Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 20534 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Raisha Chabena
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas bagaimana pandangan kecantikan wanita Belanda melalui iklan produk kecantikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pandang masyarakat Belanda terhadap kecantikan melalui kata, frasa dan kalimat. Penelitian dilakukan dengan mengamati medan makna pada kata-kata temuan yang terkait dengan makna cantik. Kata berunsur makna cantik yang terdapat dalam iklan produk kecantikan di Belanda yaitu stralend, bruin, kleurtje, natuurlijk, teint, gevoed, zacht, soepel, reinigen, kracht, glanst. Dari kata-kata tersebut dapat disimpulkan bahwa cantik Belanda dapat dikaitkan dengan kulit cokelat, alami, dan kuat.

ABSTRACT
This research discussed how the view of Dutch female beauty through beauty products advertisement. The purpose of this research is to find out the Dutches views on beauty through words, phrases, and sentences. The research was conducted by observing semantic field of the words found in the advertisement, regarding with the meaning of beauty. Words contained the meaning of beauty found in Dutch beauty advertisement are stralend, bruin, kleurtje, natuurlijk, teint, gevoed, zacht, soepel, reinigen, kracht, glanst. From these words, it can be concluded that the way Dutch sees beauty is through something that linked with brown skin, natural, and strong."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Daniel Purwoko Budi Susetyo
"Penelitian ini terutama mempersoalkan tentang relasi antar etnis Cina dan etnis Jawa yang ditandai oleh prasangka, keterbatasan interaksi dan kerusuhan anti Cina Kebanyakan ahli berpendapat, salah satu akar permasalahan utama terletak pada perlakuan diskriminatif dari penguasa terhadap masyarakat etnis Cina Dengan adanya upaya pemerintah di era reformasi untuk menghapus diskriminasi, tentunya akan membawa perubahan bagi relasi yang berlangsung antar kedua etnis tersebut, termasuk di kalangan mahasiswa sebagai generasi muda. Namun perubahan tersebut tengah berlangsung dan belum sepenuhnya dapat dipahami.
Stereotip yang berkembang dalam relasi antaretnis Cina dan Jawa, ditengarai sebagai salah satu landasan penting yang menentukan hubungan antaretnis dan mampu menggambarkan tentang kualitas relasi antaretnis. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengungkapkan pola relasi antar etnis Cina dan etnis Jawa di kalangan mahasiswa berdasarkan bekerjanya stereotip. Teori utama yang digunakan untuk menganalisis adalah teori identitas sosial.
Penelitian ini bersifat eksploratif dan merupakan penelitian awal untuk menegakkan hipotesis bagi pengembangan penelitian selanjutnya. Secara metodologis menekankan sisi kontekstual dari data yang dikumpulkan.
Subyek penelitian sebanyak 300 mahasiswa yang terdiri dari 226 mahasiswa etnis Jawa dan 74 mahasiswa etnis Cina di Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola relasi antar etnis Cina dan etnis Jawa di kalangan mahasiswa dapat terungkap berdasarkan bekerjanya stereotip dengan menggunakan teori identitas sosial sebagai dasar analisis. Hal yang terungkap diantaranya tentang stereotip etnis Cina dan etnis Jawa yang khas, faktor-faktor yang mendasari stereotip dan pola relasi antara kedua etnis yang dipengaruhi oleh kesempatan kontak, persepsi masing-masing etnis terhadap kemampuan etnis lain menjalin relasi sosial yang berkualitas. Penelitian ini juga memberikan gambaran tentang pola relasi antara etnis Cina sebagai minoritas dan etnis Jawa sebagai mayoritas serta bagaimana identitas sosial positif diupayakan oleh masing-masing etnis."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2002
T11486
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Schneider, David J.
