Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 144249 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rika Ramadiyansari
"Situasi aktual perusahaan pengelola kawasan industri PT XYZ berdasarkan laporan audit internal menunjukkan aktivitas yang tidak biasa pada proses bisnis pengeluaran kas. Perbaikan diperlukan agar proses bisnis dapat berjalan lebih baik, menghindari penipuan, dan menyajikan laporan keuangan secara adil. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas proses bisnis pengeluaran kas yang berjalan di PT XYZ dan pengendalian internalnya menggunakan kerangka kerja COSO 2013. Penelitian ini adalah metode studi kasus kualitatif yang menekankan pada pendalaman analisis sistem, keadaan, peristiwa dan interaksi untuk menjawab masalah penelitian. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh dari wawancara, observasi dan ulasan dokumen ilmiah dan perusahaan. Hasilnya menunjukkan adanya kelemahan perusahaan dalam menjalankan proses bisnis pengeluaran kas dan pengendalian internalnya. Penelitian ini menyajikan evaluasi penyebab, faktor kelemahan, identifikasi risiko, dan diagram alur proses bisnis pengeluaran kas yang berkorelasi dengan pengendalian internal untuk menentukan.

An industrial estate management company PT XYZs actual situation based on internal audit report shows unusual activities in the cash disbursement business process. The improvement is needed in order to be able to run business process properly, avoid fraud, and present financial statements fairly. This research evaluates the effectiveness of current cash disbursement business process and its internal control using COSO 2013 framework. This research is a qualitative case study method that emphasizes the deepening of the analysis of a system, circumstances, events and interactions to answer the research problems. This study uses primary and secondary data obtained from interviews, observations and reviews of scientific and company documents. The result show companys weakness in running cash disbursement business process and its internal control. This research presents the evaluation of causes, weakness, risk identification and cash disbursement business process flowchart, which are correlated with internal controls to determine appropriate and effectiveness activity in cash disbursement business process."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rini Padhilah
"Peningkatan persaingan dalam industri otomotif mengharuskan setiap perusahaan terus melakukan perbaikan terhadap proses bisnisnya untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja perusahaan. Aktifitas perbaikan dapat berjalan lancar apabila didukung oleh fasilitas yang memadai, salah satunya adalah fasilitas fisik pabrik. Production Engineering ( PE ) merupakan divisi yang ditugaskan untuk menangani proses pengadaan fasilitas fisik / bangunan di perusahaan otomotif tempat penelitian ini dilakukan.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode dari Adesola dan Baines yang menyatakan bahwa terdapat 7 tahap untuk memperbaiki proses. Karena keterbatasan kewenangan, penelitian dilakukan hanya sampai tahap merancang ulang proses. Perbaikan dilakukan dengan menggunakan pemetaan lalu dilakukan analisa untuk mencari penyebab permasalahan.
Kesimpulannya adalah penyebab keterlambatan karena 63% proyek mengalami keterlambatan pada saat memulai pekerjaan ( project start ). Usulan perbaikan yang diberikan untuk mengurangi dan menghilangkan kelemahan kelemahan proses yang diperoleh dari analisa diagram sebab akibat dan aktifitas yang tidak menambah nilai. Dari hasil perhitungan waktu proses dengan menggunakan Igrafx diperoleh persentase pengurangannya sebesar 35%.

