Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 172502 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sitepu, Adma Sari
"Penelitian pembentukan intensi beralih penyedia jasa telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir ini, difokuskan terutama dalam transaksional, bukan variabel relasional. Dalam penelitian ini peneliti mengarahkan kepada pentingnya komitmen konsumen dalam intensi konsumen beralih penyedia jasa. Dengan menggunakan teori perilaku organisasi, penelitian sebelumnya tentang beralih penyedia jasa dilakukan berdasarkan pengembangan model beralih yang meliputi konseptual-konseptual tiga komponen komitmen konsumen. Structural Equation Modeling dengan program LISREL 8.30 digunakan untuk menguji model berdasarkan data yang diperoleh dari survey yang dilakukan terhadap 235 konsumen bengkel pemeliharaan dan perawatan mobil Auto2000 di Jabotabek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komitmen konsumen serta variabel anteseden yang mempengaruhi intensi konsumen beralih penyedia jasa dan kondisi psikologis komitmen tersebut.
Komponen komitmen merupakan mediasi antara variabel anteseden dengan intensi beralih. Adapun komitmen terdiri dari komitmen normatif dengan variabel anteseden nonna subjektif komitmen afeksi dengan variabel anteseden kepuasan dan kepercayaan, dan yang terakhir komitmen continuance dengan variabel anteseden biaya beralih dan ketertarikan produk altematif, Juga diuji interaksi antara komitmen tersebut. Hasil penelitian mendukung asumsi bahwa komitmen konsumen mepengaruhi intensi beralih penyedia jasa dan kondisi psikologis komitmen yang berbeda-beda. Karena itu penelitian pemasaran melihat pentingnya mempertimbangkan berbagai bentuk komitmen dalam memahami retensi pelanggan.

Research into the determinants of service provider switching has grown in the recent years, the focus has been predominantly on transactional, not relational variables. This research addresses the role of consumer commitment on consumer's intentions to switch. Drawing from the organizational behavior literature, they build on previous service switching research by developing a switching model that includes a three-component conceptualization of customer commitment. Structural Equation Modeling with LISREL 8.30 program is used to test the model based on data from a survey of 235 auto repair service customers, Auto2000 in Jabotabek. The research objective is to identify consumer commitment with its antecedent variables that affect consumer's intentions to switch service provider and commitment psychological states.
Commitment component were mediation between antecedent variables and intentions to switch. Thus, commitment consists of normative commitment with subjective norms as an antecedent variable, affective commitment with satisfaction and trust as an antecedent variable, and the last, continuance commitment with switching costs and alternative attractiveness as an antecedent variables. Also interaction between commitments is used to test. The research results support the notion that customer commitment affects intentions to switch service providers and the psychological states underlying that commitment may differ. As such, marketing research consider importance of these different forms of commitment in understanding customer retention.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2005
T18856
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alika Savira
"[ ABSTRAK
Penelitian ini berjudul "Kepercayaan Interpersonal Terhadap Konsumen Dalam
Pembelian Melalui Belanja Online di Indonesia" yang membahas tentang bagaimana
responden bertindak dan membangun kepercayaan atas pembelian dalam lingkungan
online. Karena teknologi sekarang meningkat dan memberikan cara yang paling mudah
bagi pengguna dalam melakukan belanja online, tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen untuk berbelanja secara online,
saat berbelanja di internet memiliki banyak ketidakpastian karena pembeli dan penjual
tidak memiliki interaksi fisik atau keterlibatan. Terdapat risiko yang mungkin, yang dapat
mempengaruhi kepercayaan dalam platform belanja online.
ABSTRACT This research titled ?Interpersonal Trust among Consumers In Purchasing Through
Online Shopping in Indonesia? discuss about how respondents act and build trust upon
purchasing in online environment. As now technology improving and provides the easiest
way for users in doing online shopping. The purpose of this study is to determine what
factors influence consumers to shop online, while shopping on the internet has a lot of
uncertainties since buyer and seller have no physical interaction or engagement. There is
a possible risk, which may affect trust within the online shopping platform. A
questionnaire will be used in Indonesia with two hundred samples and will be spread out
via email and online to the respondents.;This research titled ?Interpersonal Trust among Consumers In Purchasing Through
Online Shopping in Indonesia? discuss about how respondents act and build trust upon
purchasing in online environment. As now technology improving and provides the easiest
way for users in doing online shopping. The purpose of this study is to determine what
factors influence consumers to shop online, while shopping on the internet has a lot of
uncertainties since buyer and seller have no physical interaction or engagement. There is
a possible risk, which may affect trust within the online shopping platform. A
questionnaire will be used in Indonesia with two hundred samples and will be spread out
via email and online to the respondents., This research titled “Interpersonal Trust among Consumers In Purchasing Through
Online Shopping in Indonesia” discuss about how respondents act and build trust upon
purchasing in online environment. As now technology improving and provides the easiest
way for users in doing online shopping. The purpose of this study is to determine what
factors influence consumers to shop online, while shopping on the internet has a lot of
uncertainties since buyer and seller have no physical interaction or engagement. There is
a possible risk, which may affect trust within the online shopping platform. A
questionnaire will be used in Indonesia with two hundred samples and will be spread out
via email and online to the respondents.]"
