Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rizqi Nursasmita
"ABSTRAK
Perawat anak memiliki peran penting untuk mencegah terjadinya dampak negatif hospitalisasi melalui aplikasi konsep perawatan atraumatik dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi secara mendalam tentang pengalaman yang dialami perawat dalam memberikan perawatan atraumatik pada anak yang mengalami hospitalisasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif fenomenologi. Pengambilan data melalui wawancara terhadap tujuh perawat. Hasil penelitian menggambarkan empat tema yaitu dualisme peran orang tua dalam perawatan atraumatik, dilemma perawatan atraumatik di rumah sakit, pendekatan unik yang digunakan perawat dalam perawatan atraumatik, dan refleksi perawatan atraumatik untuk perawat

ABSTRACT
A nurse has an important role to prevent the negative impact of hospitalization through the application of concepts atraumatic care in providing nursing care in children. The research aim is to explore the experiences of nurses in providing atraumatic care for children during hospitalization. This research's method using qualitative phenomenology descriptive study. Collecting data through interviews with seven nurses. The results of the study describes the four themes, namely a duality of the role of parents in the atraumatic care, support hospitals dilemma in atraumatic care, nursing interventions used in atraumatic care, and the reflection of atraumatic care for nurses"
Lengkap +
2016
T45803
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indrati Wuryastuti
"ABSTRAK
Keperawatan pada klien yang dirawat lama pada ruang rehabilitasi belum dikenal
masyarakat, sedangkan mereka melaksanakan pelayanan keperawatan secara
komprehensif dan holistik. Penelitian ini mempelajari pengalaman perawat pelaksaua
dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang dilakukan rehabilitasi
medik di RSPAD Gatot Subroto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan
metode fenomenologi. Sampel dalam penelitian ini dalah sebanyak 5 orang, dan
mereka mempunyai karateristik yang berbeda. Perawat pelaksana yang dijadikan
partisipan sudah diidentifikasikan sebelumnya,sehingga diharapkan telah mempunyai
pengalaman yang cukup dalam melaksanakan tugasnya. Pengumpulan data dilakukan
dengan wawancara mendalam, sedangkan analisa data dilakukan dengan cara Colaizi.
Dari analisa data tersebut ditemukan 5 tema yaitu: 1). Motivasi perawat pelaksana
dalam bekerja, 2). Makna bekerja bagi perawat pelaksana, 3). Cara merawat pasien,
4) Hambatan dalam bekerja, 5) Kebutuhan dan harapan perawat pelaksana dalam
bekerja.
Kesimpulan: Pengalaman para perawat pelaksana menunjukkan bahwa motivasi
bekerja adalah sebagai tugas, disamping itu kegembiraan atas keberhasilan dalam
merawat pasien juga menjadi motivasi. Selanjutnya disimpulkan pula bahwa perawat
pelaksana membutuhkan pelatihan guna kelancaran tugasnya disamping itu mereka
juga ingin memperoleh kesempatan untuk melanjutkan kejenjang yang
yang lebih tinggi.
Rekomendasi yang diajukan adalah agar pihak Direksi dan Manajemen Keperawatan
memfasilitasi kebutuhan para perawat pelaksana dan kesempatan untuk melanjutkan
pendidikan guna meningkatkan mutu asuhan keperawatan disamping itu pembinaan
yang terus menerus akan nilai-nilai luhur yang diyakini perawat pelaksana perlu dilakukan."
