Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 78 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hikmah Ayu Cahyati
"ABSTRAK
Film Fucking Berlin merupakan film yang menggambarkan potret kehidupan kota Berlin pada masa ini. Melalui film ini, peneliti akan menganalisis penokohan tokoh Sonia Rossi serta memaparkan perubahan karakter yang terlihat pada tokoh Sonia Rossi dalam film Fucking Berlin. Sonia Rossi merupakan tokoh utama dalam film ini dan berperan penting dalam membangun cerita pada film ini. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis tekstual. Teks yang dianalisis adalah adegan dan narasi dalam film. Penelitian dilakukan dengan menggunakan unsur intrinsik yang merupakan landasan penulis untuk menganalisis penokohan tokoh Sonia Rossi.

ABSTRACT
Fucking Berlin is a movie that portrays a portrait of Berlin s city life at this modern time. On this film, researcher will analyze the characterization of the character Sonia Rossi and explain the character changes seen in the character Sonia Rossi in the film Fucking Berlin.Sonia Rossi is the main character in this film and plays an important role in building the story of this film. A textual analysis method used is intellectual. The analyzed texts are scenes and narration of the film. The study was conducted using intrinsic elements which is the basis of the author to analyze the characterization of Sonia Rossi's character.
"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Puti Prameswari
"Skripsi ini menganalisis representasi kecantikan perempuan yang ditampilkan oleh tiga iklan produk pencokelat kulit Nivea di Jerman. Dalam skripsi ini juga akan dibahas mengenai pergeseran mitos kecantikan, khususnya mengenai warna kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan representasi kecantikan perempuan dan identitas masyarakat yang terdapat dalam iklan produk pencokelat kulit Nivea. Teori mitos kecantikan dan sirkuit budaya-yang memuat hubungan antara representasi, identitas dan konsumsi-digunakan untuk menganalisis iklan yang menjadi korpus data. Melalui beragam iklan, tercipta suatu penilaian baru terhadap kulit cokelat yang dikaitkan dengan gaya hidup masyarakat.
Masyarakat sebagai konsumen, khususnya perempuan, diarahkan untuk meyakini bahwa kulit cokelat lebih bergengsi dibanding kulit putih, maka hanya dengan konsumsi produk kosmetik seolah dapat mengubah identitas seorang konsumen menjadi bagian dari masyarakat kelas atas. Konsumsi bukan hanya terbatas penggunaan produk, namun menjadi konsumsi budaya untuk mempertahankan identitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas budaya bagi masyarakat konsumen, khususnya perempuan, dikonstruksi secara hegemoni melalui media iklan. Segala representasi kecantikan perempuan dalam iklan adalah hal yang dikonstruksi oleh pihak dominan (patriarki).

This thesis analyzes the representation of women's beauty from three advertisements of Nivea's skin tanning products. The thesis also discuss about the shifting idea of the myth of beauty, especially in terms of skin color. It highlights the representation of women's beauty and the identity of the consumers behind Nivea's advertisements. The myth of beauty and the circuit of culture-which explain the relationship between representation, identity and consumption are used to analyze the advertisements. The construction that goes behind various advertisements creates society's new values toward brown skin that is linked with people's lifestyles.
People as consumers, especially women, are directed to believe that brown skin is more prestigious than white skin. Therefore, the consumption of cosmetic products seems to be able to change the identity of a person, to be a part of upper class society. The consumption is not just about the usage of the product, but it also becomes a cultural consumption to defend people's identity. The result of this thesis shows that cultural identity of people in particular women-has been constructed through media's hegemony. The representation of women's beauty behind three Nivea's advertisements of skin tanning products is entirely constructed by male dominance (patriarchy).
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S1885
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Shadika Mega Puspita Sari
"Film dapat digunakan untuk membaca potret masyarakat tertentu pada suatu ruang
dan waktu tertentu. Wholetrain ? sebuah film mengenai dua kelompok pelaku
graffiti di Jerman yang beradu menulis graffiti di gerbong kereta api, sementara
itu graffiti yang ditulis pada fasilitas umum dianggap merusak dan dilarang oleh
pemerintah. Skripsi ini membahas tentang bagaimana identitas pelaku graffiti
direpresentasikan dalam film ini

