Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 71 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Adiantini Kusumawati
"Teori degeneratif pada lanjut usia menjadi acuan bagi perancangan lingkungan bangunan rumah tinggal lanjut usia yang sehat dan nyaman. Di Jakarta, Panti Sasana Tresna Werdha merupakan salah satunya.
Teori iklim mikro dan pertukaran panas dapat dijadikan acuan untuk menghasilkan lingkungan bangunan rumah tinggal yang sehat dan nyaman. Pada kondisi iklim Jakarta, kenyamanan termal penghuni menjadi lebih krusial.
Analisis penulisan ini merupakan hasil pengamatan dan pengukuran termal terhadap ruang tidur dan ruang sosialisasi dari dua buah Panti Sasana Tresna Werdha di Jakarta yang bertujuan untuk meninjau pengaruh Iingkungan bangunan rumah tinggal lanjut usia terhadap kesehatan dan kenyamanan termal penghuni.
Berkaitan dengan kesehatan, ternyata kenyamanan termal bagi lanjut usia cenderung tidak sama dengan tingkat kenyamanan golongan usia lain."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
S47899
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dipo Arjanggi
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
S47895
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Herman
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
S48237
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irene Irma
"ABSTRAK
Warna merupakan suatu elemen didalam kehidupan manusia yang dapat dilihat pada benda-benda di dunia ini. Di dalam dunia arsitektur sendiri, warna merupakan elemen terpenting dalam penataan ruang dalam. Namun mengapa masih jarang arsitek yang memasukkan elemen warna kedalam masalah perancangannya? Hal ini banyak disebabkan karena kurangnya pengetahuan arsitek terhadap besarnya pengaruh dari
warna terhadap penghuni didalam sebuah karya arsitektural.
Pada kesempatan ini, penulis berusaha untuk mengulas mengenai bagaimana caranya warna mempengaruhi manusia sebagai penghuni didalam suatu ruangan dan apa serta seberapa jauh pengaruhnya. Apakah warna hanya mempengaruhi manusia dari segi psikologis saja ataukah warna mampu mempengaruhi segi fisiologis manusia?
Uraian mengenai pengaruh-pengaruh warna ini ditujukan agar arsitek/calon arsitek mampu mempelajari kebutuhan warna apa yang sesuai dengan penghuni sebuah bangunan arsitektural.
Informasi mengenai pengaruh warna ini dapat diterapkan pada setiap bangunan arsitektural sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Untuk memberikan contoh mengenai penerapan pengaruh warna ini, penulis juga menyertakan studi kasus yang menggambarkan seberapa jauh warna dapat mempengaruhi manusia yang berada di sebuah ruangan.

"
2001
S48273
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Salim Yunior
"Aspek suhu kenyamanan sesunggunnya telah semakin menjadi perhatian dalam kehidupan manusia, oieh karena suhu kenyamanan tersebut punya pengaruh yang besar pada kesehatan manusia sehari-hari. Suhu kenyamanan manusia di daerah tropis tidaklah sama dengan suhu kenyamanan pada daerah beriklim kering dan intermediate. Yang berbeda adalah faktor iklim pada beberapa daerah tidaklah sama.
Pencahayaan matahari menjadi faktor penentu suhu kenyamanan pada daerah iklim tropis. Intensitas pencahayaan matahari tidaklah sama untuk tiap iklim, begitu pula halnya dengan iklim tropis. Untuk mendapatkan acuan bagi perencanaan Iingkungan tempat tinggal manusia di iklim tropis teori mengenai arsitektur tropis dapat dijadikan sumber.
Skripsi ini akan membahas mengenai pencahayaan matahari pada iklim tropis lembab (Warm Humid Climate), di mana suhu kenyamanan yang akan dibahas juga mengenai suhu kenyamanan daerah tropis. Begitu pula dengan wujud kota tropis dapat dijadikan patokan untuk menciptakan suatu Kota yang warganya dapat menjalankan kehidupan sehari-hari secara nyaman."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
S48241
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siagian, Boyke J.
