Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 216672 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mayra Istiqomah
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi intrinsik dalam memengaruhi kinerja tugas dengan menguji peran mediasi kreativitas pekerja. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian data tersebut dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak AMOS 24 untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh positif antara kepemimpinan transformasional dan kinerja tugas, motivasi intrinsik memiliki pengaruh positif terhadap kinerja tugas, kepemimpinan transformasional dan motivasi intrinsik memiliki pengaruh positif terhadap kreativitas pekerja. Adapun dalam analisis peran mediasi, ditemukan bahwa kreativitas pekerja memediasi secara parsial hubungan antara motivasi intrinsik terhadap kinerja tugas. Namun, kreativitas pekerja tidak memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan kinerja tugas. Responden dalam penelitian ini adalah 225 karyawan yang bekerja di Perusahaan ICT A di wilayah Jakarta. Pada bagian akhir penelitian ini diberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan manajerial terkait perilaku pemimpin guna meningkatkan kinerja tugas.

This study aims to examine the effect of transformational leadership and intrinsic motivation on job performance mediated by employee creativity. The data used in this study is primary data collected through questionnaires, then the data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS software to examine the relationship between variables. The research results prove that transformational leadership has no effect on job performance, intrinsic motivation has a positive effect on job performance, transformational leadership and intrinsic motivation has a positive effect on employee creativity. As for the analysis of the mediating role, it was found that employee creativity partially mediated the relationship between intrinsic motivation and job performance. However, employee creativity cannot mediate the relationship between transformational leadership and job performance. Respondents in this study were 225 workers at ICT A Company Jakarta. At the end of this study, recommendations given as a basis for managerial consideration related to leader behavior in order to improve job performance."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadhira Deana Khairunnisa
"

Studi tentang pengaruh penerapan gaya kepemimpinan transformasional oleh pimpinan perusahaan terhadap motivasi, prilaku kerja dan kinerja karyawan terus berkembang akhir-akhir ini. Namun demikian, masih sedikit studi yang mengkaji faktor-faktor yang memediasi hubungan tersebut, termasuk faktor psychological empowerment yang dimiliki oleh karyawan. Tujuan studi ini adalah untuk mengakaji pengaruh penerapan gaya kepemimpinan transformasional yang ditunjukan oleh seorang Direktur Utama/CEO terhadap tingkat organizational citizenship behavior karyawan dan juga pencapaian kinerja karyawan yang dimediasi oleh tingkat psychological empowerment karyawan.  Penelitian ini menggunakan teknik structural equation model (SEM) dengan melibatkan 116 responden, yang merupakan seluruh karyawan pada sebuah perusahaan manufaktur elektrifikasi transportasi di Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa seorang pemimpin yang mampu menerapkan gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap tingkat psychological empowerment karyawan. Karyawan yang merasa memiliki psychological empowerment tinggi berpengaruh positif terhadap tingginya tingkat organizational behavior citizenship karyawan, dan juga berpengaruh positif terhadap tingginya pencapaian kinerja (task performance) karyawan tersebut dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini juga dapat membuktikan bahwa tingkat psychological empowerment karyawan memediasi hubungan antara kemampuan pimpinan perusahaan menerapkan gaya kepemimpinan transformational dengan tingginya tingkat organizational citizenship behavior, serta tingginya tingkat pencapaian kinerja (task performance) yang ditunjukkan oleh karyawan.


Studies on the influence of the application of transformational leadership style by company leaders on motivation, work behavior and employee performance continue to grow recently. However, there are still few studies that examine the factors that mediate the relationship, including psychological empowerment factors owned by employees. The purpose of this study is to assess the effect of the application of transformational leadership style shown by a President Director/CEO on the level of organizational citizenship behavior of employees and also the achievement of employee performance mediated by the level of psychological empowerment of employees.  This research uses structural equation model (SEM) techniques involving 116 respondents, who are all employees at a electrical vehicle manufacturing company in Indonesia. The study results show that a leader who is able to implement a transformational leadership style has a positive effect on the level of psychological empowerment of employees. Employees who experience high psychological empowerment will have higher level of organizational citizenship behavior, and also will have higher task performance. Therefore, this study also prove that the level of psychological empowerment of employees mediates the relationship between the ability of company leaders to apply transformational leadership styles with high levels of organizational citizenship behavior, as well as high levels of task performance shown by employees."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farah Amira Shofia
"ABSTRAK
Tuntutan yang berlawanan dapat menimbulkan ketegangan bagi karyawan. Dalam penelitian ini, kami mengusulkan bahwa sumber ketegangan berasal dari tuntutan untuk menghasilkan gagasan baru dan berguna. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana karyawan dapat mengatasi ketegangan melalui paradoks pola pikir. Berdasarkan teori paradoks, teori penentuan nasib sendiri, dan kerangka kerja kreativitas, kami berpendapat bahwa ketika karyawan memiliki pola pikir paradoks, akan meningkatkan motivasi intrinsik mereka untuk menjadi kreatif, yang mengarah ke tingkat kreativitas yang lebih tinggi. Data dari seratus empat puluh lima pasang pemimpin-karyawan dari organisasi yang beroperasi di Belanda dan Indonesia menunjukkan bahwa pola pikir paradoks berhubungan positif dengan motivasi intrinsik karyawan. Namun, hubungan antara motivasi intrinsik dan kreativitas positif, namun tidak signifikan. Hasil penelitian ini menekankan pada pentingnya memiliki pola pikir paradoks bagi karyawan sebagai cara untuk menanggulangi ketegangan di tempat kerja mereka.