The increasing of competition in automotive industry has forced every company to do a business process improvement in order to achieve higher effective and efficient company process. That improvement will be running well and if supported by appropriate facilities, one of them is plant facilities. Production Engineering (PE) is the division which has a responsibility to ensure of building facility construction in the company where this research done.
The method that will be used for business process improvement in this project is Adesola and Baines methods. Based on this method, there are seven main steps to improve any process. Due to the role/responsible limitation, this project only done until re-designs the process step. Improvement is done by using mapping process and then analyzing process to find the root of problems.
After doing overall project, we can conclude that the delay in completion of supplying of building material happened since 63% delay of projects start. Improvement suggestion for this process are reduce and eliminate the weakness of process that found from caused and effect diagram and non value added analyze. By using calculation Igrafx software, the percentage reducing of cycle time after improvement is about 35%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia;, 2009
S52322
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nugroho Setiawan
"Untuk dapat bertahan di era persaingan yang makin ketat, dibutuhkan proses bisnis yang sederhana dan terstruktur sehingga memudahkan dalam evaluasi dan perbaikan. eTOM (enhance Telecom Operation Map) adalah salah satu kerangka kerja yang memenuhi syarat tersebut. eTOM merupakan suatu model framework proses bisnis yang menyediakan proses enterprise yang dibutuhkan oleh service provider. eTOM bisa diadopsi pada berbagai level sehingga memudahkan dalam evaluasi dan perbaikan proses bisnis yang ada.
Penelitian ini memetakan proses bisnis kedalam kerangka kerja eTOM mulai dari level 0 sampai dengan level 4 dekomposisi proses. Pada pemetaan Business Process Level 0 (The Conceptual View) didapatkan proses bisnis menempati area Strategy, Infrastructure & Product. Untuk Business Process Level 1 (The CEO View) yaitu justifikasi secara functional, masuk ke dalam area Marketing & Offer Management. Selanjutnya justifikasi pada Level 2 didapatkan area Product & offer development & retirement dan Product marketing communications & promotion. Dari level 2 dilakukan dekomposisi proses sampai dengan level yang lebih detail lagi. Dilakukan perbaikan waktu proses dengan menggunakan metode streamlining sehingga didapatkan perbaikan sebesar 59.7 %, dari yang semula waktu prosesnya sebesar 10,941.1 jam menjadi 4,408.6 jam.

To be able to survive in an era of tight competition, it takes a simple and structured business processes to facilitate the evaluation and improvement. eTOM (Enhance Telecom Operations Map) is a framework that meets these requirements. eTOM is a model of a business process framework that provides enterprise processes required by a service provider. eTOM can be adopted at various levels to facilitate the evaluation and improvement of existing business processes.
This study mapped the business process into eTOM framework ranging from level 0 to level 4 decomposition process. On mapping Business Process Level 0 (The Conceptual View) found that business process occupies an area of Strategy, Infrastructure & Product. For the Business Process Level 1 (The CEO View) that is the functional justification, it is mapped into the area of Marketing & Offer Management. Further justification for the Level 2 area the business process mapped into area Product & offer retirement and Product development & marketing communications & promotion. From level 2, the business process will be decomposited to a more detailed level. By using the method of streamlining the process has an improvement of 59.7% in term of time of process, from the existing process time of 10,941.1 hours reduce into 4,408.6 hours.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T35576
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yayi Mustika Pudyanti
"Di era globalisasi ini, teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dapat dikatakan saat ini tidak ada kehidupan manusia yang luput dari teknologi. Industri yang berkaitan erat dengan perkembangan teknologi adalah industri telekomunikasi. Dengan memanfaatkan teknologi, komunikasi dapat berlangsung cepat dan mudah. Komunikasi saat ini sudah menjadi kebutuhan utama bagi manusia dalam menunjang kesuksesan pekerjaan, keluarga dan pergaulan. Hal tersebut mendorong meningkatnya pergaulan industri telekomunikasi, khususnya di Indonesia.
PT. TELKOM, Tbk selaku penyedia jasa layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia harus mampu bersaing dengan kompetilomya mengingat saat ini pasar yang dihadapinya bukan monopoli melainkan kompetisi. Agar mampu bertahan dan memenangkan persaingan pasar tersebut, PT. TELKOM memfokuskan diri pada pemenuhan kebutuhan pelanggan untuk menjngkatkan kepuasan pelanggan seperti layanan yang terjamin, cepat, akurat dan jelas. Untuk itulah perlu dilakukan desain ulang terhadap proses bisnis pelayanan Provisioning Sentral & Signaling dan Penanganan Gangguan terhadap Surveillance Perangkat Sentral.
Skripsi ini membahas mengenai bagaimana desain ulang pada kedua proses tersebut dilakukan. Diawali dengan pengumpulan data lcebutuhan pelanggan, nnetapan target performa dan memetakan kedua proses bisnis yang dilakukan saat Kemudian melalui analisis kondisi pelaksanaan kedua proses bisnis tersebut pada saat ini dan membandingkannya dengan apa yang dibutuhkan pelanggan, maka dapat diindentifikasi proses apa saja yang harus dihilangkan, digabung, atau ditambah. Hal penting yang dihasilkan dalam desain ulang pada kedua proses tersebut adalah munculnya Helpdesk sebagai perwujudan dari One Stop Service. Helpdesk bertjndak sebagai Contact Person, pusat informasi dan pelayanan. yang ingin diwujudkan pemsahaan. Akhirnya, untuk lebih memperjelas proses bisnis desain ulang maka dilakukan pemetaan kembali. untuk desain proses bisnis yang baru. Desain ulang proses bisnis menggunakan metedologi rekayasa ulang.

