Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 27 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Gultom, Meily Helena Kardinya
"Saat ini, representasi stereotip budaya dalam serial drama televisi telah menjadi hal yang biasa. Banyak serial drama televisi mencoba memasukkan unsur stereotip budaya dalam praktik mereka. Bahkan dalam serial drama televisi kejahatan yang agak baru seperti, Criminal Minds: Beyond Borders 2016 , stereotip budaya diekspos dan digambarkan dalam serial ini. Sebagai putaran kedua dari franchise Criminal Minds 2005 - 2016 , Criminal Minds: Beyond Borders 2016 mencoba untuk mendapatkan perhatian dan menjangkau khalayak dengan menggambarkan isu stereotip budaya melalui pemisahan dua kelompok besar, yaitu orang Amerika dan orang Timur Asia, Afrika, dan Timur Tengah . Stereotip digambarkan melalui tiga elemen yang berbeda, yaitu dialog, karakter, dan plot. Dengan menerapkan orientalisme sebagai kerangka analisis untuk menafsirkan dan memeriksa stereotip budaya yang ada di dalam korpus, penelitian ini berpendapat bahwa Criminal Minds: Beyond Borders 2016 menggambarkan Amerika sebagai yang lebih unggul dalam kaitannya dengan mitra Timur dan hal itu telah merugikan negara-negara Timur.

Nowadays, the representation of cultural stereotypes in television drama series has become commonplace. Many television drama series are trying to insert the element of cultural stereotypes in their practices. Even in a rather new crime television drama series such as, Criminal Minds Beyond Borders 2016 , cultural stereotypes are being exposed and depicted in the series. As the second spin off of the franchise Criminal Minds 2005 ndash 2016 , Criminal Minds Beyond Borders 2016 is trying to get attention and reach the audiences by portraying the issue of cultural stereotypes through the separation of two big groups, which are the Americans and the Eastern people Asian, African, and Middle Eastern. The stereotypes are being illustrated through three different elements, which are dialogue, characters, and plot. By applying orientalism as the analytical framework to interpret and examine the cultural stereotypes that exist in the corpus, this study argues that Criminal Minds Beyond Borders 2016 represents America as superior in relation to the East counterparts and it somehow disfigures the East countries.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nadia Sapaty
"ABSTRAK
Danny Phantom 2004 - 2007 adalah sebuah serial animasi yang menceritakan tentang seorang remaja, Danny Fenton, yang mengalami kecelakaan yang menjadikannya manusia setengah hantu, dan menggunakan kekuatan hantunya untuk melawan hantu-hantu di kotanya bersama dengan dua sahabatnya, Sam Manson dan Tucker Foley. Pandangan analisis dalam penggambaran Sam Manson dapat lebih jauh mengeksplorasi tentang representasi perempuan mengenai pembentukan dan penolakan terhadap stereotip. Melalui analisis tekstual, kita dapat menemukan lebih banyak wawasan tentang bagaimana stereotip gender dilanggengkan di dalam kartun tersebut dan kemudian dibalikkan. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana Sam merepresentasikan pemberdayaan perempuan dengan penolakannya terhadap stereotip-stereotip yang diabadikan oleh karakter wanita lainnya di dalam kartun tersebut. Dengan sikap Sam yang kontras dibandingkan dengan karakter-karakter wanita lain dan membalikkan peran gender, Butch Hartman sebagai penulis berhasil menumbangkan stereotip dalam seri Danny Phantom.