Lengkap +
2007
T22852
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Friska
"Discharge planning atau Perencanaan Pemulangan Pasien (P3) telah menjadi masalah penting dalam reformasi sistem perawatan kesehatan secara global. Perencanaan pemulangan pasien masih menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, penyedia layanan kesehatan sangat berperan dalam meningkatkan asuhan keperawatan yang berkelanjutan yaitu proses perencanaan pemulangan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi mendalam tentang pengalaman perawat dalam pelaksanaan Perencanaan Pemulangan Pasien. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini terdapat 12 partisipan yang bekerja diruangan instalasi rawat inap dengan melakukan rekrutmen partisipan dan menggunakan key informan untuk mendapatkan calon partisipan dengan variasi maksimal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis tematik metode Collaizi. Pengambilan data dilakukan selama satu bulan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur secara online melalui aplikasi zoom. Penelitian ini didapatkan 10 (sepuluh) tema yaitu: 1) Rencana tindakan pemulangan pasien yang bertujuan untuk mencegah kekambuhan dan meminimalkan cost; 2) Pelaksanaan perencanaan pulang di RS sangat penting, sudah baik, cukup baik dan tidak penting; 3) SOP pelaksanaan perencanaan pulang dilakukan sejak awal pasien dirawat dengan melakukan asuhan keperawatan dan penetapan estimasi pemulangan pasien; 4) Faktor-faktor yang memengaruhi perencanaan pulang adalah faktor personil dengan melakukan kolaborasi antar tenaga kesehatan dan faktor perjanjian dengan membuat rujukan dan penggunaan fasilitas kesehatan; 5) Peran dan tanggung jawab perencanaan pulang adalah tugas kepala ruangan dan katim; 6) Hal yang menyenangkan bagi perawat adalah reward dan pasien pulang sesuai target, yang kurang menyenangkan adalah keluarga tidak kooperatif dan pasien sering ditinggal sendiri; 7) Untuk mengedukasi keluarga butuh keyakinan perawat terhadap kompetensinya; 8) Motivasi Perawat dalam pelaksanaan perencanaan pulang agar bisa menjadi role model bagi teman sejawat dan meningkatkan mutu serta kualitas pelayanan asuhan keperawatan; 9) Hambatan perawat terkait perencanaan pulang yang sering terlewatkan karena tingginya mobilitas perawat dan tidak sempat menulis; dan 10) Kebutuhan perawat dalam meningkatkan pelayanan di RS terkait pelaksanaan perencanaan pulang yaitu manajemen melakukan monitoring evaluasi langsung, menjadikan sebagai salah satu indikator kinerja dan mengadakan pelatihan sesuai kebutuhan.

Discharge planning has become an important issue in the reform of the global health care system. Discharge planning is still a challenge in itself in health services. Therefore, health care providers play a very important role in improving sustainable nursing care, namely the process of planning for discharge planning. The purpose of this study is to explore in-depth about the experiences of nurses in implementing discharge planning. The design of this study uses qualitative research with a phenomenological approach. This study consisted of 12 participants who worked in inpatient installation rooms by recruiting participants and using key informants to obtain potential participants with maximum variation. Data analysis was performed using the Collaizi thematic analysis method. Data collection is carried out for one month using online semi-structured interviews through the zoom application. This study found 10 (ten) themes, namely: 1) discharge planning have a purpose to prevent recurrence and minimize costs; 2) Implementation of discharge planning at the hospital is very important and not important; 3) SOP for discharge planning implementation is carried out from the beginning of the patient being treated by providing nursing care and determining the patient's discharge estimate; 4) Factors affecting discharge planning are personnel factors by collaborating among health workers and agreement factors by making referrals and using health facilities; 5) The roles and responsibilities for return planning are the duties of the head of the room and the orphans; 6) something fun for nurses in carrying out discharge planning is the reward and the patient going home according to the target, what is less fun is that the family is not cooperative and the patient is often left alone; 7) To educate families, nurses need confidence in their competence; 8) Motivation of nurses in implementing discharge planning so that they can become role models for colleagues and improve the quality and quality of nursing care services; 9) Nurses' obstacles related to discharge planning which are often overlooked due to the high mobility of nurses and not having time to write; and 10) The need for nurses to improve services in hospitals related to the implementation of discharge planning, namely management to monitor direct evaluations, make it one of the performance indicators and provide training as needed."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisaa Fitrah Umara
"Perawat memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian pasien gagal jantung. Dukungan untuk memandirikan pasien menjadi sulit dikarenakan hubungan perawat dengan pasien mengalami hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman perawat dalam mendukung kemandirian pasien gagal jantung yang memiliki masalah ketidakpatuhan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan teknik snowball dan didapatkan partisipan sebanyak 8 orang perawat di Cardiovascular Care Unit. Analisis data penelitian ini menggunakan metode content analysis Collaizi. Hasil penelitian didapatkan empat tema: edukasi tidak terstruktur sebagai upaya utama yang dilakukan perawat dalam mendukung kemandirian pasien gagal jantung; keterbatasan pendidikan, ekonomi, budaya, dan koping pasien menjadi tantangan bagi perawat untuk memandirikan pasien; perawat merasa adanya jarak dengan pasien untuk mempengaruhi kemandirian pasien; dan perawat merasakan keterbatasan ilmu dan keterampilan dalam komunikasi untuk mempengaruhi pasien. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pemikiran bagi perawat untuk mendukung kemandirian pasien gagal jantung yang memiliki masalah ketidakpatuhan.