ABSTRACT<>br>
Competing demands may create tensions for the employees. In this study, we propose that the source of the tensions come from the demands to generate both novel and useful ideas. This research explored how employees can cope with tensions through paradox mindset. Drawing on paradox theory, self determination theory, and the creativity framework, we argue that when employees have paradox mindset, it will increase their intrinsic motivation to be creative, leading to a greater level of creativity. Data from one hundred forty five leader member pairs from organizations operating in Netherlands and Indonesia showed that paradox mindset was positively related to employees rsquo intrinsic motivation. However, the relationship between intrinsic motivation and creativity was positive, but not significant. The result of this study emphasizes the importance of having paradox mindset for the employees to engage with tensions in their workplace."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Betaubun, Yudisaputra
"Karyawan pelayanan jasa yang kreatif berperan penting dalam menampilkan kemampuan organisasi. Berbagai penelitian berhasil menginvestigasi antiseden dari kreativitas karyawan pelayanan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor kontekstual pekerjaan yang meliputi kompleksitas pekerjaan dan hubungan dengan atasan, rekan kerja dan pelanggan, dengan kreativitas karyawan, dengan konflik dan ambiguitas peran serta motivasi intrinsik sebagai mediator.
Penelitian ini menemukan bahwa hubungan dengan rekan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap ambiguitas peran (role ambiguity). Sementara variabel-variabel lain tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kreativitas karyawan. Hal ini dapat disebabkan karena penelitian dilakukan di sebuah perusahaan perbankan yang memiliki karakteristik highly regulated, di mana selalu terdapat pembatasan-pembatasan berupa aturan-aturan untuk melindungi kepentingan nasabah serta untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Aturan-aturan inilah yang justru membatasi karyawan Bank dalam menggunakan kreativitasnya.

Creative service employees may be crucial in ensuring organizational performance. However, scant research has investigated the antecedents of service employee creativity. This study aims to analyze the influence of contextual factors include job complexity and job relationships with supervisor, co-workers and customers, with the creativity of employees, with conflict and role ambiguity, and intrinsic motivation as a mediator.
This study found that the relationship with co-workers in a positive and significant effect on role ambiguity. While other variables have no significant relationship with employee creativity. It can be caused due to the research carried out in a banking company that has the characteristics of "highly regulated", where there are always limitations in the form of rules to protect customers' interests and to maintain the stability of the financial system. The rules is what actually limits the Bank's employees in using creativity.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S54987
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fadillah Neysa
"Penelitian ini menguji hubungan antara empowering leadership dan kreativitas melalui beberapa variabel lain yang menghubungkannya. Analisis ini menggunakan data survei dari pekerja Industri film di Jabodetabek dan diolah menggunakan metode Structural Equation Modelling dengan software Lisrel. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa dalam industri ini, empowering leadership tidak memiliki hubungan positif dengan psychological empowerment, sementara psychological empowerment memiliki hubungan positif dengan keterlibatan dalam proses kreatif dan motivasi intrinsik karyawan. Motivasi intrinsik karyawan tidak memiliki hubungan positif dengan keterlibatan dalam proses kreatif, sementara motivasi intrinsik tersebut dan keterlibatan dalam proses kreatif memiliki hubungan positif dengan kreativitas karyawan.