ABSTRACT
Danny Phantom 2004 ndash; 2007 is an animated series about a teenager, Danny Fenton, who went through an accident that made him a half-ghost, and later used his ghost power to fight ghosts in his town along with his best friends, Sam Manson and Tucker Foley. Analytical view of the depiction of Sam Manson can further explore about female representation regarding forming and breaking stereotypes. Through textual analysis, we can find more insights about how stereotypes are perpetuated by the society within the show Danny Phantom and subverted. This paper aims to show how Sam represents women empowerment by breaking the stereotypes perpetuated by other female characters in the show. By Sam rsquo;s contrasting attitudes to other female characters and reversing gender roles, Butch Hartman as the author is successful in subverting stereotypes within the Danny Phantom series."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Lidya Ayu Astiti
"ABSTRAK
Okja 2017 adalah film fiksi ilmiah yang diproduksi oleh Netflix dan disutradarai oleh seorang sutradara Korea, Bong Joonho. Film ini menceritakan perjalanan seorang anak perempuan Korea yang menyelamatkan peliharaannya yang berupa babi buatan dari penciptanya, Mirando Corp. Film ini memilih pemain dari berbagai latar belakang ras, baik orang kulit putih maupun orang kulit berwarna people of color . Meskipun film ini memiliki pemain dan karakter dari latar belakang ras yang beragam, stereotip tersembunyi dan distribusi kekuasaan yang tidak merata dapat ditemui di film ini. Melalui konsep stereotip dan relasi kuasa, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stereotip rasial tersembunyi dan relasi kuasa yang tidak setara dengan melihat adegan dan dialog film.

ABSTRACT
Okja 2017 is a science fiction film produced by Netflix and directed by a Korean director, Bong Joonho. It tells the journey of a young Korean girl rescuing her artificial pet pig from its creator, Mirando Corp. The movie casts people from various racial backgrounds as the characters mdash both white people and people of color. Despite casting people and characters from different racial backgrounds, covert stereotypes and inequitable power distribution exist throughout the movie. Through the concept of stereotyping and power relation, this paper aims to analyze the hidden racial stereotypes and unequal power distribution within the film by looking at the scenes and the dialogues."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
R. Hariyani Susanti
"ABSTRAK
Tesis ini membahas adanya pengukuhan stereotip perempuan Cina dan keturunannya di Amerika yang direpresentasikan oleh tiga tokoh perempuan tiga generasi dalam opera The Bonesetter rsquo;s Daughter 2001 yang merupakan alih wahana dari novel berjudul sama. Menggunakan metode kajian alih wahana dari Sapardi Djoko Damono dan Linda Hutcheon, tahap pertama analisis adalah membandingkan perubahan struktur tekstual novel dan opera. Temuan dari analisis struktural, kemudian dibahas aspek ras dan gendernya dengan menggunakan konsep stereotip ras dan gender, serta dibaca dengan pendekatan feminisme multikultural. Hasil analisis memperlihatkan bahwa terdapat pergeseran gambaran perempuan di opera yang kontras dengan penggambaran di dalam novel. Ketiga tokoh perempuan di dalam novel bergerak melawan tradisi dan stereotip yang masih digunakan oleh masyarakat di lingkungannya, namun ketiga tokoh perempuan beda generasi tersebut tetap melakukan resistensi demi mencapai kebebasannya sebagai individu. Sedangkan di opera, usaha resistensi tersebut berkurang banyak, sehingga perempuan dari tiga generasi tersebut digambarkan lebih patuh terhadap tradisi yang sejalan dengan stereotip selama ini.

ABSTRACT
This thesis discusses the affirmation of stereotypes of Chinese women and their descendants in America represented by three female characters of three generations in the opera The Bonesetter 39 s Daughter 2001 which is the adaptation from its novel. Applying the adaptation study method from Sapardi Djoko Damono and Linda Hutcheon, the first stage of the analysis was to compare changes in the textual structure of novel and opera. The findings of structural analysis, then discussed the aspects of race and gender by using the concept of racial and gender stereotypes, and read the material with the approach of multicultural feminism. The results of the analysis show that there is a shift in the image of women in opera that contrasts with the depiction in the novel. The three female characters in the novel move against traditions and stereotypes that are still used by people in their environment, and the three female characters of different generations are still doing resistance in order to achieve their freedom as individuals. While in the opera, resistance efforts are much reduced, so women of three generations are described as more obedient to the tradition that is in line with the long run stereotype."
2018
T50572
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cornelia Petrabella Raditya
"Film-film Hollywood telah seringkali menggambarkan etnis non-Putih dengan stereotip rasial yang cenderung menyesatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pesan di balik penggambaran bangsa Yunani dan Persia dalam film aksi Hollywood 300: Rise of an Empire. Walaupun film garapan sutradara Noam Murro ini sukses masuk ke daftar film berpendapatan terbesar sepanjang 2014, belum ada yang mengkaji film tersebut dari sudut pandang Orientalisme pada saat karya tulis ilmiah ini disusun. Penulis menggunakan metode analisis karakter dan semiotik audiovisual pada enam adegan yang menampilkan interaksi antara karakter-karakter Yunani dan Persia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh Persia direpresentasikan dengan karakteristik negatif baik dari segi fisik maupun non-fisik. Semua karakter Persia dalam film ini digambarkan berpenampilan seperti penduduk Timur Tengah, bersifat lemah, bodoh, kejam, dan tamak. Ini sangatlah bertentangan dengan pencitraan bangsa Yunani yang semua ditampilkan berkulit putih, berpostur ideal, bersifat berani, loyal,cerdas dan menjunjung nilai-nilai kebebasan. Konten film 300: Rise of an Empire cenderung melebih-lebihkan dan melencengkan perbedaan antara bangsa Yunani (Barat) dan Persia (Timur). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa film ini mencerminkan paham Orientalisme.

