Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 154 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sirait, Melani L.
"Tahap perkembangan individu berbeda-beda dalam batas usia tertentu. Remaja putri SLTP Budi Utomo Depok berada pada tahap perkembangan remaja awal. Salah satu tugas perkembangan remaja awal adalah kemampuan remaja menerima perubahan tubuh yang terjadi pada masa pubertas. Perubahan tubuh pada masa pubertas adalah dimana individu mengalami perubahan secara fisik atau kemalangan seks primer dan sekunder. Kemampuan remaja menerima perubahan diri mempengaruhi harga diri remaja. Remaja yang menerima perubahan tubuh pada masa pubertas memiliki harga diri yang tinggi. Sedangkan remaja yang tidak menerima perubahan tubuh pada masa pubertas harga diri yang rendah. Hurlock (2002) mengatakan bahwa salah satu tugas perkembangan pada masa puber yang penting adalah menerima kenyataan bahwa tubuhnya mengalami perubahan. Hanya sedikit remaja pada masa pubertas yang mampu menerima kenyataan bahwa tubuh mengalami perubahan dan remaja tidak puas dengan penampilannya. Melalui penelitian yang menggunakan desain korelasi deskriptif ini, peneliti mencoba mencari hubungan antara perubahan tubuh pada masa pubertas dengan harga diri remaja putri SLTP Budi Utomo Depok. Dengan menggunakan rumus chi-square peneliti menganalisis data dan mendapatkan hasil nilai P sebesar 0,410 sodangkan nilai alpha 0,05. Sehingga penelitian ini tidak mampu membuktikan bahwa ada hubungan bermakna antara perubahan tubuh pada masa pubertas dengan harga diri. Hal tersebut disebabkan oleh lingkungan keluarga yang memberikan dukungan dan perhatian yang cukup kepada anak sehingga dalam kondisi apapun remaja putri mampu menerima dirinya."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TA5700
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Maya Indriyani
"Anak prasekolah merupakan tahap perkembangan self concept. salah satunya adalah rasa percaya diri. Rasa percaya diri sangat terkait dengan cara perlakuan orang tua.Baumrind dalam Syamsu Yusuf (2004) mengungkapkan penelitiannya bahwa ada 3 macam perlakuan orang tua atau pola asuh yaitu Aurhorirhoricm (otoriter). Permissive (Laissez Faire) dan Authoritative (Demokratis). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana hubungan pola pengasuhan dengan rasa percaya diri pada anak prasekolah. Desain yang digunakan adalah desain korelasi. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 62 responden. Alat ukur penelitian berupa kuisioner. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisa kai kuadrat atau Chi Square. Hasil yang diperoleh adalah tidak ada hubungan antara pola asuh dengan rasa percaya diri pada anak prasekolah ( p value = 0.879 dan alpha = 0.05)"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
TA5586
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Luki Dian Purnamasari
"Motivasi dipengaruhi oleh faktor instrinsik dan ekstrinsik. Salah satu faktor intrinsik adalah pengetahuan, Pengetahuan yang baik tentang bahaya osteoporosis, dapat memperkuat motivasi untuk melakukan upaya pencegahan osteoporosis sedini mungkin, terlebih pada mahasiswi kesehatan yang telah terpapar dengan ilmu kesehatan sehari-harinya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ada tidaknya pengaruh antara lamanya telah terpapar ilmu kesehatan dengan motivasi mencegah osteoporosis pada mahasiswi tingkat akhir dengan mahasiswi tingkat awal S-1 reguler FIK-UI. Penelitian ini dilakukan di FIK-UI dengan mengambil responden mahasiswi reguler angkatan 2005 dan 2008 sebanyak 97 orang dengan metode simple random sampling.
Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan distribusi frekuensi dan uji Chi Square untuk menganalisis hubungan antar variabel.
Hasil penelitian ini menyimpulkan ada pengaruh yang cukup signifikan antara telah lamanya terpapar ilmu kesehatan dengan motivasi mencegah osteoporosis pada mahasiswi keperawatan (p value= 0,002 < α= 0,05).
Peneliti menyarankan pada penelitian berikutnya dibahas pula mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi masing-masing kelompok dalam melakukan upaya pencegahan osteoporosis.

Motivation has been influenced by internal and external factors. The internal factor for instant the deepness of health insight. The good insight about the osteoporosis dangerous, will be force his motivation to prevent osteoporosis in the early age, especially among the students of Nursing Faculty, who has been studied the health science daily.
The objective of this research is to identify the impact of the length of health study on prevent osteoporosis motivation among regular students 2005 as a last grade and 2008 as a first grade of Nursing Faculty University of Indonesia. Respondent are regular women students in Nursing Faculty University of Indonesia with 97 persons by using simple random sampling.
