Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 177 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Windu Astutik
"ABSTRAK
Remaja merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental dan emosional. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah diketahuinya hasil pemberdayaan masyarakat dalam perkembangan identitas diri remaja dengan pendekatan model Adaptasi Stres dan Health Promotion Models di komunitas. Karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus, sebanyak 21 remaja dibagi dalam dua kelompok intervensi, kelompok pertama diberikan tindakan keperawatan ners pada remaja dan keluarga serta terapi kelompok terapeutik, sedangkan kelompok dua diberikan tindakan keperawatan ners pada remaja dan terapi kelompok terapeutik. Hasil karya ilmiah ini menunjukkan peningkatan kemampuan remaja dalam menstimulasi perkembangan dan perkembangan identitas diri lebih tinggi pada kelompok yang diberikan tindakan keperawatan ners remaja dan keluarga, serta terapi kelompok terapeutik. Terapi kelompok terapeutik direkomendasikan untuk dilakukan pada tatanan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat dengan melibatkan keluarga dan kader kesehatan jiwa menggunakan pendekatan kelompok untuk mencapai perkembangan remaja yang lebih optimal.

ABSTRACT
Adolescent is a period of transition from childhood to adulthood which is characterized by the acceleration of the development of physical, mental and emotional. The purpose of writing this paper is known the result of the application of group therapy as a form of therapeutic stimulation of adolescent development with Stuart models and models of health promotion approach. This study used case study method. The responden in first group of 7 adolescents given therapeutic group therapy, nurse intervention for adolescent and family and empowerment of cadres, the second group 14 adolescents given therapeutic group therapy and health education for adolescent only. The results showed a higher increase in the ability to stimulate the development and adolescent identity development in the group given therapeutic group therapy, nurse intervention for adolescent and family and empowerment cadres. Group therapeutic recommended to do at the stage of mental health services in communities with involving family and cadres mental health using a group approach to achieve a more optimal adolescent development.
"
2016
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Khoridatul Bahiyah
"Cognitive Therapy CT merupakan psikoterapi yang bisa diberikan pada remaja yangmengalami depresi Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Cognitive Therapy CT terhadap pikiran otomatis negatif dan depresi remaja dengan NAPZA di LP KlasIIA Anak Pria Desain penelitian menggunakan quasi experiment pre and post testdesign without control group Responden adalah 36 remaja dengan NAPZA yangmengalami depresi Cognitive Therapy diberikan 3 kali pertemuan Data dianalisismenggunakan dependent t test paired t test dan correlation Hasil penelitiandidapatkan pikiran otomatis negatif atau Automatic Thought AT yang terdiri dariPMDC NSNE LSE dan Helplessness remaja depresi dengan NAPZA mengalamipenurunan setelah diberikan Cognitive Therapy CT dengan nilai p 0 000 CognitiveTherapy CT dapat menurunkan depresi remaja dengan kasus NAPZA dengan nilai p0 000 penurunan pikiran otomatis negatif berhubungan kuat secara positif terhadappenurunan depresi dengan nilai p 0 000 Rekomendasi penelitian ini adalah CognitiveTherapy CT dapat diberikan untuk menurunkan depresi remaja dengan kasusNAPZA

Cognitive Therapy CT is a psychotherapy that can be given to adolescents withdepression Research objective is to know the effect of Cognitive Therapy CT to thenegative automatic thoughts and depression in adolescents with drug abuse at boysprisons Quasi experiment research design using pre and post test design withoutcontrol group Respondents were 36 adolescents depressed with drug abuse CognitiveTherapy administered 3 times meeting Data were analyzed using dependent t test paired t test and correlation The results shown that the negative automatic thoughtsor Automatic Thought AT consisting of PMDC NSNE LSE and helplessnessdepressed adolescents with drug abuse decreased after given Cognitive Therapy CT with a p value of 0 000 Cognitive Therapy CT can reduce adolescent depressionwith drug abuse with p value 0 000 negative automatic thoughts decreased stronglypositively related to the decrease in depression with p value 0 000 Recommendationsof this research is Cognitive Therapy CT can be given to reduce adolescentdepression with drug abuse
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
T33152
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Roosalina Wulandari
"Pendidikan merupakan hal penting bagi pemerintah Indonesia ditandai dengan tingginya anggaran belanja yang digunakan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Peningkatan kualitas pendidikan dapat meningkatkan stress akademik yang dialami siswa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat stress akademik pada remaja siswa kelas 1 di SMA Negeri 1 Depok. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif sederhana. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah responden sebesar 252 siswa. Hasil penelitian didapatkan data 51.6% siswa kelas 1 SMA Negeri Depok mengalami tingkat stress akademik tinggi sementara 48.4% mengalami tingkat stress akademik rendah. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada perawat untuk lebih memahami mengenai stress akademik pada remaja.

