Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 89 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tomi Erfando
"Penelitian mengenai perancangan desain kemasan transportasi buah salak menggunakan metode QFD sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kemasan yang disesuaikan terhadap keinginan konsumen. QFD digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisa kebutuhan kemasan buah salak ini. Metode yang digunakan meliputi tingkat kepentingan, kepuasan serta harapan yang diinginkan oleh konsumen terhadap produk yang akan dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kemasan transportasi buah salak yang baik dan tepat. Selain itu dari perancangan ini memilih jenis bahan yang tepat untuk dapat memenuhi aspek teknis yang diinginkan konsumen serta standar dimensi untuk mendapatkan pengangkutan yang optimal.

Research on snakefruit transportation packaging design using QFD design as an attempt to develop packaging as consumers wish for. QFD is used to collect and analyze the snakefruit packaging necessity. Methode is used comprises level of significance, satisfaction and wishes of consumer over the product that is being developed. This research aims to result well and appropriate snakefruit transportation packaging. Other than that, based on this research, it can be determined correct type of material to meet the technical aspect consumers desire, and dimension standard in order to optimalize the carriage."
2011
S155
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sirait, Junita Rosalina
"Salah satu aspek terpenting pada suatu terminal bandar udara adalah orientasi penumpang (Wayfinding). Orientasi penumpang dalam wujud sebuah petunjuk informasi yang tepat dan eye-catching merupakan hal vital dalam sebuah penentuan arah yang benar. Hal ini menjadi dasar pemikiran untuk riset selanjutnya yang terdiri dari aspek-aspek penting sebuah papan petunjuk lokasi disertai peletakannya untuk menciptakan sistem wayfinding yang baik.
Pada karya tulis ini, sebuah papan petunjuk lokasi baru yang sesuai dengan karakteristik visual manusia dan teruji oleh sistem eye-tracking dianjurkan penulis. Percobaan yang disertai aplikasi EyeLink Data Viewer tersebut membantu peneliti mengidentifikasi lokasi optimum untuk memaksimalkan tampilan.
Model yang dianjurkan tersebut dapat diaplikasikan pada situasi sebagai peningkatan sistem penunjuk arah pada berbagai lingkungan/ fasilitas umum meliputi terminal pada bandar udara, stasiun, atau mall.

One of the important features of airport passenger terminal layout is passenger orientation (wayfinding). The common availability of wayfinding which include precise and eye-catching information signs is vital for providing help with finding the right directions. It results a future research which concerns the vital aspects of appropriate directional signage as well as its allocation to build good wayfinding system.
In this paper, a subtituting directional signage which based on human visual characteristics tested by eye-tracking system is being proposed. The eye-tracking trials along with EyeLink Data Viewer allow the designer to identify optimum location for signs in a space to maximize visibility.
The proposed model can be widely applied to practical situations so as to improve the design of signage system in various enclosed environments including airport terminals, multi-function railway stations, and shopping malls.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S173
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hilda Rizkiani
"Papan petunjuk informasi merupakan suatu perlengkapan jalan yang mutlak dibutuhkan oleh pengguna jalan terutama pengendara kendaraan. Papan petunjuk informasi terdiri dari atribut-atribut seperti kombinasi warna papan dengan tulisan, bentuk papan, dimensi papan, legenda, dan lokasi papan. Atribut-atribut tersebut harus didesain dan ditampilkan dengan baik sehingga pesan yang disampaikan mudah dilihat, dibaca dan dimengerti oleh pengguna jalan.
Skripsi ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan standar papan petunjuk informasi di Universitas Indonesia, Depok dengan menggunakan metode conjoint analysis dan metode eye tracking. Dengan menggunakan kedua metode tersebut akan didapatkan hasil berupa atribut-atribut papan petunjuk informasi berdasarkan preferensi pengguna jalan.