New York: Guilford, 2005
303.385 SCH p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Schneider, David J.
New York: Guilford, 2004
303.385 SCH p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Aussie Banteng Pramono
"Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruhcelebrityendorserment terhadap minat beli konsumen melalui sikap atas iklan pada brand L?oreal, yang terdiri dari physical attractiveness (daya tarik), credibility (kepercayaan), expertise (keahlian), dan congruency (keselarasan). Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah bagi pihak manajemen atau perusahaan adalah sebagai bahan evaluasi keefektivitasan penggunaan endorser dalam mempengaruhi minat beli konsumen, dan bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat berguna untuk memberikan masukan tentang studi kasus yang membahas mengenai pengaruh celebrity endorsement terhadap minat beli konsumen dalam kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan.
Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan Indonesia yang pernah melihat iklan produk L'oreal dengan brand ambassador Dian Sastro. Data primer yang berhasil dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner berjumlah 125 orang dan diseleksi menjadi 100 orang. Pendekatan yang digunakan berdasarkan faktor-faktor pernah atau tidak menggunakan produk L?oreal, usia, informasi tentang produk, jenis produk yang digunakan, pekerjaan, pengeluaran per bulan, pengeluaran untuk membeli produk kosmetik dan perawatan, pengeluaran untuk membeli produk L?oreal. Pemecahan masalah dalam penelitian ini dilakukan dengan alat analisis korelasi dengan SPSS (Statistical Package for Service Solutions).
Analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan program SPSS menunjukkan bahwa physical attractiveness, credibility, congruency dan expertise endorser tidak berpengaruh signifikan terhadap purchase intention.
Saran yang diberikan kepada perusahaan adalah agar mencoba strategi komunikasi pemasaran lainnya misalnya dengan promosi melalui media sosial, atau melakukan keseimbangan pada strategi pemasarannya.

This paper aims to identify and analyze the influence of celebrity endorserment on consumer buying interest through stance on advertising on brand fashion Damn I Love Indonesia, which consists of physical appearance, trustworthiness, expertise, and congruity. The benefits to be achieved in this research is for the management or the company as an evaluation is the effectiveness of the use of endorser in influencing consumer buying interest, and for further research are expected to be useful to provide input on case studies that discuss the influence of celebrity endorsement on consumer buying interest in promotional activities undertaken by the company.
The population in this study were all Indonesian women who've seen ads L'oreal products with brand ambassador Dian Sastro. Primary data were collected through questionnaires of 125 people and selected to be 100 people. Approach used based on factors never or do not use products L'oreal, age, information about the product, the type of product used, jobs, spending per month, expenditure on purchasing cosmetic products and treatments, expenditure on purchasing products L'oreal, Troubleshooting in this study was performed with a correlation analysis with SPSS (Statistical Package for Service Solutions).
The analysis was performed using SPSS shows that physical attractiveness, credibility, expertise and congruency's endorser do not have positive effect on consumer buying interest.
The advice given to companies is to try other marketing communication strategy, for example with the promotion through social media, or perform a balance in its marketing strategies.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S64550
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Silvy Noviana
"Attitude Toward Brand Serta dampaknya bagi Purchase Intention pada mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan dan interaksi antara iklan dan gender berpengaruh secara signifikan terhadap ketiga dependent variable secara simultan. Secara lebih spesifik, thinking ads lebih efektif untuk responden wanita sementara feeling ads lebih efektif untuk responden pria. Disarankan untuk melaksanakan penelitian lanjutan untuk low involvement product, thinking ads dan feeling ads yang menggabungkan antara efek kata-kata dengan efek visual, serta klasifikasi gender pada kelompok usia yang berbeda.