Education is important for Indonesia`s government which is proved by the high budget that used to improve the quality of education in Indonesia. Improving the quality of education will affect the level of academic stress for students. This research aimed to describe the level of academic stress first grade students in SMA Negeri 1 Depok. Research design that used in this research is quantitative with descriptive method. This research used total sampling method with the amount of sample were 252 respondents. The result showed 51.6% first grade students in SMA Negeri 1 Depok had high level of academic stress while 48.4% had low level of academic stress. This study provided recommendation for nurses to be able to understand about academic stress among adolescents."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
S55513
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marisa Diah Lestari
"ABSTRAK
Pendahuluan: Remaja yang menjalani kehidupan di lembaga pembinaan akan mengalami banyak perubahan yang disebabkan oleh stressor sehingga menimbulkan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stressor, persepsi pola asuh, dan strategi koping terhadap stres remaja di lembaga pembinaan khusus anak pria. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 64 remaja di lembaga pembinaan yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Hasil: Stressor aspek biologis ialah perubahan nafsu makan, penyakit menular di lembaga pembinaan, dan perubahan kesehatan fisik. Stressor aspek psikologis ialah pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, perubahan motivasi, dan perubahan kemampuan belajar. Stressor aspek sosial ialah berpisah dari keluarga, suasana lingkungan lembaga pembinaan, kegiatan rutin di lembaga pembinaan, serta perilaku dan sikap teman di lembaga pembinaan. Remaja di lembaga pembinaan merasakan stres katagori moderate. Remaja di lembaga pembinaan menggunakan problem focused coping dan emotion focused coping. Remaja di lembaga pembinaan mendapatkan perlakuan dari orang tua dengan jenis pengasuhan neglectful/uninvolved. Stressor sosial, strategi koping problem focused coping, dan persepsi pola asuh neglectful/uninvolved memiliki hubungan yang bermakna dengan stres. Rekomendasi: Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi penelitian berikutnya berupa penelitian keperawatan intervensi berupa managemen stres pada remaja di lembaga pembinan. Bermanfaat bagi orang tua dalam meningkatkan serta memperbaiki pola pengasuhan kepada remaja.

ABSTRACT
Introduction Adolescents who live in prison will change many experiences caused by stressor that can cause stress. This study aims to determine the relationship between stressors, parenting style, and coping strategies toward stress adolescents inmates in prisons. Methods The design of this study was descriptive correlational with cross sectional approach. This study was involved 64 adolescents inmates selected by purposive sampling. Result Biological stressor are the spread of infectious diseases in the prison and changing in physical health. Psychological stressor are an unpleasant past experiences, changing in motivation, and learning ability. Social stressor are seperated from family, environment, routine activity, and behavior rsquo s friends inmates.. Adolescents inmates moderate stres. Coping strategies used by adolescents inmates is problem focused coping and emotion focused coping. Parenting style with neglectful uninvolved in adolescents inmates. Social stressor, coping strategies, and parenting style have a meaningful relationship with stress. Recommendation This research is expected to provide benefit for subsequent research of nursing intervention of stress management at adolescents inmates. This study to provide benefit for parents in improving parenting patterns. "
2017
S67695
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cindy Cleodora
"Harga diri rendah merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya halusinasi pada klien skizofrenia yang mempengaruhi pikiran dan perilaku klien. Laporan kasus ini bertujuan melihat manfaat terapi kognitif perilaku dan terapi psikoedukasi keluarga terhadap peningkatan kemampuan klien dan keluarga serta penurunan tanda dan gejala halusinasi dan harga diri rendah pada 4 klien laki-laki berusia dewasa melalui pendekatan case series.
Hasil yang didapatkan menunjukkan seluruhnya mengalami peningkatan dalam mengendalikan halusinasi dan harga diri rendah hingga berdampak pada penurunan tanda dan gejala. Seluruh klien sudah tidak mendengar suara-suara lagi dan berpikir positif terhadap dirinya. Terapi kognitif perilaku yang diberikan juga menunjukkan hasil bahwa seluruh klien mampu mengendalikan pikiran negatif, 3 klien diantaranya berhasil menghilangkan pikiran negatif dan seluruhnya dapat mengubah perilaku negatif. Pada masing-masing keluarga klien mengalami peningkatan kemampuan setelah diberikan Psikoedukasi Keluarga.
Kedua terapi ini direkomendasikan dilakukan bersamaan pada klien halusinasi dan harga diri rendah, karena dukungan caregiver memberikan kontribusi pada kemampuan klien mengatasi masalahnya. Penelitian selanjutnya diperlukan untuk melihat efektivitas terapi kognitif perilaku dan terapi psikoedukasi keluarga pada halusinasi dan harga diri rendah dengan jumlah visit lebih lama dan menggunakan kelompok kontrol.

