Ditemukan 60 dokumen yang sesuai dengan query
Anindhia Restraningtyas
"This paper investigates relationship of cash flow, price to book value (PBV), accrual, dividend and net income to Cumulative abnormal return. Sample used are 54 companies from manufacturing sector period 2003-2005 (Bursa Efek Jakarta). The results are Cash Flow, PBV, and Accrual has negative relationship with Cumulative Abnormal Return and Net Income and Dividend has positive relationship with
Cumulative Abnormal Return. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S5858
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Pri Hartini
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari kebijakan dividen terhadap future abnormal retun dan future profitability pada perusahaanperusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang membagikan dividen secara konsisten selama tahun 2002-2007. Penelitian ini menggunakan variabel independen dummy dari perubahan dividen dan dividend payout ratio sebagai proksi dari kebijakan dividen. Hasil pengujian dengan data panel menunjukkan bahwa kedua variabel independen yang digunakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap future abnormal return dan future profitability setelah dikontrol dengan variabel kesempatan investasi, cash flow, debt to equity ratio, dan ukuran perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga menguji perbedaan future abnormal retun dan future profitability pada perusahaan yang meningkatkan, menurunkan, dan tidak mengubah pembayaran dividennya dengan menggunakan Independent Sample T Test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara rata-rata, future abnormal return dan future profitability perusahaan yang meningkatkan pembayaran dividennya lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang menurunkan pembayaran dividennya. Selain itu, secara rata-rata, future abnormal return dan future profitability perusahaan yang tidak mengubah pembayaran dividennya juga lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang menurunkan pembayaran dividennya. Sementara itu, future abnormal return dan future profitability pada perusahaan yang meningkatkan pembayaran dividennya dengan perusahaan yang tidak mengubah pembayaran dividennya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik.
This study aims to analyze the influence of dividend policy on future abnormal retun and future profitability in the companies that listed on the Indonesian Stock Exchange that distributed dividend consistently during 2002-2007. This study uses dummy independent variable of dividend changes and dividend payout ratio. Using panel data, the result of empirical test on this research shows that the two independent variables have a statistically significant influence on future abnormal return and future profitability after controlled by investment opportunities, cash flow, debt to equity ratio, and firm size. In addition, this research also examined the difference future abnormal retun and future profitability between the dividend-increasing firm, dividend-decreasing firm, and the firm that does not change dividend payment. Using the Independent Sample T-Test, the result of empirical test shows that future abnormal return and future profitability between dividend-increasing firms and dividend-decreasing firms are different and statistically significant. In addition, future abnormal return and future profitability between the firms that does not change dividend payment and dividend-decreasing firms are also different and statistically significant. Meanwhile, future abnormal return and future profitability between dividendincreasing firms and the firms that does not change dividend payment do not show a significant difference statistically."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S6562
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Teddy Pratomo
"Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh kepemilikan blok saham dan konsentrasi kepemilikan terhadap struktur modal dan kinerja keuangan perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga mencari pengaruh struktur modal terhadap kinerja keuangan perusahaan. Kepemilikan blok saham dalam penelitian ini hanya difokuskan pada kepemilikan blok saham oleh institusi atau perusahaan yang dapat dibagi menjadi kepemilikan blok saham oleh institusi keuangan dan perusahaan nonkeuangan. Sampel dan data penelitian berasal dari perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI dari tahun 2003 hingga tahun 2007. Jenis data yang digunakan adalah data se kunder yang sudah tersedia secara on-line. Hasil penelitian menun jukkan bahwa struktur modal dipengaruhi secara negatif oleh kepe milikan blok saham institusional atau perusahaan baik kepemilikan blok saham oleh institusi keuangan maupun perusahaan nonkeuangan. Struktur modal juga dipengaruhi secara positif oleh konsentrasi ke pemilikan. Selain itu, kinerja keuangan perusahaan dipengaruhi secara negatif oleh struktur modal perusahaan. Kepemilikan blok saham dan konsentrasi kepemilikan terbukti tidak berpengaruh signifikan ter hadap kinerja keuangan perusahaan.