Abstract
Film is handled as a potrait of a culture in a particular situation. Wholetrain ? a
film narrated two groups graffiti writers in Germany had a battle to burn graffiti in
a whole train, meanwhile graffiti bombed in a public service is perceived as an
unclean and disallowed by the government. The focus of this study is to
understand how the identity of the graffiti writers is represented in this film"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S43739
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Irfan Wahyudi
"Skripsi ini membahas mengenai keterasingan atau alienasi tubuh perempuan dalam film "DIE TÖDLICHE MARIA". Dalam skripsi ini dibahas juga mengenai simbol dan aturan-aturan yang ditampilkan dalam film ini sebagai konstruksi budaya patriarki yang tanpa disadari dapat dilihat melalui pembagian peran sosial (gender) antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah menjabarkan simbol dan aturan patriarki yang diterapkan dalam kehidupan yang dapat mempengaruhi keterasingan seorang perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan praktis dan teoritis. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kuatnya budaya patriarki yang diterapkan dalam sebuah keluarga dapat mengakibatkan keterasingan pada perempuan baik terhadap tubuhnya sendiri maupun lingkungan yang ada di sekitarnya.

The thesis discusses the alienation on women's body in the film "DIE TÖDLICHE MARIA". This thesis also discusses the symbols and the rules which are shown in this film as a patriarchy construction, which unwittingly can be seen through the division of the social role (gender) between men and women in society. The aim of this research is to describe that the applied patriarchy symbols and rules could be influence the aliention on women. This research used literature study with theoritical and practical method. The results of this study stated that the applied strong patriarchal culture in life could be influence the alienation on women either on her body or her surroundings milieu."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S52682
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fathia Chairunnisa
"Artikel ini membahas mengenai representasi imigran Turki dalam film “Almanya: Willkommen in Deutschland”. Analisis ini menggunakan metode studi pustaka yang dilakukan secara deskriptif dan argumentatif. Dalam analisis ditunjukkan simbol yang digunakan dalam film untuk menunjukkan identitas budaya tokoh dari berbeda generasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imigran Turki memiliki beragam identitas budaya karena pengaruh lingkungan tempat mereka berada.

This article discusses about representation of Turkish immigrants’ cultural identity in the film “Almanya: Willkommen in Deutschland”. The research used qualitative descriptive method based on literature study. The symbols that are used in the film show various cultural identities which are represented by different immigrant generations. The result of the research proves that cultural identity is a process of becoming than a fixed substance. It is not determined by the place we live.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Karnila Dewi
"Masyarakat urban terbentuk seiring dengan munculnya atau terbentuknya kota-kota besar. Mental dan kebiasaan hidup masyarakat tersebut kemudian terus bergerak dan berkembang sesuai dengan modernisasi. Orang-orang yang terbiasa hidup dalam kegiatan-kegiatan dengan norma-norma di desa, harus beradaptasi dengan kehidupan di kota-kota besar yang cenderung bebas. Tulisan ini akan membicarakan karakteristik masyarakat urban film Berlin Alexanderplatz, Die Geschischte Franz Biberkopf karya Alfred Döblin. Dalam film ini, Döblin menggambarkan pengaruh kota pada pemikiran manusia dan bagaimana kehidupan di kota besar berjalan. Karakteristik masyarakat urban yang digunakan dalam tulisan ini berdasarkan pemikiran George Simmel, yang dituangkan dalam yang berjudul 'die Grossstadt und das Geistesleben'.