Low self esteem was one of factors caused Schizophrenia that influence the mind and behavior of clients. This case reports looked at the benefits of cognitive behavior therapy and family psycho education therapy to improved client and family ability and decreased sign and symptoms of hallucinations and low self esteem in 4 adult male clients through a case series approach.
The results showed that all of them have increased in controlling hallucinations and low self esteem to have a decrease in sign and symptoms. The whole client has not heard voices and think positively. The therapy also shows that all clients are able to control negative thoughts and 3 clients of them managed to eliminate negative thoughts and can completely change negative behavior. In each client's family had increased ability after given family psycho education therapy.
Both of these therapies are recommended to perform simultaneously on the hallucination and low self esteem clients, as caregiver support contributes to the client's ability to resolve the problem. Further study is needed to see the effectiveness of cognitive behavior therapy and family psycho education therapy on hallucinations and low self esteem with longer visit and with control group.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Qonitah Faridah Pranadisti
"Studi literatur ini bertujuan untuk menggali studi sebelumnya yang berkaitan dengan strategi koping yang digunakan oleh pekerja white collar dalam menghadapi stres kerja. Pendekatan sistematik dipakai dalam telaah literatur ini. Terdapat empat Database yang dipakai meliputi PubMed, Google Scholar, EBSCO, and Wiley Online Library, melibatkan penggunaan istilah pencarian seperti koping, strategi koping, white collar, pekerja kantor, dan stres. Pencarian dilakukan pada Juni 2020 hingga Juli 2020. Total terdapat 11 artikel yang dimasukkan dalam ulasan dan kemudian dinilai kualitasnya. Hasil penelitian menemukan enam dari penelitian yang dikaji adalah kuantitatif, empat adalah kualitatif, dan 1 dicampur. Tiga strategi koping utama yang digunakan oleh pekerja kerah putih adalah: (1) fokus emosi, (2) fokus masalah, dan (3) penghindaran. Kesimpulan studi yang dikaji menunjukkan bahwa pekerja white collar yang menggunakan strategi koping lebih dari satu dapat menghadapi stres kerja dengan lebih baik.

The aim of this literature study was to discover prior studies relating to coping strategies used by white collar worker in order to encounter work stress. A systematic approach was adopted for the literature review. The databases searched included PubMed, Google Scholar, EBSCO, and Wiley Online Library, involving the use of search terms such as coping, strategies coping, white collar, office worker, and stress. The search was conducted in June 2020-July 2020. In total, 11 published papers were included in the review and were subsequently assessed for quality. The result of the study shows six of the reviewed studies were quantitative, four were qualitative, and 1 was mixed. Three major coping strategies used by white collar worker were: (1) emotion-focused, (2) problem-focused, and (3) avoidance. The conclusion of the studies reviewed shows that white collar workers who use more than one coping strategiesare better to encounter their work stress."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nabila Putri Afiffah
"Harga diri rendah kronik merupakan perasaan tidak berharga dan rendah diri yang berkepanjangan pada seseorang akibat penilaian negatif terhadap dirinya. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ners ini untuk menganalisis penerapan pemberian asuhan keperawatan generalis dengan kegiatan terapi seni melukis bebas pada Tn. H usia 41 tahun dengan harga diri rendah kronik dan diagnosa media skizofrenia paranoid. Penilaian harga diri diukur menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Implementasi keperawatan yang dilakukan berfokus pada melatih kemampuan klien dan memasukkan latihan kemampuan ke dalam jadwal harian berikut dengan intervensi yang diberikan yaitu art therapy melukis bebas. Art therapy melukis sebagai salah satu kegiatan positif yang dilatih untuk mengekspresikan perasaan melalui media seni. Hasil dari karya ilmiah akhir ini menunjukkan bahwa klien mengalami penurunan tanda dan gejala harga diri rendah. Penerapan terapi seni melukis bebas dapat diadaptasi sebagai pengembangan standar asuhan keperawatan jiwa dengan diagnosis harga diri rendah kronik.

