astha Brata. Konsep kepemimpinan Astha Brata kemudian digunakan untuk melihat etika kepemimpinan seorang tokoh bernama Pangeran Mangkubumi dalam Babad Giyanti. Pemilihan konsep Astha Brata didasari oleh ciri kepemimpinan Jawa yang bersifat sinkretis. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan laku atau etika kepemimpinan Pangeran Mangkubumi serta melihat konsepsi dan relevansi kepemimpinan Astha Brata hingga masa kini. Kerangka teori yang digunakan antara lain konseptual kepemimpinan Astha Brata dalam Serat Ajipamasa, kepemimpinan etis Gary Yukl, dan teori etika perspektif filsafat dari Franz Magnis Suseno. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif dari Abrams dalam buku Pengkajian Sastra: Teori dan Aplikasi dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang digunakan berasal dari hasil transliterasi naskah Babad Giyanti yang diterbitkan oleh Balai Pustaka. Hasilnya, Pangeran Mangkubumi memiliki semua sifat Astha Brata yang menunjukkan keseimbangan Pangeran Mangkubumi sebagai seorang pemimpin. Keberhasilan penerapan konsep Astha Brata dalam Pangeran Mangkubumi menunjukkan bahwa Astha Brata dapat menciptakan pemimpin yang ideal dan etis bagi manusia Jawa. Adapun kepemimpinan Astha Brata masih eksis dan relevan untuk digunakan hingga saat ini.

Every leader has a leadership style that is different from one another. One of the more popular leadership type in Java is Astha Brata. Astha Brata's leadership concept is then applied to analyze the leadership ethics of a character named Pangeran Mangkubumi in Babad Giyanti. The choice of the Astha Brata concept was based on the syncretic characteristics of Javanese leadership. This research aims to reveal Pangeran Mangkubumi's leadership behavior or ethics, as well as to look at the conception and relevance of Astha Brata's leadership in the present. The leadership conceptual framework used is Astha Brata in Serat Ajipamasa, also leadership ethics from Gary Yukl. This research employs Abrams’ objective approach based from the book Pengkajian Sastra: Teori dan Aplikasi with descriptive and qualitative methods. This research employs a framework of ethical theory from the philosophical perspective Franz Magnis Suseno. The data used comes from the transliteration of the Babad Giyanti manuscript published by Balai Pustaka. This research has shown that Pangeran Mangkubumi has all the characteristics of Astha Brata which shows Pangeran Mangkubumi's balance as a leader. This successful application of the Astha Brata concept in Pangeran Mangkubumi shows that Astha Brata can create ideal and ethical leaders for Javanese people. Astha Brata's leadership archetype is still relevant until the present.

"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Suci Septiani
"Pada penelitian-penelitian mengenai aktivis keagamaan, terdapat lima unsur yang diteliti, yaitu emosi, sistem kepercayaan, sistem ritus dan upacara,peralatan upacara, dan umat. Maka, dalam penelitian ini membahas tentang aktivitas keagamaan masyarakat Sunda Kuna pada abad ke-14 hingga awal abad ke-16 Masihe yang menghubungkan pada tiga unsur saja, yaitu sistem kepercayaan, sistem ritus dan upacara, dan peralatan upacara.

In the study of religius activities, there eis five elements that has been researched. They are emotions, beliefs, ritus and ceremony, ceremony tools, and people of ceremony. Thus, this study is about Sudaness religy activities in the fourhteen century until the beginning of sixteen century, in corelating to three elements, thay are beliefs: ritus and ceremony, and ceremony tools."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2010
S11991
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yudi Anugrah Nugroho
"Kekayaan kesusastraan Jawa menghadirkan karya-karya sastra yang beragam jenis dan isi kandungannya. Salah satu kekayaan tersebut adalah cerita babad yang pada umumnya mengandung unsur sejarah. Naskah Cariyos Nagari Padhagêlan NR 242 yang menjadi objek penelitian, merupakan salah satu karya sastra Jawa yang digolongkan ke dalam cerita historis (CH). Penelitian filologi dilakukan guna menerbitkan edisi teks Cariyos Nagari Padhagêlan NR 242 dengan menggunakan metode edisi naskah tunggal. Adapun alih aksara dikerjakan dengan menggunakan edisi standar atau edisi kritis. Cerita pada teks Cariyos Nagari Padhagêlan NR 242 dibagi ke dalam 21 episode dan disertakan ikhtisar isi setiap pupuh. Hal yang menarik dari teks Cariyos Nagari Padhagêlan NR 242 adalah kekhasan nama tokoh, nama tempat, dan nama kerajaan yang menggunakan istilah dalam sastra dan musik Jawa: nama têmbang, nama gêndhing, instrumen gamêlan, dan tari-tarian. Di samping itu, terdapat pula beberapa hal yang terkait dengan peperangan dalam peristiwa perang antara Purwagendhing melawan Padhagêlan, seperti senjata-senjata dalam peperangan, peran perempuan dalam peperangan, tata strategi perang, dan perundingan perdamaian.