"Kehadiran kolam renang sebagai fasilitas kegiatan di rumah tinggal telah membentuk suatu kecenderungan akan ruang-ruang yang ada berorientasi ke kolam renang. Para penghuni pada umumnya menghendaki adanya jendela yang menghadap ke kolam renang hanya untuk mendapatkan view kolam renang.
Keberadaan jendela tersebut telah memungkinkan masuknya cahaya alami yang terpantulkan oleh kolam renang ke dalam ruang. Kehadiran cahaya pantul tersebut di dalam ruang akan memberikan pengaruh tersendiri dalam pencahayaan ruang. Dan pada akhirnya pencahayaan ruang akan memberi dampak pada kegiatan yang ada di dalam ruang.
Berdasarkan hal di alas penulis menooba untuk Iebih mengetahui kondisi dan kualitas pencahayaan ruang yang menerima cahaya pantul tersebut.
Untuk itu penulis melakukan studi kepustakaan tentang pencahayaan aiami dan kualitas pencahayaan serta studi kasus berupa pengamatan terhadap efek cahaya pantul yang terjadi pada Salah satu ruang tidur di rumah tinggai yang memiliki kolam renang. Dan mencoba menarik kesimpulan mengenai peran efek cahaya pantul oleh kolam air di dalam kualitas pencahayaan ruang."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S48279
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simangunsong, Daniel B.N.
"Aspek kenyamanan termal telah semakin menjadi perhatian dalam kehidupan manusia, oleh karena kenyamanan termal tersebut mempunyai pengaruh yang besar terhadap kegiatan manusia sehari-hari. Tingkat kenyamanan termal di daerah tropis tidak sama dengan daerah beriklim kering. Pencahayaan matahari menjadi salah satu faktor penentu kenyamanan termal pada daerah iklim tropis.
Kondisi iklim tropis lembab Indonesia harus menjadi acuan bagi perencanaan plaza yang dapat melindungi pemakainya dari radiasi penyinaran langsung matahari.
Teori mengenai desain plaza dan kenyamanan termal dijadikan sebagai dasar dalam melihat lebih jauh hubungan keduanya. Tidak ketinggalan pula kajian mengenai alun-alun sebagai elemen ruang luar kota di Indonesia. Untuk mendapatkan acuan bagi perencanaan plaza di iklim tropis, prinsip-prinsip arsitektur tropis dapat dijadikan sumber pengetahuan.
Analisis ini merupakan basil pengamatan terhadap dua buah plaza di Jakarta yang bertujuan unmk melihat hubungan antara desain plaza dengan kenyamanan temmal pemakainya. Ternyata tingkat kenyamanan suatu plaza dapat mempengaruhi pola pemakaian plaza oleh publik."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S49261
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Margunawan
"Arsitektur merupakan suatu karya yang perlu untuk dikomunikasikan kepada orang lain sebelum karya itu direalisasikan. Rendering merupakan salah satu cara yang efklif dalam mengkomunikasikan arsitektur. Dengan rendering suatu karya arsitektur dapat digambarkan sesuai dengan keadaan ketika arsitektur tersebut telah dibangun_ Dengan kata Iain rendering bisa merekam adegan yang akan tenjadi pada sebuah karya arsitektur di masa datang.
Kemajuan kebudayaan umat manusia telah menghasilkan teknologi-teknologi baru dalam penciptaan rendering. Komputer sebagai hasil kemajuan teknologi merupakan Salah satu alat yang ampuh untuk menghasilkan suatu rendering arsitektur. Tetapi terdapat kekhawatiran apakah komputer dapat menghasilkan sebuah rendering yang berkesan hidup seperti Iayaknya rendering-rendering konvensional.
Rendering memiliki sebuah tujuan utama yaitu untuk menghidupkan suatu karya arsitektur. Dengan demikian, apabila suatu rendering yang dibuat tidak dapat memberikan kesan yang hidup maka rendering tersebut dapat dikatakan tidak berhasil dalam menjalankan tugasnya sebagai alat komunikasi untuk menjelaskan arsitektur. Sebuah hasil rendering dapat terlihat memiliki kesan hidup dengan memperhatikan bagaimana rendering tersebut dihasilkan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S48343
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aninditha R.
