Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 143230 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mohammad Tri Hidayat
"Perhitungan dan analisis biaya kualitas merupakan langkah awal pada total quality management. Perhitungan biaya kualitas mencakup akumulasi dari biaya conformance dan biaya non-conformance, dimana biaya conformance merupakan biaya yang keluar untuk mencegah terjadinya kualitas yang buruk dan biaya non-conformance merupakan biaya dari kualitas yang buruk yang disebabkan karena kegagalan produk. Analisis biaya kualitas dapat digunakan sebagai informasi awal diperlukan atau tidaknya improvement. Metode ABC digunakan untuk membantu penghitungan biaya kualitas yang lebih efektif. Perhitungan biaya kualitas pada PT. X melibatkan biaya-biaya yang terjadi pada rentang Tahun 2004 hingga Tahun 2008, yang mencakup biaya pencegahan, biaya penilaian, dan biaya kegagalan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa lebih dari 60% dari biaya kualitas merupakan biaya kegagalan, dengan kondisi biaya kualitas terhadap penjualan rata-rata sebesar 4%.

Measuring and analyzing the cost of quality is the first step in total quality management. Measuring the cost of quality is consist a sum of conformance plus non-conformance costs, where cost of conformance is the price paid for prevention of poor and cost of non-conformance is the cost of poor quality caused by product. Cost of quality analysis can be used as a initial information to knows whether improvement is necessary to do or not. The ABC methode is use to helps defining quality costs more effectively. The cost of quality calculation in PT. X incurred cost in year 2007 until year 2008, consist of prevention cost, appraisal cost, and failure cost. The result of the cost of quality showed that more than 60% cost of quality are failure cost, with the average condition of the cost of quality toward selling is about 4%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S52012
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Romad Anjar Sukrawan
"Perhitungan dan analisis biaya kualitas merupakan langkah awal pada total quality management. Perhitungan biaya kualitas mencakup akumulasi dari biaya conformance dan biaya non-conformance, dimana biaya conformance merupakan biaya yang keluar untuk mencegah terjadinya kualitas yang buruk dan biaya nonconformance merupakan biaya dari kualitas yang buruk yang disebabkan karena kegagalan produk. Analisis biaya kualitas dapat digunakan sebagai informasi awal diperlukan atau tidaknya improvement.
Metode ABC digunakan untuk membantu penghitungan biaya kualitas yang lebih efektif. Perhitungan biaya kualitas pada PT. X melibatkan biaya-biaya yang terjadi pada rentang Bulan April 2007 hingga Februari 2008, yang mencakup biaya pencegahan, biaya penilaian, dan biaya kegagalan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa lebih dari 50% dari biaya kualitas merupakan biaya kegagalan, dengan kondisi biaya kualitas terhadap penjualan rata-rata sebesar 14%.

Measuring and analyzing the cost of quality is the first step in total quality management. Measuring the cost of quality is consist a sum of conformance plus non-conformance costs, where cost of conformance is the price paid for prevention of poor and cost of non-conformance is the cost of poor quality caused by product. Cost of quality analysis can be used as a initial information to knows whether improvement is necessary to do or not.
The ABC methode is use to helps defining quality costs more effectively. The cost of quality calculation in PT. X incurred cost in April 2007 until Februari 2008, consist of prevention cost, appraisal cost, and failure cost. The result of the cost of quality showed that more than 50% cost of quality are failure cost, with the average condition of the cost of quality toward selling is about 14%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia;, 2008
S50281
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hans Putradinata
"Perhitungan dan analisis biaya kualitas merupakan tahapan awal dalam manajemen kualitas. Biaya kualitas mencakup seluruh biaya yang berkenaan dengan kegiatan pengendalian kualitas, perencanaan sistem kualitas, pencegahan, dan perbaikan ketidaksesuaian produk dengan spesifikasi dan karakteristik kualitas yang telah ditetapkan. Hasil perhitungan biaya kualitas dapat digunakan sebagai informasi awal untuk mengidentifikasi peluang peningkatan kualitas produk dan proses. Melalui perhitungan biaya kualitas tersebut, perusahaan juga diharapkan dapat mengetahui biaya potensial yang dapat diselamatkan, yang pada akhirnya nanti dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan marjin keuntungan perusahaan. Penggunaan metode ABC, untuk mendapatkan besaran perhitungan biaya kualitas yang lebih akurat. Perhitungan biaya kualitas di PT. X diawali dengan mengidentifikasi aktivitas perusahaan yang tergolong ke dalam elemen biaya kualitas. Biaya kualitas untuk periode tertentu merupakan akumulasi dari biaya pencegahan, biaya penilaian dan biaya kegagalan yang terjadi di PT. X pada periode tersebut. Hasil perhitungan untuk periode Januari 2005-Maret 2006 menunjukkan proporsi terbesar biaya kualitas di PT X berada dalam bentuk biaya kegagalan yaitu sebesar 80%, diikuti biaya pencegahan sebesar 15%, sedangkan kategori biaya penilaian memiliki persentase terkecil, yaitu sebesar 5% dari total biaya kualitas. Potensi penurunan biaya kualitas terdapat pada kategori biaya kegagalan. Usulan dari hasil analisis biaya kualitas dikemukakan untuk menurunkan angka biaya kegagalan tersebut.

