"Penelitian ini bertujuan untuk menjawab masalah mengenai bagaimana penerapan dan
pengaruh teknik penambahan dan pengurangan pada terjemahan mahasiswa semester
enam. Metode yang digunakan adalah gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif
yang memanfaatkan analisis isi untuk menguraikan penerapan dan pengaruh dari kedua
teknik tersebut. Sumber penelitian diperoleh dari 22 terjemahan mahasiswa pada kelas
penerjemahan di Program Studi Belanda Universitas Indonesia. Hasil penelitian
menunjukkan adanya penerapan teknik penambahan sebanyak 25 kali dan 83 kali pada
teknik pengurangan. Penerapan tersebut paling banyak terjadi pada Keterangan (K).
Tujuan dari penerapan teknik penambahan adalah untuk melancarkan kalimat dan
menjelaskan informasi pada Bahasa Sumber (BSu). Sementara teknik pengurangan
digunakan untuk menghasilkan kalimat yang ringkas dan mengakomodasi informasi yang
dibutuhkan dalam Bahasa Sasaran (BSa). Ketidakakuratan akibat dari penerapan teknik
penambahan dan pengurangan adalah 17% atau 19 dari 109 jumlah kasus. Kesalahan
dalam pemahaman struktur dan fungsi bagian kalimat serta penggunaan BSa yang kurang
sesuai menjadi alasan dari ketidakakuratan terjemahan. Persentase ketidakakuratan
tersebut mengindikasikan bahwa mahasiswa telah berhasil menerapkan teknik
penambahan dan pengurangan pada terjemahan.
This research was aimed to deal with the research question about how the usage and theimpact of addition and deletion on the sixth semester students’ works. The method thatused in this research was the combination of quantitative and qualitative approacheswhich utilized content analysis to decipher the usage and the impact of both technics. Thesource of this research was 22 students’ work from translation studies class in DutchLiterature of Universitas Indonesia. The result discovered that the addition and deletionwas found 25 and 83 times consecutively which often showed in adverbial. The purposeof using addition was for the fluency of sentences and to clarify an information in SourceLanguage. Meanwhile for deletion was used to produce concise sentences andaccommodate information needs in Target Language. The inaccuracy as a result of theusage of addition and deletion was 17% or 19 of 109 total cases that caused by error inunderstanding the structure and function of words in sentences and the correct use ofTarget Language. This indicated that students have successfully applied the technique ofaddition and deletion on their works."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indoneisa, 2021