Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 80202 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Budi Istanto
"Undang-undang nomor 36 tahun 1999. tentang telekomunikasi telah mendorong Iiberalisasi usaha dalam bidang telekomunikasi di Indonesia. Dengan regulasi tersebut dimungkinkan adanya percepatan hak eksklusif atas penyelenggaraan layanan telekomunikasi. Khusus untuk Sambungan Langsung lntemasional (SLI), yang saat ini dikuasai oleh PT. INDOSAT dan PT. SATELINDO [1], percepatan tersebut akan mulai diberlakukan pada tahun 2003. Dalam tulisan ini akan dianalisa peluang bisnis internasional bagi PT.TELKOM dilihat dari bebempa aspek yaitu aspek pasar, aspek pesaing, aspek intemal organisasi, aspek regulasi dan aspk teknis.
Analisa dilakukan melalui pengolahan data dari berbagai sumber yang ada. Analisa strategi bisnis intemasional PT. TELKOM didasarkan pada analisa SWOT yang memperhatikan kekuatan, kelemahan intemal, ancaman eksternal serta peluang yang ada dan analisa kelayakan investasi dengan menggunakan metode payback period internal rate of return, net present value dan profitability index.
Dari hasil analisa peluang bisnis tersebut dapat disimpulkan bahwa masih terbuka peluang yang Iuas bagi PT. TELKOM dalam bisnis intemasional baik itu sebagai network provider ataupun service provider dalam penyelenggaraan layanan SLI, internet service, data service, bordercomm dan carrier hotel. Dan dari hasil analisa kelayakan investasi tampak bahwa bisnis internasional PT. TELKOM melalui jaringan C2C (City to City) layak untuk diimplementasikan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
T3200
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Istanto
Depok: Universitas Indonesia, 2002
TA3299
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rahmi Tri Wahyutika
"ABSTRAK
<

Penelitian ini membahas tentang strategi bisnis yang digunakan program NET Ini Talkshow agar mampu bersaing secara profesional dalam persaingan stasiun televisi terestrial. Penelitian ini akan mendeskripsikan penerapan strategi blue ocean pada aspek khalayak, isi tayangan, serta promosi program Ini Talkshow. Penelitian ini menggunakan paradigma positivis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ini Talkshow menggunakan strategi bisnis blue ocean dan menerapkannya dalam segi khalayak, isi tayangan, serta promosinya. Penelitian ini juga membahas tentang strategi Ini Talkshow untuk mendapatkan pemasukan selain dari slot iklan.


ABSTRACT
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sifa Novwidia Agni
"Telkom sebagai leader company masih memiliki daya bisnis yang masih rendah dibuktikan dengan solusi IoT belum masuk kepada segmen enterprise dan revenue masih jauh dari target. Hal itu terjadi karena strategi bisnis dan keselarasan bisnisnya tidak berjalan dengan baik. Dengan permasalahan tersebut, perlu melakukan evaluasi untuk menilai bisnis model maupun strategi bisnis yang berjalan untuk menciptakan suatu inovasi perusahaan yang lebih baik dengan revenue yang lebih baik juga. tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara model bisnis dan strategi bisnis yang masing-masing memiliki empat dimensi dan lima dimensi, dapat dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi kanonik. Sedangakan untuk mengukur evaluasi factor perusahaan dapat menggunakan metode analisis factor yang dapat dijadikan sebagai factor pembentuk metode SWOT untuk memberikan rekomendasi strategi terbaik terhadap perusahaan. Maka didapatkan hasil dimensi yang paling dominan dalam membangun bisnis dan strategi bisnis perusahaan adalah X13, X24, X41, Y12, Y21,Y22,Y33,Y43,Y52. Kemudian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang postif dan signifikan antara model bisnis dengan strategi bisnis perusahaan dengan hasil akhir dari analisis matriks SWOT perusahaan PT Telkom  berada pada kuadran 1 dimana dapat memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada.