The objectives of this research are to analyze the effect of block of stock ownerships and ownership concentration to firms? capital structure and financial performance. Besides that, this research try to analyze the effect of firms? capital structure to firms? financial performance. Block of stock ownerships in this reserach only focussed on block of stock ownerships by institution or companies which is divided into block of stock ownerships by financial institution and nonfinancial companies. Research sample and data are taken from manufacturing company listed in Indonesian Stock Exchange for period 2003 until 2007. Types of data used in this research is secondary data which is provided via online. The results are that capital structure is negatively affected by block of stock ownerships by financial insti tution and block of stock ownerships by nonfinancial companies. Capi tal structure is also affected positively by ownerships concentration. Besides that, firms? financial performance is negatively affected by firms? capital structure. Block of stock ownerships and ownerships concentration, empirically, insignificantly affect firms? financial performance."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S6530
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Ardiasih Oktaviana
"Penelitian ini berfokus pada pengaruh struktur kepemilikan yang diwakili oleh kepemilikan manajerial, kepemilikan blockholder, kepemilikan asing, dan kepemilikan institusional terhadap tingkat pengungkapan sukarela perusahaan manufaktur. Sampel yang igunakan adalah 86 laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2007. Jumlah pengungkapan sukarela pada laporan tahunan diukur dengan menggunakan indeks pengungkapan sukarela yang dikembangkan oleh Adhariani (2005) dan telah mengalami beberapa penyesuaian oleh Ningrum (2007). Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kepemilikan manajerial memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela, yang artinya bahwa semakin besar porsi kepemilikan manajerial dalam perusahaan, maka tingkat pengungkapan sukarela perusahaan akan semakin rendah.
This study is focusing on the effect of ownership structure represented by managerial ownership, blockholder ownership, foreign ownership, andinstitutional ownership in voluntary disclosure level of manufacturing companies.The samples consist of 86 annual reports of manufacturing companies listed on the IDX at 2007. The amount of voluntary disclosure provided in annual reports is measured by disclosure items developed by Adhariani (2005) and modified by Ningrum (2007). Findings from the research is managerial ownership has negative and significant influence in voluntary disclosure, which means that when managerial ownership getting bigger, the voluntary disclosure level will getting lower."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S6526
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Nurul Mutmainnah
"Penelitian ini meneliti pengaruh kualitas komite audit yang diukur dari independensi, keahlian di bidang akuntansi dan keuangan, jumlah rapat, dan jumlah anggota, terhadap kualitas pelaporan keuangan perusahaan dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi. Pengukuran kualitas pelaporan keuangan menggunakan tiga dimensi yaitu persistensi, prediktabilitas, dan rata-rata, dan spesialisasi industri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum independensi, serta keahlian di bidang akuntansi dan keuangan berpengaruh positif terhadap kualitas pelaporan keuangan. Jumlah rapat tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan dan jumlah anggota berpengaruh negatif terhadap kualitas laporan keuangan. Kualitas audit dengan pengukuran tipe auditor eksternal secara umum memperkuat hubungan antara kualitas komite audit dengan kualitas laporan keuangan, sedangkan biaya audit rata-rata dan spesialisasi industri relatif lemah dalam mempengaruhi hubungan antara kualitas komite audit dan kualitas laporan keuangan dari sampel perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2008 dan 2009.
The purpose of this research is to examine and investigate the impact of audit committee quality measured by audit committee independence, audit committee financial expertise, number of meeting, and audit committee size on the quality of company financial reporting with audit quality as a moderating variable. This research uses three measurements for financial reporting quality which are persistency, predictability, and conservatism whereas audit quality measured by auditor types, weighted audit fees, and industry specialization. The results of this research prove that, in general, audit committee independence and financial expertise give positive impact on financial reporting quality. Number of meeting does not give significant impact. Meanwhile, audit committee size has a negative correlation with financial reporting quality in general. Audit quality as a moderating variable which measured by external auditor types, in general, strengthens the relationship between audit committee quality and financial reporting quality, while weighted audit fee and industry specialization relatively weak influence the relationship between audit committee quality and financial reporting quality from all companies listed in Indonesia Stock Exchange for the year 2008 and 2009."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Rahmadeni
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan risiko pada prospektus terhadap initial return pada Penawaran Umum Perdana. Pengungkapan risiko memiliki 13 proxy yang dibagi menjadi dua bagian. Kelompok proxy risiko yang bersifat kuantitatif; yaitu nilai saham yang ditawarkan, ukuran perusahaan, transaksi hubungan istimewa aset dan kewajiban, sales growth rate, liquidity, leverage, dan return on equity (ROE), dan kelompok proxy risiko yang bersifat kualitatif; yaitu umur perusahaan, jumlah pos penggunaan dana, jumlah faktor risiko naratif, reputasi auditor, dan reputasi underwriter. Berdasarkan hasil pengujian, ditemukan bahwa semakin besar nilai saham yang ditawarkan maka semakin kecil nilai initial return. Ditemukan juga bahwa penggunaan jasa underwriter yang bereputasi tinggi dapat menurunkan nilai intitial return. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor/proxy risiko kuantitatif menjadi pertimbangan yang lebih utama bagi investor dalam menilai risiko perusahaan yang melakukan Penawaran Umum Perdana.