Nurse have an important role in supporting self-care of heart failure patients. However, in the context of health care, sometimes nurse-patients relationships become difficult. The purpose of this study was to explore the nurses experiences in supporting self-care of non-adherence heart failure patients. This study applied a qualitative research phenomenology. Data were collected using a snowball technique and gathering 8 nurses in Cardiovascular Care Unit as participants. A Collaizi content analysis method was employed. Four themes derived were: unstructured education is a major method of nurse in supporting self-care; limited education, economy, culture, and coping of patients became a challenge for nurses to support the patient's self-care; nurse felt a distance with the patients to influence the patient's self-care; and nurses? lack of knowledge and communication skills in influencing the patients. This study provides thoughts for nurses to support non-adherence heart failure patients."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
T44181
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ningning Sri Ningsih
"Perawatan paliatif banyak diberikan pada anak dengan kanker yang berfokus untuk mengatasi keluhan yang timbul, tidak mengobati dan meningkatkan kualitas hidup anak diakhir kehidupannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Sebanyak 7 perawat yang memberikan perawatan paliatif Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisa dengan metode Collaizi. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema yaitu memahami prinsip perawatan paliatif, cara memberikan perawatan paliatif, kepuasan dalam memberikan perawatan paliatif, tantangan dalam memberikan perawatan paliatif, upaya mengatasi tantangan serta harapan dan kebutuhan untuk meningkatkan perawatan paliatif. Direkomendasikan untuk pelatihan perawatan paliatif pada tim paliatif dan untuk meningkatkan akses pelayanan dengan memperbanyak pusat perawatan paliatif.

Palliative care are given to children with cancer in terminal condition that are focused on the symptoms management and increase the quality of life. The research applies qualitative method with descriptive phenomenology approach. The participant is a nurses who provide palliative care. The data was collected through interviews and analyzed using Collaizi method. Six themes were identified as a result of this study : understanding principal of palliative care, activity in providing palliative care, satisfaction to provide palliative care, challenge to provide palliative care, effort to handling in palliative care, hope and need to improve palliative care. The finding of this study describe there was different of perception about palliative care so the treatment provide was not optimal. This study recommends to palliative care training program to improve service access by increasing the number of palliave care center."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2011
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Sartika
"ABSTRAK
Self efficacy perawat penting dalam penggunaan sistem informasi keperawatan
karena dapat menentukan keberhasilan penggunaannya, meningkatkan kualitas
dokumentasi keperawatan dan kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian
fenomenologi ini bertujuan untuk mengeksplorasi self efficacy perawat dalam
penggunaan sistem informasi keperawatan (SIMKEP) di RSIA Bunda Jakarta.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada sepuluh
perawat yang memiliki kepercayaan diri menggunakan SIMKEP dan dianalisis
dengan metode Colaizzi. Hasil penelitian ditemukan beberapa tema yaitu respon
menggunakan SIMKEP, keuntungan menggunakan SIMKEP, kepercayaan diri
menggunakan SIMKEP, upaya-upaya untuk mampu menggunakan SIMKEP,
kendala dalam menggunakan SIMKEP, faktor-faktor yang meningkatkan
kepercayaan diri menggunakan SIMKEP, dan harapan dalam menggunakan
SIMKEP. Hal baru yang ditemukan pada penelitian ini yaitu waktu munculnya
kepercayaan diri menggunakan SIMKEP, bentuk kendala dari rekan kerja, hal-hal
yang dilakukan dalam menghadapi kendala serta harapan tentang reward dapat
meningkatkan self efficacy perawat dalam menggunakan SIMKEP.
