Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 107829 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dwi Ari Praptomo
"Alat bantu dalam Pengukuran Kinerja Perusahaan kini semakin menyentuh aspek stratejik dan operasional perusahaan. Apabila sebelumnya kinerja perusahaan hanya diukur berdasarkan tingkat pengembalian dari aset yang berbentuk tangible, kini perusahaan harus lebih berfokus untuk melihat aset intangible mereka sebagai keunggulan kompetitif yang tidak mudah ditiru dan menjadi kunci operasional mereka. Brand equity sebagai sebuah konsep, adalah aset intangible dan intelectual capital yang dapat dijadikan keunggulan kompetitif tersebut. Bagaimana metode pengukuran kinerja brand, nilai moneter yang dihasilkan, hingga risiko investasi terhadap brand adalah sesuatu yang terus dikembangkan dan menjadi perhatian para manajemen, pemegang saham, bahkan masyarakat dan pemerintah. Diharapkan dengan adanya sebuah metode yang mengintegrasikan aspek keuangan (dalam hal ini dengan menggunakan metode SVA) dengan pemasaran (dalam hal ini dilakukan survei terhadap persepsi konsumen dan infrastruktur pembentuk brand equity) dalam pengukuran kinerja dan penciptaan nilai tersebut, akan membantu pihak-pihak yang menaruh kepentingan pada brand yang diukur dalam membuat keputusan dan memberi insight berharga di masa depan."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S5716
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pasadina Makaraputri Astikariandini
"Skripsi ini membahas tentang ekuitas merek dari shampo Sunsilk dengan menggunakan empat elemen utama ekuitas merek, seperti kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang melibatkan adanya tinjauan pustaka serta partisipasi responden (pengguna shampo Sunsilk). Hasil penelitian berupa posisi shampo Sunsilk sebagai merek top of mind di benak konsumennya, asosiasi-asosiasi yang melekat erat pada shampo Sunsilk, analisis kinerja dan kepentingan dari atributo-atribut yang dimiliki shampo Sunsilk, dan gambaran mengenai tingkat kesetiaan konsumen terhadap shampo Sunsilk.
The focus of this study is about analyzing Sunsilk shampoo based on brand equity elements, such as brand awareness, brand associations, perceived quality, and brand loyalty. This research is a quantitative research which involves literature study and participating respondent (Sunsilk shampoo users). The result of this research is Sunsilk shampoo as the top of mind product among its competitors, associations that correlate directly to Sunsilk shampoo, performance-importance analysis on Sunsilk shampoo attributes, and a brief sketch on Sunsilk shampoo?s consumer level of loyalty."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Shely Widyanti
"Penelitian ini mcnguji mengenai hubungan antara ekuitas merek dan keempat komponennya dengan kinerja pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) di dalarn top I0 banks dilihat dari sudut pandang pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dari ekuitas znerek berbasis konsumen dan keempat kornponennya (brand loyalty, brand awareness. perceived quality dan brand image) antara high dan low performance bank, serta pengaruhnya denan kineria pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) di dalam top 10 banks.
Hasil yang didapat ialah bahwa terdapat perbedaan brand loyalty, brand awareness, brand image dan perceived quality antara high performance dan low performance bank. I-Iasil peneiitian juga membuktikan adanya hubungan antara ekuitas merek berbasis konsumen dan keempat komponennya dengan kineuja pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) di dalam top 10 banks
This research examines correlation between brand equity and it?s four components on top 10 banks?s third party fund generation performance from the customers viewpoint. The aim of the research is to discover different consumer-based brand equity and it?s four components (brand loyalty, brand awareness, perceived quality, and brand image) between high and low third party iimd generation performance among top 10 banks in Indonesia.