Measuring and analyzing the cost of quality is the first step in quality management program. Cost of quality consists of all cost associated to quality control activities, quality system planning, prevention and covering poor product quality characteristic. Cost of quality can be used as information to identify major opportunities for product and process quality improvement. By measuring that cost of quality, company also knows potential expenses which can be saved, and finally higher profit margin can be reached. The ABC method is use to define the better COQ calculation. The first step of measuring the cost of quality in PT X is identify all production and supporting activities that related to cost of quality elements. The cost of quality for any period is the sum of prevention cost, appraisal cost and failure cost which PT. X spend at that period. The result of the cost of quality calculation for January 2005 until Maret 2006 showed that the highest percentage, about 80%, is failure cost, then about 15% due to prevention cost, finally the lowest percentage about 5% of cost of quality is appraisal cost. Chance to reduce the cost of quality is at failure cost category. Based on COQ analyze, response proposed to reduce that failure cost."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S50076
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siahaan, Frans Agustinus
"Mengukur dan menganalisa biaya kualitas (Cost Of Quality) adalah suatu langkah awal dalam program manajemen kualitas. Sistem COQ adalah batu loncatan dalam peningkatan kepentingan dikarenakan COQ-related activities mengkonsum sebanyak 25% atau lebih dari sumber daya yang digunakan oleh perusahaan.
Akutansi biaya tradisional, dimana yang menjadi fungsi utamanya adalah penilaian inventori dan penentuan pendapatan untuk laporan finansial eksternal, sehingga tidak dapat melingkupi informasi COQ yang dibutuhkan. Namun, kekurangan-kekurangan ini dapat dengan mudah diatasi dengan activity-based costing (ABC). ABC menggunakan dua langkah prosedur untuk mendapatkan akurasi biaya dari bermacam objek-objek biaya dan melacak sumber dari biaya pada aktivitas dan kemudian melacak biaya dari aktivitas pada objek biaya.
Kegagalan-kegagalan kegiatan pengendalian di PT. X dalam mengurangi kegagalan produk, antara lain adalah kurangnya kegiatan pencegahan dan penilaian dalam mengantisipasi kegagalan produk yang terjadi, dan kegiatan pencegahan yang dilakukan cenderung lebih bersifat mencegah, tidak khusus dilakukan menangani kegagalan utama yakni waste, serta belum dilakukannya pembuatan data lengkap mengenai kegiatan pada biaya kualitas sehingga informasi yang diperoleh kurang lengkap.

