Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 96937 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Budi Utomo
"Media memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membentuk gambaran masyarakat tentang kecantikan. Hal ini dikarenakan media memiliki tujuan untuk memanipulasi pasar sehingga tercipta pasar baru bagi para produsen produk-produk kecantikan. Dengan demikian para perempuan yang menontonnya akan memiliki kebutuhan untuk bisa memenuhi standar kecantikan yang dibuat oleh media melalui penggunaan produk-produk yang diiklankan. Tulisan ini membahas tentang hiperrealitas yang terbentuk melalui iklan televisi, yaitu iklan Pond’s W Kasus Iklan Pond’s White Beauty Spotless White Cream versi Bukan Cinta Biasa. Dalam iklan ini ditemukan bahwa perempuan yang cantik adalah perempuan yang memiliki kulit putih, mulus, tanpa noda hitam di wajah. Selain itu, dalam iklan ini juga digambarkan bahwa perempuan dengan kriteria cantik di atas akan mudah menarik perhatian pria idamannya. Hal ini sesuai dengan konsep hiperrealitas, yakni kriteria perempuan cantik dimanipulasi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kegunaan produk yang dipasarkan dalam iklan tersebut.

Media has big roles in shaping how people see about the concept of beauty. It is because media has a goal to manipulate its market to create a new market for the beauty industries. Thus the women who saw it would have some new needs, regarding their desire to become pretty and start to consume the products that is advertised in those media. This paper is studying about hiperreality that is formed by those media, in this case by advertisement of Pond’s White Beauty Spotless White Cream, Bukan Cinta Biasa Version. In this advertisement, a beautiful women is described by having a white, flawless skin, without black spots in her face. Moreover, this advertisement also describes that those kind of woman can get attention from her crush easily. Those descriptions are showing that there is hiperreality in the advertisement. It means that there are manipulations in the advertisement, and it is done according to the benefit of the product in the advertisement.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Tatag Handaka
"Iklan adalah salah satu media komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Iklan Pond's adalah media komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan agar kulit perempuan menjadi putih. Ada iklan tentang moisturiser, pelembab, losyen, dan cairan pembersih wajah dan kulit. Iklan ini ditayangkan di televisi, diterbitkan di surat kabar, dan media luar ruang.
Penelitian ini meneliti 22 iklan Pond's yang disiarkan melalui media televisi. Teori komunikasi yang digunakan adalah teori tanda dari Roland Barthes. Teori ini mengatakan bahwa pesan komunikasi terdiri dari pesan denotatif dan konotatif. Metode penelitian yang digunakan adalah semiotika, terutama semiotika Roland Barthes.
Hasil analisa data penelitian menunjukkan bahwa pesan komunikasi, khususnya pesan dalam iklan. Selain mengandung pesan denotatif dan konotatif, juga mengandung mitos. Terutama apabila pesan itu diulang secara terus menerus. Kesimpulan penelitian menunjukkan, bahwa putih adalah mitos. Penanda putih bisa diamati dalam setiap iklan Pond's. Baik berupa kulit wajah, kulit tubuh bintang iklan, tulisan, narasi, latar, maupun lirik lagu yang mengiringinya.
Dalam mitos putih, terdapat normalitas perempuan. Konsep normalitas yang digunakan adalah konsep normalisasi dan kuasa dari Michel Foucault. Putih Pond's telah menormalisasi perempuan untuk memiliki wajah dan kulit putih. Kulit putih adalah kulit ideal bagi perempuan. Maka apapun warna kulit perempuan saat ini, idealnya kulit mereka harus menjadi putih. Selain kulit putih ideal, juga ada kulit putih fresh look, kulit putih kilau mutiara, juga kulit putih yang bersinar, dan kulit putih hingga ke ujung kaki.
Subyek kuasa dalam normalitas ini bersifat anonim. Tidak hanya berasal dari Pond's atau Unilever, tapi dari berbagai arah, kuasa ini menyebar. Iklan Pond's menunjukkan bahwa kuasa itu bisa berasal dari laki-laki, anak laki-laki, perempuan itu sendiri, teman-teman perempuan, ibu mertua, keluarga calon mertua, dan tentu dari Pond's."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2006
T22444
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Damita Dhamayanti
"Periklanan saat ini telah berkembang pesat, terutama iklan televisi dimana tidak hanya menampilkan dalam bentuk gambar/visual melainkan juga menampilkan suara/audio. Tayangan iklan televisi akan menimbulkan persepsi yang berbeda-beda tergantung dari kualitas pancar indera, serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi persepsi seperti sifat dari stimuli itu sendiri, harapan dan motif masing-masing individu.
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti persepsi pekerja wanita akan iklan televisi New Pond's White Beauty yang memiliki usia aktif yaitu 20 - 35 tahun. Dimensi yang digunakan untuk meneliti persepsi iklan adalah dengan menggunakan dimensi komposisi iklan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan sampel sebanyak 100 (seratus) orang pekerja wanita yang bekerja di gedung perkantoran The Energy SCBD Sudirman Jakarta Selatan.
Penelitian ini dijelaskan secara deskriptif. Data diambil dari dua sumber, yaitu data primer yang diperoleh secara langsung dari responden pekerja wanita yang bekerja di Gedung The Energy melalui penyebaran dan data sekunder berasal dari buku-buku, jurnal, dan penelitian-penelitian sebelumnya. Analisa penelitian ini menggunakan SPSS 17.
Pada hasilnya, dari 6 dimensi yang diuji, seluruhnya memiliki nilai tinggi dan sangat tinggi yaitu : musik (jingle), jalan cerita (storyboards), naskah (copy), model iklan (endorser), signature slogan (strapline) dan logo (simbol).