In addition, the results shows that there is a different on brand loyalty, brand awareness, brand image and perceived quality between high and low performance banks. The results also show that there is correlation between consumer-based brand equity and these four components on top 10 bank's third party iimd generation performance.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Bayu Wibiyanto
"Tulisan ini berisikan paparan mengenai ekuitas merk. Pembahasan mengenai arti dari ekuitas merk dan lingkungan yang mempengaruhinya pun ikut disajikan. Di dalamnya termasuk paparan mengenai konsep dari merk, peranan dari ekuitas merk dan elemen-elemen yang membentuk sebuah ekuitas merk. Tulisan ini juga menyajikan metode-metode yang dapat digunakan dalam melakukan perhitungan terhadap ekuitas merk yang dimiliki oleh suatu produk. Untuk menyajikan gambaran riil akan analisis ekuitas merk, tulisan ini menyertakan hasil penelitian terhadap ekuitas merk yang dimiliki oleh Sony Ericsson sebagai salah satu produsen handphone. Penelitian dilakukan dengan menganalisis elemen ? elemen yang ada pada ekuitas merk Sony Ericsson menggunakan metode-metode yang pernah digunakan sebelumnya dalam meneliti ekuitas sebuah produk. Penelitian dilengkapi dengan table, grafik, dan gambar yang didapat baik melalui data sekunder maupun data primer untuk menyajikan sebuah analisis yang sesuai dengan tujuan penulisan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar ekuitas merk yang dimiliki oleh Sony Ericsson sebagai sebuah produk yang baru pertama kali meluncurkan produknya 5 tahun lalu. Dengan demikian, dapat digambarkan dengan jelas bagaimana ekuitas merk dapat terbentuk dalam sebuah produk."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S5920
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Endy Subiantoro
"Tesis ini menganalisis Customer-Based Brand Equity (CBBE) melalui pengukuran elemen-elemen pembentuk brand equity (brand loyalty, perceived quality, dan brand image) di industri surat kabar yaitu Harian ekonomi dan bisnis, Bisnis Indonesia. Penelitian juga menganalisis korelasi antara Unique Selling Proposition di surat kabar dan loyalitas pembaca serta seberapa signifikan kontribusi komunikasi pemasaran terhadap penciptaan Top of Mind. Tesis ini adalah penelitan eksploratif dan deskriptif. Karya akhir ini menyarankan perlunya upaya membangun brand equity secara terintegrasi melalui program Integrated Marketing Communication (IMC).

This thesis is emphasized on CBBE through the measurement of the configuration elements of brand equity (brand loyalty, perceived quality and brand image) in newspaper industry involved Bisnis Indonesia, the economic and business newspaper as case study. The research also conceives correlation between unique selling proposition at the newspaper and readers' loyalty moreover how significant marketing communication influence in creating the top of mind. This thesis is conducted in explorative and descriptive research. Hence it suggests strong endeavors to improve the integrated brand equity through the integrated marketing communication (IMC) program."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T25400
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Indri Seskjuai Kustjiptafelia
"Saat ini bisnis kafe tumbuh pesat terutama di kota besar. Hanya kurang dari 5 tahun sejak Starbucks pertama dibuka di Indonesia, kebiasaan konsumen SES AB dalam mengunjungi kafe berkembang dengan sangat pesat. Fungsi kale tidak lagi seperti 5 tahun yang lalu, saat ini kafe lebih cenderung kearah tempat tujuan ketiga setelah rumah dan kantor, dimana konsumen tidak sekedar datang untuk minum kopi tetapi juga sebagai tempat untuk berbisnis, bertemu teman dan relasi, atau sebagai tempat beristirahat seteiah mengalami kelelahan. Kale sudah merupakan gaya hidup di kaiangan masyarakat urban khususnya mereka yang berasal dari SES AB, yang mau menyisihkan uangnya yang tidak sedikit untuk sekedar mampir ke kafe.