In the globalization era, technology grows up very quickly. Today, we can say that there?s no human life without affected by technology. Telecommunication industry is closely related to the development of technology. By using technology, communication can be faster and easier. Today, communication becomes one of the main needs to support the success in works, family and environment. It can support for the increasing of telecommunication industry, especially in Indonesia.
PT. TELKOM, Tbk as the biggest telecommunication company in Indonesia must have an ability to compete with its competitor because its market is changed form monopoly into competition. in order to maintain and win its business in the market competition, PT. TELKOM must focus its business to iilltill its customer needs so that its customer satisfaction can be achieved, for example service guarantee, fast, accurate and clearly. So, it is important that PT. TELKOM, Tbk redesign the business process for provisioning Sentra! &Signaling and problem handling in Surveillance Perangkat Sentral.
This research discuss about how redesign implemented in both business processes. Started with customer needs data collection, setting the performance target then mapping those current business processes. Discussion continued with analyzing current business processes condition comparing with customer needs so that we can identify which proeess(es) must be out or joined or added. Helpdesk as the realiration of One Stop Service become the important output from this discussion. Helpdesk is planned to be Contact Person, centre of infonnation and service for provisioning and problem handling business process. Finally, to make it easier in understanding the redesign result, new processes are mapped. To redesign these business processes, Business Process Reengineering was used."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S50211
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Selma Regita Mahardini
"ABSTRAK
Manajemen klaim biaya di rumah sakit sering menghadapi beberapa permasalahan pada proses pengelolaan pengajuan klaim biaya ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Penelitian ini bertujuan untuk merancang perbaikan proses pengajuan klaim BPJS yang dilakukan oleh rumah sakit dengan pendekatan Rekayasa Proses Bisnis dan Manajemen Sistem Informasi sehingga didapatkan perbaikan waktu proses (efisiensi) pengajuan berkas klaim dan meminimalisir pengembalian berkas klaim. Rekayasa proses bisnis terbagi dalam dua tahap yaitu pembuatan model dan simulasi proses bisnis saat ini dan proses bisnis yang diperbaiki. Penelitian ini menghasilkan empat scenario perbaikan proses manajemen klaim BPJS dengan waktu proses yang berbeda disetiap scenario. Scenario terbaik kemudian dirancang dengan pendekatan manajemen sistem informasi, yang terdiri dari empat tahap yaitu pembuatan entity relationship diagram (ERD), table relasional, use case diagram dan data flow diagram (DFD). Kombinasi scenario terbaik adalah penggunaan Electronic Medical Record (EMR) untuk pasien, sistem informasi rawat inap, dan peningkatan sistem pengajuan klaim di BPJS yang menghasilkan rata rata waktu keseluruhan proses bisnis berkurang dari 28 hari menjadi 14 hari dengan peningkatan efisiensi sebesar 78,73%.

ABSTRACT
Social Security Administering Body (BPJS) claim management in hospitals faces several problems managing claims hospital cost. This study aims to design improvement in the BPJS claims process managed by the hospital using the Business Process Reengineering and Information Systems Management approach to improve service process time (efficiency) in submitting claim files and diminish claim file returns. Business process reengineering divided into two stages; modeling and simulating current business processes and proposed business processes. This study resulted in four scenarios to improve the BPJS claim management process with different processing times in each scenario. The best scenario designed with four stages management information system approach; the design of entity-relationship diagrams (ERD), relational database, use case diagrams, and data flow diagrams (DFD). The best combination of proposed scenarios use Electronic Medical Records (EMR), inpatient information systems, and improved submission systems at BPJS. This study result average entire business process time reduced from 28 days to 14 days with an increase in efficiency of 78,73%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Disma Nidya Ghaisani
"Pengadaan suku cadang pesawat sangat penting untuk efisiensi operasional dan keselamatan perusahaan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dalam sektor penerbangan. Namun, secara aktual, proses pengadaan suku cadang yang ada di salah satu perusahaan MRO di Indonesia mengalami keterlambatan dimana pengadaan suku cadang dari proses Repair Order (RO) memiliki Turnaround Time (TAT) yang belum memuhi target standar TAT yang telah ditetapkan. Sehingga penilitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan desain proses pengadaan suku cadang pada perusahaan MRO di Indonesia menggunakan pendekatan Rekayasa Bisnis Proses (BPR). Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk memprioritaskan faktor pengaruh utama pengadaan suku cadang serta Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk membantu dalam pemilihan teknologi yang sesuai. Pada penelitian ini dihasilkan bahwa faktor time management sangat berpengaruh pada proses pengadaan serta dengan penerapan penggabungan teknologi process automation dan intelligent monitoring system menjadi teknologi yang sesuai karena dapat menghasilkan pengurangan waktu proses sebesar 21%.