Chronic low self-esteem is a prolonged feeling of worthlessness and low self-esteem in a person due to a negative assessment of oneself. The purpose of writing this final scientific paper for nurses is to analyze the application of generalist nursing care with free painting art therapy activities to Mr. H 41 th year old with chronic low self-esteem and medical diagnosis of paranoid schizophrenia. Self-esteem was measured using the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). The nursing implementation that is carried out focuses on training the client's abilities and incorporates skills training into the daily schedule with the intervention given, namely free painting art therapy. Art therapy painting as a positive activity that is trained to express feelings through art media. The results of this final scientific paper show that the clients experience a decrease in signs and symptoms of low self-esteem. The application of free painting art therapy can be adapted as a standard for the development of mental nursing care with a diagnosis of chronic low self-esteem."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Selita Restuningtyas
"ABSTRAK
Penderita bipolar umumnya mengalami episode depresi dan agresi yang terjadi secara fluktuatif dalam jeda waktu cepat atau lambat. Saat penderita gangguan bipolar memasuki episode depresi dan tidak mampu dikendalikan oleh antidepresan, maka akan beresiko untuk memasuki episode agresi dengan gejala manik-hipomanik. Hal ini akan membuat kontrol emosi dan pengendalian diri berkurang sehingga menyebabkan penderita menjadi mudah tersinggung dan mudah marah yang dapat menimbulkan risiko terjadinya perilaku kekerasan seperti melukai diri sendiri, orang lain dan lingkungan disekitar karena ketidakmampuan seseorang dalam mengendalikan amarah secara konstruktif. Saat inilah penderita dengan gangguan bipolar mulai memasuki episode agresif. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk menganalisis asuhan keperawatan resiko perilaku kekerasan pada Nn.Y dengan gangguan bipolar. Implementasi pada klien dilakukan pada 26-14 Juli 2020. Implementasi keperawatan berfokus pada penerapan terapi menggambar sebagai intervensi komplementer dalam mengontrol emosi dan mencegah perilaku kekerasan.  Penerapan terapi menggambar pada kasus ini menunjukkan adanya pengaruh dalam mengontrol perilaku kekerasan serta menurunkan tanda dan gejala agresif. Rencana tindak lanjut yaitu dengan melibatkan orang-orang terdekat seperti keluarga dan sahabat sebagai faktor pendukung.

ABSTRACT
Bipolar sufferers generally experience episodes of depression and aggression that fluctuate in time lags soon or later. When people with bipolar disorder in episode of depression and didnt capable to controlled by antidepressants, there is a risk of entering manic-hypomanic episodes. This happens because of loss of emotional control and self-control so that sufferers will be easily offended, irritable which can lead to violent behavior such as self-injury, others and the environment because of ones inability to control anger constructively. This is the beginning to enter the aggressive episode in people with bipolar disorder. The purpose of this case report is to analyze nursing care for the risk of violent behavior in a 21-year-old Nn.Y with bipolar disorder. Implementation on the client was carried out on July 26-14, 2020. Nursing implementation focused on the application of drawing therapy as a complementary intervention in controlling emotions and preventing violent behavior. The application of drawing therapy in this case showed an influence in controlling violent behavior and reducing aggressive signs and symptoms. A follow-up plan is to involve the closest people such as family and friends as a supporting factor.
"
2020
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Cynthia Caroline
"Gejala negatif yang muncul pada klien skizorenia adalah isolasi sosial. Isolasi sosial merupakan kesendirian yang dialami individu dan dipersepsikan oleh orang lain, serta sebagai kondisi negatif atau mengancam. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menganalisis interaksi yang dilakukam melalui aktivitas mewarnai pada klien dengan masalah keperawatan isolasi sosial. Implementasi secara khusus dilakukan selama tiga hari pada 28-30 Juni 2021, kemudian dilanjutkan dengan intervensi kepada keluarga dan klien di bulan berikutnya secara daring. Aktivitas mewarnai dilakukan di ruang makan Dewi Amba RSJ Marzoeki Mahdi Bogor. Klien secara bertahap dimotivasi untuk berinteraksi dengan pasien lain yang juga melakukan aktivitas mewarnai. Penerapan aktivitas mewarnai menunjukkan adanya peningkatan minat klien untuk berinteraksi dengan pasien dan perawat lain di ruangan.

