Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 179552 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rizki Utami
"Pola kelekatan memiliki peranan penting dalam hubungan cinta orang dewasa (Hazan & Shaver dalam Bird & Melville, 1994). Pola kelekatan yang dimiliki seseorang di masa dewasanya dianggap memiliki hubungan yang erat dengan pola kelekatan yang ia bangun dengan orangtua di masa kecilnya. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara pola kelekatan dengan orangtua di masa kecil dan pola kelekatan dengan pasangan hidup pada dewasa muda. Pola kelekatan dengan orangtua di masa kecil akan dipisahkan antara pola kelekatan dengan Ayah dan pola kelekatan dengan Ibu untuk mendapatkan jawaban yang spesifik mengenai pola kelekatan yang dibangun responden pada kedua orangtuanya. Responden dalam penelitian ini adalah 122 dewasa muda berusia 25 ? 40 tahun yang telah menikah selama 5 ? 10 tahun. Penelitian ini menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pola kelekatan dengan Ayah dan Ibu di masa kecil dan pola kelekatan dengan pasangan hidup pada dewasa muda. Beberapa faktor dalam teori dan metodologi yang menyebabkan tidak signifikannya hasil penelitian akan dibahas lebih lanjut.

Abstract
Attachment style has an important role in romatic relationship in adult (Hazan & Shaver in Bird & Melville, 1994). Attachment style in adulthood can be considered to be strongly correlated with attachment style that he/she has with their parents in childhood. This research intend to explore the relationship between attachment style with parents in childhood and attachment style with spouse in young adult. Attachment style with parents in childhood is distinguished between attachment style with Father and attachment style with Mother to get specific answer about attachment style that respondents have with both of their parents. There are 122 young adults respondents involved in this research which is between 25 ? 40 in age and have been married for 5 ? 10 years. This research found out that the relationship between attachment style with Father and Mother in childhood and attachment style with spouse in young adult is not significant. Some factors in the theory and methodologist which might be the cost of this insignificant result is discussed."
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Samosir, Fanny Eileen
"Studi ini bertujuan untuk meneliti gambaran attachment style pada mantan pengguna narkoba yang sedang berada dalam pusat rehabilitasi. Attachment style merupakan bentuk kelekatan hubungan orang tua dengan anak. Attachment style dibagi kedalam dua jenis, yaitu secure attachment dan insecure attachment, kemudian insecure attachment dibagi lagi menjadi dua, yaitu ambivalent-insecure attachment, dan avoidant-insecure attachment. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner attachment style. Responden dari penelitan ini berjumlah 95 responden dengan rentang usia 15-45 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Studi ini dilakukan pada pusat rehabilitasi narkoba yang berada di Sukabumi. Hasil dari studi ini terlihat bahwa sebagian besar responden mempunyai jenis secure attachment yaitu sebanyak 73 responden. Selain itu responden yang mempunyai jenis ambivalent-insecure berjumlah 4 responden, dan avoidant-insecure berjumlah 7 responden. Dalam penelitian ini juga dilihat hubungan attachment style dengan kebahagiaan pada masa kecil, status pernikahan orang tua, dan tempat tinggal pada waktu kecil. Variabel-variabel diatas diperoleh dari data kontrol dalam kuesioner yang kemudian perhitungannya menggunakan chi-square. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif juga. Pengumpulan data kualitatif dalam penelitian ini menggunakan wawancara. Responden yang mempunyai jenis secure dan avoidant attachment yang peneliti ambil untuk penelitian kualitatif.

This study is to research the picture of attachment style to ex-drugs user that stay at the rehabilitation centre. Attachment syle is form of how close a relationship between parents and children. Attachment style divided by two types, secure attachment and insecure attachment, and then insecure attachment divided again by two, ambivalentinsecure attachment and avoidant-insecure attachment. The method research that I use is quantitative and qualitative. The data that I get is from questionnaire and interviews. Questionnaire that I use is questionnaire attachment style. The respondent from this research is about 95 respondent around the age 15-45 years old and they all males. This study take place in drugs rehabilitation centre at Sukabumi. The result of this study makes us see that most of the respondent having a secure attachment its about 73 respondent, the rest is ambivalent insecure 4 respondent and ambivalent insecure is 7 respondent. In this research we see that the relationship attachment style and the happiness for the childhood, parents marriage, and place where they live when they were kids. Although variables there I got from the data control from the questionnaire and than counted using chi-square. The method of this research use qualitative too. The qualitative data that I got using interviews. Respondent that has the type of secure and avoidant attachment that the researcher took is for qualitative research."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2008
155.418 SAM a
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yessica Meita Berlina
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara hardiness dan pola attachment pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Penelitian dilakukan pada 106 partisipan yang memiliki karakteristik mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Hardiness diukur dengan alat ukur Dispositional Resilience Scale-15R yang disusun oleh Bartone (1995) dan telah diadaptasi oleh Lukman (2008). Pola attachment diukur dengan alat ukur Pola Attachment yang disusun oleh Diantika (2004) dan diadaptasi oleh Moeljosoedjono (2008). Hasil utama yang didapat dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara hardiness dan pola secure attachment pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi serta terdapat hubungan negatif antara hardiness dan pola insecure attachment pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi.

