Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sri Febrianne Windiastrisa
"ABSTRAK
Laporan magang ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Extraversion, Neuroticism dan Openness to Experience fans fanspage PT.ADM terhadap liking dan commmenting dengan mediasi broadcsting dan communicating yang menghasilkan liking dan communicating. Desain penelitian yang digunakan adalah regensi berganda one failed.pengumpulan data dilakukan dengan metode survey melalui google form berdasarkan non probality sampling ( sugmental ).Responden
penelitian berjumlah 157 orang responden para pengikut facebook fanspage PT.ADM yang tinggal di wilayah indonesia.meodel penelitian dengan hipotesis 10
( sepuluh ). Hipotesis ini di olah menggunakan Spps 21. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Extraversion berpengaruh postif terhadap Broadcasting dan berelasi positif terhadap Liking dan Commenting.

ABSTRACT
This internship report examines the effect of Extraversion, Neuroticism and Opennes to Experience of fans to liking and commenting behaviour on facebook fanspage PT. ADM with mediation Broadcasting and Communicating. Reasearc
design using Multiple Regression one-tailed. Gathering fans information using survey methode using Googgle Form based on non probability sampling (sugmental). 157 fans Facebook fanspage PT. ADM living in Indonesia use to be research. In these research, there is 10 (ten) hipotesis. These Hipotesis process by SPSS 21. The research result states that Extraversion has positif effect to Broadcasting has postive relationship with Liking and Commenting."
2017
S68461
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nisa Auliani
"Anak-anak usia sekolah cenderung mengonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah serat termasuk sayur. Rendahnya konsumsi sayur pada periode ini dalam jangka pendek dapat menyebabkan kerusakan sel, lemahnya imunitas tubuh, ISPA, dan masalah pencernaan sedangkan dampak jangka panjangnya dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kronis seperti penyakit jantung koroner, COPD, stroke, kardiovaskular, dan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan proporsi konsumsi sayur anak usia 10-11 tahun berdasarkan food neophobia dan faktor lainnya di SDN Polisi 1 Kota Bogor. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 142 responden. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner serta formulir food record 2x24 jam oleh responden. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 18,3% responden yang mengonsumsi sayur setiap hari dan rata-rata konsumsi sayur responden hanya 33,75 gram per hari. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan proporsi konsumsi sayur yang bermakna berdasarkan faktor kesukaan, keyakinan diri, hambatan, dan preferensi sayur. Edukasi mengenai pentingnya konsumsi sayur perlu diberikan kepada anak usia sekolah serta orang tuanya untuk mencapai anjuran konsumsi sayur yang direkomendasikan.

School aged children tend to eat high-fat and low fiber foods, also low vegetable intake. Low vegetable consumption in this period cause cell damage, low imunity system, URI, and inflammatory bowel disease, besides long term effect can cause heart disease, COPD, stroke, CVD, and cancer. The study aims to determine the proportional differences of vegetable consumption in 10-11 years old children based on food neophobia and the other factos at Polisi 1 Public Elementary School in Bogor City. This quantitative study uses cross sectional design with 142 respondents. Data were collected through self-registered questionnaire and 2x24 hours food record form and analysed using chi-square test. The result showed that there were only 18,3% respondents who eat vegetables daily and only 33,75 gram vegetables consumed each day. Statistical analysis also showed a significant vegetable consumption differences based on liking, self efficacy, perceived barrier, and vegetable preferences. Nutrition education is needed for school aged children and their parents to reach daily vegetable recommendation intake.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andang Fazri
"Teori kontaminasi konsumen menunjukkan bahwa konsumen memiliki penilaian yang lebih rendah terhadap produk yang telah disentuh oleh orang lain, dimana hubungan antara sentuhan dan evaluasi dimediasi oleh jijik. Teori ini juga menyatakan bahwa semakin banyak orang yang menyentuh produk, rasa jijik akan semakin kuat dan evaluasi produk akan semakin rendah. Penelitian sebelumnya menggunakan penataan produk yang tidak rapi sebagai isyarat kontaminasi dan jumlah produk yang sedikit digunakan untuk menguatkan persepsi kontaminasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kombinasi penataan produk yang tidak rapi dan jumlah produk yang sedikit menghasilkan intensi membeli yang rendah. Di sisi lain, studi tentang kerapian menunjukkan bahwa orang tidak menyukai ketidakrapian itu sendiri, sehingga tampilan rak yang tidak rapi dapat menyebabkan evaluasi produk yang rendah. Studi tentang kelangkaan produk menyatakan bahwa jumlah produk yang terbatas adalah isyarat kelangkaan yang meningkatkan evaluasi positif produk. Penelitian ini bertujuan untuk menguji persepsi mana yang muncul secara signifikan sebagai respon konsumen terhadap penataan yang tidak rapi dan jumlah produk yang terbatas, serta untuk menguji apakah peran mereka sebagai variabel mediasi menyebabkan rendahnya intensi beli. Dengan menguji hal tersebut, dapat dijelaskan mengapa penataan produk tidak rapi dan jumlah produk yang terbatas dapat mempengaruhi intensi membeli. Penelitian ini melibatkan 345 partisipan dan terdiri dari 2 studi eksperimental 2 (Pengaturan produk: rapi, tidak rapi) x 2 (Jumlah produk: stok penuh, stok satu buah) between subjects. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk produk makanan dalam kemasan tampilan rak yang tidak rapi menyebabkan dua persepsi negatif yaitu persepsi terkontaminasi dan persepsi tidak menyukai penataan produk, kedua persepsi tersebut menurunkan intensi membeli. Kemudian jumlah produk yang terbatas menimbulkan persepsi laris sehingga meningkatkan intensi membeli. Sedangkan pada produk makanan tanpa kemasan, penataan produk yang tidak rapi menimbulkan persepsi konsumen yang tidak menyukai ketidakrapian tersebut sehingga mempengaruhi turunnya penilaian dan intensi konsumen untuk membeli. Kemudian konsumen tidak menyukai produk yang jumlahnya sedikit, dimana hubungan antara jumlah produk dan intensi membeli adalah hubungan langsung tanpa mediator Ini menjelaskan secara teoritis mengapa susunan dan kuantitas produk mempengaruhi niat beli.