Direkomendasikan kepada perawat untuk meningkatkan self efficacy melalui
mempelajari SIMKEP, sering menggunakan SIMKEP, mengikuti pelatihan
tentang SIMKEP serta melanjutkan pendidikan dan kepada manajer diharapkan
agar dapat mengoptimalkan peran dan fungsi-fungsi manajemen untuk
meningkatkan self efficacy perawat dalam menggunakan SIMKEP.

Abstract
Nurse?s self efficacy was an important aspect for nursing information system as it
can determine the success of its use, improve the quality of nursing documentation
and the quality of nursing services. A phenomenology study was carried out to
explore the nurse?s self efficacy in utilizing nursing information system
(SIMKEP) in Bunda Mother and Child Hospital Jakarta. The method of data
collection was indepth interview to ten nurses who have self efficacy in using
SIMKEP and data was analyzed by Colaizii?s method. The study found several
themes that use SIMKEP responses, the advantages of using SIMKEP, self
efficacy in using SIMKEP, efforts to use SIMKEP, barriers in using SIMKEP,
factors that increase self efficacy and expectations in using SIMKEP. The newly
found in this study were the emergence of self efficacy in using SIMKEP, the
shape constraints of co workers, things were done in the face of barriers and
expectations about the rewards can increase self efficacy in using SIMKEP.
Recommended for nurses to enhance self efficacy by learning SIMKEP, often
using SIMKEP, training and continues the education, and the managers in order to
optimize the role and management functions to enhance self efficacy in using
SIMKEP nurses."
Lengkap +
2012
T31406
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Siahaan, Marthalena
"Kepatuhan perawat dalam melaksanakan praktik pencegahan dan pengendalian infeksi dipengaruhi oleh persepsi dan pengalaman dalam berinteraksi dengan IPCN. Studi ini merupakan studi kualitatif fenomenologi yang bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam berinteraksi dengan IPCN. Metode yang digunakan adalah wawancara secara mendalam terhadap 11 perawat dengan durasi 30-60 menit yang berasal dari 8 area pelayanan di rumah sakit. Wawancara direkam audio kemudian dibuat transkrip wawancara. Analisis tematik dilakukan dengan menggunakan lima fase analisis data kualitatif yaitu: compiling, diassembling, reassembling, interpreting dan concluding.
Hasil penelitian menemukan bahwa perawat memiliki interaksi yang minimal dengan IPCN dan menemukan pelaksanaan tugas IPCN yang belum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi pemahaman perawat terhadap fungsi IPCN dengan melibatkan pihak manajemen, serta merencanakan pendidikan formal ners spesialis pengendali infeksi kepada IPCN untuk memaksimalkan asuhan keperawatan.

Nurse experience in interacting with infection prevention and control nurse (IPCN). Nurse compliance in implementing infection prevention and control practices is influenced by perceptions and experiences in interacting with IPCN. This study is a phenomenological qualitative study that aimed to explore the experience of nurses in interacting with IPCN. The method used was in-depth interviews with 11 nurses, once for about 30-60 min, from 8 service areas in the hospital. Interviews were audio recorded and field note were made then transcripts of interviews were made. Thematic analysis was carried out using five phases of qualitative data analysis, namely: compiling, diassembling, reassembling, interpreting and concluding.