Urbanization is inevitable due to relativitely rapid development in big cities. The urban people's mentality and way of life are shaped along the process of modernization, which occurs more rapidly in big cities (rather than in small towns). In order to survive, urban people have to adjust themselves with sets of values, which may be different with the norms develop in villages. This journal focuses on the characteristic of urban people based of Alfred Döblin's Berlin Alexanderplatz and George Simmel’s essay, die Groβtadt und das Geistesleben.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Dhia Nabilla
"[ABSTRAK
Cerita pendek berjudul das Brot adalah salah satu karya sastra Jerman yang ditulis oleh Wolfgang Borchert pada tahun 1946. Cerita pendek ini mengisahkan interaksi antara sepasang suami istri di Jerman dalam situasi pasca Perang Dunia II. Meskipun tidak mengulas situasi perang secara khusus dan eksplisit, cerita pendek ini merepresentasikan keadaan yang dialami oleh masyarakat Jerman pada saat itu. Melalui karya ini Borchert menggambarkan implikasi Perang Dunia II bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Jerman. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, analisis terhadap cerita pendek ini memperlihatkan pengaruh Perang Dunia II bagi masyarakat Jerman, khususnya dalam aspek hubungan interpersonal.ABSTRACT The short story ''das Brot'' is written by Wolfgang Borchert in 1946. Das Brot describes the interaction between a married couple in Germany in the period after World War II. This story illustrates the condition in German Society. Through this work, Borchert desribes the effect of World War II in German Society's daily life. by using a sociological analysis it shows the influence and effect of World War II in Germany, particularly under the aspect of Interpersonal Relationship., he short story ''das Brot'' is written by Wolfgang Borchert in 1946. Das Brot describes the interaction between a married couple in Germany in the period after World War II. This story illustrates the condition in German Society. Through this work, Borchert desribes the effect of World War II in German Society's daily life. by using a sociological analysis it shows the influence and effect of World War II in Germany, particularly under the aspect of Interpersonal Relationship.]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Raniah Khansa
"ABSTRAK
ada umumnya perempuan dalam iklan ditampilkan sebagai perempuan yang memiliki rambut panjang dan lurus, berkulit putih dan mulus, bertubuh langsing. Analisis semiotik pada tiga buah iklan yang menjadi korpus data dalam penelitian ini, yaitu formoline L112, eBalance.de, dan Almased, menunjukkan bagaimana iklan turut membentuk mitos kecantikan. Mitos kecantikan yang terbentuk melalui penggambaran dalam media merupakan bagian dari industri. Makalah ini bertujuan untuk memperlihatkan konstruksi tubuh ideal perempuan di Jerman.

ABSTRACT
Women are generally portrayed in advertisements with long and straight hair, fair and smooth skin, and perfectly slim body. This study using semiotic analysis focuses on three different advertisements, i.e. formoline L112, eBalance.de, and Almased, in which the results shows how advertisements play an important role in constructing the beauty myth. Beauty myth, which is formed by representation in various media is a part of the industry. This study aims to describe the construction of an ideal body of women in Germany.
"
2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Elyntina
"ABSTRAK
Kehadiran figur perempuan dalam dunia periklanan sudah tidak dapat terhindarkan. Tak terhitung sudah berapa jumlah perusahaan yang menggunakan perempuan sebagai model untuk menjual produk mereka melalui iklan. Perempuan dianggap sebagai perantara yang baik dengan cara membentuknya dengan citra-citra tertentu pada iklan, diantaranya dengan menonjolkan sisi seksualitas perempuan. Fenomena tersebut membawa perempuan sebagai pihak yang tereksploitasi dengan segala apa yang dimilikinya. Analisis kampanye iklan NORDSEE menunjukkan bahwa perempuan, terutama tubuhnya, telah mengalami eksploitasi dan kerap mengalami objektifikasi melalui penggunaan figur perempuan dalam sebuah iklan.

ABSTRACT
Nowadays, the presence of female figures in the world of advertising is unavoidable. So many companies are using women as a model to sell their products through advertising. In the ads, women are considered as a good agent by forming them with certain images and highlighting their sexuality. This phenomenon shows that women are being exploited with all what she has. Analysis of NORDSEE ad campaign shows that women, especially their body, have been exploited and objectified through the use of female figure in the advertisement."
Depok: [Fakultas Ilmu Budaya, ], 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Adelina Adrianti
"Di dalam iklan perempuan ditampilkan sebagai sosok dengan bentuk fisik yang ideal seperti bertubuh langsing, berkulit putih dan mulus, memiliki kaki yang jenjang dan bulu mata yang lentik. Kedua iklan dari Shot for Slim dan Alli menunjukan bahwa iklan memiliki peranan dalam membentuk mitos kecantikan. Mitos kecantikan yang tersebar di masyarakat sering kali dianggap sebagai sebuah kenyataan yang dijadikan standard dalam menilai kecantikan perempuan. Dengan adanya mitos kecantikan yang tersebar di masyarakat, memunculkan kekhawatiran pada perempuan terhadap kekurangan bentuk tubuh yang dimilikinya.

In an advertisement woman published as someone who has an ideal physical form like having a slim body, flawless and white skin, has a ladder feet and tapering eyelashes. Both advertisements from Shot for Slim and Alli shown that advertisement has role in making a beauty myth. Beauty myth that spread in community is often considered as a reality that become a standard for rating a woman beauty. As is beauty myth that spread in community, show concern on woman to deficiency a body form that they owned."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8   >>