Hollywood movies have often portrayed non-White ethnicities with misleading racial stereotypes.The goal of this study is to find the underlying message behind the portrayal of Greeks and Persians in the Hollywood action movie 300: Rise of an Empire. Directed by a top Hollywood director Noam Murro, the movie has gained huge profit worldwide and been listed as one of the most successful movies throughout 2014. There has been no Orientalist study on this movie yet when this paper was written.This study examines six selected scenes, where interactions between the Greeks and the Persians take place, using character and audiovisual semiotic analyses.
The result shows that the Persians in the movie are represented as weak, backwards, cruel, and greedy Arabs.The White Greeks, on the other side of the spectrum, are attractive, brave, loyal, intelligent and freedom-loving. 300: Rise of an Empire exaggerates and distorts the differences between the Greeks (West) and the Persians (East), placing the two nations at the furthest ends of the opposite spectrum. Therefore, it can be concluded that the movie reflects Orientalist notions.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Rina Ayu Lestari
"[ABSTRAK
Penelitian ini ditujukan untuk melihat keadaan para tokoh ibu yang berperan sebagai orang
tua tunggal di dalam novel For One More Day karya Mitch Albom (2006). Fokus dari
jurnal ini adalah untuk melihat bagaimana stereotip terhadap ibu tunggal khususnya d
wilayah Amerika Serikat sebagai latar novel tersebut. Penelitian ini menggunakan dua teori,
yaitu teori Kate Millet tentang aspek pratiarki dalam tulisannya yang the Theory of Sexual
Politics dan teori representasi oleh Stuart Hall. Ditemukan bahwa ibu yang berperan
sebagai orang tua tunggal mengalami diskriminasi hampir di seluruh aspek patriarki. Hasil
penelitian ini berkontribusi dalam analisis terhadap ibu tunggal dalam karya sastra dan isu
perempuan pada umumnya untuk memahami mengapa isu ini terus berulang dari satu masa
ke masa berikutnya, kompleksitas, dan menjadi masalah yang nyata dalam masyarakat ABSTRACT This project is directed towards an exploration of single mothers in the novel For One
More Day by Mitch Albom (2006). How stereotypes towards single mothers in the United
States are represented in the novel is the focus of this study. Kate Millet‟s aspects of
patriarchy and Stuart Hall‟s the Theory of Representation are the frameworks of this study.
The findings of the study show that single mothers are discriminated almost in every aspect
of patriarchy. This study contributes to the literary works analysis on representation of
single mothers and women in general to understand why these issues are repeated time to
time, complex, and problematic to our society;This project is directed towards an exploration of single mothers in the novel For One
More Day by Mitch Albom (2006). How stereotypes towards single mothers in the United
States are represented in the novel is the focus of this study. Kate Millet‟s aspects of
patriarchy and Stuart Hall‟s the Theory of Representation are the frameworks of this study.
The findings of the study show that single mothers are discriminated almost in every aspect
of patriarchy. This study contributes to the literary works analysis on representation of
single mothers and women in general to understand why these issues are repeated time to
time, complex, and problematic to our society;This project is directed towards an exploration of single mothers in the novel For One
More Day by Mitch Albom (2006). How stereotypes towards single mothers in the United
States are represented in the novel is the focus of this study. Kate Millet‟s aspects of
patriarchy and Stuart Hall‟s the Theory of Representation are the frameworks of this study.
The findings of the study show that single mothers are discriminated almost in every aspect
of patriarchy. This study contributes to the literary works analysis on representation of
single mothers and women in general to understand why these issues are repeated time to
time, complex, and problematic to our society, This project is directed towards an exploration of single mothers in the novel For One
More Day by Mitch Albom (2006). How stereotypes towards single mothers in the United
States are represented in the novel is the focus of this study. Kate Millet‟s aspects of
patriarchy and Stuart Hall‟s the Theory of Representation are the frameworks of this study.
The findings of the study show that single mothers are discriminated almost in every aspect
of patriarchy. This study contributes to the literary works analysis on representation of
single mothers and women in general to understand why these issues are repeated time to
time, complex, and problematic to our society]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Fajriyati
"Shameless (2011) sering disebut sebagai serial TV beraliran sosial realisme yang menggambarkan secara nyata kehidupan kelas pekerja dan perjuangannya. Penelitian ini menganalisis representasi kelas pekerja dalam serial TV Shameless (2011) berdasarkan tiga tema utama yang sering muncul dalam film atau serial TV beraliran sosial realisme. Tiga tema utama tersebut adalah minimalisasi pekerjaan milik kaum pekerja, rasa rendah diri kaum pekerja, dan stigmatisasi bantuan/pertolongan oleh kaum pekerja.
Metode yang digunakan untuk menganalisis representasi kelas pekerja dalam serial TV Shameless (2011) adalah metode tekstual analisis. Hasil dari penelitian ini disandingkan dengan konsep sosial realisme oleh Raymond William (1977) untuk melihat dampak representasi kelas pekerja pada aliran sosial realisme dalam serial TV Shameless (2011).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa serial TV Shameless (2011) dapat dikategorikan sebagai serial TV beraliran sosial realisme, kecuali dalam aspek representasi kelas pekerja yang memicu munculnya prasangka buruk atau stereotip negatif pada kaum pekerja.