Informative sign is one of road tools that needed by road users especially drivers. Informative sign consists of many elements such as colour combination between board and letters, shape, legend, board dimension, and location where the sign placed. Those elements must be designed and presented well so road users can easily see, read and understand the information that the sign gave.
This paper aims to get the standard design for informative sign at University of Indonesia, Depok by using conjoint analysis and eye tracking method. The standard design is made based on the elements which chosed by road users' preference.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S190
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muksalmina
"Persaingan dunia industri, khususnya industri tambang yang kian kompetitif mengharuskan perusahaan untuk mampu menjawab tantangan kemajuan zaman dengan terus meningkatkan kualitas (performa kerja) individu yang terlibat dalam berjalannya bisnis perusahaan. Kemampuan atau lazim disebut kompetensi dalam bentuk Competency Matrix merupakan rujukan atau acuan yang harus dibuat organisasi untuk menjamin kelancaran individu dalam menjalankan perannya. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang Competency Matrix PT. KPP yang kemudian akan diperingkatkan kontribusinya terhadap Core Competence. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi peran dan tujuan posisi, mengidentifikasi kebutuhan kompetensi, dan merancang Matrix. Selanjutnya dilakukan identifikasi Core Competence. Hal tersebut dilakukan dengan pemetaan capabilities PT. KPP dengan mengidentifikasi visi misi dan bisnis PT. KPP serta penyebaran kuisioner terhadap responden ahli, identifikasi key capabilities PT. KPP dengan melakukan perbandingan berpasangan menggunakan AHP untuk mendapatkan capabilites yang berkontribusi terhadap performa finansial dan non-finansial PT. KPP. Dan yang terakhir dilakukan uji collectiveness dan uniqueness terhadap key capabilites untuk mendapatkan Core Competence. Pada akhirnya dengan AHP pula akan didapatkan prioritas kompetensi yang paling berkontribusi dalam terwujudnya Core Competence sebagai hasil penelitian.

Nowadays, the industrial competition, especially in mining industry, make the company or organization profit in it, must be able to face the global challenge with personal quality improvement. The ability that usually known as competency is the model that needed by company to ensure the personal can fulfill their role to company. The purpose of this research is to design the Competency Matrix in PT. KPP and found the contribution of each personal competency with Core Competence. The step in designing the competency matrix is the identification of critical position role, identification the competency needed for each role and fix it into matrix. For the next step, identification of core competence is done. It's comprised mapping the capabilities, identification of PT. KPP key capabilities by conducting pair-wise comparison to evaluate the financial and non-financial contributions made by capabilities, and do the collectiveness and uniqueness assessment to find the core competence. Finally, the mapping of priority appropriate personal competencies to be linked with the identified core competence using AHP technique again."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S50330
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Okta Rizka
"Dalam sebuah studi kelayakan investasi, risiko menjadi suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Risiko merupakan interpretasi dari suatu ketidakpastian keadaan dimasa mendatang. Faktor ketidakpastian tersebut dapat menjelma menjadi suatu bentuk kerugian tetapi juga bisa menjadi suatu opportunity untuk mendapatkan benefit. Untuk itu, perlu diketahui apa saja item risiko yang mungkin dapat terjadi pada sebuah proyek investasi, item mana saja yang perlu diprioritsakan dan bagaimana dampak yang dapat diakibatkan oleh tiap item risiko tersebut tehadap kelayakan proyek.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi setiap item risiko yang berpotensi dalam proyek USO (Universal Service Obligation) Ditjen Postel 2008. Kemudian item-item risiko yang terpilih akan dianalisa secara kuantitatif dengan mensimulasikannya secara simultan terhadap nilai keuntungan proyek.
Dari analisa hasil simulasi akan diketahui tingkat kelayakan dari proyek investasi tersebut. Untuk mengakomodir ketidakpastian dari item-item risiko tersebut, simulasi pengujian kelayakan investasi ini menggunakan metode Simulasi Monte Carlo. Selain itu, item-item risiko yang terpilih itu juga akan dianalisa secara kualitatif dengan memberikan rating pada tiap item risiko. Proses perhitungan penentuan nilai rating risiko dilakukan dengan menggunakan metode logika fuzzy untuk mendapatkan nilai rating risiko yang lebih akurat. Berdasarkan hasil analisa tersebut diharapkan dapat membantu para pengambil keputusan dalam merencanakan respon risiko yang dibutuhkan guna mengoptimalkan keuntungan yang bisa didapat.