One of Javanese literature heritage named babad can be labeled as a historical literature. The object of this research, Cariyos Nagari Padhagêlan NR 242 manuscript is one of text that is being categorized as babad. In this research I applied philological steps to create a new edition of Cariyos Nagari Padhagelan NR 242. Furthermore, I used standard edition and critics edition as my transliteration methods for this manuscript. In this edition, the manuscript is being devided into 20 episodes with resumes of each pupuh attached. The interesting part from Cariyos Nagari Padhagelan NR 242 are the unique names of the character, the names of the location, and also the names of the Kingdom inside the story. It's unique because the name of tembang, gendhing, and also gamelan instrument is being used for the three names mentioned. Beside that, we can also find several thing that are related to Purwagendhing versus Padhagelan battle, such as war instruments that are being used in the battle, women's function in the battle, war strategy, and reconsiliation agreement."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S43034
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Erwin Prasetyo Widodo
"Skripsi ini menyajikan deskripsi dan suntingan teks naskah Serat Napoleon koleksi PNRI bernomor KBG 227 yang ditulis pada tahun 1860-an oleh juru tulis Keraton Surakarta. Teks berbentuk tembang macapat, menceritakan tentang sejarah peperangan di Eropa dan perjalanan seorang tokoh bernama Bonaparte dalam merebut tahta kerajaan. Penulisan nama tempat dan tokoh dalam teks disesuaikan dengan pelafalan orang Jawa. Metode penelitian filologi yang digunakan adalah metode edisi naskah tunggal. Suntingan teks dilakukan dengan menerapkan metode edisi kritis dilengkapi dengan catatan kaki, ringkasan cerita dan pedoman alih aksara.

This thesis presents a description and text edits to the text of Serat Napoleon KBG 227 which is PNRI collection, written in the 1860s by the scriber of Surakarta Palace. Macapat shaped text and it is tell about the history of the war in Europe and the journey of a person called Bonaparte in seizing the throne. The name of place and figures wrote in the text adapted to the pronunciation of the Javanese people. The Philological method uses the method of single copy editions. Edits based on critical method and providing footnotes if necessary. The study comes with story summary and transliteration guidelines.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S54259
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zenny Rahmawati
"ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan pada naskah Raden Sulam yang diperkirakan diciptakan pada tahun 1788 Jawa atau 1866 Masehi di Pedawang, Demak. Naskah ini berisi cerita petualangan Raden Sulam, putra mahkota dari Bandaralim yang ingin menuntut ilmu tentang Islam. Pengembaraannya diwarnai dengan kisah percintaan, peperangan, dan mengajarkan seseorang masuk Islam. Naskah Raden Sulam merupakan naskah yang dianggap tunggal, tersimpan di Perpusnas dengan nomer panggil KBG 548. Penelitian ini bertujuan menyajikan edisi teks naskah Raden Sulam sehingga dapat dibaca dan dipahami oleh masyarakat umum. Hal pertama yang dilakukan adalah inventarisasi naskah, lalu dideskripsikan, dan terakhir disunting dengan edisi standar. Metode kritik teks yang digunakan adalah metode intuitif.