Melihat semakin meningkatnya permintaan akan kafe, tidak mengherankan jika semakin hail semakin banyak kafe yang mencoba beroperasi, baik itu kafe lokal maupun kafe yang merupakan merek asing yang mencoba peruntungannya di Indonesia. Salah satu kafe yang paling pesat perkembangannya adalah Starbucks, saat ini Starbucks telah membuka 49 gerai kafe yang tersebar di 6 kota besar di Indonesia. Starbucks yang memiliki reputasi kuat di tingkat internasional berhasil menunjukkan kekuatan mereknya di Indonesia, hal ini tentu saja tidak terlepas dari strategi pemasaran yang dilakukannya.
Karya akhir ini bertujuan untuk melihat kekuatan merek Starbucks dibandingkan dengan 5 kompetitor utamanya di Indonesia. Tiga tujuan utama yang akan digali melalui karya akhir ini yaitu, tujuan yang pertama ialah melihat faktorfaktor pembangun brand equity, terutama pada variabel perceived quality dan brand association, tujuan kedua ialah menghitung brand equity dari 6 pemain utama dalam bisnis ini menggunakan metode Customer Based Brand Equity (CBBE). Sedangkan tujuan yang terakhir adalah met ihat segmentasi dari konsumen kafe.
Karya akhir ini menggunakan metode eksploratory untuk mencari bahan rujukan dari berbagai sumber agar dapat mendalami permasalahan yang akan diteliti dan deskriptif yang digunakan untuk menjelaskan basil dari penelitian secara terstruktur dan sistematis. Tahap pengumpulan data melalui 3 tahap yaitu pertama tahap kualitatif menggunakan indepth interview yang bertujuan untuk menggali informasi yang iebih mendalam mengenai profit orang-orang yang biasa mengunjungi kafe, kebiasaan mereka dalam mengunjungi kale dan menggali informasi mengenai atribut yang melekat dengan kafe. Informasi ini kemudian akan dipakai untuk membangun kuesioner yang akan digunakan pada tahap kedua, yaitu tahap kuantitatif. Pada tahap ini 100 responden yang merupakan target market dari Starbucks dipilih sebagai sample menggunakan Non probability sampling, analisa dalam penelitian ini menggunakan teknik validitas dan realibilitas, means, weighting, cross tabulation dan Brand Map®. Selanjutnya tahap ketiga merupakan tahap kualitatif mengunakan indept interview yang bertujuan untuk menentukan segmentasi dari konsumen kafe.
Dari basil analisa riset pemasaran yang dibantu dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 13,0 dan Brand Map® diperoleh beberapa temuan penting. Bahwa atribut pembentuk perceived quality adalah; rasa kopi yang nikmat, kopi terbaik, makanannya enak, pegawainya cepat, pegawai ramah dan tabu produk, penampilan pegawai menarik, pesanan sesuai dengan yang dipesan, selalu bersih dan rapi, dan memiliki jam buka yang sesuai. Sedangkan atribut pembentuk brand image ialah: lokasi strategis, layout dan kursi yang nyaman, membuat betah berlama-lama, suasana nyaman dan tidak ramai, musiknya enak, memiliki area smoking terpisah, bisa memesan sesuai sclera, tersedia minuman lain, harganya sesuai, tersedia wvi-fr, dan menunjukkan status.
Dalam penghitungan CBBE, nilai tertinggi di antara 6 kafe yang diteliti ternyata ditempati oleh Starbucks, dengan nilai yang sangat jauh meninggalkan pesaing-pesaingnya. Untuk urutan selanjutnya secara berurutan ditempati oleh Coffee Bean, Bakoel Koine, Oh la Ia, Excelso, dan Gloria Jeans. Sementara dari basil analisa Brand Map® tampak bahwa Starbucks bersaing ketat dengan Coffee Bean, Bakoel Koffie bersaing dengan Gloria Jeans dan Excelso, sementara Oh La La tidak memiliki kompetitor terdekat. Sementara kafe yang memberikan Iayanan kopi terbaik dengan rasa kopi nikmat dan menyediakan musik yang enak masih merupakan posisi yang belum diisi oleh 6 pemain utama di bisnis ini.