Telkom as the company's leader still has low business power as evidenced by IoT solutions that have not yet entered the enterprise segment and revenue is still far from the target. This happened because the business strategy and business alignment did not work well. With these problems, it is necessary to evaluate to assess the business model and business strategy that is running to create a better company innovation with better revenue as well. The purpose of this study is to determine the relationship between business models and business strategies, each of which has four dimensions and five dimensions, can be analyzed using canonical correlation analysis. Meanwhile, to measure the evaluation of the company's factor, it can use the factor analysis method which can be used as a factor to form the SWOT method to provide recommendations for the best strategy for the company. So the results of the most dominant dimensions in building a business and company's business strategy are X13, X24, X41, Y12, Y21, Y22, Y33, Y43, Y52. Then it shows that there is a positive and significant relationship between the business model and the company's business strategy with the final result of the SWOT matrix analysis of PT Telkom's company is in quadrant 1 which can take advantage of existing strengths and opportunities."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Novi Andriyani
"Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia saat ini, tentu saja Telkom tidak bebas melenggang di percaturan bisnis telekomunikasi di Indonesia. Karena sejak pemerintah Indonesia mengeluarkan UU No.36 tahun 1999 maka perusahaan telekomunikasi tertua ini harus mengakhiri hak monopolinya. Tercatat sampai dengan tahun 2008 sudah ada 10 operator telekomunikasi yang mempunyai lisensi beroperasi di Indonesia. Gempuran persaingan yang datang silih berganti, belum lagi kebijakan/regulasi yang dirasa kurang menguntungkan posisi PT Telkom di era pasar bebas sekarang ini, membuat perusahaan tersebut harus tetap bertahan dan segera merapatkan barisan agar tujuan yang dicitacitakan dapat terwujud. Selain perubahan iklim kompetisi dan regulasi, Telkom juga harus siap dalam menghadapi tantangan perubahan lifestyle dan teknologi, serta aspirasi stakeholders khususnya shareholder yang menginginkan Telkom meraih kapitalisasi pasar tiga kali lipat pada tahun 2010 atau dikenal dengan TELKOM GOAL 3010. Tiga hal ini yang mendrive Telkom untuk harus selalu unggul dalam produk, unggul dalam proses operasional dan unggul dalam memberikan pelayanan (customer intimacy). Atas dasar latar belakang ini penulis menganalisis terhadap strategi bisnis yang dijalankan Telkom. Penelitian ini dimulai dengan menganalisis kondisi eksternal dan internal Telkom. Dari analisis eksternal-internal ini, penulis mencocokkan dengan pilihan strategi bisnis yang seharusnya. Dan hasilnya sesuai dengan strategi yang telah dijalankan oleh Telkom.

Since the state regulation of UU No. 36 was defined in 1999, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk as the incumbent telecommunication company in Indonesia, has been reducing it`s monopoly practice. Until 2008, there have been 10 telecommunication operators having operation license in Indonesia. The more challenging competition, not to mention the government`s policy/ regulation that come in harm for PT Telkom in this current liberal market, have driven PT Telkom defend more and fight more in achieving it`s goal. The three other factors which are not less challenging for PT Telkom are the change of lifestyle, change of technology, and the stakeholders interest to achieve the so-called TELKOM GOAL 3010 (triple market capitalization in 2010). These three factors have driven PT Telkom to always have competitive advantages, both in operational and service. Based on this review, the writer analyzes the ongoing PT Telkom`s business trategic The initial research process is by analyzing PT Telkom`s external and internal condition. Then the writer compares it to PT Telkom`s strategic to find the conclusion whether PT Telkom`s strategic has matched the current condition or not. And the result is the initial hypothesis that PT Telkom`s strategic does not match current external and internal condition is rejected."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26531
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
"This book presents practical approaches for facilitating the achievement of excellence in the management and leadership of organizational resources. It shows how the principles of creating shared value can be applied to ensure faster learning, training, business development, and social renewal. In particular, it presents novel methods and tools for tackling the complexity of management and learning in both business organizations and society. Discussing ontologies, intelligent management systems, methods for creating knowledge and value added, it offers novel insights into time management and operations optimization, as well as advanced methods for evaluating customers’ satisfaction and conscious experience. Based on two conferences, the AHFE 2018 International Conference on Human Factors, Business Management and Society, and the AHFE 2018 International Conference on Human Factors in Management and Leadership, held on July 21–25, 2018, in Orlando, Florida, USA, the book provides both researchers and professionals with new tools and inspiring ideas for achieving excellence in various business activities."