Advertising is now growing rapidly, especially television commercials in which not only displays in the form of pictures / visuals but also featured the voice / audio. Television commercials will lead to different perceptions depending on the quality of the transmit senses, as well as other factors that influence the perception of stimuli such as the nature itself, expectations and motives of each individual.
This study aims to examine the perceptions of female workers on New Pond's White Beauty television which has the active age of 20-35 years. The Dimensions used to examine the perception of advertising is commercial composition. This study use a quantitative approach, with a sample size of 100 (one hundred) of female workers who work in office buildings The Energy SCBD Sudirman, South Jakarta.
This study described descriptively. Data taken from two sources, namely the primary data obtained directly from respondents female workers who worked in Building The Energy through the deployment and secondary data derived from books, journals, and previous studies. Analysis of this study using SPSS 17.
As a result, from the six dimensions that had been tested, all dimensions indicate high and very high scores, which are: music (jingles), storyline (storyboards), manuscripts (copy), advertising model (endorser), signature slogan (strapline) and logo (symbol).
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Murti Esti Rahayu
"Penelitian ini membahas bagaimana persepsi terpaan iklan televisi sebagai salah satu media promosi produk Pond?s Flawless White yang ditayangkan oleh Unilever Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan satu variabel yakni terpaan iklan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang merupakan mahasiswi Universitas Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terpaan iklan memiliki persepsi yang baik atas kegiatan pemasaran Pond?s Flawless White. Namun demikian peneliti menyarankan agar komunikasi pemasaran melalui iklan televisi ini dapat terus dilakukan dengan tema yang lebih kreatif dan bintang iklan yang berimage baik dan representatif agar produk Pond?s Flawless White dapat terus berada dalam benak konsumen.

This research examines how much perception exposure to advertisement as one of the media promotion of products Pond's Flawless White served by Unilever Indonesia of the Unilever brand. This study uses a quantitative approach with the aim of explaining the one variable is exposure to advertisement. The data in this study were obtained through questionnaires to the respondents who are students of Lampung University. The results showed that the charge on advertising has a significant perception on audiences. However, researchers suggest that marketing communication through television advertising can be continued with a more creative themes and commercials are good and representative image about product brand Pond's Flawless White can be sustain on their mind. The writer would suggest to PT Unilever Indonesia to keep always innovative and develop the product."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Raisha Chabena
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas bagaimana pandangan kecantikan wanita Belanda melalui iklan produk kecantikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pandang masyarakat Belanda terhadap kecantikan melalui kata, frasa dan kalimat. Penelitian dilakukan dengan mengamati medan makna pada kata-kata temuan yang terkait dengan makna cantik. Kata berunsur makna cantik yang terdapat dalam iklan produk kecantikan di Belanda yaitu stralend, bruin, kleurtje, natuurlijk, teint, gevoed, zacht, soepel, reinigen, kracht, glanst. Dari kata-kata tersebut dapat disimpulkan bahwa cantik Belanda dapat dikaitkan dengan kulit cokelat, alami, dan kuat.

ABSTRACT
This research discussed how the view of Dutch female beauty through beauty products advertisement. The purpose of this research is to find out the Dutches views on beauty through words, phrases, and sentences. The research was conducted by observing semantic field of the words found in the advertisement, regarding with the meaning of beauty. Words contained the meaning of beauty found in Dutch beauty advertisement are stralend, bruin, kleurtje, natuurlijk, teint, gevoed, zacht, soepel, reinigen, kracht, glanst. From these words, it can be concluded that the way Dutch sees beauty is through something that linked with brown skin, natural, and strong."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Aisyah Madeleine
"Skripsi ini membahas mengenai representasi perempuan berhijab dalam iklan produk kecantikan. Kasus iklan yang dipilih adalah iklan Pureline Hijab Fresh, iklan lotion yang diperuntukkan khusus untuk perempuan berhijab di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dan dikaji melalui analisis semiotika Ferdinand de Saussure terhadap iklan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan berhijab digambarkan sebagai sosok perempuan yang aktif, bebas, dan bersemangat. Meskipun perempuan berhijab digambarkan melakukan kegiatan-kegiatan yang maskulin, kesan feminin digambarkan melalui latar lokasi, penampilan, aktivitas, dan efek penggunaan produk.