Adapun dalam analisa segmentasi didapat 4 segmen konsumen kafe yaitu: hedonis yang mewakili konsumen yang mengunjungi kafe untuk bertemu dengan teman-temannya, si pekerja dengan memindahkan kegiatan kantornya ke kafe, coffee lovers yang mencari kenikmatan meminum kopi, dan si sibuk yang ingin menyegarkan tubuhnya tanpa perlu menghabiskan banyak waktu.
Hasil dari penelitian karya akhir ini memberikan beberapa pengetahuan balk bagi pelaku bisnis yang bergerak dalam bidang kafe, bagi peneliti, masyarakat umum dan akademisi. Bagi pelaku bisnis tentu saja dapat mendapatkan informasi mengenai atribut yang berpengaruh untuk memperkuat merek mereka yang pada akhirnya dapat tetap eksis pada industii yang berhubungan dengan gaya hidup, yang biasanya cepat berubah. Bagi peneliti, karya akhir ini membuat pengetahuan akan kekuatan sebuah merek bertambah, sementara bagi masyarakat umum dan Para akademisi, hal dapat semakin memperjclas bahwa kekuatan merek dapat berpengaruh besar pads gaya hidup khususnya uniuk masyarakat kelas atas dengan melihat keberhasilan dari Starbucks yang daiam waktu singkat merubah kebiasaan konsumcn kelas atas daiam mengunjungi kafe.

Recently, the business of cafe is grow so fast in urban area. Within only less than 5 years since the Starbucks open firstly in Indonesia, the habit of consumer from in visiting the cafe grows so fast. The function of the cafe is not like five years ago, this time the cafe disposed to the third aim side after house and office, where the consumers not only come to drink coffee, but the cafe also as the business place, hang out with the friends and relation, or as the resting place after they feel tired. The cafe has already become a life style in urban community especially for the community from the SES AB, who are able to spend !heir much money for only come to the cafe.
Looking at the demand of cafe which growing faster; it is not course amazement if there are many cafes are operate in every days event it is the local cafe or the foreign brands which are tried their fortunes in Indonesia, one of the success cafe is Starbucks. Today Starbucks has opened 49 cafes in 6 major cities in Indonesia. Starbucks which has high reputation in the international level is success to present their brand strength in Indonesia, this point of course not released from their marketing strategies.
This study is to see the strength of Starbucks and compared with 5 main competitors in Indonesia. Three main purposes will be explained in this paper, they are. the first purposes is to see the building factors of brand equity, mainly on the perceived quality variable and brand association, the second purpose is counting the brand equity from 6 main players in this business using the Customer Based Brand Equity (CBBE) method And the last purpose is to find the segmentation of the cafe's consumer.
This paper is using exploratory method to looking for the reference material from many sources to deepen the problems that will be searched and the descriptive that will be used in explaining the result of the research structure and systematically. The step of data collecting used three phases they are : first phase, the qualitative used in-depth interview to reach the information about the people profiles that usually come to the cafe, their habitual in visiting the cafe and to get information about the adhere attribute of cafe. Then this information will be used for building up the questioner that will be used for the second step, the quantitative phase. For this phase a hundred respondent of the target market of Starbucks chosen as the sample using non probability sampling. Analysis in this research using the validity and reliability techniques, means, weighting, cross tabulation and Brand Map ®. The next, third phase is qualitative study using in-dept interview for the purposes to determine segmentation from cafe consumer.
From the result of the marketing analysis research which is helped by using soft equipments SPSS verse 13.0 and Brand Map ® achieved many important finding. Attribute of perceived quality are : the nice taste of coffee, best coffee, nice food, the fast employee, the friendly employee and know the product, the good performance, the order is same as ordered, always clean and neat, and has the suitable open time, while the attribute of brand image are strategies location, nice chair and layout, comfortable to stay long, comfortable situation, nice music, has separable smoking area, can order as the own taste, present another drink, the suitable price, present and showing the status.