In an investment feasibility study, risk becomes an important thing to be concerned. Risk is the interpretation of uncertainty in the fututre. The uncertainty factor can be transformmed to be a financial loss, but it also can be an opportunity to get some benefits. Therefore, it is important to recognize what kind of risks that could occur to this project, which risk item should be prioritised and how it affect the project's feasibility.
The objectives of this research are to indentify every potensial risks at USO (Universal Service Obligation) Ditjen Postel 2008 project, and then the chosen risk items will be analyzed quantitatively by simulating them simultaneously to the project's expected profit.
From the simulation result analysis will be known the feasibility level of the investment project. To accommodate the uncertainty of the risk items, this investment feasibility test simulation use the Monte Carlo Simulation method. Moreover, the chosen risk items also will be analyzed qualitatively by giving rating to each of them. That measurement rating proses is done by using fuzzy logic method to get more accurate rating value. Base on this result analysis, hopefully, it can give some assists to the decision makers in planning the risk respond needed to get the optimal benefit opportunity.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S50380
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Adriento Ario Seto
"Di dalam melakukan suatu proses distribusi, maka di akan ada banyak resiko-resiko yang dapat menghambat proses distribusi tersebut. Resiko-resiko tersebut dapat berasal dari luar maupun dari dalam perusahaan. Dengan merencanakan proses bisnis dan manajemen resiko yang baik dalam distribusi maka resiko-resiko tersebut dapat ditekan seminimal mungkin sehingga memperkecil kemungkinan kerugian bagi perusahaan. Pada penelitian ini dilakukan pemetaan proses bisnis pada proses distribusi Demajors. Setelah itu dilakukan identifikasi dan analisis resiko untuk mengetahui resiko-resiko yang dapat muncul selama proses distribusi.
Hasil identifikasi dan analisis resiko tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan untuk memperbaiki proses bisnis distribusi Demajors demi memperkecil resiko. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan perbaikan proses bisnis distribusi dengan metode pengukuran resiko ini dapat memperkecil resiko-resiko yang dapat muncul selama proses distribusi CD di Demajors.

In a distribution process there will be a lot of risks that could interfere the distribution process. The source of those risks can be from outside or inside the company. With business process planning and risk management those risks could be minimized so the loss could be prevented also. In this research, there will be a business process mapping of distribution process in demajors. Then, there will be an identification and risk analysis to know the risks along the distribution process.
The output of risk identification and risk analysis will be the input for business process improvement to minimize risks of Demajors's distribution activity. For conclusion, business process improvement with risk assessment methodology could minimize the risks along Demajors distribution process.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S50340
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rr. Nurthia
"Manajemen risiko merupakan salah satu faktor terpenting dalam manajemen proyek untuk memastikan proyek dapat terlaksana dengan baik. Dengan adanya pengelolaan risiko yang tepat, risiko-risiko yang mungkin terjadi dapat diantisipasi sedini mungkin. Pada akhirnya, kemampuan perusahaan untuk mengalokasikan dana kontingensi risiko menjadi faktor keberhasilan dalam mengestimasi biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan. Pada penelitian ini, dilakukan proses identifikasi dan analisis risiko untuk memperoleh risiko yang termasuk kategori tinggi yang mungkin muncul selama pelaksanaan proyek PLTU X, serta menentukan strategi penanganan risiko. Setelah itu, dilakukan simulasi dengan menggunakan simulasi Monte Carlo untuk menentukan besarnya dana kontingensi optimal dengan tingkat kepercayaan mulai dari 80% sampai 100%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa dengan perhitungan alokasi dana kontingensi yang optimal, maka perusahaan dapat mengalokasikan dana dengan tepat dan pada akhirnya akan menguntungkan bagi pihak perusahaan.