Theory of Consumer contamination suggests that consumers have lower evaluation on products that have been touched by others, where the relationship between touch and the evaluation is mediated by disgust, because it is perceived that the product has been contaminated. This theory also states that the more people who touch the product, the disgust will be stronger and the product evaluation will be lower. Previous research used disorganized shelf display as contamination cue and used limited product quantity to reinforce disgust. The research has shown that a combination of disorganized arrangement and limited product quantity resulted a low buying intention. On the other hand, the study of neatness suggests that people like neatness and dislike messiness, so that disorganized shelf display can lead to a low product evaluation because consumer does not like the messiness. The study of the products scarcity states that the limited product quantity is a scarcity cue that increases the positive evaluation of the product. This study aims to examine which perceptions arise significantly in response to disorganized shelf display and limited product quantity, as well as to examine whether their role as mediation variables lead to low buying intention. By doing those, can be explained why disorganized shelf display and limited product quantity can affect buying intentions. This study involves 345 participants and uses experimental study 2 (Product arrangement: organized, disorganized) x 2 (Product quantity: fully-stocked, one piece_stocked) between subjects. The test results indicate that disorganized shelf display will cause two negative perceptions, they are the contaminated perception and the perception of disliking the product arrangement, the both perceptions lower the buying intention. Then the product quantity raises the perception of high demand that increases the buying intention."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dende Mandalike
"ABSTRAK
enelitian ini bertujuan untuk mencari tahu pengaruh dari fan page liking pada media sosial Facebook pengusaha kecil dan menengah terhadap keinginan membeli, kecintaan akan produk, dan penyebaran word of mouth. Unit analisis dari penelitian ini adalah Abekani Jogja dengan objek yaitu 150 followers facebook fan page Abekani Jogja yang telah menjadi anggota selama minimal 3 bulan. Desain dari penelitian ini adalah konklusif deskriptif dengan non probability sampling secara judgemental dan snowball. Data diolah menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil dari penelitian ini adalah fan page liking secara positif mempengaruhi purchase intention, brand love, dan word of mouth.

ABSTRACT
This research aims to find the impacts of fan page liking of Facebook of the small and medium scale entrepreneurs towards purchase intention, brand love, and word of mouth. Unit of this analysis is small and medium scale entreprenerus Abekani Jogja with the objects of this research is 150 of facebook fan page followers of Abekani Jogja. Design of this research is conslusive descriptive with non probability sampling in judgemental and snowball way. The data has processed using Structural Equation Modeling (SEM). The result of this research is fan page liking positively affects purchase intention, brand love, and word of mouth.
"
2016
S64034
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Febrianne Windiastrisa
"ABSTRAK
Laporan magang ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Extraversion, Neuroticism dan Openness to Experience fans fanspage PT.ADM terhadap liking dan commmenting dengan mediasi broadcsting dan communicating yang menghasilkan liking dan communicating. Desain penelitian yang digunakan adalah regensi berganda one failed.pengumpulan data dilakukan dengan metode survey melalui google form berdasarkan non probality sampling sugmental .Responden penelitian berjumlah 157 orang responden para pengikut facebook fanspage PT.ADM yang tinggal di wilayah indonesia.meodel penelitian dengan hipotesis 10 sepuluh . Hipotesis ini di olah menggunakan Spps 21. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Extraversion berpengaruh postif terhadap Broadcasting dan berelasi positif terhadap Liking dan Commenting.. Kata Kunci : Social Media, Facebook, Facebook fanspage, Automotif, Liking, Commenting, Broadcasting, Communicating, Extraversion, Neurotiscism, Openess to Experience.

ABSTRACT
This internship report examines the effect of Extraversion, Neuroticism and Opennes to Experience of fans to liking and commenting behaviour on facebook fanspage PT. ADM with mediation Broadcasting and Communicating. Reasearc design using Multiple Regression one tailed. Gathering fans information using survey methode using Googgle Form based on non probability sampling sugmental . 157 fans Facebook fanspage PT. ADM living in Indonesia use to be research. In these research, there is 10 ten hipotesis. These Hipotesis process by SPSS 21. The research result states that Extraversion has positif effect to Broadcasting has postive relationship with Liking and Commenting. Key Word Social Media, Facebook, Facebook fanspage, Automotive, Liking, Commenting, Broadcasting, Communicating, Extraversion, Neurotiscism, Openess to Experience "
2017
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Adi Zakaria Afiff
"The starting point of this study is the phenomenon termed misleading brand placement, a condition found where the brand placement in a movie depict the brand in a time where the brand has not yet exist, providing the brand an older age. As the brand used in the brand placement is a brand with high brand equity, the combination of older age and high brand equity is suspected to give a higher evaluation of the brand. To test these suspicions, 3 experiments were conducted to see the influence of consumer knowledge of the misleading brand placement, brand equity and movie liking toward the brand attitude. The results show that when consumers do not have knowledge of the misleading brand placement they are not affected by misleading brand placement; but when they know of the misleading brand placement, brand attitude tend to be still be high when brand equity is high; and finally, when brand equity is high, a positive movie liking can further strengthen brand equity in reducing the negative effect of the misleading brand placement."
Depok: Universitas Indonesia, 2014
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library