"Bandara, sebagai infrastruktur transportasi, dapat menyebabkan peningkatan lahan terbangun dan aktivitas ekonomi, yang berkontribusi pada fenomena peningkatan Urban Heat Island (UHI). Dalam mengukur aksesibilitas transportasi udara, digunakan Air Access Index (AAI), yang mempertimbangkan jarak tempuh darat, jarak penerbangan, dan potensi ekonomi bandara tujuan. Sementara itu, Intensitas UHI diukur menggunakan Land Surface Temperature (LST) dari data citra satelit pada resolusi spasial desa/kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara kehadiran bandara yang dan UHI di tingkat desa melalui metode regresi data panel untuk 5 unit tahun sepanjang 2011-2023. Hasil estimasi menunjukkan koefisien AAI yang positif dan signifikan pada model baseline, mengindikasikan korelasi positif antara aksesibilitas udara dan peningkatan suhu (UHI). Namun, hasil yang berbeda ditemukan dalam analisis heterogenitas antar pulau. Pada sub-sampel Pulau Jawa dan Sumatera, koefisien AAI bernilai negatif dan signifikan, menunjukkan penurunan suhu seiring peningkatan akses udara. Hasil yang konsisten dengan model baseline ditemukan di Pulau Sunda Kecil (Bali, NTB, NTT), Kalimantan, dan Sulawesi. Sementara itu, di Pulau Maluku dan Papua, koefisien AAI tidak signifikan, menunjukkan tidak ada dampak nyata dari peningkatan aksesibilitas udara terhadap UHI. Perbedaan ini mencerminkan variasi kontekstual yang dipengaruhi oleh karakteristik geografi, tingkat urbanisasi, kepadatan penduduk, serta kualitas infrastruktur di masing-masing wilayah.
Airports, as transport infrastructure, can lead to an increase in built-up land and economic activity, which contributes to the phenomenon of increased Urban Heat Island (UHI). In measuring the accessibility of air transport, the Air Access Index (AAI) is used, which considers the land distance travelled, flight distance, and economic potential of the destination airport. Meanwhile, UHI intensity is measured using Land Surface Temperature (LST) from satellite image data at village spatial resolution. This study aims to understand the relationship between airport presence and UHI at the village level through panel data regression method for 5 unit years during 2011-2023. The estimation results show a positive and significant AAI coefficient in the baseline model, indicating a positive correlation between air accessibility and temperature increase (UHI). However, different results were found in the inter-island heterogeneity analysis. In the Java and Sumatra sub-samples, the AAI coefficient is negative and significant, indicating a decrease in temperature as air accessibility increases. Results consistent with the baseline model were found in the Lesser Sunda Islands (Bali, NTB, NTT), Kalimantan, and Sulawesi. Meanwhile, in Maluku and Papua Islands, the AAI coefficient is not significant, suggesting no apparent impact of increased air accessibility on UHI. This difference reflects contextual variations influenced by geographical characteristics, urbanisation level, population density, as well as air accessibility."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025