Research design uses descriptive correlation and Chi-square test to analyze correlation between two variables.
The result of this research has proven that the length of the health study has a positive impact to their motivation on prevent osteoporosis significantly (p value= 0,002 < α= 0,05).
Researcher suggests for the future research to emphasis on factors whose influence the motivation of each group to prevent osteoporosis.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
TA5812
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Lidia Oktri Vani
"Pengaruh significant other penting pada masa remaja, karena pada masa ini remaja mulai membentuk konsep dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh significant other dengan pembentukan konsep diri pada remaja. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 103 Jakarta dengan mengambil responden remaja berusia 12-13 tahun sebanyak 81 orang dengan metode simple random sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan uji Chi square untuk menganalisa hubungan antar variabel.
Hasil penelitian ini tidak ada pengaruh significant other dengan pembentukan konsep diri pada remaja (p value = 0.527 ; a = 0.05). Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi peran perawat dan keluarga untuk memberikan bimbingan serta konseling sehingga remaja dapat membentuk konsep dirinya menjadi positif.

The influence of significant other is important in adolescence, because in this period adolescence begin to formatlon their self concept. The aim ofresearch is to know how big the influence of significant other with the formation of adolescence self concept. The research take place in 103 Junior High School in Jakarta with 81 participant (12-13 years old), use simple random sampling method. The research use correlation descriptive analyze with Chi square test. The instrument in this research is questioner.
The result show that there is no influence of significant other with the formation of adolescence self concept (p value = 0.527 ; a = 0.05). This research recommend the optimalisation of nurse and family role to give guide and counseling so adolenscence can formation their positive self consept.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
TA5749
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Nurviyandari Kusuma Wati
"Remaja adalah satu tahap tumbuh kembang dalam hidup manusia dimana banyak terjadi perubahan berupa pertumbuhan fisik. Pertumbuhan organ reproduksi Salah satunya ditandai dengan terjadinya menstruasi pada remaja putri. Belum sempurnanya pertumbuhan organ reproduksi dan sistem endokrin yang terjadi menyebabkan ketidakteraturan siklus menstruasi. Besarnya keinginan remaja untuk mandiri dan mewujudkan eksistensi diri mereka maka dalam kehidupannya sehari-hari remaja banyak melakukan kegiatan. Berbagai kegiatan remaja diantaranya sekolah, olahraga, kegiatan ekstrakurikuIer, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, sosialisasi dengan peer group dan kerja paruh waktu. Penelitian in bertujuan untuk melihat pengaruh dari berbagai tingkat aktivitas remaja putri terhadap keteraturan siklus menstruasi mereka. Penelitian yang dilakukan di RW 02 kelurahan Halim ini memiliki jumlah responden 25 orang dan menggunakan desain deskriptif korelasi. Dari penelitian didapatkan basil bahwa siklus menstruasi remaja putri
cenderung untuk memanjang, dan tingkat aktivitas remaja putri rata-rata dalam tingkatan berat. Dengan menggunakan rumus pearson didapatkan hasil tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas remaja putri dengan keteraturan siklus menstruasi yang mereka alami."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5114
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Wahyuni
"Pubertas merupakan salah satu peristiwa penting dalam proses tumbuh kembang manusia. Pemahaman yang benar tentang pubertas dapat membantu remaja untuk melalui masa transisinya dari anak-anak menjadi dewasa dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang tingkat pengetahuan anak sekoluh usia 11-12 tahun tentang pubertas yang dikategorikan menjadi tingkat pengetahuan tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif sederhana dengan jumlah responden 34 orang, terdiri dari 18 responden laki-laki dan 16 responden perempuan.
Hasil penelitian yang didapat menyatakan bahwa dua responden perempuan (12.5%) sudah mengalami menstruasi, dan 14 orang (87,5%) belum mengalami menstruasi. Pada responden laki-laki, seluruhnya (100%)belum mengalami mimpi basah. Tingkat pengetahuan rata-rata untuk semua responden berada pada tingkat sedang (35, 4). Sumber infonnasi yang digunakan responden untuk mencari tahu tentang pubertas berturut-turut dari yang paling banyak sampai ke yang paling sedikit adalah: guru. orangtua, televisi, teman, majalah, radio, dan yang terakhir adalah kakak atau saudara lainnya seperti sepupu, paman dan bibi."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5086
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Yulia Rahayu
"Aktivitas yang tinggi pada anak usia sekolah dapat menyebabkan terjadinya pengabaian terhadap pemeliharaan derajat kesehatan yang optimal. Orangtua sebagai pemeran utama dalam kehidupan anak memegang posisi strategis dalam membentuk kepribadian dan perilaku anak, sehingga diharapkan kebersihan dan kesehatan anak tetap terpelihara. Namun peran ini seringkali tidak disadari orangtua, bahkan dalam bentuk pujian sekalipun, sehingga anak menjadi enggan berperilaku sehat, bahkan rasa percaya diri anak tidak berkembang dengan baik.
