Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 193385 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Istianna Nurhidayati
"Pemberian ASI eksklusif yang cenderung menurun, menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada bayi. Ibu harus memiliki kemampuan, komitmen dan memperoleh dukungan untuk tetap memberikan ASI eksklusif. Salah satu upaya untuk menumbuhkan komitmen dan memberikan dukungan pada ibu adalah dengan kegiatan kelompok swabantu ASI eksklusif (KS-ASIEKs). Penulisan Karya Ilmiah ini bertujuan untuk melihat gambaran pengaruh KS-ASIKs dalam meningkatkan perilaku pemberian ASI eksklusif. Metode yang dilakukan dengan melibatkan pelayanan keperawatan, kelompok ibu hamil dan menyusui serta keluarga yang memiliki ibu hamil dan menyusui.
Hasil intervensi adalah terdapat pengaruh yang signifikan ibu hamil dan menyusui yang mengikuti kegiatan KS-ASIEKs dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (p<0,005). Kelompok swabantu ASI eksklusif sebagai intervensi keperawatan efektif dalam meningkatkan perilaku pemberian ASI dengan memberikan dukungan dan meningkatkan kepercayaan diri ibu. Perawat Perkesmas dapat menggunakan intervensi KS-ASIEKs pada asuhan meternal yang berujuan untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif.

Exclusive breastfeeding is decreas, causing various health problems in infants. Mom must have the ability, commitment and the support to continue to provide exclusive breastfeeding. One effort to foster commitment and support to the mother is breastfeeding exclusively self-help group activities (KS-ASIEKs). Scientific Writing aims to given on overview the effect of KS-ASIKs to increasing exclusive breastfeeding behavior. The method were carried out with the involvement of nursing services, a group of pregnant women and lactating mothers and families who have become pregnant and lactating.
The results of the intervention was a significant difference pregnant and lactating women who follow the activities of KS-ASIEKs with exclusive breastfeeding behavior (p <0.005). Exclusive breast self-help groups as a nursing intervention is effective in improving breastfeeding behavior by providing support and enhance the confidence of the mother. PHN Nurses can use the KS-ASIEKs intervention in the meternal care to increase exclusive breastfeeding.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Mauliani
"Ibu menyusui dapat mengalami berbagai kendala dalam memberikan air susu ibu (ASI) pada bayi. Salah satu kendala yaitu masalah puting lecet yang sering terjadi di wilayah perkotaan karena beberapa faktor seperti kurangnya pengetahuan dan sosial budaya terkait posisi dan perlekatan yang tepat ketika menyusui. Karya ilmiah akhir ini memberikan gambaran pelaksanaan intervensi tentang posisi menyusui dan perlekatan bayi sebagai intervensi yang dilaporkan dalam mengatasi masalah ketidakefektifan pemberian ASI pada keluarga Bapak A di RW 01 Kelurahan Sukatani, Depok. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kejadian puting lecet pada Ibu A dapat dicegah dan kebutuhan ASI pada bayi tercukupi terlihat dari adanya peningkatan berat badan bayi. Dengan hasil tersebut, keluarga sebaiknya terus meningkatkan dan menerapkan cara menyusui yang efektif.

Breastfeeding mothers can have problems in providing breast milk (ASI) for babies. One of the problems is sore nipples that often occur in urban areas due to several factors such as lack of knowledge and socio-cultural about positioning and latching when breastfeeding. This final assignment describes the implementation of the intervention on positioning and latching for baby breastfeeding is intervention to solving Ineffectiveness Breasfeeding at Mr. A's Family in RW 01 Kelurahan Sukatani, Depok. The evaluation results showed that the incidence of sore nipples on Mrs A can be prevented and baby had adequate breastmilk be seen from the increase in baby weight. With these results, the family should be continue to improve and apply the ways of effective breastfeeding.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ushal Imami Fadhila
"ASI eksklusif merupakan makanan pokok bagi bayi yang diberikan selama enam bulan pertama sejak kelahiran dan dilanjutkan sampai usia dua tahun disertai dengan makanan pendamping ASI. Ibu yang tinggal di daerah perkotaan sudah jarang memberikan ASI eksklusif untuk bayi mereka. Pengeluaran ASI yang tidak lancar menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ibu tidak memberikan ASI kepada bayinya. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pijat oksitosin sebagai intervensi dalam meningkatkan kualitas pemberian ASI pada keluarga Bapak A di Kelurahan Sukatani, Depok. Hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kualitas pemberian ASI yang diukur dari frekuensi pemberian ASI dan peningkatan berat badan bayi.