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Febrina Damayanti
"Karakteristik jasa yang tidak berwujud membuat konsumen sulit melakukan evaluasi sebelum mengkonsumsi, kondisi ini tentu menimbulkan tekanan pada diri konsumen. Secara psikologis, individu yang menghadapi suatu tekanan akan berusaha menguranginya. Hal ini menuntut produsen untuk menjalin hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dengan konsumen. Hubungan semacam ini akan efektif jika terjalin kepercayaan diantara kedua belah pihak.
Pada penelitian ini akan digambarkan bagaimana pengaruh kepercayaan dengan kinerja pemasaran suatu perusahaan jasa yang bergerak dibidang konstruksi. Perusahaan konstruksi sengaja dipilih dengan asumsi bahwa output yang diberikan kepada konsumen bersifat jasa. Pengaruh ini akan digambarkan dengan menggunakan pendekatan system thinking dan system dynamic. Kedua pendekatan ini digunakan untuk memahami dan memperbaiki sistem yang ada. Dengan menggunakan system dynamic, akan diperoleh gambaran bagaimana memformulasikan model yang menggambarkan suatu sistem, melakukan simulasi untuk memahami kebijakan yang lebih baik, dan implementasi (Forrester 1994). System dynamic juga membuat perusahaan mampu untuk melihat kompleksitas, tidak berpikir scarab (non-linearity) dan memahami struktur simpal (loop) umpan balik yang terjadi baik pada sistem sosial maupun fisik.
Setelah dilakukan simulasi terhadap mental model, ternyata diperoleh gambaran bahwa kepercayaan berpengaruh pada kinerja pemasaran perusahaan dalam dua hal. Pertama, kepercayaan mempengaruhi perusahaan dalam menentukan harga satuan proyek. Semakin percaya konsumen pada perusahaan, maka semakin mudah pihak manajemen untuk menentukan harga yang tinggi. Kedua, kepercayaan dapat meningkatkan jumlah proyek pertahun.
Hasil simulasi juga menunjukkan bahwa terdapat empat simpal yang bekerja diantara kepercayaan dan kinerja pemasaran. Simpal pertama dan kedua menunjukkan hubungan positif antara kepercayaan dengan harga satuan dan jumlah proyek pertahun. Kepercayaan konsumen yang tinggi akan menambah harga satuan dan jumlah proyek yang akhirnya akan meningkatkan profit perusahaan. Profit ini digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan sehingga tercipta kepuasan pada konsumen. Selanjutnya, jumlah proyek yang meningkat juga akan menambah biaya (cost) yang dikeluarkan perusahaan dan akan mengurangi profit. Simpal terakhir menunjukkan hubungan yang sebaliknya, dimana jumlah proyek yang meningkat ternyata juga dapat mengurangi kepuasan konsumen. Hal ini akan dialami perusahaan jika terjadi kesenjangan antara jumlah proyek dengan kapabilitas perusahaan.
Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa cara berpikir multi-arah akan membantu perusahaan maupun individu untuk melihat suatu fenomena atau masalah secara keseluruhan. Cara berfikir demikian juga membuat perusahaan mampu mengambil keputusan dan bertindak secara proaktif.

The intangible characteristic of service makes consumption evaluation so hard to do. This condition causes pressure for the customer. Psychologically, the individual that dealing with this pressure will try to reduce this pressure. This condition demand producers to build a healthy long term relationship with their customers. The relationship only works if there's a mutual trust between both sides.