Measured and analyze Cost Of Quality (COQ) is a first step in management quality program. Cost Of Quality system is a stepping stone in upgrading priority because cost of quality-related activities consume 25 % or more of using company resources.
Traditional Cost Accounting which is the main goal is inventory assess and income statement for external financial report, so this analyze system cannot covered all of cost of quality information needed. Nevertheless, this lack of information can be easily overcome by using Activity-Based Costing (ABC). ABC has two steps of procedure for gathering cost accuration from many of cost object and tracing sources from cost to activities and then trace activities to cost object.
Restraint activities failures in PT. X can cause defect product, these are minimum prevention and appraisal activities in anticipating defect product that occur, prevention activities was consider only to- prevent, not prior for solving major failure in this matter is waste and bad filling data activities for cost of quality so the information have it is not quite comprehensive.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
T16875
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kiki Putriani Rizki
"Perhitungan dan analisis biaya kualitas merupakan suatu tahapan awal dalam manajemen kualitas. Data hasil perhitungan biaya kualitas adalah suatu data awal dalam menghitung prestasi mutu. Biaya kualitas mencakup seluruh biaya yang berkenaan dengan kegiatan pengendalian kualitas, perencanaan sistem kualitas, pencegahan, dan perbaikan ketidaksesuaian produk dengan spesifikasi yang ditentukan. Dengan melakukan perhitungan biaya kualitas dapat diidentifikasi peluang penurunan biaya kualitas sehingga mencapai total biaya kualitas seminimum mungkin. Pengukuran biaya kualitas yang dilakukan di Divisi Lemari Es PT. ABC ini diawali dengan mengidentifikasi kegiatan yang termasuk dalam peningkatan atau penjagaan kualitas suatu produk yang kemudian dipisahkan ke dalam masingmasing kategori biaya kualitas yang ada.
Hasil perhitungan yang dilakukan untuk periode September 2006-Februari 2007 menunjukkan proporsi biaya kualitas terbesar terletak pada biaya penilaian sebesar 62.95% yang diikuti dengan biaya kegagalan internal sebesar 32.24%. Presentase total biaya kualitas pada periode ini di Divisi Lemari Es PT. ABC sesuai dengan kebanyakan persentase biaya kualitas untuk perusahaan manufaktur yaitu lebih kurang 95% biaya kualitas terdiri dari biaya penilaian dan biaya kegagalan. Peluang penurunan biaya kualitas di Divisi Lemari Es PT. ABC ini terdapat di biaya penilaian dan biaya kegagalan internal.

Measuring and analyzing cost of quality is the first step in quality management program. Output from measuring cost of quality is the first parameter in measuring quality performance. Cost of quality consists of all cost associated to quality control activities, quality system planning, and prevention activities and covering poor product quality characteristics. By measuring cost of quality, we can identify opportunity of cost reduction related to quality so that the amount of cost of quality can be reducing as minimal as possible. The first step of measuring cost of quality in Refrigerator Division PT. ABC is identify all activities that related to quality improvement and then these activities categorized to each cost of quality category.
Output from measuring cost of quality in this division for September 2006 until February 2007 showed that the highest percentage is appraisal cost; it's about 62.95% and then 32.24% due to internal failure cost. Total cost of quality in this period in Refrigerator Division PT. ABC is the same as almost manufacturing company; it's about 95% of cost of quality consist of appraisal cost and failure cost. The opportunity of cost of quality reduction in this division is at appraisal cost and internal failure cost category.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S50268
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nababan, Nur Arimilawati
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara workload berdasarkan perhitungan time study dengan quality of work life melalui pemberian intervensi job redesign, Penelitian dilakukan pada seorang Supervisor Cost Control divisi Operational Budget Departement Adminislration Plantation Operation PT.X dengan menggunakan before-after study design (pretest-post test). Pengolahan data workload dilakukan dengan menggunakan teknik time study, sedangkan pengolahan data qualily of work life dilakukan dengan menghitung mean jawaban responden. Dari hasil telaah pada item dalam dimensi quality af work life didapatkan adanya peningkatan skor item pada hasil post test sebesar 0, 6975. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara workload dengan qualty of work life pada Supervisor Cost Control