The results of the study found that nurses had minimal interaction with IPCN and found that the implementation of IPCN duties had not been maximized according to the Regulation of the Minister of Health. This study recommends optimizing nurses understanding of the functions of IPCN by involving management, as well as pursue formal education for infection control specialists to IPCN to maximize nursing care.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
T54058
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ellya Fadllah
"Klien gangguan jiwa merupakan salah satu dari kelompok rentan terdampak pandemi COVID-19. Kasus terkonfirmasi yang semakin banyak berdampak terhadap peningkatan jumlah klien gangguan jiwa dengan COVID-19, khususnya yang menjalani perawatan di rumah sakit jiwa rujukan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang makna merawat klien gangguan jiwa dengan COVID- 19. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan penelitian adalah perawat kesehatan jiwa sebanyak 15 orang, yang didapatkan dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam menggunakan pertanyaan semi terstruktur. Hasil wawancara dalam bentuk transkrip dianalisis dengan menggunakan teknik Colaizzi. Hasil penelitian menghasilkan lima tema yaitu pengalaman positif selama merawat klien gangguan jiwa dengan COVID-19, tantangan pemberian asuhan keperawatan klien gangguan jiwa dengan COVID-19, pengalaman fisik dan psikologis yang tidak menyenangkan, kesulitan fasilitas pendukung untuk stabilisasi masalah fisik, dan harapan perawat kesehatan jiwa dalam merawat klien gangguan jiwa dengan COVID-19. Penelitian ini merekomendasikan agar perawat kesehatan jiwa mempersiapkan diri secara fisik dan psikologis sebelum bertugas, meningkatkan kompetensinya terutama dalam perawatan masalah fisik klien gangguan jiwa dengan COVID-19.

Clients with mental disorders are one of the vulnerable groups affected by the COVID- 19 pandemic. The increasing number of confirmed cases has an impact on the increase in the number of clients with mental disorders with COVID-19, especially those undergoing treatment at a referral mental hospital. The purpose of this study was to gain an in-depth understanding of the meaning of caring for clients with mental disorders with COVID-19. This study uses a qualitative design with a descriptive phenomenological approach. The research participants were 15 mental health nurses, which were obtained by purposive sampling technique. Methods of collecting data with in-depth interviews using semi-structured questions. The results of the interviews in the form of transcripts were analyzed using the Colaizzi technique. The results of the study produced five themes, namely positive experiences while caring for clients with mental disorders with COVID-19, challenges in providing nursing care for clients with mental disorders with COVID-19, unpleasant physical and psychological experiences, difficulties with supporting facilities for stabilizing physical problems, and expectations of mental health nurses in treating clients with mental disorders with COVID-19. This study recommends that mental health nurses to prepare physically and psychologically before serving, increase their competence, especially in treating physical problems for clients with mental disorders and COVID-19."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nuryanih
"[ABSTRAK
Perawat memegang peranan penting dalam pemberian asuhan keperawatan serta mendampingi
pasien dengan kanker ginekologi selama 24 jam. Pada pelaksanaan, belum semua perawat
melakukan pengkajian psikoseksual ketika memberikan asuhan pelayanan keperawatan untuk
menggali masalah seksual akibat terapi yang dialami oleh pasien kanker. Penelitian ini bertujuan
untuk mengeksplorasi pengalaman perawat yang bekerja diunit ongkologi dalam mendiskusikan
isu seksual dengan pasien dan penyintas kanker ginekologi. Secara keseluruhan fenomena yang
didapatkan dalam penelitian ini adalah suatu gambaran pengalaman perawat dalam
mendiskusikan isu seksual dengan pasien kanker ginekologi. Penelitian dengan metode kualitatif
dengan desain fenomenologi ini melibatkan sampel sepuluh partisipan. Analisa hasil penelitian
dilakukan dengan cara analisa isi dengan menyimpulkan pernyataan partisipan menjadi tema
dalam penelitian. Penelitian ini menemukan lima tema utama yang berkaitan dengan pengalaman
perawat dalam mendiskusikan isu seksual dengan pasien kanker ginekologi yaitu persepsi
perawat tentang pelayanan psikoseksual, hambatan yang ditemukan perawat ketika
mendiskusikan isu seksual dengan pasien kanker ginekologi, menemukan masalah yang
mengganggu seksualitas pada pasien kanker ginekologi, cara/upaya perawat memperoleh
dukungan dalam membantu masalah psikoseksual pada pasien kanker ginekologi, kebutuhan
perawat terhadap implementasi pelayanan psikoseksual pada pasien kanker ginekologi.
Pelayanan psikoseksual pada pasien kanker ginekologi dapat ditingkatkan dengan adanya diskusi
isu seksual dengan pasien kanker ginekologi. Perawat diharapkan dapat melakukan pengkajian
psikoseksual di dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien kanker ginekologi.