One of the negative symptoms which appear on the client with schizophrenia is social isolation. Social isolation is loneliness experienced by individuals and perceived by others, as well as a negative or threatening condition. The purpose of this paper is to analyze the interactions carried out through coloring activities on client with social isolation nursing diagnosis. The implementation is specifically done out for three days on June, 28-30 2021, then continued with online interventions for families and client the following month. The coloring activity was carried out in the Dewi Amba dining room of the Marzoeki Mahdi Hospital, Bogor. Client is gradually motivated to interact with other patients who are also doing coloring activities. The application of coloring activities shows an increase in the client's interest in interacting with other patients and nurses in the room."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yustika Mahayu Putri
"

Gambaran Perilaku Mencari Bantuan Kesehatan Jiwa pada Siswa SMA di Depok

 

Remaja adalah kelompok usia yang mengalami berbagai proses perkembangan dalam kehidupannya. Berbagai faktor dapat berperan sebagai faktor risiko dan faktor proteksi dalam kesehatan jiwa remaja. Layanan bantuan profesional dapat menjadi intervensi dini dalam mencegah gangguan jiwa pada remaja. Perilaku mencari bantuan kesehatan jiwa dapat diidentifikasi dengan melihat sikap dan intensi remaja dalam mencari kesehatan jiwa, serta determinan lain seperti dukungan sosial, tingkat literasi kesehatan jiwa, dan status kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku mencari bantuan profesional kesehatan jiwa pada siswa SMA di Depok. Metode penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif sederhana pada 147 siswa SMA Negeri 13 Depok. Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support, Mental Health Knowledge Schedule, Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS – 21), Attitudes toward Seeking Professional Help – Short Form, dan Mental Help Seeking Intention Scale. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mengetahui frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial tinggi (51,7%), tingkat literasi kesehatan jiwa sedang (74,1%), status depresi normal (83%), status kecemasan normal (69,4%), status stres normal (90,05%), sikap terhadap perilaku mencari bantuan profesional kesehatan jiwa positif (53,1%), dan intensi untuk mencari bantuan kesehatan jiwa sedang (92,5%). Pihak sekolah dan layanan kesehatan jiwa perlu menyediakan dukungan, baik instrumental, informasional, atau emosional kepada siswa tentang kesehatan jiwa maupun gangguan jiwa.

 

Kata kunci: Remaja, dukungan sosial, literasi, sikap, intensi, pencarian bantuan, kesehatan jiwa


An overview of Mental Health Help-Seeking Behavior in High School Students in Depok

 

Adolescence is an age group that experiences various developmental processes in their lives. Various factors can act as risk and protective factors in adolescent mental health. Professional assistance services can be early intervention in preventing mental disorders in adolescents. The behavior of seeking mental health assistance can be identified by looking at the attitudes and intentions of adolescents in seeking mental health, as well as other determinants such as social support, mental health literacy levels, and mental health status. This study aims to determine the behavior of seeking mental health professional assistance for high school students in Depok. The research method uses a quantitative research design with a simple descriptive method on 147 students of SMAN 13 Depok. The instruments in this study were the Multidimensional Scale of Perceived Social Support, Mental Health Knowledge Schedule, Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS-21), Attitudes toward Seeking Professional Help - Short Form, and Mental Help Seeking Intention Scale. Analysis of the data used in this study is univariate analysis to determine the frequency and percentage. The results showed high social support (51.7%), moderate mental health literacy level (74.1%), normal depressive status (83%), normal anxiety status (69.4%), normal stress status (90.05 %), positive attitudes toward mental health professional seeking help (53.1%), and moderate intention to seek mental health assistance (92.5%). Schools and mental health services need to provide students, both instrumental, informational, or emotional support about mental health and mental disorders.

 

Keywords: Adolescence, social support, literacy, attitudes, intention, help-seeking, mental health

 

"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>