This research describes the effect of trust to the marketing performance in a construction company. Construction company is deliberately chosen with the assumption this company sells services. The effect will be described with system thinking and system dynamic approach. These approaches are used to understand and to repair the existing system. With system dynamics, this company will see the big picture how to formulate model that describe a system, to simulate for better understanding, and to implement it (Forrester, 1994). System dynamic will make the company see the complexity, think non-linearity and understand the feedback loop that happens in the social or physical system.
After some simulation towards the mental model, this research finds that trust effect marketing performance in two ways. First, trust affects the company to determine the price for a project. The higher trust from the customer, the higher the price. Second, trust increases the number of projects.
This simulation shows that there are four loops between trust and marketing performance. The first and second loop shows positive connection between trust and project price and number of project. High trust rate will increase the price and number of project and finally increase company profit. This profit will be used to enhance service quality for customer satisfaction. The increasing in the number of project will add cost and this condition can reduce profit. The last loop show that increasing number of project can reduce customer satisfaction if there is a gap between number of project and company's capability.
According to all of these findings, this research can conclude that multi-dimensional way of thinking can help the company or person to see all aspects of a phenomenon. This way of thinking makes the company able to take the right decision and become proactive.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2004
T18857
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Heru Santoso
"This study explores the effect of consumer confidence in the impact of housing market wealth and stock market wealth on private consumption for a panel of 10 Asian countries. This study using quarterly data from 2010 1st quarter to 2017 4th quarter and applies panel FMOLS method to assess long-term relationship between variables. The results show that the inclusion of consumer confidence changes the previous impact of housing market wealth and stock market wealth on consumption. Particularly, the interaction term between consumer confidence and housing market wealth has a positive significant impact on consumption, which is different from the previous insignificant impact of housing market wealth on consumption. On the other hand, the interaction term between consumer confidence and stock market wealth has a negative significant impact on consumption, which is different from the previous positive significant impact of stock market wealth on consumption. In addition, the supplementary findings show: (1) countries with higher financial sector development have stronger housing market and stock market wealth effect than from countries with lower financial sector development; (2) countries with higher income level have stronger housing market and stock market wealth effect than from countries with lower income level.

Studi ini mengeksplorasi pengaruh kepercayaan konsumen terhadap wealth effect dari pasar perumahan dan pasar saham terhadap tingkat konsumsi di 10 negara Asia. Studi ini menggunakan data triwulanan dari 2010 kuartal pertama hingga 2017 kuartal keempat dan menggunakan metode panel FMOLS untuk melihat hubungan jangka panjang antar variabel. Hasil studi menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen mengubah wealth effect dari pasar perumahan dan pasar saham terhadap tingkat konsumsi. Interaksi dari kepercayaan konsumen dan wealth effect dari pasar perumahan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap konsumsi, berbeda dari dampak sebelumnya yang tidak signifikan dari wealth effect pasar perumahan terhadap konsumsi. Di lain sisi, interaksi antara kepercayaan konsumen dan wealth effect dari pasar saham memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap konsumsi, berbeda dari dampak sebelumnya yang positif dan signifikan dari wealth effect pasar saham terhadap konsumsi. Selain itu, studi ini menunjukkan: (1) negara-negara dengan perkembangan sektor keuangan yang lebih tinggi memiliki wealth effect dari pasar perumahan dan pasar saham yang lebih kuat dibandingkan negara-negara dengan perkembangan sektor keuangan yang lebih rendah; (2) negara-negara dengan tingkat pendapatan yang lebih tinggi memiliki wealth effect dari pasar perumahan dan pasar saham yang lebih kuat dibandingkan negara-negara dengan tingkat pendapatan yang lebih rendah. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T52873
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Dewi Muzdalifah
"Pesatnya perkembangan teknologi telekomunikasi seluar semakin memacu persaingan diantara penyedia jasa operator telepon seluler. Operator telepon seluler dituntut tidak hanya menyediakan produk yang berkualitas tetapi juga memberikan layanan puma jual yang handal guna memberikan kepuasan yang tinggi kepada pelanggannya.
PT Telkomsel sebagai salah satu operator telepon seluler di Indonesia dalam memberikan layanan puma jual kepada pelanggannya memiliki GraPARI dan CAROLINE (Customer Care by On Line) yang merupakan tanggung jawab Divisi Customer Service. GraPAJU adalah tempat dimana pelanggan datang untuk memperoleh layanan puma jual. Pada bagian ini pelanggan memperoleh layanan dari karyawan Customer Service guna memenuhi kebutuhannya.
Untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan guna meningkatkan kualitas layanan GraPARI serta untuk mengetahui dimensi-dimensi layanan yang menjadi prioritas utama pelanggan, maka diadakan penelitian kuantitatif mengenai hal tersebut.
Penelitian ini bersifat deskriptif dan dilakukan dengan menggunakan metode penelitian lapangan dengan menggunakan sampel yang diambil dari pelanggan yang mengunjungi GraPARI. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 200 orang pada saat jam kerja GraPARI.
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan oleh Telkomsel dalam menyusun strategi pelayanan agar tercipta kepuasan pelanggan yang tinggi dan menghasilkan loyalitas pelanggan terhadap perusahaan.
Mengenai tingkat kepuasan responden secara keseluruhan terhadap layanan Customer Service Telkomsel GraPARI Staco, mayoritas responden merasa puas dengan pelayanan yang diberikan dan berminat untuk tetap menjadi pelanggan Telkomsel serta merekomendasikan Telkomsel kepada orang lain.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa dimensi yang dianggap paling penting oleh responden adalah dimensi reliability (24%) dan dimensi responsiveness (23%). Kemudian dapat diketahui pula masih ada beberapa atribut yang memiliki kesenjangan yang besar antara tingkat kepentingan dengan tingkat kepuasan. Dari atribut-atribut yang memiliki kesenjangan besar tersebut dapat dikategorikan dalam 2 kelompok besar, yaitu dimensi reliability (kemampuan pelayanan) dan dimensi assurance (jaminan pelayananan).
Dengan demikian Telkomsel harus meningkatkan kinerja GraPARI, khususnya pada kedua dimensi tersebut yaitu dengan mengadakan workshop dan pelatihan secara reguler dengan tujuan memberikan pelatihan-pelatihan yang berkesinambungan yang difokuskan berdasarkan atribut-atribut pelayanan yang masih belum optimal dalam memberi kepuasan kepada pelanggan, menetapkan Standard Operating Procedure (SOP) yang direvisi tiap 6 bulan dengan tujaun karyawan bekerja menjadi lebih terarah dan cenderung untuk bekerja sesua1 prosedur sehingga tujuan untuk mengoptimalkan kinerja dapat tercapai, diimplementasikannya program aplikasi monitoring dimana pada aplikasi ini pihak supervisor dapat memonitor secara real time apa yang sedang diperbuat oleh karyawan Customer Service. Dan yang tak kalah penting adalah adanya punishment dan reward system sebagai motivator karyawan untuk tnenunjukkan kinerja yang baik.
Dengan memperhatikan hasil analisis weight, analisis gap, dan analisis kuadran atas pelayanan yang diberikan Customer Service Telkomsel GraPARI Staco, diharapkan perusahaan dapat menjaga kinerja yang selama ini telah optimal dan meningkatkan kinerja atribut-atribut yang belum optimal sehingga kepuasan pelanggan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ava Anisa Rakhma
"[ABSTRAK
Perkembangan merek pakaian di Indonesia khususnya Jakarta cukup pesat, banyak ritel pakaian yang bermunculan, khususnya pakaian merek luar negri yang masuk ke pasar retail Indonesia. Indonesia menarik bagi peritel luar negeri tersebut karena banyak data statistik Indonesia yang menigkat, salah satunya menunjukan tumbuhnya kelas menengah Jakarta yang menandakan pertumbuhan kesejahteraan masyarakat semakin membaik. Sehingga, memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki potensi dalam menghadapi persaingan masyarakat ekonomi ASEAN. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu strategi dari pakaian merek luar negeri yang terdapat di Jakarta sehingga dapat diimplementasikan pada local brand.
Penelitian ini membahas purchase intention yang ditinjau dari normative influence, consumer ethnocentrism, consumer confidence, brand consciousness, perceived quality dan emotional value. Model teoritis penelitian ini disampaikan melalui 10 hipotesis dan pengolahan data menggunakan Structural Model Equation. Sample berjumlah 200 responden, dikumpulkan dengan kuesioner online dan offline untuk mencari informasi konsumen yang pernah membeli pakaian merek luar negeri dan bertempat tinggal di Jakarta .