ABSTRACT
Nurses play an important role in providing nursing care as well as assisting gynecologic cancer
patients for 24 hours. In fact, not all nurses do a psychosexual assessment when providing
nursing care in order to explore sexual problems related to the cancer therapy experienced by the
patients. This study aimed to explore the experiences of nurses who work in oncology unit in
discussing sexual issues with the patients and survivors of gynecologic cancer. Overall
phenomenon obtained in this study was an overview of nurses? experiences in discussing sexual
issues with gynecologic cancer patients. This study applied a qualitative method with
phenomenological design. The samples were ten participants. The results were analyzed using
content analysis by concluding the participants? statements to become the research themes. This
study identified five main themes related to nurses? experiences in discussing sexual issues with
gynecologic cancer patients, including nurses? perceptions of psychosexual services, the
obstacles found by nurses when discussing sexual issues with gynecologic cancer patients,
finding problems that interfere with sexuality in gynecologic cancer patients, nurses? attempts to
obtain supports in helping psychosexual problems of gynecologic cancer patients, nurses? needs
to the implementation of psychosexual services for gynecologic cancer patients. Psychosexual
services for gynecologic cancer patients can be improved by the presence of sexual issues
discussion with gynecologic cancer patients. Nurses are expected to do a psychosexual
assessment in providing nursing care to gynecologic cancer patients.;Nurses play an important role in providing nursing care as well as assisting gynecologic cancer
patients for 24 hours. In fact, not all nurses do a psychosexual assessment when providing
nursing care in order to explore sexual problems related to the cancer therapy experienced by the
patients. This study aimed to explore the experiences of nurses who work in oncology unit in
discussing sexual issues with the patients and survivors of gynecologic cancer. Overall
phenomenon obtained in this study was an overview of nurses? experiences in discussing sexual
issues with gynecologic cancer patients. This study applied a qualitative method with
phenomenological design. The samples were ten participants. The results were analyzed using
content analysis by concluding the participants? statements to become the research themes. This
study identified five main themes related to nurses? experiences in discussing sexual issues with
gynecologic cancer patients, including nurses? perceptions of psychosexual services, the
obstacles found by nurses when discussing sexual issues with gynecologic cancer patients,
finding problems that interfere with sexuality in gynecologic cancer patients, nurses? attempts to
obtain supports in helping psychosexual problems of gynecologic cancer patients, nurses? needs
to the implementation of psychosexual services for gynecologic cancer patients. Psychosexual
services for gynecologic cancer patients can be improved by the presence of sexual issues
discussion with gynecologic cancer patients. Nurses are expected to do a psychosexual
assessment in providing nursing care to gynecologic cancer patients.;Nurses play an important role in providing nursing care as well as assisting gynecologic cancer
patients for 24 hours. In fact, not all nurses do a psychosexual assessment when providing
nursing care in order to explore sexual problems related to the cancer therapy experienced by the
patients. This study aimed to explore the experiences of nurses who work in oncology unit in
discussing sexual issues with the patients and survivors of gynecologic cancer. Overall
phenomenon obtained in this study was an overview of nurses’ experiences in discussing sexual
issues with gynecologic cancer patients. This study applied a qualitative method with
phenomenological design. The samples were ten participants. The results were analyzed using
content analysis by concluding the participants’ statements to become the research themes. This
study identified five main themes related to nurses’ experiences in discussing sexual issues with
gynecologic cancer patients, including nurses’ perceptions of psychosexual services, the
obstacles found by nurses when discussing sexual issues with gynecologic cancer patients,
finding problems that interfere with sexuality in gynecologic cancer patients, nurses’ attempts to
obtain supports in helping psychosexual problems of gynecologic cancer patients, nurses’ needs
to the implementation of psychosexual services for gynecologic cancer patients. Psychosexual
services for gynecologic cancer patients can be improved by the presence of sexual issues
discussion with gynecologic cancer patients. Nurses are expected to do a psychosexual