This study examined the relationship between empowering leadership and creativity through some other related variables. This analysis uses survey data from the film industry workers in Jabodetabek and processed using Structural Equation Modeling with Lisrel software. This study found that in this industry, empowering leadership does not have a positive relationship with psychological empowerment, while psychological empowerment positively associated with creative process engagement and employee's intrinsic motivation. Intrinsic motivation of employees do not have a positive relationship with creative process engagement, while the intrinsic motivation and engagement in the creative process has a positive relationship with employee creativity."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S54515
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yoga Perdana Hidayat
"Penelitian ini membahas peran pemimpin dalam mengendalikan laju organisasi menuju masa depan dengan tujuan agar dapat memahami kesadaran akan kebutuhan lingkungan dan menyiapkan strategi perubahan yang tepat dan mengarahkan tujuan organisasi. Pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan transformasional dapat memperkuat pemahaman dan keadilan pada bawahannya, serta meningkatkan kualitas kehidupan kerja dalam organisasi. Kualitas kehidupan kerja mencakup setiap elemen dalam budaya organisasi terhadap pimpinan yang dapat meningkatkan kinerja karyawan, kepercayaan pada pemimpin dan perilaku kerja inovatif di dalam organisasi. Pemimpin harus mematuhi gaya kepemimpinan sesuai dengan jenis perubahan dan karakteristik karyawan yang terlibat dan terpengaruh oleh perubahan tersebut. Studi kuantitatif ini menggunakan data primer dari 150 karyawan yang bekerja di perusahaan melalui kuesioner online mengenai pengaruh kepemimpinan berorientasi pada transformasi perusahaan terhadap kinerja karyawan, perilaku kerja inovatif dan kepercayaan pada pemimpin dengan keterikatan kerja sebagai variabel mediasi yang sesuai dalam proses transformasi dan manajemen perubahan di perusahaan untuk mencapai visi strategis perusahaan. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software menggunakan PLS.

This study discusses the role of leaders in controlling the pace of the organization towards the future with the aim of understanding awareness of environmental needs and preparing organizational change strategies. Leaders who have a transformational leadership style can strengthen understanding and fairness in their subordinates, as well as improve the quality of work life in the organization. Quality of work life includes every element in the organizational culture towards the leadership that can improve employee performance, trust in leaders and innovative work behavior within the organization. Leaders must adhere to a leadership style according to the type of change and the characteristics of the employees involved and affected by the change. This quantitative study uses primary data from 150 employees working in the company through an online questionnaire regarding the effect of transformation-oriented leadership on employee performance, innovative work behavior and trust in leaders with work engagement as appropriate mediating variables in the transformation process and change management in the company. to achieve the company's strategic vision. Data is analysed using Structural Equation Modelling Partial Least Square (SEM PLS)."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cintya Pradnya Pratita
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi motivasi intrinsik pada hubungan antara kepemimpinan partisipatif dengan kreativitas karyawan, peran moderasi openness to experience pada hubungan antara motivasi intrinsik dengan kreativitas karyawan, dan peran moderasi openness to experience pada hubungan tidak langsung antara kepemimpinan partisipatif dan kreativitas karyawan melalui motivasi intrinsik. Penelitian dilakukan secara cross-sectional melalui survei daring pada karyawan perusahaan BUMN (N = 169). Analisis data dilakukan dengan menggunakan moderated-mediation model (Model 14) dari Hayes’ PROCESS Macro pada program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi intrinsik memediasi hubungan antara kepemimpinan partisipatif dan kreativitas karyawan. Namun demikian openness to experience ditemukan tidak signifikan memoderasi hubungan antara motivasi intrinsik dengan kreativitas karyawan, dan openness to experience juga tidak signifikan memoderasi hubungan tidak langsung antara kepemimpinan partisipatif dan kreativitas karyawan melalui motivasi intrinsik.

This current study aims to investigate the mediating role of intrinsic motivation in the relationship between participative leadership and employee creativity, the moderating role of openness to experience in the intrinsic motivation and employee creativity, and the moderating role of openness to experience in the indirect relationship between participative leadership and employee creativity through intrinsic motivation. This study was conducted using a cross-sectional design through an online survey directed at BUMN employees (N = 169). Data analysis was performed using moderated-mediation model (Model 14) of Hayes PROCESS Macro on SPSS software. Results showed that intrinsic motivation mediated the relationship between openness to experiences and employee creativity. However, results showed that openness to experience failed to moderate the relationship between intrinsic motivation and employee creativity, resulting in the nonsignificant findings in the moderating effect of openness to experience in indirect relationship between participative leadership and employee relationship through intrinsic motivation."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Suciati
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap motivasi intrinsik karyawan PT XYZ serta program intervensi yang dapat dilakukan. Peneliti melakukan penelitian secara kuantitatif untuk mencapai tujuan tersebut melalui survei dan melakukan training sebagai program intervensi. Partisipan penelitian pada pengambilan data awal (studi 1) adalah 73 karyawan PT XYZ yang berada di empat lokasi di Jakarta. Berdasarkan analisis data dari survei yang dilakukan diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap motivasi intrinsik secara signifikan (F (1, 71) = 69.23, p < .05, R2 = .494). Berdasarkan data tersebut, peneliti menentukan target pelatihan yaitu supervisor yang dinilai bawahannya memiliki kepemimpinan transformasional yang rendah. Adapun supervisor dengan kepemimpinan transformasional rendah yang mengikuti pelatihan berjumlah delapan orang. Setelah program pelatihan dilaksanakan, peneliti melakukan evaluasi pembelajaran. Berdasarkan evaluasi pembelajaran tersebut diketahui bahwa training “lead an effective team†meningkatkan pengetahuan supervisor PT XYZ mengenai kepemimpinan transformasional. Namun setelah satu bulan pelaksanaan pelatihan diperoleh hasil bahwa pelatihan tersebut tidak meningkatkan kepemimpinan transformasional dan motivasi intrinsik secara signifikan. Penelitian ini masih memiliki keterbatasan-keterbatasan yang harus diperbaiki untuk kedepannya. Oleh sebab itu diskusi mengenai keterbatasan dan saran perbaikannya akan dibahas selanjutnya.