In calculating CBBE, the highest rank between 6 analyzed cafe, in fact is occupied by Starbucks, with the highest rank leaved another competitor, the next rank queue by Coffee Been, Bakoel Koffie, Oh La La, Excelso, and Gloria Jeans.
While the brand map Cr7 result analysis shows that Starbucks 's main competitor is the Coffee Bean, Bakoel Koffe competitive with Gloria Jeans and & Celso, while Oh La La has not near competitor. While the cafe that give the best services with the nice taste coffee and present the nice music still as an opportunity since not be filled by another six main player in this business.
In the segmentation analysis there are 4 segment of cafe consumers, they are : Hedonis that represent consumer that visiting the cafe to hangout with the friends, the workers which moved their office activities to the cafe, coffee lovers that looking for the enjoyment to the coffee, and the busy man who wants to refresh their self without spend their much time.
The result of this work give some good know ledges for the business man who concentrate in the cafe side, for the writer, public community and the academics. For the business man of course can get the information about the attribute that influence for stressing them the final can be exists in life style industries, that usually can move vastly. For the researcher this last work make the knowledge to increase the strength of the brand, while for the public community and the academics, this points can resemble that the strength brand can be influenced in Iife style especially for SES AB community by seeing the successful of Starbucks which in the short time change high consumers habitual in visiting the cafe."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
T19754
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nunun Nurulaini
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empat elemen Brand Equity yaitu Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality dan Brand Loyalty) terhadap Brand Equity RS Islam Jakarta menurut persepsi pelanggan rawat jalan di empat layanan dasar, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectional yang bersifat kuantitatif, dilengkapi dengan metode kualitatif.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality dan Brand Loyalty memiliki hubungan yang kuat terhadap Brand Equity RSIJ. Keempat elemen ini berkontribusi dalam membentuk Brand Equity RSIJ, namun yang memberikan kontribusi terbesar adalah Brand Loyalty dan Perceived Quality.

This research is aimed to know the relationship among four elements of Brand Equity (Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality and Brand Loyalty) and Brand Equity based on outpatient?s perception, using descriptive analytic methode, with crosssectional approach in quantitative and completed with kualitative.
The study result shows that Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality and Brand Loyalty has strong relationship with Brand Equity of RSIJ. These four elements have contribution to build Brand Equity of RSIJ. Among those which have the most contribution are Brand Loyalty and Perceived Quality."
Depok: Universitas Indonesia, 2010
T31363
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hersye Nurauliawati
"Selama ini pengukuran kinerja suatu perusahaan diukur berdasarkan rasio-rasio keuangan selama periode tertentu. Pengukuran dengan rasio keuangan sangat bergantung kepada metode akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan sehingga kinerja perusahaan terlihat meningkat walaupun keadaan sebenarnya menunjukkan sebaliknya. Dengan penerapan metode Economic Value Added (EVA) kinerja perusahaan yang sesungguhnya dapat terlihat. EVA mengukur kinerja perusahaan berdasarkan besar kecilnya nilai tambah yang diciptakan atas modal yang tersedia selama periode tertentu. Besar kecilnya nilai tambah yang dihasilkan suatu perusahaan dapat mempengaruhi minat investor untuk berinvestasi kepada perusahaan tersebut.

All this time, performance measurement of a company is based on financial ratio within certain period. Measuring with financial ratio is heavily dependent on accounting methods put into practice when composing company?s financial report therefore company?s performance seems to increase although the real condition shows the opposite. By practicing Economic Value Added (EVA) methodology, the real company performance will be visible. EVA measures the company performance based on amount of added value created on top of available capital within certain period of time. The amount of added value gained by a company is effecting investor attraction to invest in that company."