Hasil penelitian menunjukan bahwa normative influence dan consumer confidence memiliki pengaruh positif terhadap brand consciousness. Kemudian penelitian menemukan brand consciousness berpengaruh positif terhadap perceived quality dan emotional value, serta emotional value memberikan pengaruh pada purchase intention. Namun, consumer ethnocentrism dan perceived quality tidak memberikan pengaruh pada purchase intention.;

ABSTRACT
The development of apparel brands in Indonesia, especially Jakarta is quite rapid, many emerging retail apparel, especially foreign apparel brand that enters Indonesian retail market. Indonesia attractive to foreign retailers such as statistical data that shows Indonesia's growth, one of which shows the growth of the middle class in Jakarta which signifies improved public welfare. Thus, shows that Indonesia has the potential to compete in ASEAN economic community. Therefore, this study aims to find out the strategy of foreign apparel brand located in Jakarta so that it can be implemented on local brand.
This study discusses the purchase intention in terms of normative influence, consumer ethnocentrism, consumer confidence, brand consciousness, perceived quality and emotional value. The theoretical model is delivered through 10 research hypotheses and data processing using the Structural Equation Model. Sample were 200 respondents, were collected by a questionnaire online and offline to search for consumers information regarding who ever bought foreign apparel brand and lived in Jakarta.
The results showed that the normative influence and consumer confidence have a positive influence on brand consciousness. Later studies found brand consciousness positive effect on perceived quality and emotional value, as well as the emotional value's influence on purchase intention. However, consumer ethnocentrism and perceived quality have no effect on purchase intention., The development of apparel brands in Indonesia, especially Jakarta is quite rapid, many emerging retail apparel, especially foreign apparel brand that enters Indonesian retail market. Indonesia attractive to foreign retailers such as statistical data that shows Indonesia's growth, one of which shows the growth of the middle class in Jakarta which signifies improved public welfare. Thus, shows that Indonesia has the potential to compete in ASEAN economic community. Therefore, this study aims to find out the strategy of foreign apparel brand located in Jakarta so that it can be implemented on local brand.
This study discusses the purchase intention in terms of normative influence, consumer ethnocentrism, consumer confidence, brand consciousness, perceived quality and emotional value. The theoretical model is delivered through 10 research hypotheses and data processing using the Structural Equation Model. Sample were 200 respondents, were collected by a questionnaire online and offline to search for consumers information regarding who ever bought foreign apparel brand and lived in Jakarta.
The results showed that the normative influence and consumer confidence have a positive influence on brand consciousness. Later studies found brand consciousness positive effect on perceived quality and emotional value, as well as the emotional value's influence on purchase intention. However, consumer ethnocentrism and perceived quality have no effect on purchase intention.]"
2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harry Chrismanaria
"Tingkal kompetisi dalam industri selular kian hari kian meningkat. Pertumbuhan industri selular yang sedemikian tinggi dipacu antara lain oleh tingkat mobilitas masyarakat, harga ponsel yang semakin terjangkau, dan tarif kartu perdana dari operator selular yang murah. Saat ini, operator berlomba mempertahankan dan menambah pelanggannya dengan promosi yang memicu permasalahan baru yaitu menurunnya margin. Alternalif solusinya adalah dengan membangun ekuitas merek.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program pemasaran yaitu price deals. intensitas iklan dan intensitas distriibusi terhadap ekuites merek dan dimensi-dimensinya dengan menggunakan analisis regresi. Penelitian membuktikan pula bahwa program pemasaran memberikan pengaruh positif terhadap dimensi-dimensi ekuitas merek yang selanjutnya memberikan efek positif terhadap ekuitas merek. Elemen price deals yang diduga berpengaruh negatif terhadap persepsi kualitas dan brand awareness tcmyata justru berpengaruh positif. Intensitas iklan berpengaruh paling dominan diikuti intensitas dislribusi dan price deals. Oleh sebab itu disarankan kepada operator selular untuk berhati-hati dalam memberikan price deals, terutama dengan adanya potensi turunnya tingkal revenue dan profit perusahaan. Proporsi iklan untuk mengkomunikaslkan keunggulan kompetitif, positioning dan image merek perlu ditingkatkan. Hubungan baik dan kerjasama dengan berbagai mitra saluran distribusi seperti outlet ritel operaror dan bank, perlu terus dipelihara dan ditingkatkan.

Day by day competition level of cellular industry is growing. This growth was accelerated by the mobility of the people, low handset price. and low subscription fee. Nowadays operators are competing in maintain and adding customers by using promotions which gives operators a new problem that is the decrease of profit margin. An alternative solution to this situation is brand equity.