Risk management is one of the most important factors in project management to ensure that the project will accomplished well. By managing the risk well, it can anticipate risks that may appear from the beginning of the project. At the end, the company ability to allocate cost contingency for the risks become the success factor in cost estimation and profit that can be achieved by the company itself. The research contains of risk identification process and risk analysis to identify the risk that included as a high risk category that may occur along the project CFSPP X taken place, and determine risk response planning for each high risk category. After that, Monte Carlo simulation will be conducted to determine the optimal cost contingency with the level of confidence started from 80% until 100%. Overall, it can be concluded that by calculating the optimal cost contingency, company can allocate the fund correctly and will achieve the profit eventually."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S50285
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Diar Trihastuti
"Manajemen risiko adalah sebuah proses untuk mengukur atau menilai risiko, dan kemudian mengembangkan strategi untuk mengelola risiko tersebut. Perusahaan otomotif merupakan industri yang menerapkan manajemen rantai suplai dalam kegiatan operasionalnya. Manajemen rantai suplai, khususnya dalam industry otomotif cenderung berisiko tinggi dikarenakan memiliki aliran informasi dan material yang bersifat kompleks sehingga sangat mungkin terjadi kesalahankesalahan di dalam proses yang ada. Hal ini dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi perusahaan, Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian analisis risiko untuk mengidentifikasi, mengukur, dan kemudian menyusun strategi untuk mengelola risiko tersebut.
Pada penelitian ini, dilakukan proses identifikasi risiko untuk memperoleh risikorisiko yang terdapat pada manajemen rantai suplai di PT X yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang otomotif. Proses identifikasi risiko ini menggunakan metode Failure Modes Effect Analysis (FMEA) dimana akan mendapatkan nilai probabilitas, dampak, dan deteksi dari setiap risiko yang ada. Data-data diperoleh dari data historis serta dengan menyebarkan kuesioner kepada responden ahli dan tim yang terkait dalam kegiatan rantai suplai di PT X.
Hasil identifikasi ini akan dianalisis untuk mengetahui tingkatan dari masing-masing risiko tersebut. Setelah itu, dilakukan simulasi dengan beberapa scenario berdasarkan asumsi dana yang tersedia di perusahaan. Hal ini bertujuan untuk memperoleh alokasi biaya penanganan risiko yang dapat memberikan keuntungan terbesar bagi perusahaan dengan cara mengoptimasikan biaya penanganan yang tersedia terhadap pilihan-pilihan prioritas risiko yang akan ditangani. Hasil dari pengolahan dapat disimpulkan bahwa semakin besar biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mengatasi risiko-risiko tersebut, maka semakin besar pula keuntungan yang diperoleh.

Risk management is a process for identifying or measuring risk, and developing a strategy to manage it. Automotive company is one of industries that apply supply chain management in their operational activities. Supply chain management, especially for automotive industry, tends to have high level of risk because of the complexities of information flow and material flow involved. These things could lead to many losses for the company. Thus, the risks of supply chain management have to be researched for the purpose of identifying, measuring, and finding best strategy to manage the risk.
This research contains risk identification process to determine the risks that involve in the supply chain management of PT X as an automotive company. Failure Modes Effect Analysis (FMEA) is the method used for the process of risk identification that outcome with the values of probability, impact and detection from each risk. Data used in this research are obtained by using available historical data and spreading the questionnaire to expert respondent and the team that engage with supply chain management activity in the company.
The results of risk identification process are analyzed to get the level of each risk. Furthermore, the simulation is performed with some scenarios based on available budget assumption in the company. This aims to acquire budget allocation for managing the risks that gives the most advantages for the company by optimizing available treatment cost into the choices of priority risks. From the results of data processing in this research, it can be concluded that the more budget that company spends to manage risks, the more advantages that company will gain.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S50304
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Willy Ahmad
"Pertumbuhan perekonomian di Indonesia dan dunia menyebabkan perusahaan harus melakukan ekspansi bisnis mereka untuk bisa bertahan. Salah satu bentuk ekpansi bisnis ini adalah dengan melakukan penambahan kapasitas produksi dari produk mereka. Namun penambahan kapasitas produksi ini tidak dapat begitu saja dilakukan, karena dengan adanya penambahan kapasitas produksi dari suatu produk, maka akan dapat merubah keadaan operasional perusahaan dan tentunya keuntungan dari produk tersebut. Oleh sebab itu lebih lanjutnya diperlukan suatu studi kelayakan untuk menilai layak atau tidak nya investasi dari penambahan kapasitas produksi ini dilakukan. PT. UTPE, salah satu perusahaan manufaktur alat berat pendukung berencana akan melakukan ekspansi kapasitas produksi pada unit DV/TV mereka.
Aspek studi kelayakan yang digunakan dalam menganalisa penambahan kapasitas produksi ini adalah: aspek pemasaran, aspek proses dan produk, aspek teknis operasional, aspek keuangan dan aspek lingkungan. Penilaian kelayakan penambahan kapasitas produksi ini dimulai dari alasan mengapa PT. UTPE memilih unit DV/TV sebagai produk yang akan diperbesar kapasitas produksinya, dengan melihat riset pasar dan permintaan sebagai penentunya. Kemudian adalah menilai kemampuan perusahaan dalam menjalankan penambahan kapasitas produksi ini, penilaian ini menilik aspek proses-produk dan aspek operasional perusahaan sebagai acuan. Apakah proses dan produk unit DV/TV saat ini sudah bisa memenuhi spesifikasi yang diinginkan konsumen atau belum (dengan melihat perhitungan kebutuhan mesin dan rasio (rework,repair, reject) dan bagaimana kondisi operasional perusahaan dalam menjalankan penambahan kapasitas produksi ini dengan menggunakan perhitungan man hour dan line balancing.
Aspek keuangan akan menilai layak atau tidaknya penambahan kapasitas produksi ini dari perbedaan keuntungan yang dihasilkan dan berdasarkan rasio penilaian investasi (NPV, IRR, PI, PP, dll). Yang terakhir adalah dampak yang dihasilkan dari penambahan kapasitas produksi ini terhadap lingkungan, karena dengan adanya penambahan kapasitas produksi maka akan menghasilkan polutan-polutan yang lebih tinggi dari yang sebelumnya, oleh sebab itu pada aspek ini dinilai apakah kadar dari polutan (waste) tersebut masih layak terhadap lingkungan atau tidak berdasarkan penilaian AGC (Astra Green Company).