This thesis discusses the representation of hijaber in beauty product rsquo s advertisement. The selected ad case is Pureline Hijab Fresh ads, lotion ads that are targeted for girls who wear hijab in Indonesia. This research is a descriptive qualitative research, using semiotic analysis from Ferdinand de Saussure to analyze the advertisement. The finding of this study is that hijabers are represented as an active, free, and vibrant women. Although women with hijab portrayed by performing activities that are masculine, feminine impression is built through background locations, appereance, activity, and product usage rsquo s effects that are shown in the ads.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aquarini Priyatna Prabasmoro
Yogyakarta: Jalasutra, 2006
659.1 AQU b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Deandra Hendra Maharani
"Munculnya beauty influencer di industri kecantikan, dapat mempengaruhi publik melalui iklan testimonial yang dibuatnya khususnya produk kosmetik. Namun dalam praktiknya, tidak semua beauty influencer melakukan iklan testimonial sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sehingga jika terjadi kerugian konsumen, influencer kecantikan dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, tesis ini bermaksud untuk menganalisis mengenai tanggung jawab beauty influencer atas hasil iklan testimonial yang dibuat di Instagram dengan terlebih dahulu mengkategorikan influencer kecantikan sebagai bisnis periklanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa beauty influencer dapat dikatakan sebagai pelaku usaha periklanan jika memenuhi kategori sebagai berikut: tertentu. Hasil analisis mengenai konstruksi akuntabilitas menunjukkan bahwa influencer kecantikan dapat dimintai pertanggungjawaban iklan dibuat. Namun, tidak jelas sejauh mana tanggung jawabnya his yang harus dilakukan karena tidak ada pengaturan lebih lanjut. Berdasarkan hal-hal Oleh karena itu, perlu dibentuk undang-undang periklanan di Indonesia Indonesia yang secara khusus mengatur periklanan menurut definisinya bisnis periklanan yang diperluas
The emergence of beauty influencers in the beauty industry can influence the public through testimonial advertisements that they make, especially cosmetic products. However, in practice, not all beauty influencers do testimonial ads in accordance with applicable regulations. So that if there is a consumer loss, beauty influencers can be held accountable in accordance with applicable regulations. Therefore, this thesis intends to analyze the responsibility of beauty influencers for the results of testimonial advertisements made on Instagram by first categorizing beauty influencers as an advertising business. This study shows that a beauty influencer can be said to be an advertising business actor if it meets the following categories: certain. The results of the analysis on the construction of accountability shows that beauty influencers can be held accountable for advertising created. However, it is not clear to what extent his responsibility should be carried out as there is no further arrangement. Based on these matters, it is necessary to establish an advertising law in Indonesia Indonesia which specifically regulates advertising by definition an expanded advertising business"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gina Al Ilmi
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2004
S3460
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muniha Addin Munawwaroh
"Iklan `Project #ShowUs` Dove, diluncurkan dengan tujuan membuat perubahan terhadap representasi perempuan (termasuk kaum lesbian, queer, dan transgender) yang ada di media dan dunia periklanan, dengan cara menekankan konsep kecantikan yang lebih representatif. Penelitian ini memiliki rumusan masalah berupa bagaimana iklan `Project #ShowUs` Dove Belanda mendefinisi ulang kecantikan yang ada di Belanda, sedangkan tujuan penelitian adalah untuk mengungkap cara Dove melalui `Project #ShowUs` dalam mendefinisi ulang kecantikan yang ada di Belanda. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan gender Judith Butler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iklan `Project #ShowUs` Dove Belanda menghadirkan konsep-konsep redefinisi yang berkaitan dengan bentuk dan ukuran tubuh, usia, ketidaksempurnaan fisik, tingkat wawasan dan pekerjaan atau profesi, serta orientasi seksual dan identitas gender. Redefinisi kecantikan yang dibentuk mengundang antusiasme masyarakat Belanda melalui kolom `Doe mee met Project #ShowUs` yang turut mendukung dan menambahkan gagasan dalam konsep redefinisi kecantikan.

`Project #ShowUs` Dove ad, launched with the aim of making changes to the representation of women (including lesbians, queer and transgender) in the media and advertising world, emphasizes the more representative concept of beauty. The formulation of the problem was how `Project #ShowUs` Dove Netherlands redefined beauty in Netherlands, and the aim was to uncover Dove`s way through 'Project #ShowUs' in redefining beauty in Netherlands. This research used qualitative methods and gender concept of Judith Butler. The results showed that `Project #ShowUs` Dove Netherlands Ad presented concepts of redefinition beauty relating to body shape and size, age, physical imperfection, level of insight and occupation or profession, and also sexual orientation and gender identity. The redefinition of beauty that was formed invited the enthusiasm of the Dutch people through the `Doe mee met Project #ShowUs` column, they supported and added ideas in the concept of beauty redefinition."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>