The purpose of this research is to analyze the effect risk disclosure at prospectus on initial return of initial public offering?s company. Risk disclosure has 13 proxy that divided into two groups. Group of quantitatif risks proxy; offer size amount, size, related party transaction assets and liabilities, sales growth rate, liquidity, leverage, and return on equity (ROE), and group of qualitiative risks proxy; age, number of uses of issue proceeds, number of narative risk factors, auditor reputation, and underwriter reputation. The result of this research prove that the higher offer size amount, the lower the initial return. The result also shows that quantitative risks proxy is investor main consideration in judging IPO company?s risk."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Todo Immanuel Bosnia
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tata kelola perusahaan, konsentrasi kepemilikan, dan identitas kepemilikan terhadap timeliness of earnings dengan metode reporting lag dan speed of price discovery. Hasil penelitian ini berhasil membuktikan bahwa tata kelola perusahaan dan struktur kepemilikan yang terkonsentrasi bepengaruh secara negatif terhadap timeliness of earnings dengan metode reporting lag, dan terdapat pengaruh positif identitas kepemilikan pemerintah terhadap timeliness of earnings dengan metode reporting lag. Namun, penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa tata kelola perusahaan dan identitas kepemilikan memiliki pengaruh terhadap timeliness of earnings dengan metode speed of price discovery, dan konsentrasi kepemilikan memiliki hubungan non linier dengan timeliness of earnings.
The purpose of this research is to investigate the effect of corporate governance, ownership concentration, and ownership identity on timeliness of earnings with reporting lag method and speed of price discovery method. The result shows that corporate governance and ownership concentration have negative effect on timeliness of earnings with reporting lag method, while government has positive effect on timeliness of earnings with reporting lag method. However, the results do not show that corporate governance and ownership identity has an effect on timeliness of earnings with speed of price discovery, while ownership concentration does not have a non linear relationship on timeliness of earnings."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S57289
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Dwi Irfan Yudiyatno
"Skripsi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh diversifikasi usaha terhadap level dan volatilitas kinerja masa depan perusahaan dan meneliti biaya keagenan dalam mempengaruhi hubungan strategi diversifikasi terhadap kinerja. Pengaruh diversifikasi terhadap masing-masing ukuran kinerja diuji dengan analisis regresi berganda dengan variabel kontrol berupa ukuran perusahaan, umur perusahaan, rasio hutang dan pertumbuhan penjualan. Biaya keagenan sebagai variabel moderasi diukur dengan rasio arus kas bebas terhadap total aset Sampel penelitian adalah 370 data perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2006 s.d. 2010. Berdasarkan hasil uji empiris, diperoleh kesimpulan bahwa strategi diversifikasi berpengaruh positif terhadap level dan negatif terhadap volatilitas kinerja masa depan perusahaan. Penelitian lebih lanjut yang membagi diversifikasi menjadi dua kategori yaitu diversifikasi terkait dan tidak terkait, diperoleh kesimpulan bahwa diversifikasi terkait dan tidak terkait berpengaruh positif terhadap level kinerja dan hanya diversifikasi terkait yang terbukti berpengaruh negatif terhadap volatilitas kinerja. Penelitian ini juga membuktikan bahwa biaya keagenan dapat memoderasi hubungan antara strategi diversifikasi dan kinerja masa depan perusahaan.