Indonesia and the world economics growth has pushed the company to expand their business as a way to survived. One example of expanding their business is to increase the production capacity if their product. But is not that simple to increase the production capacity, the company must face many consequences, they have to change their operational condition and of course the profit from sold product is also changes. Furthermore, this is the main reason why we need feasibility study to judge whether the investment in increasing the production capacity is feasible or unfeasible to be done. PT. UTPE is one of supporting heavy equipment manufacturer, had planned to expand its production capacity at DV/TV type.
The feasibility study aspects that used to analyze this increasing production capacity are: marketing aspect, process and product aspect, operational aspect, financial aspect and environmental aspect. Judging this investment is feasible or not starts from the reason why PT. UTPE choose DV/TV as their target investment product, based on market research and demand of this product as a key to find out the truth. After that we judge the company capabilities in carry out the investment based on product-process aspect and operational aspect. Is the DV/TV type product and its processing is already fulfilled the customer specification (using machine requirement calculation and rework, repair, reject ratio of the product) and how the company operational capability condition in performing the investment using the man hour and line balancing calculation.
Financial aspect will judge the feasibility of the investment by its profit shifting and investment valuing ratio (NPV, IRR, PI, PP, etc). And the last is to find out the wastes that were resulted by this increasing production capacity investment. In term of production capacity increasing the wastes were also increasing, is the amount of wastes are still in acceptable level for environment or not based on AGC (Astra Green Company) assessment.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S50291
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammad Tri Hidayat
"Perhitungan dan analisis biaya kualitas merupakan langkah awal pada total quality management. Perhitungan biaya kualitas mencakup akumulasi dari biaya conformance dan biaya non-conformance, dimana biaya conformance merupakan biaya yang keluar untuk mencegah terjadinya kualitas yang buruk dan biaya non-conformance merupakan biaya dari kualitas yang buruk yang disebabkan karena kegagalan produk. Analisis biaya kualitas dapat digunakan sebagai informasi awal diperlukan atau tidaknya improvement. Metode ABC digunakan untuk membantu penghitungan biaya kualitas yang lebih efektif. Perhitungan biaya kualitas pada PT. X melibatkan biaya-biaya yang terjadi pada rentang Tahun 2004 hingga Tahun 2008, yang mencakup biaya pencegahan, biaya penilaian, dan biaya kegagalan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa lebih dari 60% dari biaya kualitas merupakan biaya kegagalan, dengan kondisi biaya kualitas terhadap penjualan rata-rata sebesar 4%.

Measuring and analyzing the cost of quality is the first step in total quality management. Measuring the cost of quality is consist a sum of conformance plus non-conformance costs, where cost of conformance is the price paid for prevention of poor and cost of non-conformance is the cost of poor quality caused by product. Cost of quality analysis can be used as a initial information to knows whether improvement is necessary to do or not. The ABC methode is use to helps defining quality costs more effectively. The cost of quality calculation in PT. X incurred cost in year 2007 until year 2008, consist of prevention cost, appraisal cost, and failure cost. The result of the cost of quality showed that more than 60% cost of quality are failure cost, with the average condition of the cost of quality toward selling is about 4%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S52012
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9   >>