Exclusive breastfeeding is the staple food for the babies that are given during the first six months after birth and continued until two years old along with complementary food. Mothers who live in urban areas are rarely give exclusive breastfeeding to their babies. The less of breast milk production was one factor that lead to the mother does not breastfeed her baby. This final clinical nursing paper aimed to analyze the nursing care of oxytocin massage as an intervention to improve the quality of breastfeeding to Mr. A’s family in Sukatani, Depok. Result shown that there is an increase in the quality of breastfeeding as measured from the frequency of breastfeeding and infant weight gain.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Najat
"Ketidakefektifan pemberian ASI merupakan ketidakpuasan atau kesulitan ibu, bayi, atau anak menjalani proses pemberian ASI. Salah satu permasalahan yang mengakibatkan masih rendahnya pemberian ASI di perkotaan adalah aspek kurangnya pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI, dan salah satunya cara meningkatkan proses pemberian ASI. Perawatan payudara merupakan salah satu tindakan yang digunakan untuk memperlancar pengeluaran ASI dengan cara merawat payudara. Karya Ilmiah Akhir ini memberikan gambaran tentang asuhan keperawatan keluarga untuk mengatasi masalah ketidakefektifan pemberian ASI. Implementasi yang telah dilakukan bersifat kognitif, afektif, dan psikomotor dengan pendekatan lima tugas kesehatan keluarga yang memfokuskan pada intervensi perawatan payudara. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi ASI dan peningkatan kepuasan bayi saat menyusu. Peningkatan produksi ASI dan kepuasan bayi dalam menyusui didukung dengan upaya keluarga dalam modifikasi lingungan dalam proses pemberian ASI dan perawatan payudara secara rutin 2 kali sehari.

Ineffectiveness of breastfeeding mothers is dissatisfaction or difficulties, infant, or child through the process of breastfeeding. One of the problems that led to the low breastfeeding in urban aspect is the lack of knowledge about the importance of breastfeeding, and one of them is how to improve the process of breastfeeding. Breast Care is one of the measures used to increase production of breast milk. This KIAN provided an overview of family nursing care for ineffectiveness breastfeeding problem with breast care. Implementation is comprised of cognitive, affective, and psychomotor task with five family health approach and focused to breast care intervention. Evaluation results showed that an increased in milk production and increased satisfaction in infants during breastfeeding. The increased of milk production and infant satisfaction are supported by family’s effort to modify the environment for breastfeeding process and breast care twice a day.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Aisyah Bella
"Manajemen laktasi dan sikap terhadap menyusui merupakan faktor yang memengaruhi keberhasilan ibu memberikan ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pendonor ASI, sikap ibu pendonor terhadap menyusui dengan donor ASI, dan manajemen laktasi pada ibu pendonor ASI. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang atau cross sectional. Subjek penelitian terdiri dari 77 pendonor ASI yang ditentukan dengan teknik convenient sampling. Berdasarkan hasil penelitian, pendonor ASI memiliki karakteristik yang beragam. 97.40 pendonor memiliki sikap netral terhadap menyusui dengan ASI donor dan manajemen laktasi yang baik. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti manajemen laktasi pada penerima donor ASI.