This study aims to study the effect of diversification on the level and volatility of future performance and to study the agency costs in affecting relationship between diversification and performance. This study used multiple regression analysis and controlling variables such as firm size, firm age, the ratio of debt and sales growth. Agency costs as a moderating variable, are measured by the ratio of free cash flow to total asset. The samples are 370 manufacturing company data listed on the Indonesia Stock Exchange during 2006 to 2010. Based on the results of empirical tests, we concluded that the diversification strategy has positive correlation on the level of future performance and negatively on the volatility of future performance. Further studies divided the diversification strategy into two categories: related diversification and unrelated diversification. The studies concluded that related and unrelated diversification positively related to the level of performance. Only unrelated diversification proved negative effect on the volatility of performance. The studies proved that the agency costs are generally can moderate the relationship between diversification strategy and the future performance."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S57275
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Yunita Ayu Latifah
"Penelitian ini bertujuan untuk meneliti ekspropriasi oleh pemegang saham ultimat terhadap agency cost of free cash flow; pengaruh ekspropriasi pemegang saham ultimat terhadap kinerja perusahaan; pengaruh agency cost of free cash flow terhadap kinerja perusahaan; seta pengaruh tidak langsung ekspropriasi oleh pemegang saham ultimat terhadap kinerja perusahaan dengan agency cost of free cash flow sebagai variabel intervening. Sampel penelitian adalah 303 data perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2011 s.d. 2013. Berdasarkan hasil uji empiris, diperoleh kesimpulan bahwa ekspropriasi oleh pemegang saham ultimat tidak berpengaruh signifikan terhadap agency cost of free cash flow. Agency cost of free cash flow berpengaruh positif terhadap kinerja. Ekspropriasi oleh pemegang saham ultimat berpengaruh negatif terhadap kinerja yang diproksikan oleh ROA dan ROE. Agency cost of free cash flow tidak mampu dibuktikan sebagai variabel intervening dalam pengaruh tidak langsung ekspropriasi pemegang saham ultimat terhadap kinerja perusahaan.
This study aims to examine the effect of expropriation by the ultimate owner on agency cost of free cash flow; the effect of expropriation by the ultimate owner on firm performance; the effect of agency cost of free cash flow on firm performance; and indirect effect of expropriation by the ultimate owner on firm performance with agency cost of free cash flow as an intervening variable. The samples are 303 manufacturing company listed on the Indonesia Stock Exchange during 2011 to 2013. Based on the results of empirical tests, we concluded that expropriation by the ultimate owner did not have a significant influence on agency cost of free cash flow. Agency cost of free cash flow positive correlation have on firm performance. Expropriation by the ultimate owner have negative correlation, on Tobin's q. Agency cost of free cash flow can not be proven as an intervening variable in the indirect effect of expropriation by the ultimate owner on the firm performance."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S58135
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Chindy Chresna Agung Bujana
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari kualitas akrual perusahaan terhadap tingkat utang bank yang dimiliki oeh perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga melihat bagaimana pengaruh dari tingkat ekspropriasi pemegang saham pengendali dalam mempengaruhi hubungan antara kualitas akrual dengan tingkat utang bank perusahaan. Penelitian ini mengambil sampel 252 perusahaan-tahun yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2012. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa kualitas akrual berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat utang bank perusahaan. Kualitas akrual yang semakin baik mengurangi risiko informasi bagi bank yang mengakibatkan perusahaan dengan kualitas akrual yang baik mempunyai tingkat utang bank yang lebih besar karena adanya akses yang lebih baik. Penelitian ini juga membuktikan bahwa tingkat ekspropriasi yang dimiliki pemegang saham pengendali tidak mempengaruhi hubungan antara kualitas akrual dan tingkat utang bank.
This research aims to study the effect of accrual quality earned by firm to its bank debt level. This research also aims to analyze whether expropriation effect of controlling ownership will influence the relation between acrual quality and bank debt level. By using 252 firm-year observation listed in Indonesia Stock Exchange from 2010 to 2012, this research finds positive association between accrual quality and bank debt level. Higher accrual quality reduces information asymmetry between firm and bank and thus reduces information risk for bank, which caused firm whose accrual quality is higher will have higher bank debt level. This study also proved that expropriation effect by controlling ownership does not influence the relation between accrual quality and bank debt level."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S58136
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library