This research is conducted to see the relationship between hardiness and attachment style in students who are currently working on their thesis to get bachelor degree. There are 106 participants involved in this research, they all have the characteristic as students who are currently working on a thesis to get bachelor degree. Hardiness was measured by Dispositional Resilience Scale-15R developed by Bartone (1989) that has been adapted by Lukman (2008). Attachment style is measured by an attachment style measurement developed by Diantika (2004) and has been adapted by Moeljosoedjono (2008). The main result of this research found that there is a positive correlation between hardiness and secure attachment and there is a negative correlation between hardiness and insecure attachment in students who are currently working on thesis to get bachelor degree.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2014
S56172
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fia Silfia Luthfiani
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kualitas attachment dengan ibu dan motivasi berprestasi. Hetherington dan Parke (1993) mengemukakan bahwa attachment akan berdampak pada sense of self, yang salah satu aspeknya adalah self-efficacy (Nelson dan DeBacker, 2008). Kuatnya self-efiicacy pada individu dalam melaksanakan tugas berpengaruh pada besarnya harapan individu tersebut akan kesuksesan (Tracy, 1993, dalam Zenzen, 2002). Sigelman (1999) menyatakan bahwa harapan akan kesuksesan merupakan salah satu faktor yang dapat diperhitungkan pengaruhnya terhadap motivasi berprestasi. Untuk menjawab permasalahan penelitian, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner sebagai alat ukur penelitian. Selain itu pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap lima orang partisipan juga dilakukan untuk memperkaya hasil penelitian. Partisipan dalam penelitian ini adalah santri tingkat pertama dari Pondok Pesantren Al-Furqon dan Pondok Pesantren Amanah yang terletak di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas attachment dengan ibu dan motivasi berprestasi. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa hampir seluruh partisipan memiliki hubungan attachment yang secure dengan ibu, dan secara umum santri Pondok Modern tingkat pertama memiliki skor motivasi berprestasi yang cukup tinggi. Hasil wawancara terhadap lima orang partispan menunjukan bahwa hal yang paling mendorong mereka untuk berprestasi adalah keinginan untuk dapat membahagiakan orang tua.

ABSTRACT
The aim of this research is to find either there is a relationship between quality of attachment with mother and achievement motivation or not. Hetherington and Parke (1993) state that attachment influence one?s sense of self, which one of its aspect is self-efficacy (Nelson and DeBacker, 2008). The degree of one?s self-efficacy in doing a task effects one?s perception about the probability of success (Tracy, 1993, in Zenzen, 2002). Sigelman (1999), states that probability of success is one of significant factors which influence achievement motivation. To answer question of this research, researcher use quantitative method with questionnaire as an instrument. Qualitative method also used by interviewing 5 participants to enrich the result of this research. The participants of this research are first grade students of Al-Furqon and Amanah Islamic Boarding School in Tasikmalaya. Result of this research showed that there is a significant positive correlation between quality of attachment with mother and achievement motivation. Beside of that, this research also found that generally, the first grade students of Islamic Modern Boarding School have a secure attachment with mother and a fairly achievement motivation. Result of the interview with 5 participants showed that the main reason for their achievement behavior is to make their parents happy."
2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mentari Pertama Neeskens
"

Pasangan yang telah menikah di Indonesia diketahui memiliki indeks kebahagiaan yang tinggi. Namun, pasangan yang menikah nyatanya juga menunjukkan angka perceraian dan KDRT yang cukup tinggi di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan adverse childhood experiences dan relationship satisfaction dengan dimensi adult attachment sebagai moderator pada pasangan dewasa muda yang sudah menikah di Jabodetabek (N=258). Pada penelitian ini, ACE diukur menggunakan ACE-Q, relationship satisfaction diukur menggunakan Relationship Assessment Scale (RAS), dan adult attachment diukur menggunakan ECR-RS. Setelah penelitian dilakukan, diketahui bahwa anxiety memperkuat dampak negatif ACE dan relationship satisfaction (b=0.26, t=2.24, p<.05). Sedangkan, avoidance diketahui tidak berperan dalam hubungan ACE dan RS (b=-0.15, t=-1.08, p=.27).