The purpose of this study is to see correlation between workload, based on time study technique and the quality of work life through applying job redesign interventions. This study was conducted with one respondent working as Supervisor Cost Control Division Operational Budget in Administration Plantation Operations Department PT.X by using before-after study design (pretest-post test), Workload was analyzed using time study techniques, and quality of work life was analyzed by calculating mean answers of the respondents. The result shows that scores from dimension items of quality of work life in post test increase 0.6975.This means, there is a correlation between workload and the quality of work 1ife on Supervisor Cost Control."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2010
T33647
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Everson, Rolan
"Dewasa ini perusahaan semakin dituntut lebih efisien disamping tetap mempertahankan kualitas produk dan/atau jasa yang dihasilkannya. Hal ini disebabkan karena persaingan diantara dalam satu industri semakin ketat dalam usaha untuk merebut dan/atau mempertahankan pangsa pasar.
Di lain pihak, konsumen semakin kritis terutama mengenai masalah kualitas dan harga yang kompetitif. Produsen semakin tidak mempunyai pilihan. Selain dituntut untuk memenuhi kehendak konsumen dalam hal kualitas dan harga.
Untuk meningkatkan efisiensi yang pada akhirnya berpengaruh pada harga jual suatu perusahaan dituntut untuk dapat mengendalikan biaya yang dikeluarkan.
Agar pihak perusahaan dapat mengendalikan biaya yang dikeluarkan, perusahaan dituntut untuk mengetahui bagaimana terjadinya dan mengapa terjadi biaya tersebut.
Sebagaimana diketahui, biaya dikeluarkan karena adanya aktivitas yang dilakukan. Jadi dengan memahami aktivitas yang dilakukan dalam menghasilkan produk dan/atau jasa, maka perusahaan akan dapat untuk mengendalikan biaya.
Salah satu komponen biaya yang sulit untuk dikendalikan karena tidak dapat secara langsung dihubungkan ke obyek biaya adalah biaya tak langsung (overhead).
Dengan pengalokasian biaya tak langsung, metode Activity Based Costing berbeda dengan metode tradisional dalam penggunaan pemicu (driver). Pemicu yang digunakan mencerminkan aktivitas yang dikonsumsi oleh masing-masing obyek biaya. Jadi, metode Activity Based Costing sangat berkepentingan dengan aktivitas dalam melakukan proses produksi.
Ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan agar penggunaan metode Activity Based Costing dapat diimplementasikan dengan lebih baik, yaitu besarnya biaya tidak langsung dan beragamnya produk yang ditawarkan.
Sebagai perusahaan di bidang produksi Asphalt Hotmix yang memiliki 9 jenis produk, PT. X perlu menerapkan metode Activity Based Costing dalam menentukan Harga Pokok Produksi (HPP), untuk menghasilkan HPP yang lebih akurat.
Disamping itu, dengan menerapkan metode Activity Based Costing, dapat dipilah-pilah aktivitas-aktivitas yang memberikan nilai tambah dan yang tidak bernilai tambah, sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien.

Nowadays company was asked to be efficient to survive its product quality and 1 or its service. This condition was caused by tight competition among industries in every business to complete and/or maintains its market share.
In other side, consumers become critical especially about quality problems and competitive price. Producer has no choice. They were asked to fulfill consumer's will in quality and prices.
To improve efficiency at last influencing to company selling price a company was forced to control its expenses.
In order controlling the expenses, company was asked to know how and why the expenses occur.
As we know, expenses occur because of activities. So by understanding the activities done to produce the product and/or service, company can control its expenses.
One of the expenses components that were hard to be controlled because it is indirectly connect to the expenses object is overhead.
By allocating overhead, Activity Based Costing method is different from traditional method in driver usage. Driver we use to express activity consumed by expenses objects. Activity Based costing method being concerned with activity in doing production process
Few conditions that must be concerned in order to implement Activity Based Costing Method, that is how much the overhead and how many products were offered.
As an Asphalt Hot mix production company, it has 9 products, PT. X need to implement Activity Based Costing to decide Production Cost Price (PCP), to produce accurate PCP.
Besides by implement Activity Based Costing, we can separate activities that give additional value and not, so production expenses become more efficient.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
T14816
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Timotius Adi Surya
"Penelitian ini bertujuan menganalisis komposisi biaya kualitas, dan juga melakukan implementasi perbaikan terhadap proses operasi yang menyebabkan terjadinya biaya kegagalan pada PT. XYZ. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode evaluasi kualitatif. Data yang dikumpulkan diperoleh dari diskusi, wawancara, dan dari laporan biaya tahunan dan penjualan PT. XYZ. Berdasarkan hasil analisis dari penelitian ini, PT. XYZ membutuhkan pengawasan dan perbaikan preventif dari sisi sistem secara konstan untuk menangani adanya biaya kegagalan, yang disebabkan oleh ketidaklengkapan sistem dan cara kerja, kurang tepatnya pengawasan maupun sistem operasi terhadap sasaran yang perlu pengawasan atau perhatian lebih, dan juga kurangnya sumber daya seperti mesin, peralatan maupun tenaga kerja.

The focus of this study is to analyze the cost of quality composition, and implement improvements to the operating process that causes the cost of failure at XYZ Company. The method used in this study is evaluation qualitative methods. The data collected is obtained from discussion, interviews, and from reports of annual expenses and sales of XYZ Company. Based on the results of the analysis of this study, XYZ Company requires constant monitoring and preventive improvements to mitigate the costs of failure, caused by incomplete systems and ways of working, inacurate monitoring and operating systems that need more supervision or attention, and also a lack of resources such as machinery, equipment and labor."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lydia Suwandi
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
S26371
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>