Depok: Fakultas Eknonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T28116
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Aris Fatoni
"Tesis ini membahas perbandingan faktor pembentuk ekuitas merek Teh Botol Sosro dan Frestea menurut mahasiswa di Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa PT Sinar Sosro perlu melakukan promosi secara intensif, menentukan posisi merek berdasarkan kriteria merek, yaitu penggunaan, pengguna, dan harga relatif, menjaga standar kuantitas campuran, mengkampanyekan manfaat teh dan produk kebanggaan nasional, mengupayakan pencapaian mutu dan meningkatkan sistem produksi dan layanan, memberikan hadiah langsung kepada konsumen, dan menjaga ketersediaan produk di pasar, memanfaatkan layanan jejaring sosial. PT Coca Cola Bottling Indonesia perlu melakukan acara pemasaran, melakukan promosi secara intensif, menjaga konsistensi budaya peningkatan mutu, memberikan hadiah langsung kepada konsumen, menjaga ketersediaan produk.

This thesis discusses the comparison of the factors forming brand equity Teh Botol Sosro and Frestea according to students in Jakarta. This research is descriptive quantitative research design. The results of this study suggest that PT Sinar Sosro need to do intensive promotions, brand positioning based on brand criteria: application, user, and relative prices, keeping the mixture quantity standards, the benefits of tea and product campaign for national pride, striving for the achievement of quality and increase production system and services, give reward directly to consumers, and maintain the availability of products on the market, taking advantage of social networking services. PT Coca Cola Bottling Indonesia needs to do marketing events, conduct an intensive promotions, maintaining consistency of quality improvement culture, give reward directly to consumers, maintaining product availability."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2011
T 28896
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Era Susanti
"Tesis ini membahas pengaruh brand equity terhadap keputusan pembelian dengan menggunakan J.Co Donuts & Coffee. Penelitian ini menggunakan descriptive research design dengan metode survey (kuesioner) yaitu yang dilakukan terhadap pelanggan J.Co Donuts & Coffee di wilayah Jakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling yaitu menggunakan convenience sampling.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa brand awareness tidak mempengaruhi brand image, brand satisfaction, dan brand trust J.Co Donuts& Coffee. Brand awareness juga tidak mempengaruhi konsumen dalam melakukan current purchase namun brand awareness mempengaruhi future purchase. Brand image J.Co Donuts & Coffee tidak mempengaruhi current purchase tetapi mempengaruhi future purchase. Brand image J.Co Donuts & Coffee berpengaruh positif dalam terhadap brand satisfaction dan juga mempengaruhi brand trust. Brand satisfaction tidak berpengaruh positif terhadap brand attachment. Tetapi apabila brand attachment sudah dapat berpengaruh secara positif, maka pelanggan J.Co Donuts & Coffee akan memutuskan melakukan pembelian terhadap merek ini baik untuk current maupun future purchase. Current purchase yang dilakukan oleh pelanggan J.Co Donuts & Coffee akan berpengaruh positif terhadap future purchase.

The focus of the thesis is about influences of brand equity to buying decision using J.Co Donuts & Coffee. The research is implementing descriptive research design using survey method which used to J.Co Donuts & Coffee customers in Jakarta. Non probability sampling is used as sampling technique which is convenience sampling.
The result of this research shows that brand awareness has not a positive effect on J.Co Donuts & Coffee?s brand image, brand satisfaction and brand trust. Brand awareness has no positive effect on current purchase but has a positive effect on future purchase. J.Co Donuts & Coffee's brand image has no positive effect on current purchase but has a positive effect on future purchase. J.Co Donuts & Coffee's brand image has a positive effect on brand satisfaction and brand trust. Brand satisfaction has no positive effect on brand attachment. Thus, if brand attachment has already have a positive effect then J.Co Donuts & Coffee?s customer will decide to make purchases of the brand whether for current nor future. Current purchase made by J.Co Donuts & Coffee?s customer will have a positive effect on future purchase."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T25401
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>