Penelitian secara deskriptif sederhana melalui penyebaran angket terhadap 30 orangtua di Rt 001-O03 Rw 06 Semper Timur Jakarta Utara menghasilkan angka 63,33% pengetahuan orangtua sedang atau cukup mengenai fungsi reinforsemen positif dalam meningkatkan motivasi anak usia sekolah berperilaku sehat, dan selebihnya yaitu 36,66% menunjukkan pengetahuan orangtua baik. Hal ini menggambarkan bahwa masih dibutuhkan peran tenaga kesehatan untuk mensosialisasikan fungsi dukungan pada anak beserta poin penting dalam memodifikasi perilaku agar tugas perkembangan anak dapat tercapai."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5183
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Lesmana
"Osteoporosis merupakan kelainan metabolik tulang dan terdapat penurunan massa tulang tanpa disertai kelainan pada matriks tulang yang ditandai nyeri, deformitas tulang, dan kerapuhan tulang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia dewasa tentang osteoporosis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel wanita dewasa berjumlah 150 responden. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan osteoporosis didapat tinggi (54%), sedang (45%) dan rendah (1%). Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan program kesehatan masyarakat dalam memberikan pencegahan primer terkait osteoporosis.

Osteoporosis is a metabolic bone disorder in which the reabsoption rate exceeds the bone mass formation characterized by pain, bone deformity and fragility of bone formation. This study aims to identify knowledge level of osteoporosis in young adult women. This is a descriptive study with cross sectional approach. The subjects was 150 women. The result found that 54% of respondents have a high level of knowledge, 45% moderate level and only 1% of respondents have a poor level of knowledge on osteoporosis. It is recommend to develop the public health programs regarding to primary prevention of osteoporosis."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
S45901
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Girsang, Yusnita H.
"Sibling rivalry merupakan perasaan permusuhan dan cemburu antara saudara kandung dimana kakak atau adik bukan sebagai teman berbagi tetapi sebagai saingan bagi dirinya. Penelitian ini bertujuan umuk mengidentifikasi hubungan pola asuh dengan respon sibling rivalry pada anak di RW Pondok Cina Kecamatan Beji Depok.
Pola asuh yang diterapkan oleh responden umumnya adalah pola asuh demokratis. Respon anak terhadap sibling rivahy dapat berupa respon negatif atau positif dan respon yang ditampilkan dalam penelitian ini umumnya positif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain deskripsi korelasi.
Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 35 orang. Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pola asuh dengan respon sibling rivalry yang ditampilkan oleh anak (p = 0.010 alpha = 0.05). Saran bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian pada area yang sama dengan jurnlah sampel yang lebih besar agar hasil peneiitian bisa digeneralisasi."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
TA5632
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Najat
"Ketidakefektifan pemberian ASI merupakan ketidakpuasan atau kesulitan ibu, bayi, atau anak menjalani proses pemberian ASI. Salah satu permasalahan yang mengakibatkan masih rendahnya pemberian ASI di perkotaan adalah aspek kurangnya pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI, dan salah satunya cara meningkatkan proses pemberian ASI. Perawatan payudara merupakan salah satu tindakan yang digunakan untuk memperlancar pengeluaran ASI dengan cara merawat payudara. Karya Ilmiah Akhir ini memberikan gambaran tentang asuhan keperawatan keluarga untuk mengatasi masalah ketidakefektifan pemberian ASI. Implementasi yang telah dilakukan bersifat kognitif, afektif, dan psikomotor dengan pendekatan lima tugas kesehatan keluarga yang memfokuskan pada intervensi perawatan payudara. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi ASI dan peningkatan kepuasan bayi saat menyusu. Peningkatan produksi ASI dan kepuasan bayi dalam menyusui didukung dengan upaya keluarga dalam modifikasi lingungan dalam proses pemberian ASI dan perawatan payudara secara rutin 2 kali sehari.

Ineffectiveness of breastfeeding mothers is dissatisfaction or difficulties, infant, or child through the process of breastfeeding. One of the problems that led to the low breastfeeding in urban aspect is the lack of knowledge about the importance of breastfeeding, and one of them is how to improve the process of breastfeeding. Breast Care is one of the measures used to increase production of breast milk. This KIAN provided an overview of family nursing care for ineffectiveness breastfeeding problem with breast care. Implementation is comprised of cognitive, affective, and psychomotor task with five family health approach and focused to breast care intervention. Evaluation results showed that an increased in milk production and increased satisfaction in infants during breastfeeding. The increased of milk production and infant satisfaction are supported by family’s effort to modify the environment for breastfeeding process and breast care twice a day.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>