This thesis disscusses the effect of high involvement product (thinking product and feeling product), print advertisement (thinking ads and feeling ads), and gender (men and women) on attitude toward advertising, attitude toward brand and their impacts on purchase intention in undergraduate students of Faculty of Economics, University of Indonesia. This is a quantitative research using experimental design. The result showes that advertising and its interaction with gender significantly affect the three dependent variables simultaneously. Specifically, thinking ads is more effective for women while feeling ads is more effective for men. Based on this result, it is suggested that future research observe more on low involvement product, thinking ads and feeling ads which combine text effect and visual effect, and gender classification in different range of age.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T34977
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Sadariskar
"Susu, merupakan makanan panting yang sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan terhadap zat-zat yang diperlukan tubuh, terutama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Besarnya penduduk Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi kalangan industri susu. Berbagai strategi komunikasi pemasaran dilakukan oleh para produsen susu untuk memenangkan pasar. Salah satu pilihannya adalah melakukan promosi dengan beriklan di media televisi.
Susu bubuk Dancow termasuk salah satu susu bubuk yang paling sering beriklan di media televisi. Ibu dengan anak berusia 1-5 tahun merupakan sasaran pada media promosi ini. Hasil komunikasi tersebut menghasilkan dampak kognitif, afektif atau sudah sampai kepada konatif pada sasarannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa hal sebagai berikut
? Bagaimana pengaruh ikian melalui media televisi terhadap tingkat afeksi.
? Bagaimana pengaruh iklan melalui media pendukung Iainnya, koran, majalah, media outdoor terhadap tingkat afeksi.
? Bagaimana pengaruh kegiatan Promosi Penjualan (Sales Promotion) terhadap tingkat afeksi.
? Bagaimana pengaruh kegiatan promosi Word of Mouth terhadap tingkat afeksi.
Penelitian ini merupakan studi cross sectional yang memilih 77 ibu-ibu yang memiliki anak usia 1-5 tahun, yang tinggal di RW 08, Kelurahan Kampung Melayu sebagai populasinya. Dengan menggunakan Simple Random Sampling, terpilih sejumlah responden yang mewakili populasi.
Data yang diperoleh diolah menggunakan sofware data analisis SPSS windows versi 11.5. Dad hasil analisis Regresi Linear Berganda diperoleh temuan bahwa variabel terpaan ikian melalui televisi merupakan variabel pokok yang paling menentukan tingkat afeksi ibu
ibu terhadap susu bubuk merek Dancow. Diikuti oleh variabel iainnya yang juga cukup signifikan mempengaruhi tingkat afeksi yaitu frekuensi Word of Mouth, Promosi berhadiah dari Dancow dan Frekuensi terpaan ikian Dancow di majalah.
Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk penyusunan strategi komunikasi pads produk susu baik bagi produsen susu maupun praictisi komunikasi lainnya. Penelitian ini perlu dilanjutkan dengan berbagai variasi tingkat status sosial ekonomi untuk memberi gambaran yang lebih komprehensif mengenai karakter target market claim menyusun strategi komunikasi yang lebih tepat lagi.

Milk is an important dairy food product to fulfill the nutrient required for the normal fisiological function of human body, especially for the growth and development of children.
As the country with large population, Indonesia becomes a very potential market for dairy industries. Many marketing communication strategy have been developed and implemented by these industries in order to lead the market for the milk product. One of the main strategies is a promotion through TV advertisement media.
Dancow is one of the milk brands that is frequently advertised in the television. Mothers having children 1-5 years is often become the target of this type of promotion. This type of promotion activity influence cognitive, affective or conative effect.
This research is aimed to find the answer of these following questions:
? How the influence of TV Commercial Advertisement Exposure to the Affection
? How the influence of News Paper Advertisement, Magazine Advertisement an Outdoor Advertising to the Affection
? How the influence of Sales Promotion to the Affection
? How the influence of Word of Mouth to the Affection
This research was a cross sectional study that chose the mothers with children aged 1-5 years old living in RW 8, kelurahan Kampung Melayu, East Jakarta, as the population. The representative subjects were choosen from the list using the simple random sampling method.
Data obtained from the study were analyzed using software of SPSS for windows version 11.5. The results of multiple regression analysis found that TV Commercial Ad Exposure is the dominant variable that significantly influences the agffection of mothers. The second and third variables are frequency of word of mouth and sales promotion, respectively. And the last variable is magazine ad exposure.