Shameless (2011) has always been said to be the realist social realism TV series that depicts the life of the working class and the struggle within it. This study analyzes the representation of working class on Shameless (2011) based on three main themes that are often used in social realism movie or TV series. The three main themes are the minimization of working-class job, working-class self deprecation and defeat, and stigmatization of aid/assistance by working class.
The method that is used for analyzing the representation of working class in Shameless (2011) is textual analysis. The results are juxtaposed with Raymond William?s (1977) concept of social realism to see how is the representation of working class affecting the social realism within Shameless (2011).
The result shows that Shameless (2011) can be considered as social realism TV series except for its representation of working class that creates prejudice to the working class itself."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Asep Trisnayuana
"Tujuan dari intervensi ini adalah untuk menurunkan prasangka remaja Aceh Singkil pasca konflik antar agama. Masalah konflik sosial merupakan isu yang masih menjadi keprihatinan nasional. Kejadian yang terjadi di Aceh Singkil menimbulkan kesan negatif dari kelompok remaja Muslim dan Non-Muslim. Intervensi dilakukan peneliti melalui program ECEP Extended Class Exchange Programme dan PRPIA Prejudice Reduction and Positive Intergroup Attitudes Promotion yang mengarahkan dan mendorong remaja untuk melakukan kontak yang positif. Partisipan dalam intervensi ini sejumlah 35 partisipan dari dua kelompok remaja muslim dan non muslim yang berdomisili di Desa Suka Makmur Aceh Singkil. Pengukuran dampak intervensi hasil pre-test dan post-test skala linkert stereotip dengan uji paired sample test terdapat perubahan penurunan prasangka t hitung = 4,797 dan tingkat Sig 2-tailed = 0,00 < 0,05 . Program intervensi ini berpengaruh positif, dengan tersusunnya rancangan kegiatan bersama atas prakarsa remaja yang melibatkan seluruh stake holder Aceh Singkil dalam rangka menjaga perdamaian, kebhinekaan, dan membangun Aceh Singkil.