assessment in providing nursing care to gynecologic cancer patients.;Nurses play an important role in providing nursing care as well as assisting gynecologic cancer
patients for 24 hours. In fact, not all nurses do a psychosexual assessment when providing
nursing care in order to explore sexual problems related to the cancer therapy experienced by the
patients. This study aimed to explore the experiences of nurses who work in oncology unit in
discussing sexual issues with the patients and survivors of gynecologic cancer. Overall
phenomenon obtained in this study was an overview of nurses’ experiences in discussing sexual
issues with gynecologic cancer patients. This study applied a qualitative method with
phenomenological design. The samples were ten participants. The results were analyzed using
content analysis by concluding the participants’ statements to become the research themes. This
study identified five main themes related to nurses’ experiences in discussing sexual issues with
gynecologic cancer patients, including nurses’ perceptions of psychosexual services, the
obstacles found by nurses when discussing sexual issues with gynecologic cancer patients,
finding problems that interfere with sexuality in gynecologic cancer patients, nurses’ attempts to
obtain supports in helping psychosexual problems of gynecologic cancer patients, nurses’ needs
to the implementation of psychosexual services for gynecologic cancer patients. Psychosexual
services for gynecologic cancer patients can be improved by the presence of sexual issues
discussion with gynecologic cancer patients. Nurses are expected to do a psychosexual
assessment in providing nursing care to gynecologic cancer patients., Nurses play an important role in providing nursing care as well as assisting gynecologic cancer
patients for 24 hours. In fact, not all nurses do a psychosexual assessment when providing
nursing care in order to explore sexual problems related to the cancer therapy experienced by the
patients. This study aimed to explore the experiences of nurses who work in oncology unit in
discussing sexual issues with the patients and survivors of gynecologic cancer. Overall
phenomenon obtained in this study was an overview of nurses’ experiences in discussing sexual
issues with gynecologic cancer patients. This study applied a qualitative method with
phenomenological design. The samples were ten participants. The results were analyzed using
content analysis by concluding the participants’ statements to become the research themes. This
study identified five main themes related to nurses’ experiences in discussing sexual issues with
gynecologic cancer patients, including nurses’ perceptions of psychosexual services, the
obstacles found by nurses when discussing sexual issues with gynecologic cancer patients,
finding problems that interfere with sexuality in gynecologic cancer patients, nurses’ attempts to
obtain supports in helping psychosexual problems of gynecologic cancer patients, nurses’ needs
to the implementation of psychosexual services for gynecologic cancer patients. Psychosexual
services for gynecologic cancer patients can be improved by the presence of sexual issues
discussion with gynecologic cancer patients. Nurses are expected to do a psychosexual
assessment in providing nursing care to gynecologic cancer patients.]"
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
T42854
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Sartika
"ABSTRAK
Self efficacy perawat penting dalam penggunaan sistem informasi keperawatan karena dapat menentukan keberhasilan penggunaan, meningkatkan kualitas dokumentasi keperawatan dan kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian fenomenologi ini bertujuan untuk mengeksplorasi self efficacy perawat dalam penggunaan sistem informasi keperawatan (SIMPRO) di RSIA Bunda Jakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada sepuluh perawat dan dianalisis dengan metode Colaizzi. Hasil penelitian ditemukan beberapa tema yaitu respon menggunakan SIMPRO, keuntungan menggunakan SIMPRO, kepercayaan diri menggunakan SIMPRO, upaya-upaya untuk mampu menggunakan SIMPRO, kendala dalam menggunakan SIMPRO, faktor-faktor yang meningkatkan kepercayaan diri menggunakan SIMPRO, dan harapan dalam menggunakan SIMPRO. Hal baru yang ditemukan pada penelitian ini yaitu waktu munculnya kepercayaan diri menggunakan SIMPRO, bentuk kendala dari rekan kerja, hal-hal yang dilakukan dalam menghadapi kendala serta harapan tentang reward dapat meningkatkan self efficacy perawat dalam menggunakan SIMPRO. Direkomendasikan kepada perawat untuk meningkatkan self efficacy melalui mempelajari SIMPRO, dan mengikuti pelatihan tentang SIMPRO serta melanjutkan pendidikan agar dapat mengoptimalkan peran dan fungsi-fungsi manajemen untuk meningkatkan self efficacy perawat dalam menggunakan SIMPRO."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
610 JKI 17:2 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>