The procurement of aircraft spare parts is crucial for the operational efficiency and safety of Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) companies in the aviation sector. However, in reality, the spare parts procurement process at one MRO company in Indonesia is experiencing delays, with the procurement of spare parts through the Repair Order (RO) process having a Turnaround Time (TAT) that does not meet the established standard TAT targets. Therefore, this research aims to optimize the design of the spare parts procurement process in MRO companies in Indonesia using a Business Process Reengineering (BPR) approach. The Analytic Hierarchy Process (AHP) method is used to prioritize the main influencing factors in spare parts procurement, and the Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) is used to assist in selecting the appropriate technology. This study found that time management is highly influential in the procurement process, and the implementation of combining process automation technology and intelligent monitoring system is the appropriate technology as it can result in a 21% reduction in process time.

"
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Seno Prabowo Kurniadi
"Skripsi ini membahas tentang perancangan ulang bisnis proses tinjauan kontrak dengan menggunakan pendekatan rekayasa ulang bisnis proses. Proses operasional memiliki banyak kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah. Tujuan dari skripsi ini adalah memetakan proses sekarang dan merancang ulang bisnis proses yang baru yang lebih efisien, sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Metode pemetaan bisnis proses digunakan dengan mengumpulkan informasi utama berdasarkan data yang ada serta konfirmasi dengan pemilik proses. Untuk memperoleh pemahaman yang benar mengenai proses, dilakukan pula analisa kualitatif (pelayanan, Sumber daya manusia, teknologi) dan analisa kuantitatif (jumlah aktivitas dan waktu proses).
Ada dua pendekatan utama untuk merancang ulang proses, yaitu pendekatan desain ulang sistematis dengan menggunakan metode ESIA (Eliminasi, Penyederhanaan, Penggabungan, dan otomatisasi proses) dan pendekatan clean sheet (menggunakan metode idealisasi). Penggunaan kedua pendekatan ini dikombinasikan untuk mencapai yang terbaik. Hasil perbandingan antara proses sekarang dengan proses yang telah dirancang ulang menunjukkan bahwa proses baru mampu meningkatkan efisiensi proses. Peningkatan efisiensi aktivitas mencapai 67.5 % dan peningkatan efisiensi waktu penyelesaian sebesar 94.39 %.

This research study about redesigning a business process of evaluation contract by using business process reengineering. The operational processes have many non-value-adding activities. The objectives of this research are to mapping the current processes and proposed a new design business process that more efficient, so that can improve the customer satisfaction at the end. business Mapping method process used by collecting the existing data and also confirmation with owner of process. Qualitative analysis (considering services tasks, people, and technology) and quantitative analysis (considering number of activity and time) were also used to gain a better understanding about the processes.
There are two main approaches to redesigning process, systematic redesign approach with ESIA method (Elimination, Simplify, Integrate, Automate) and clean sheet approach (with idealizing method). This two approaches combined to get a best result. The comparison between the current process and proposed process showed that new process able to improve efficiency process. Make-Up of activity efficiency reach 67.5 % and the time efficiency improved to 94.39 %.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S51910
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Fungsi payroll tidak hanya terkait dengan penerbitan pembayaran gaji pada setiap akhir periode, fungsi tersebut harus dekat dengan sumber daya manusia dalam memtinastikan kompensasi yang benar dan segala pengurangannya termasuk pajak, bonus, permintaan kredit pegawai harus benar-benar diperhitungkan. Bagian sumber daya manusia (HRD) bertanggungjawab juga terhadap perekrutan, administrasi, pendukung semua personalia dalam organisasi.