ABSTRACT
This research was conducted on the Raden Sulam manuscript that predicted created in 1788 (Javanese Calendar) or 1866 AD in Pedawang, Demak. This text contains the adventure stories of Raden Sulam, the prince of Bandaralim who want to study about Islam. His adventures tinged with romance, war, and teach person to be a moslem. Raden Sulam manuscript is the manuscript that considered to be a unique, saved in Perpusnas (National Library of Republic of Indonesia) on collection number KBG 548. This research was aims to present the Raden Sulam text edition that can be read and understood by common people. The first step of methods is make an inventory of the manuscript, and then described, and finally edited with standard edition. The method of textual critic is intuitive method."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S57620
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Umi Habibatul Muyasaroh
"ABSTRAK
Skripsi ini menyajikan deskripsi dan suntingan teks edisi standar naskah kuno berjudul Dongeng Ratu Ngerum. Dongeng Ratu Ngerum merupakan salah satu koleksi naskah pesisiran Perpustakaan Universitas Indonesia berkode NR 513 dan beraksara Pegon. Naskah tersebut mengandung teks tentang Jaka Mursada versi Jawa. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bacaan dari karya masa lampau yang mudah dibaca oleh pembaca masa kini. Metode penyuntingan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penyuntingan naskah tunggal edisi standar atau kritis. Hasil penelitian ini adalah suntingan teks naskah Dongeng Ratu Ngerum yang dilengkapi dengan catatan kaki, ringkasan cerita setiap pupuh, dan pedoman alih aksara.

ABSTRACT
This thesis presents a description and edited text from standard edition of ancient manuscript titled Dongeng Ratu Ngerum. Dongeng Ratu Ngerum is one of the collections of coastal manuscript from University of Indonesia library coded NR 513 an written in Pegon alphabet. The manuscript contains a text about Jaka Mursada in Javanese version. The objective of the research is to produce a literature from foretime work which easy to be read by today readers. The editing method used in the research is single manuscript standard edition or critical. The output of the research is an edited text of Dongeng Ratu Ngerum manuscript completed by footnote, summaries of each pupuh, and alphabet shift guideline.
"
2015
S61258
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nunik Lely Kusasih
"ABSTRAK
Skripsi ini menjelaskan tentang naskah Serat Petimah Sami (SPS) sebagai objek penelitian dalam melakukan suntingan teks dan deskripsi perbedaan cerita. Perpaduan budaya antara budaya Jawa dengan budaya Arab dipilih sebagai salah satu alasan pemilihan naskah SPS sebagai objek penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode naskah tunggal dengan pengalihaksaraan menggunakan edisi standar. Deskripsi perbedaan cerita dilakukan dengan membandingkan bagian-bagian cerita pada teks dengan cerita pada buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAWkarangan Kiyai Moenawar Chalil.

ABSTRAK
This thesis explain about Serat Petimah Sami (SPS) as a researched object in editing text and description of the differences story. The acculturation of Javanese and Arabic culture is one of the reason to selecting SPS text as an object of the researched. This researched using single script method with standard edition for edited the text. Description of the differences stories done by comparing parts of the story inside the text with the stories inside book Kelengkapan Tarik Nabi Muhammad SAW."
2016
S63641
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ignatius Denik
"Skripsi ini membahas mengenai amanat yang terkandung di dalam novel Ing Satengahing Alas Brongkos. Novel ini bercerita tentang sepasang suami istri dalam menjalani kehidupan rumah tangga dengan berbagai rintangan. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat menemukan amanat apa saja yang terkandung. Untuk dapat menemukannya maka digunakan analisis struktural yang dikemukakan oleh Panuti Sudjiman 1992 . Dengan analisis struktural maka ditemukan unsur-unsur sastra yang membangun cerita tersebut, seperti alur dan pengaluran, latar, tokoh dan penokohan, serta tema dan amanat. Pada akhirnya setelah dilakukan analisis maka diperoleh amanat apa saja yang terkandung.

This paper discusses the moral value of Ing Satengahing Alas Brongkos novel. This novel tells a story of husband and wife who meet many obstacles in living the household. The purpose of this paper is to find the moral value that is delivered in the novel. This paper uses structural analysis that is theorized by Panuti Sudjiman 1992 . With structural analysis, it can be discovered literary elements that construct the story, such as plot, setting, character and characterization, theme, and messages. In the end, this paper is able to find the moral value that is delivered in the novel.e 10.0pt line height 115 font family Times New Roman, serif mso ansi language EN US.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
S68976
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7   >>