Switzerland: Springer Cham, 2019
e20501648
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Chan Jayadi
"Perluasan coverage atau jangkauan dari suatu operator seluler dapat dilakukan tidak hanya pada cakupan nasional dengan membangun BTS (Base Transmission Station) yang lebih banyak secara indoor dan outdoor, tetapi dapat juga dilakukan dengan memperluas jangkauan internasional melalui kerjasama International Roaming. Beberapa service yang terkait dengan International Roaming adalah Voice/Data Roaming, GPRS/MMS Roaming dan SMS Interworking.
International Roaming bukan sekedar layanan dasar bagi pelanggan. Pengelolaan yang baik dan optimal akan menjadikannya bisnis global yang dapat menjadi revenue center bagi suatu operator. Pelayanan ini telah lama diberikan kepada pelanggan tetapi pengelolaan untuk mewujudkan bisnis global yang bisa menjadi revenue center bagi operator belum dilakukan dengan optimal. Hal ini dapat dilihat dari belum dilakukannya terobosan-terobosan pengembangan untuk meningkatkan pelayanan. Bisnis ini akan selalu berkembang sebagai bisnis global tidak hanya pada service voice dan SMS saja, tetapi akan terus mengikuti perkembangan teknologi komunikasi seluler seperti GPRS/MMS, CAMEL, EDGE dan UMTS. Kondisi ini menuntut operator untuk dapat menerapkan kerjasama International Roaming sesuai dengan level service yang ada dan harus dapat bekerjasama dengan operator yang memiliki frekuensi dan teknologi yang berbeda.
Perlu adanya perencanaan strategi dan kebijakan manajemen pada suatu unit operator seluler untuk menangani, mengelola dan mengembangkan bisnis global International Roaming. Pembuatan strategi manajemen ini bertujuan supaya operator tetap dan semakin bertahan (survive) dalam menghadapi tantangan, ancaman dan sekaligus dapat mengambil peluang yang ada saat pertumbuhan jumlah pelanggan seluler di Indonesia menurun.
Penanganan bisnis ini melibatkan hampir dari semua unit, mulai dari frontliner hingga teknisi atau operator dan juga melibatkan level management setingkat direksi hingga dengan customer service. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis ini adalah suatu bisnis besar yang melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi dan kebijakan yang tepat untuk menangani bisnis International Roaming ini.

Coverage extension of a cellular operator can be done not only in national scope by developing more indoor and outdoor BTS (Base Transmission Station) but also in international scope by extending it through International Roaming cooperation. Some services connected to the International Roaming are Voice/Data Roaming, GPRS/MMS Roaming and SMS Interworking.
International Roaming is not only work as a basic service for the customer. Good and optimum management will turn it into a global business so that it can become a revenue center for an operator. This service has given to the customer for several time before but the optimum management which can make it a global business that can become a revenue center for the operator is not done yet. This can be seen from the un-existing development breakthrough for service increment. This business not only will always develop as a global business in service voice and SMS but also will always follow the cellular technology development such as GPRS/MMS, CAMEL, EDGE and UMTS. This condition pushed the operator for applying International Roaming cooperation that appropriate to the existing service level. They also must able to cooperate with operators which have different frequency and technology.
Strategic planning and management policy in a cellular operator unit are needed for handling, managing and developing the International Roaming global business. The purpose of this strategic management is to make the operator exist and survive in facing some challenges and threats. It is also hoped that the operator can take the market opportunity when someday the cellular costumer number in Indonesia decrease.