Lactation management and attitude of breastfeeding are factors that affect succesful breastfeeding. This research purpose to identify description of lactation management at mother's donor breast milk in Jakarta. The design of this study is a simple quantitative descriptive with cross sectional study. The study involved 77 mother's donor milk in Jakarta selected by convenient sampling technique. The results showed that 97.4 mother's donor have positive attitude of breastfeeding with donor breastmilk and have a good lactation management. This research reccomend to do a study about lactation management in donor recipients.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
S68610
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Handayani
"ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan atau minuman lain hingga bayi berusia 6 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi di Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi 6-12 bulan dan berada di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Palmatak yang berjumlah 160 orang. Variabel dependen adalah perilaku pemberian ASI eksklusif, sedangkan variabel independen adalah faktor predisposisi (umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, serta nilai dan budaya), faktor pendorong (pemeriksa kehamilan, penolong persalinan, tempat persalinan) dan faktor penguat (dukungan keluarga, dukungan teman, dukungan petugas kesehatan). Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat.
Hasil penelitian menggambarkan bahwa sebagian besar responden tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya (90,6%). Faktor predisposisi umur, pekerjaan dan sikap tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan perilaku pemberian ASI eksklusif, akan tetapi dari pendidikan, pengetahuan serta nilai dan budaya responden menunjukkan ada hubungan bermakna dengan perilaku pemberian ASI eksklusif dimana untuk pendidikan di peroleh p value : 0.001, pengetahuan dengan p value: 0.036 dan nilai budaya ibu dengan p value: 0.004. Faktor pendorong pemeriksa kehamilan dan penolong persalinan menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna dengan perilaku pemberian ASI eksklusif karena walaupun sebagian besar responden memeriksakan kehamilan dan bersalin di tenaga kesehatan ternyata tidak meningkatkan perilaku pemberian ASI eksklusif. Sebaliknya dari tempat persalinan ada hubungan bermakna dengan perilaku pemberian ASI eksklusif dan di peroleh p value : 0.011. Faktor penguat yang berupa dukungan keluarga, teman dan petugas kesehatan tidak menunjukkan ada hubungan yang bermakna dengan perilaku pemberian ASI eksklusif.

Exclusive breastfeeding is an activity to give infants mother?s milk without adding other foods and beverages before the infants is 6 months old. The research aims at figuring out the habits and other factors related to breast feeding for infants di Kepulauan Anambas Regency. This is a descriptive research apllying cross sectional design. There were 160 samples of mothers caring 6 to 12 year-old infants within the working territory of Palmatak?s District Community Health Center. The dependent variable was the habits of conducting exclusive breastfeeding, the independent variable was predisposition factors (age, education, occupation, knowledge, attitude, value, and culture), while the reinforcement factors were (pregnancy supervisor, birth attendance, place of give birth), and the supporting factors were (family, colleagues, and medics support). The analysis was conducted by using univariat and bivariat technique.
The result shows that most of the respondents who did not practice exclusive breastfeeding to their infants, which was 90.6%. The predisposition factors of age, occupation, and attitude did not have a meaningful relationship towards the habits of conducting breastfeeding. However, the factors of education, knowledge, value, and culture did show a meaningful relationship towards the practice of conducting breastfeeding. The education factor holds p value of 0.0001, knowledge has 0.036, and cultural value has 0.004 p value. The reinforcement factors of ANC given and birth attendance did not have meaningful relationship with the practice breastfeeding. On the contrary, the factor of givingbirth place had meaningful relationship with the habits of conducting breastfeeding with 0.011 p value. Finally, the supporting factors of family, colleagues, and medics supports did not show meaningful relationship with it.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tien Ihsani
"Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan promosi susu formula dan faktor lainnya dengan pemberian ASI eksklusif di Kota Solok Propinsi Sumatera Barat pada tahun 2011. Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional pada 102 orang ibu dari bayi usia 7-12 bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung pada ibu dengan menggunakan kuesioner. Ditemukan 26,5% ibu yang memberikan ASI eksklusif. Pengetahuan ibu, immediate breastfeeding dan promosi susu formula berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Disarankan kepada Pemerintah Kota Solok untuk dapat mengeluarkan kebijakan mengenai upaya peningkatan ASI eksklusif dan pengaturan larangan promosi susu formula di tempat persalinan.