This research objectives was to analyze the effects of marketing activities (consist of : price deals, advertising intensity dan distribution intensity) upon brand equity and its dimensionality by using regression analysis. The research proves that marketing activities correlates positively to dimensionality of brand equity and brand equity itself as well. Although price deals was Hypothezed to correlate negatively to perceived quality and brand awareness, it turns out that the research proves it correlates positively. Advertising intensity has the biggest effects to brand equity, followed by distribution intensity and price deals. Operator should implement price deals carefully, especially by the possibility of revenue and profit decrease. Proportion of advertising to communicate competitive advantage, positioning, and brand image must be elevated. Good relationships and cooperations with channel partners such as banking and outlets must be kept and increased all the time.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T18596
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ina Putriana
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari attitudinal loyalty dan behavioral loyalty terhadap intensi pembelian kembali pelanggan terhadap restoran Jepang Sushi Tei. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode riset kuantitatif berdasarkan model penelitian Leingpibul, Thomas, Broyles, dan Ross (2009). Survei dilakukan terhadap 160 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa attitudinal loyalty berpengaruh langsung terhadap intensi pembelian kembali konsumen Sushi Tei. Selain itu, behavioral loyalty juga terbukti memediasi pengaruh attitudinal loyalty terhadap intensi pembelian kembali. Dari hasil penelitian ini juga terbukti bahwa meet expectation dan affective feeling state memiliki pengaruh positif terhadap attitudinal loyalty.

This study aimed to determine the effect of attitudinal loyalty and behavioral loyalty to customer repurchase intentions toward the Japanese restaurant Sushi Tei. This study used quantitative research method approach based on the research model Leingpibul, Thomas, Broyles, and Ross (2009). The survey was conducted on 160 respondents. The results showed that attitudinal loyalty directly influence consumer repurchase intentions Sushi Tei. In addition, behavioral loyalty is also shown to mediate the influence of attitudinal loyalty on repurchase intention. From the results of this study also proved that meet expectation and affective feeling state has a positive effect on attitudinal loyalty."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S44277
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rr Dinda Yurie
"ABSTRAK
Identitas suatu perusahaan memegang peranan penting dalam sebuah perusahaan. Hal inilah yang dapat memperkuat persaingan bisnis diantara perusahaan-perusahaan lain. Persepsi yang ada di konsumen terbentuk berdasarkan beberapa faktor terkait seperti publisitas yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang kemudian akan membentuk image diferensiasi bagi suatu brand dalam kasus ini IKEA dengan competitor brand lainnya yang berbasis sama. IKEA sebagai salah satu perusahaan ritel yang menjual perabot rumah tangga menjadi objek penelitian yang diteliti, Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan penggunaan konsep teori seperti brand, corporate brand, brand identity, image diferensiasi dan persepsi digunakan dalam penelitian ini. Selain itu juga penelitian ini meliputi publisitas yang dilakukan oleh IKEA serta media yang digunakan. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa IKEA sebagai brand yang sudah dikenal sesuai dengan target dan segmentasi pengunjungnya, sudah mempunyai identitas sendiri yang dalam hal ini diwakilkan oleh Logo dan kosnep toko display yang mempunyai karakter sendiri. Sebagai saran, IKEA perlu terus melakukan pendekatan terhadap konsumen dan melakukan promosi brand secara terus-menerus dan konsisten sehingga dapat bersaing dengan brand kompetitor.

ABSTRACT
Corporate Brand identity holds important role in a company. This is to strengthen the business competition between other companies, in this case retailers selling household goods. Consumer perception built based on several factor such as corporate publicity that will build image differentiation for a brand in this case IKEA with other brands of competitors. IKEA, as one of the players in selling household goods is the object in this project. Where this project is aimed to see and understand what is a corporate brand, brand identity and consumer perception. The theory of brand, corporate brand, brand identity and image differentiation perception are used in this project. Furthermore, this project also include publicity that IKEA have done and the media used. The findings are IKEA is a well known brand according to its readers target segmentation, which gather from interviews with IKEA consumers in Indonesia, especially Jakarta. As a practical input, continuous consistent brand promotion is needed for IKEA to compete with the competitors. The results obtained from this study is that IKEA as a brand already known in accordance with the target and segmentation of visitors, while for consumer brand identity viewed IKEA already has its own identity to differentiate its brand with other brands in this case is in the home furnishings retail business . As a suggestion, researchers feel IKEA customers continue to pursue and promote brand continuously and consistently so that it can compete with brand competitors "
2017
T47376
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>