Almost every unit in the organization is involved in handling this business, started from frontlines up to technicians or operators. This also involved the operator management from the board of directors level down to the customer service. It is showed that this business resembles as a big business that will involved many components. In consequence, appropriate strategy and policy are needed for handling this International Roaming business.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T15414
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ridha Pringgo
"Tesis ini mengevaluasi strategi bisnis dan sistem pengendalian di SBU Industri Pertambangan dan Energi PT Surveyor Indonesia dengan menggunakan analisis lingkungan industri, analisis SWOT, analisis IFAS dan EFAS, teori sistem pengendalian Simons dan sistem pengendalian Merchant. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ancaman terhadap profitabilitas perusahaan tinggi. Hasil analisis SWOT terangkum dalam matriks IFAS dan EFAS. Matriks tersebut menunjukkan saat ini perusahaan berada pada kuadran V matriks IFAS dan EFAS. Strategi yang sesuai bagi SBU IPE adalah hold and maintain strategy. Perusahaan telah memiliki sistem pengendalian seperti yang dijabarkan dalam teori Simons dan Merchant, tetapi diperlukan konsistensi dalam penerapan sistem pengendalian
The focus of this study is to evaluate business strategy and control system in SBU Energy and Mining Industry PT Surveyor Indonesia using industry environment analysis, SWOT analysis, IFAS and EFAS analysis, control system model Simons and Merchant. This research is qualitative. This research suggests that threats to the company profitability is high. The result of SWOT analysis summarized in IFAS and EFAS matrix. The matrix shows that the company currently is in quadrant V IFAS and EFAS matrix. Appropriate strategy for the SBU Energy and Mining Industry is hold and maintain strategy. The company has a control system as described in Simons and Merchant theory, however it is needed consistency in the application of control systems."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nadia Zahara
"Tesis ini membahas perumusan strategi bersaing PT. Barokah Gemilang Perkasa,
perusahaan kapal transportir BBM yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, berdasarkan konsep dynamic capability untuk mengintegrasikan sumbersumber daya sehingga dapat membantu perusahaan mencapai keunggulan bersaing dalam bekerjasama dengan PT. Pertamina dan PT. Pertamina Tongkang Cabang Balikpapan. Metode penulisan tesis ini adalah deskriptif.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa PT. Barokah Gemilang Perkasa belum memiliki sumber daya yang cukup untuk mencapai keunggulan bersaing. Oleh karen itu, tesis ini menjabarkan strategi alternatif untuk memaksimalkan sumber daya yang ada sehingga PT. Barokah Gemilang Perkasa mampu mencapai keunggulan bersaing.

This writing studies the crafting of competitive strategy for PT. Barokah Gemilang Perkasa, a company of fuel transportation in Balikpapan, East Borneo, based on dynamic capability to gain competitive advantage in coorperarting with PT. Pertamina and PT. Pertamina Tongkang Balikpapan. The methode used in this writing is descriptive.
This thesis results that PT. Barokah Gemilang Perkasa has not had enough resources to gain sustained competitive advantage. Thus, this writing researches and explains alternative strategies to maximize the resources so that PT. Barokah Gemilang Perkasa can gain its target.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2011
T29462
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dani Miftahul Akhyar
"ABSTRAK
Transportasi online semakin populer di Indonesia. Kepraktisan dan kemampuannya menyiasati kemacetan menjadikannya favorit di mata pengguna. Selain itu, ia membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Jika dahulu pekerjaan menjadi tukang ojek dipandang rendahan, kini tidak lagi karena dianggap sudah naik kelas. Bahkan mereka tidak mau disebut "tukang" ojek, melainkan driver. Istilah 'narik' ketika sedang bekerja sudah diganti dengan 'nge-bid'. Penumpang ojek mereka sebut dengan 'customer'. Dari sisi penghasilan pun mereka merasakan perubahan, yaitu lebih tinggi dibandingkan ojek konvensional. Namun, seiring waktu, para driver mulai mengeluh. Segala kebanggaan tersebut ternyata tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami. Tiap hari mereka mempertaruhkan keselamatan di jalan raya. Namun pendapatan mereka semakin menurun karena kebijakan tarif dari aplikator (sebutan untuk perusahaan transport online, seperti Gojek, Grab, dan Uber) yang fluktuatif, ditambah dengan banyaknya promo. Kompetisi antar aplikator semakin lama semakin keras. Apalagi setelah operasi Uber di Indonesia diambil alih oleh Grab. Para pengemudi seperti terjepit diantara pertarungan dua raksasa aplikator online. Makalah ini bertujuan untuk membuktikan adanya komodifikasi pekerja di dalam bisnis transportasi online. Para driver atau pengemudi dengan kerja keras dan jerih payahnya hanyalah menjadi alat atau faktor produksi bagi aplikator untuk memproduksi trafik dan ujung-ujungnya mendapatkan profit atau surplus value sebanyak-banyaknya. Dalam perspektif yang lebih makro, upaya komodifikasi ini merupakan dampak persaingan dan integrasi bisnis aplikator secara vertikal dan horizontal di industri financial technology. "
Jakarta: Ary Suta Center, 2018
330 ASCSM 42 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>