Married couples in Indonesia have a high happiness index of all marital status. But married couples also shows high divorce and domestic violence rates in Indonesia. This research was conducted to examine the relationship between adverse childhood experiences and relationship satisfaction with adult attachment dimensions as moderators in married young adult couples in Jabodetabek (N=258). ACE was measured using the ACE-Q, relationship satisfaction was measured using the Relationship Assessment Scale (RAS), and adult attachment was measured using the ECR-RS. It was discovered that anxiety strengthened the negative impact of ACEs and relationship satisfaction (b=0.26, t=2.24, p<.05). Meanwhile, avoidance was found not to play a role in the relationship between ACE and RS (b=-0.15, t=-1.08, p=.27)."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jennifer Vianna
"Penelitian sebelumnya menemukan bahwa pengalaman masa kecil yang buruk dapat berdampak terhadap penggunaan strategi resolusi konflik destruktif dalam hubungan romantis seseorang. Akan tetapi, belum banyak literatur yang menjelaskan mekanisme antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menguji peran disorganized attachment sebagai mediator antara kedua variabel. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 172 orang yang memiliki rentang usia 18-25 tahun yang pernah mengalami pengalaman masa kecil yang buruk dan sedang menjalin hubungan romantis selama minimal 6 bulan. Penelitian ini menggunakan Conflict Resolution Strategy Inventory untuk mengukur strategi resolusi konflik destruktif yang terdiri dari 2 dimensi yaitu conflict engagement dan withdrawal, Childhood Trauma Questionnaire Short Form untuk mengukur pengalaman masa kecil yang buruk, dan Adult Disorganized Attachment untuk mengukur disorganized attachment. Melalui analisis mediasi ditemukan bahwa disorganized attachment secara signifikan memediasi hubungan antara pengalaman masa kecil yang buruk dan resolusi konflik destruktif, baik conflict engagement ab1 = 0,009, SE = 0,005, 95% CI [0,0014, 0,0223] dan withdrawal ab2 = 0,0095, SE = 0,0051, 95% CI 0,002, 0,022. Semakin buruk pengalaman masa kecil yang dialami oleh partisipan, maka semakin tinggi tingkat disorganized attachment, yang kemudian mempengaruhi penggunaan resolusi konflik destruktif, baik conflict engagement maupun withdrawal. Diskusi dan saran penelitian dibahas di bagian akhir.

Previous research has found that adverse childhood experiences ACEs are related to destructive conflict resolution style in emerging adult romantic relationships. However, the pathway between the two variables has not been widely studied. This study aimed to examine the role of disorganized attachment as mediator between the two variables. Participants of this study consisted of 172 individuals with experiences of childhood maltreatment, whose ages ranged between 18-25 years and were currently in a relationship for at least 6 months. The Conflict Resolution Strategy Inventory was used to measure destructive conflict resolution which consisted of two dimensions: conflict engagement and withdrawal, the Childhood Trauma Questionnaire Short Form was used to measure ACEs, and Adult Disorganized Attachment was used to measure disorganized attachment. Mediation analysis results showed that disorganized attachment significantly mediated the relationship between ACEs and destructive conflict resolution, for both conflict engagement ab1 = 0,009, SE = 0,005, 95% CI [0,0014, 0,0223 and withdrawal ab2 = 0,0095, SE = 0,0051, 95% CI 0,002, 0,022]. Higher levels ACEs were related to higher disorganized attachment, which in turn was associated with usage of destructive conflict resolution, both conflict engagement and withdrawal. Discussion and suggestion are discussed at the end of the paper.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hanida Mievela
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara kualitas attachment terhadap orangtua dan peer dengan keterlibatan dalam bullying. Variabel keterlibatan bullying ini diukur menggunakan modifikasi Bullying Questionnaire dari Duffy (2004), sedangkan variabel kualitas attachment pada orangtua dan peer diukur dengan menggunakan The Inventory Parent Peer Attachment (IPPA Revision) dari Armsden dan Greenberg (1987) yang mencakup dimensi communication, trust dan alienation pada bagian orangtua dan peer. Penelitian ini melibatkan 303 partisipan (laki-laki 119 orang dan perempuan 184 orang) yang berada pada tingkat SMA kelas X, XI dan XII dari Jakarta dan Depok.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara skor kualitas attachment terhadap orangtua dengan skor bagian pelaku bullying dengan r(303)=-0,213, p<0,000 dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara skor kualitas attachment terhadap orangtua dengan skor bagian korban dengan r(303)=-0,117, p<0,005. Sedangkan tidak terdapat hubungan negatif yang signifikan antara skor kualitas attachment terhadap peer dengan skor bagian pelaku dan korban bullying.