Present study can be useful for both milk manufacturer as well as other communication practitionnaire in determining the communication strategy for milk and other dairy product. Further study will be needed with more varied sock) economic status of the population to give more comprehensive character of target market in developing more appropriate communication strategy.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2006
T21883
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rishanty Masruri
"Sebagai pemasar saat ini, kian menyadari pentingnya peran iklan dalam membangun citra (image) baik citra merek (brand image) maupun citra diri (self-image), sehingga dibutuhkan suatu penelitian mengenai hubungan derajat kesamaan (similarity/congruence degree) antara citra merek dan citra diri melalui tipe iklan dan pengaruh derajat kesamaan tersebut terhadap sikap konsumen. Di masa Iampau, peneliti pemasaran sering kali menggunakan teori personality untuk menjelaskan perilaku konsumen, yang sering kali diaplikasikan oleh pemasar adalah bahwa setiap individu memiliki konsep diri (self-concept) secara aktual yang didasarkan pada pola pikir, bagaimana mereka memandang tentang dirinya (who they think they are) dan konsep diri secara ideal yang didasarkan pada pola pikir, mereka ingin menjadi siapa (who they think they would like to be).
Penelitian ini mencoba untuk melihat sejauh mana tipe iklan (advertising type) dapat memperkuat atau memperlemah hubungan kesamaan antara citra merek (brand image) dan citra diri (self-image), dan pengaruhnya terhadap sikap (attitude) konsumen dengan hanya mengambil satu merek pada satu kategori produk yaitu handphone yang paling populer di kalangan mahasiswa Universitas Indonesia setelah melakukan penelitian pendahuluan secara tidak terstruktur dengan jumlah responden sebanyak 50 orang. Tujuan penelitian ini meliputi :
1. Untuk mengetahui hubungan antara kesamaan/kongruensi citra (antara citra merek dan citra diri) dengan sikap (attitude) berdasarkan tipe iklan (type of advertisement).
2. Untuk mengetahui sejauhmana pemikiran yang terbentuk pada saat membaca ikian (kualitas produk, pemakaian produk, dan citra diri) dapat memprediksi sikap konsumen terhadap merek dan ikian berdasarkan tipe iklan (type of advertisement).
Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian sebelumnya yang ditulis oleh Timothy R. Graeff (1996). Namun untuk penelitian ini, penulis hanya memfokuskan pada penggunaan pesan fiktif sebuah iklan (advertising massage) khususnya iklan media cetak untuk mengelola hubungan kesamaan antara citra merek (brand image) dan citra diri (self-image), serta pengaruhnya terhadap sikap (attitude).
Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan program SPSS versi 10.0.1, dimana untuk menguji masing-masing hipotesa dalam penelitian ini dilakukan analisis dengan menggunakan alat analisa sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kesamaan citra (antara citra merek dan diri) dengan sikap berdasarkan tipe iklan maka digunakanlah alat analisa Korelasi.
b. Untuk menguji hipotesa kedua digunakan alat analisa Regresi Berganda. Pada kasus regresi berganda, terdapat satu variabel dependen (sikap) dan lebih dari saku variabel independen (kualitas produk, pemakaian produk, dan citra).
Dari hasil korelasi diperoleh bahwa korelasi negatif antara jarak skor dan sikap, mengindikasikan adanya hubungan yang positif antara kesamaan/kongruensi citra dan sikap. Begitupula sebaliknya dari hasil korelasi diperoleh bahwa korelasi positif antara jarak skor dan sikap, mengindikasikan adanya hubungan yang negatif antara kesamaan/kongruensi citra dan sikap. Dampak kesamaan/kongruensi citra (antara citra merek dan citra diri) pada sikap konsumen balk terhadap merek maupun iklan adalah signifikan hanya kepada responden yang diberikan iklan citra diri.