The purpose of this study was to determine the relationship of infant formula milk promotion and other factors with exclusive breastfeeding in the town of Solok West Sumatra Province in 2011. This research was conducted with a cross-sectional design of the 102 mothers of infants aged 7-12 months. Data were collected through direct interviews with the mothers using a questionnaire. Found 26.5% of mothers who exclusively breastfedding. Infant formula milk promotion, immediate breastfeeding and maternal knowledge, associated with exclusive breastfeeding. It is recommended to the Government of Solok City to be able to issue a policy regarding efforts to increase exclusive breastfeeding and setting restrictions on the promotion of infant formula in the place of birth."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Chowiyati
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
S26525
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Istiqomah Nur Khasanah
"ABSTRAK
Air susu ibu adalah nutrisi terbaik bagi bayi 0-2 tahun. Faktor pengetahuan dan persepsi budaya tentang pemberian ASI yang dimiliki oleh ibu merupakan faktor internal yang mempengaruhi keputusan ibu untuk menyusui anaknya. Breastfeeding self efficacy menjadi salah satu faktor internal ibu yang berperan penting dalam menentukan keberlanjutan pemberian ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dan persepsi budaya tentang pemberian ASI terhadap tingkat self efficacy menyusui pada ibu primipara. Penelitian ini merupakan penelitian analitis korelatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan consecutive sampling pada Juni 2014 dengan 100 responden di Cimanggis, Depok. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data bagi pelayanan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan, persepsi budaya yang tepat tentang pemberian ASI dan self efficacy menyusui ibu dengan program edukasi kesehatan

ABSTRAK
Breast milk is the best nutrition for 0-2 years old babies. Knowledge and perceptions of cultural factors on breast feeding are owned by mothers are internal factors that influence the mother decision to breastfeed her child. Breastfeeding self-efficacy becomes one of the mother's internal factors which plays an important role in determining the continuity of breastfeeding. The purpose of this study is to determine the correlation of knowledge and perception of the culture of breastfeeding self-efficacy scale of breastfeeding in primipara mothers. This study is correlative analytical cross-sectional approach using consecutive sampling in June 2014 with 100 respondents in Cimanggis, Depok. The results of this study can be used as data for health services in improving knowledge, cultural perception right about breastfeeding and maternal breastfeeding self efficacy with health education programs.
"
2016
S64202
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Albertus Setiawan
"Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya persentase ASI eksklusif dan tingginya persentase pemberian MP-ASI dini pada bayi 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas Cipayung. Tujuan penelitian adalah mengetahui prevalensi pemberian MP-ASI dini dan hubungannya dengan kejadian infeksi pada bayi 0-6 bulan di wilayah tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik yang menggali bagaimana dan mengapa kejadian infeksi pada bayi 0-6 bulan dan pemberian MP-ASI dini terjadi. Rancangan penelitian dengan cross sectional.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa prevalensi penyakit infeksi pada bayi 0-6 bulan masih tinggi (48,8%). Prevalensi pemberian MP-ASI dini lebih dari separo bayi sebelum umur 6 bulan, bahkan lebih dari sepertiga bayi telah mendapat MPASI pada umur 0 bulan. Faktor-faktor yang berhubungan secara bermakna dengan kejadian infeksi adalah pemberian ASI parsial dan status imunisasi bayi, sementara faktor lain tidak bermakna.

The problems of this research are the low percentage of exclusive breastfeeding and the high percentage of early complementary breastfeeding of infants 0-6 months in workplace of Cipayung Public Health Center. The objective of the research is to identify early complementary breastfeeding prevalency and its relationship with infection accident of infants 0-6 months in the area. This research is analitical research digging how and why the infection accident of infants 0-6 month and early complementary breastfeeding happened. Research was designed by cross sectional study.
The result of the research concluded that the infection disease prevalency in infants 0-6 months is still high (48.8%). It also concluded that early complementary breastfeeding prevalency is more than 50% on under 6 months infants, and even more than one-third of the infants have taken early complementary breastfeeding in 0 month. The factors significantly related to the infection accident are partial breastfeeding and infants immunization status, while other factors are ignorable."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>