The objective of this research is to investigate the relationship between parent’s and peer’s quality of attachment and bullying involvement. Bullying involvement was measured using the modification of Bullying Questionnaire by Duffy (2004). Quality of attachment to parents and peer was measured using The Inventory Parent Peer Attachment (IPPA Revision) by Armsden and Greenberg (1987) which cover communication, trust and alienation’s dimension. The respondents of this research are 303 adolescents (119 male and 184 female) from highschool grade X, XI and XII living in Jakarta and Depok.
The result of the research shows that bully’s score and quality of attachment toward parents’s score are significantly and negatively correlated r(303)=-0.213, p<0.000, victim’s score score and quality of attachment toward parents’s score too are significantly and negatively correlated r(303)=-0.117, p<0.005. While bully’ s and victim’ s score and quality of attachment toward peer’s score are not significantly and negatively correlated.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2013
S52592
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vissia Ardelia
"Remaja merupakan masa dimana seseorang mengalami perubahan yang kompleks dalam berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang kompleks serta berbagai tuntutan peran yang ada dapat menimbulkan masalah kesehatan mental bagi individu, seperti munculnya gejala depresi. Salah satu faktor yang dapat mencegah kemungkinan gejala depresi terjadi pada remaja adalah attachment dengan orangtua. Penelitian kali ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk melihat hubungan antara attachment orangtua dengan gejala depresi pada remaja di DKI Jakarta. Penelitian ini dilakukan kepada sebanyak 753 siswa SMA yang berada di wilayah DKI Jakarta. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur gejala depresi ialah Hopkins Symptoms Checklist-25 yang sudah diadaptasi kedalam Bahasa Indonesia. Sementara itu, attachment dengan orangtua diukur menggunakan Inventory of Parent and Peer Attachment IPPA bagian orangtua. Hasil penelitian ini menunjukkan, terdapat korelasi yang signifikan antara attachment dengan orangtua dan gejala depresi pada remaja. Dengan demikian, semakin tinggi attachment remaja dengan orangtua, maka semakin rendah gejala depresi pada remaja.

Adolescence is a phase when someone experiencing a complex changing in various aspects of life. The complexity of transformation and roles responsibility could become a serious mental health problem over teenage life, such as the appearance of depressive symptoms. One of the protective factors of depressive symptom is adolescent attachment with parent. This study is a quantitative research to see a relationship between parental attachment and depressive symptoms in high school students. Samples of this study were 753 high school students in DKI Jakarta. Depression is measured with Hopkins Symptoms Checklist 25 and has been adapted in Indonesian, whereas attachment is measured with Inventory of Parent and Peer Attachment IPPA , using parental part only. Result of this study shows that there is a significant relationship between parental attachment and depressive symptoms among high school student in DKI Jakarta. It means, the higher is parental attachment, the lower is appearance of depressive symptoms in adolescent. "
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2017
S67529
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadia Anindita Vandari
"ABSTRAK
Hasil penelitian menunjukan kualitas hubungan remaja dengan orangtua dapat berdampak pada kesehatan mental remaja, termasuk pada munculnya gangguan kesehatan mental. Gangguan kesehatan mental yang paling umum dialami remaja adalah gangguan emosional. Beberapa faktor orangtua yang diketahui berkaitan denga nmunculnya gangguan emosional pada remaja adalah kelekatan dengan orangtua, polakomunikasi keluarga, dan parental pressure. Penelitian ini bertujuan untuk melihatapakah kelekatan dengan orangtua, pola komunikasi keluarga, dan parental pressure tahun sebelumnya secara bersama-sama dapat memprediksi munculnya salah satupemicu dari gangguan emosional, yaitu masalah emosional. Penelitian ini merupakan studi longitudinal yang menggunakan data tahun lalu dan tahun ini dari 5 SMA di 5 wilayah urban DKI Jakarta. Data didapat dari 660 siswa SMA di DKI Jakarta. Peneliti menggunakan beberapa alat ukur dalam penelitian ini. Inventory of Parent and Peer Attachment IPPA digunakan untuk mengukur kelekatan dengan orangtua, Revised Family Communication Patterns RFCP untuk mengukur pola komunikasi keluarga,Inventory of Parental Influence IPI untuk mengukur parental pressure, dan the Strengths and Difficulties Questionnaire SDQ untuk mengukur masalah emosional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya pola komunikasi orientasi percakapan ayahtahun sebelumnya, parental pressure ayah tahun sebelumnya, dan masalah emosional tahun sebelumnya yang bersama-sama menjadi prediktor yang signifikan dari masalah emosional pada siswa SMA di Jakarta. Perbedaan hasil berdasarkan jenis kelamin remaja juga didiskusikan.