Sedangkan dari hasil analisis regresi berganda diperoleh bahwa tipe pemikiran yang terbentuk pada saat membaca iklan citra diri merupakan prediktor yang signifikan bagi sikap konsumen terhadap merek maupun iklan. Hal ini sesuai dengan apa yang ditemukan Timothy R. Graeff yang menyatakan bahwa tipe pemikiran merupakan prediktor signifikan dari sikap. Berdasarkan analisis penulis hal ini disebabkan oleh: pertama, keterbatasan informasi yang disebabkan oleh pesan iklan fiktif yang sangat generik, kedua, mayoritas responden dimana seluruhnya mahasiswa lebih mementingkan kegunaan dan ketiga harga relatif mengingat mayoritas responden berpenghasilan sekitar Rp 500.000,-sampai Rp 1.000.000,-"
Depok: Universitas Indonesia, 2002
T20196
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Utomo
"Media memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membentuk gambaran masyarakat tentang kecantikan. Hal ini dikarenakan media memiliki tujuan untuk memanipulasi pasar sehingga tercipta pasar baru bagi para produsen produk-produk kecantikan. Dengan demikian para perempuan yang menontonnya akan memiliki kebutuhan untuk bisa memenuhi standar kecantikan yang dibuat oleh media melalui penggunaan produk-produk yang diiklankan. Tulisan ini membahas tentang hiperrealitas yang terbentuk melalui iklan televisi, yaitu iklan Pond’s W Kasus Iklan Pond’s White Beauty Spotless White Cream versi Bukan Cinta Biasa. Dalam iklan ini ditemukan bahwa perempuan yang cantik adalah perempuan yang memiliki kulit putih, mulus, tanpa noda hitam di wajah. Selain itu, dalam iklan ini juga digambarkan bahwa perempuan dengan kriteria cantik di atas akan mudah menarik perhatian pria idamannya. Hal ini sesuai dengan konsep hiperrealitas, yakni kriteria perempuan cantik dimanipulasi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kegunaan produk yang dipasarkan dalam iklan tersebut.

Media has big roles in shaping how people see about the concept of beauty. It is because media has a goal to manipulate its market to create a new market for the beauty industries. Thus the women who saw it would have some new needs, regarding their desire to become pretty and start to consume the products that is advertised in those media. This paper is studying about hiperreality that is formed by those media, in this case by advertisement of Pond’s White Beauty Spotless White Cream, Bukan Cinta Biasa Version. In this advertisement, a beautiful women is described by having a white, flawless skin, without black spots in her face. Moreover, this advertisement also describes that those kind of woman can get attention from her crush easily. Those descriptions are showing that there is hiperreality in the advertisement. It means that there are manipulations in the advertisement, and it is done according to the benefit of the product in the advertisement.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Inasya Nur Qamarani
"ABSTRAK
Stereotipe adalah asumsi palsu yang nyatanya menjadi masalah di dalam masyarakat. Dari banyak jenis stereotipe, artikel ini secara khusus membahas stereotipe etnik, yaitu pada etnik Latin, yang terdapat dalam film The Back-up Plan (2010) dengan menganalisis karakter serta beberapa elemen teknis film tersebut. Meskipun karakteristik dari Zoe dibuat untuk menghilangkan stereotip Latina, pada saat bersamaan, upaya tersebut menciptakan masalah baru yang sama rumitnya dimana ia mencoba untuk mengikuti budaya kaum dominan melalui penampilan dan kehidupan sosialnya.

ABSTRACT
Stereotype is a false assumption that turns out to be a problematic issue in the society. From many types of stereotype, this article specifically discusses ethnic stereotype, Latina, that found in the movie The Back-up Plan (2010) using character analysis and some of the movie s technical elements. Even though the character of Zoe is constructed to disembody the stereotypes of Latina, at the same time such attempt provides another complex problem as she appropriates the dominant culture through her appearance and social life."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>