"Bangunan, sebagai wadah manusia beraktivitas, tentu diharapkan dapat mendukung kegiatan di dalamnya antara Iain dengan memberikan rasa nyaman secara termis kepada penggunanya. Penggunaan kaca sebagai kulit bangunan di zona temperare tentu tidak menjadi masalah, karena kuantitas sinar matahari yang rendah. Tetapi untuk daerah yang terletak di zona equatorial seperli kota Jakarta, material kaca tentu akan menimbulkan masalah temis karena tingginya tingkat radiasi matahari yang masuk ke dalam bangunan sehingga akan menimbulkan rasa panas bagi penggunanya. Bangunan di daerah tropis memerlukan kaca untuk pengadaan pencahayaan alami di dalam bangunan. tanpa turut memasukkan panas radiasi matahari ke dalam bangunan. Karena adanya kebutuhan tersebul, maka diciptakan jenis-jenis kaca yang dapat mengurangi kuantitas radiasi matahan yang masuk ke dalam bangunan tanpa mengurangi nilai estetikanya.
Dengan mengadakan studi perbandingan kondisi termis di dalam 2 bangunan yang menggunakan jenis kaca yang berbeda pada fasadenya, maka dapat dibuktikan kesesuaian teori dengan penerapannya mengenai dampak penggunaan jenis kaca terhadap kenyamanan termis. Jenis kaca Absorptif atau Body Tinted dapat mengurangi panas dengan menyerap sebagian radiasi matahari yang jatuh kepadanya. Karena sifatnya yang tidak reflektif, maka radiasi matahari juga banyak yang diteruskan secara Iangsung melalui jenis kaca ini. Jenis kaca Reflektif dapat mengurangi panas dengan merefleksikan dan menyerap radiasi matahari, sehingga porsi radiasi yang diteruskan ke dalam bangunan relatif kecil.
Walaupun terdapat banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan termis di dalam suatu bangunan. tetapi pada akhir dari skripsi ini dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa penggunaan jenis kaca tertentu pada fasade suatu bangunan akan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap tingkat kenyamanan termis di dalam bangunan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S48275
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Praditya Wibowo
"Olahraga merupakan sarana pemenuhan kebutuhan akan kesehatan jasmani. Berbagai kegiatan olahraga dapat clilaksanakan di Iapangan terbuka tanpa perlu mempertimbangkan syarat khusus pn'nainannya. Sebagian jenis olahraga lainnya memerlukan pertimbangan desain khusus untuk mendukung pelaksanaannya. Jenis-jenis olahraga tertentu menuntut pembatasan kuantitas udara yang diperkenalkan. Sehingga tidak akan mengganggu jalannya permainan.
Pelaksanaan kegiatan olahraga di dalam bangunan harus memenuhi kondisi kenyamanan yang diperkenankan. Kenyamanan dalam beraktivitas di dalam bangunan berhubungan dengan kenyamanan fisik dan psikologis. Manusia membutuhkan kondisi yang nyaman secara spatial, visual, audial, dan juga termal yang tetap perlu memenuhi aspek psikologis setiap individu. Pemenuhan kebutuhan akan penyediaan lapangan olahraga dalam ruangan yang terus meningkat, tidak membuat adanya terobosan baru dalam menciptakan kondisi termal yang nyaman dalam bangunan olahraga Kondisi udara yang statis banyak dijumpai selama Kita berolahraga indoor.
Kelembaban udara yang tinggi sangat tidak mendukung proses penguapan keringat yang amat dibutuhkan saat berolahraga. Pengaplikasian pengudaraan alami di dalam gedung olahraga memerlukan pertimbangan yang matang terhadap pemanfaatan faktor-faktor alamiah dalam meningkatkan kualitas udara di dalam bangunan.
Pengintegrasian dari faktor-faktor alamiah dengan pemenuhan kondisi psikologis manusia mempakan tugas dari seorang praktisi arsitektur. Desain yang mempertimbangkan kondisi iklim lingkungan dengan kebutuhan penggunanya akan menghasilkan kenyamanan termal yang ideal untuk menjalankan aktivitas olahraga di dalam bangunan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S48340
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8   >>