The purpose of this intervention is to reduce the prejudice of adolescent Aceh Singkil post conflict between religions. The problem of social conflict is an issue that is still a national concern. Events that occurred in Aceh Singkil elicited a negative impression of a group of teenage Muslims and non Muslims. Interventions by researchers through the ECEP program Extended Class Exchange Program and PRPIA Prejudice Reduction and Positive Intergroup Attitudes Promotion that lead and encourage teens to make positive contact. Participants in this intervention were 35 participants from two groups of Muslim and non Muslim teenagers who resides in Suka Makmur Aceh Singkil. Measurement of the impact of the pre test intervention and post test of the stereotyped linkert scale by paired sample test, there were changes in prejudice t 4.797 and Sig 2 tailed 0.00."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2017
T48127
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hessa Maulfiandini
"Banyak penelitian yang telah dilakukan mengenai perempuan Latin dan representasi mereka di pertelevisian Amerika. Akan tetapi, tidak banyak yang membahas ambivalensi dalam representasi itu sendiri. Esai ini membahas bagaimana salah satu karakter Latin di sitkom Brooklyn Nine-Nine, Rosa Diaz, menegosiasi tiga kategorisasi terkait stereotip perempuan Latin milik Gary D. Keller 1994. Dengan menggunakan kerangka yang sama, dapat dilihat bahwa karakter Rosa Diaz dan apa yang ia representasikan memilik bentuk yang multidimensi dan kompleks.

Many researches have been conducted when it comes to Latinas and their representations in American television. However, not many have brought up the ambivalence in the representation itself. This essay examines how one of the main Latina characters from the sitcom Brooklyn Nine-Nine 2013 , Rosa Diaz, negotiates Gary D. Keller's 1994 three categorizations of Latina stereotypes. By using the same framework, it is evident that Rosa Diaz character along with what she represents is multidimensional and complex.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Sibarani, Erico Andreas Parulian
"Depiksi gender di media mainstream pada umumnya mengikuti norma-norma dan stereotipe-stereotipe yang konon diatribusikan ke gender tertentu layaknya sebuah peran yang dimana pria dan wanita harus bersikap secara spesifik tergantung dari jenis kelamin mereka berdasarkan apa yang dianggap normal oleh masyarakat tertentu. Acara Steven Universe 2013-sekarang adalah kartun serial yang ditayangkan di saluran Cartoon Network, yang dimana acara tersebut dibuat untuk anak-anak sebagai target demografis mereka. Akan tetapi, walaupun target demografis mereka adalah anak-anak, kartun tersebut mendepiksikan gender dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan kartun-kartun yang lain. Melalui lensa lsquo;Gender Performativity rsquo; dari buku Gender Trouble yang ditulis oleh Judith Butler, makalah ini melihat lebih dalam bagaimana kartun Steven Universe mendepiksikan gender, norma gender dan stereotipenya melalui tiga karakter utama dari acara tersebut dan bagaimana cara kartun tersebut mendepiksikan gender dibandingkan dengan cara gender sering didepiksikan di media mainstream.

Depiction of gender in the mainstream media often follows the norms and stereotypes that are often attributed to specific genders, such as gender roles that determine what women and men should be like and how they should behave based on their sex, which often falls within the purview of what a given society considers as normal. Steven Universe 2013-present is a cartoon series that is aired on the channel Cartoon Network, which, by its nature as a cartoon, is designed for and aimed at children to consume. Yet despite its target demographic being children, it stands out among other shows in how it depicts gender. Using the lens of lsquo;Gender Performativity rsquo; by Judith Butler rsquo;s Gender Trouble, this paper examines how Steven Universe depicts gender itself, its norms and stereotypes through the show rsquo;s three main characters and how it contributes to their narrative along with comparing them to how gender is often depicted in mainstream media.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>