The payroll function is not only related to the issuance of payment of salary at the end of each period, the function should be close to the human resources and proper compensation memtinastikan reduction including all taxes, bonuses, employee loan demand should really be taken into account. Human resources (HR) is also responsible for the recruitment, administration, supporters of all personnel within the organization.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia;, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Heri Purwanto
"Untuk meningkatkan daya saing perusahaan didalam lingkungan bisnis yang terus-menerus berubah, perusahaan harus selalu memodifikasi atau menyusun kembali proses bisnis-nya. Hal ini bisa direalisasikan melalui process improvement, business process reengineering (BPR), dan business process redesign. Namun, perubahan tersebut terkadang gagal dalam memberikan hasil seperti yang diinginkan, dikarenakan ketidakmampuan didalam memprediksi tujuan secara akurat, dan ketidakcukupan untuk memodelkan aspek-aspek dinamis yang berpengaruh didalam proses. Untuk itu diperlukan tools yang tepat didalam mengevaluasi efek dari alternatif desain yang dibuat sebelum diimplementasikan.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan proses bisnis yang tepat bagi perusahaan Mould and Dies maker, dengan tahapan: mengidentifikasi, menganalisa dan mengevaluasi risiko proses bisnis yang sudah ada, perencanaan tindakan penanganan risiko dengan Risk Management, serta perbaikan proses bisnis baru dengan metode Business Process Redesign.

In order to improve company competence in continuosly changing business environment, companies should always modify or re-arrange their business process. It can be realized through process improvement, business process reengineering (BPR), and business process redesign. But , those changes sometimes fail to give the desired result because insufficient capability to predict goals accurately, and insufficient to modelize dynamic aspects that influence the process. So the right tools are required to evaluate effect of design alternative that made before it can be implemented.
This research's goal is to design the right business process for Mould and Dies maker with steps : to identify risk, to analyze and evaluate risk of current business process, to plan risk handling with risk management, and to improve business process using Business Process Redesign method.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S51883
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Al Vina Mirayanti
"ABSTRAK
Proses bisnis dari suatu perusahaan merupakan hal yang sangat erat kaitannya dengan keberhasilan dari perusahaan tersebut. Proses bisnis dari suatu perusahaan harus selalu disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi oleh perusahaan, baik halnya tujuan, strategi, maupun peraturan yang mengatur kegiatan bisnis dari perusahaan. Namun pada kenyataannya terdapat proses bisnis yang dirancang tanpa memenuhi ketentuan tersebut. Pada umumnya, terutama pada sektor bisnis swasta, tidak ada peraturan yang mengatur kegiatan bisnisnya. Namun terdapat sektor bisnis khusus yang disebut dengan regulated industry, yang merupakan sektor bisnis yang banyak diatur oleh ketentuan terutama peraturan dari pemerintah dalam penentuan tarif atau harga, aktivitas proses bisnis, ataupun hal yang lainnya. Untuk itulah diperlukan suatu pendekatan baru dalam merancang proses bisnis, terutama untuk sektor regulated industry, agar proses bisnis yang dihasilkan dapat memenuhi ketentuan yang membatasi suatu perusahaan. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan Model Motivasi Bisnis. Yang dimaksud “motivasi“ disini adalah alasan dari suatu perusahaan untuk melakukan kegiatan bisnisnya. Proses bisnis yang menjadi studi kasus dalam penelitian ini adalah proses bisnis pembelian tiket kapal penyeberangan yang dikelola oleh PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) khususnya di Cabang Merak. Pada akhir penelitian ini didapatkan rancangan proses bisnis yang baru yang lebih sesuai dengan peraturan pemerintah, yang digambarkan dengan menggunakan notasi Business Model and Notation (BPMN).

ABSTRACT
Business processes of an enterprise is very closely related to the success of the company. It must always be adapted to the conditions faced by the company, either as goals, strategies, and regulations which are governing the business activities of the company. But in fact there are many business processes that are designed without complying with those provisions. In general, particularly in private business sector, there are no regulations governing business activities. But there is a specific business sector called the regulated industry, which is a business sector that is heavily regulated by the provisions of the regulations of the government, especially in the determination of rates or prices, business process activities, or other things. In order to design business processes, particularly for the regulated industry sector, we need a new approach that can be used to create business process that comply with the environmental boundaries of a company. In this study, we used Business Motivation Model. The definition of "motivation" is the reason why a company do its business activities. This research studies the business process of ferry ticket purchases that are managed by PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) especially in Merak Branch. At the end of this study, the design a new business processes that are more in line with government regulations, which are represented using Business Model and Notation (BPMN).
"
2015
T44674
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>