ABSTRACT
Studies showed that the relationship quality between adolescents and their parents has some impacts on adolescents mental health. The most common mental health disorder among adolescents is emotional disorder. Some parental factors have been identified as predictors of emotional disorders among adolescents. Some of them were parental attachment, family communication patterns, and parental pressure. This study aimed at investigating whether parental attachment, family communication patterns, and parental pressure can predict emotional problem in adolescents. We conduct a longitudinal study using data from 2017 and 2018. Our study took place in five high schools from five urban administrative cities in DKI Jakarta. Data were collected from 660 high school students in DKI Jakarta. We used the Inventory of Parent and Peer Attachment IPPA to measure parental attachment, the Revised Family Communication Patterns RFCP tomeasure family communication patterns, the Inventory of Parental Influence IPI tomeasure parental pressure, and the Strengths and Difficulties Questionnaire SDQ tomeasure emotional problem. The results show that father 39s conversation orientation from last year, father 39s pressure from last year, and emotional problem from last year predict emotional problem among high school students in DKI Jakarta. Result differences by adolescents sex are discussed. "
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ni Luh Pratisthita
"Laki-laki yang menyukai laki-laki dikenal dengan sebutan gay (pria homoseksual) (Emka, 2004). Walaupun keberadaan gay masih menjadi hal kontroversial di masyarakat, seperti manusia pada umumnya mereka juga memiliki figur attachment / significant others yang terus mengalami perubahan dari sejak kecil hingga masa dewasa. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai gambaran attachment styles yang dialami oleh gay dalam rentang usia dewasa muda. Bowlby dan Ainsworth (dalam Colin, 1996) mendefinisikan attachment yakni kecenderungan makhluk hidup dalam membentuk ikatan afeksi yang kuat dengan orang lain yang dianggap istimewa dan bertahan dalam waktu yang lama terhadap figur tertentu yang ditandai oleh adanya keinginan untuk mencari dan memelihara kedekatan dengan figur tersebut, terutama pada saat-saat yang menekan, agar mendapatkan perasaan nyaman dan aman. Adult attachment style terbagi menjadi empat prototipe yakni secure, preoccupied, dissmising-avoidant dan fearful-avoidant (Colin & Feeney, 2004). Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data utama untuk menggali gambaran gay dan attachment stylesnya. Subjek dalam penelitian ini adalah gay dewasa muda dan memiliki figur attachment. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dua diantara tiga subjek gay tersebut termasuk dalam secure attachment style.

Man who loves man or also known as gay (homosexual) (Emka, 2004). Although the existance of the gay community still become a controvesial matter in our people, like the people in general they had a figure attachment / significant others too which is experienced a continuously alteration from childhood to mature age. This research will examine about the description of attachment styles which is experienced by young adulthood gay. Bowbly and Ainsworth (in Colin, 1996) make a definition of attachment that is the tendency of living creature in making a strong bound affection with the other people who is special and last longer to a certain figure which is marked by the will to search and rise that propinquity with that figure, especially when in underpressure momment, so he/she got a good and secure feeling. Adult attachment style consists of four prototypes that is secure, preoccupied, dissmissing and fearful-avoidant (Colin & Feeney, 2004). The researcher uses a qualitative method as the main method to collect data then interview and observation as part of collecting data method for digging up the figure of the gay and attachment styles. Subject in this research is a young adulthood gay and have a figure attachment. From this research?s result shows that two of three gay subjects considered as secure attachment style."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2008
155.418 PRA a
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>