This research aims to examine the effect of transformational leadership on employees’ intrinsic motivation at PT XYZ and an intervention program that can be done to improve them. In order to achieve these goals, the researcher utilizes the quantitative research method using survey and use training as the intervention program. Participants of the first research are 73 PT XYZ employees’ who are stationed in four locations in Jakarta. Based on the data analysis, the researcher finds that transformational leadership significantly predicts intrinsic motivation of PT XYZ employees’ (F (1, 71) = 69.23, p < .05, R2 = .494). Then, the researcher chooses the supervisors who are perceived having low transformational leadership that attend the training program is eight people. At the end of the training session, the researcher underwent a knowledge evaluation. Based on the evaluation, “lead an effective team†training is found to improve supervisors’ knowledge regarding transformational leadership. Meanwhile, a month post training program, a behavioural evaluation shows that there is no significant improvement on transformational leadership and intrinsic motivation. This research still has some limitations that need to be improved for future research. Thus, discussion regarding those limitations and future recommendations will be discussed later.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2018
T51709
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ardhy Gumilar
"Penelitian ini meneliti hubungan antara budaya kinerja tinggi, kepemimpinan transformasional, motivasi kerja dan kinerja karyawan di Pertamina. Informasi dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner dari sampel 180 karyawan Pertamina. Budaya kinerja tinggi dan kepemimpinan transformasional diidentifikasi sebagai variabel independen, motivasi kerja sebagai variabel intervening dan kinerja karyawan sebagai variabel dependen. Data yang diperoleh dari instrumen penelitian kemudian dianalisis secara statistik. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji model penelitian atau untuk menguji hipotesis adalah SEM dengan program LISREL.
Melalui analisis SEM dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara budaya kinerja tinggi dan motivasi kerja (H1), hubungan yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja (H3), dan hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan kinerja karyawan (H5). Namun, tidak ada hubungan linier yang signifikan ditemukan antara budaya kinerja tinggi dan kinerja karyawan (H2) dan tidak ada hubungan linier yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dan kinerja karyawan (H4).
Penelitian ini menambahkan dimensi baru terhadap budaya kinerja tinggi, kepemimpinan transformasional, motivasi kerja dan kinerja karyawan karena tidak ada studi serupa telah dilakukan. Karena penelitian ini berlangsung di industri minyak dan gas, hal ini memberikan kontribusi hasil temuan yang berkaitan dengan konsep-konsep.

This research investigates the relationship between high performance culture, transformational leadership, work motivation and employee performance in Pertamina. Information was gathered using questionnaire instruments from a sample of 180 employees of Pertamina. High performance culture and transformational leadership were identified as the independent variables, work motivation as the intervening variable and employee performance as the dependent variable. Data obtained from the research instruments was then statistically analyzed. The analysis technique was used to test the research model or to test the hypothesis are SEM with LISREL program.
Through SEM analysis it was concluded that there are a significant relationship between high performance culture and work motivation (H1), significant relationship between transformational leadership and work motivation (H3), and significant relationship between work motivation and employee performance (H5). However, no significant linear relationship was found between high performance culture and employee performance (H2) and no significant linear relationship between transformational leadership and employee performance (H4).
This research therefore adds a new dimension to high performance culture, transformational leadership, work motivation and employee performance since no similar study has been conducted. As this research takes place in oil and gas industry, it contributes to the bank of findings relating to the concepts.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Finessya Nurul Sukma Maresa
"Dalam era globalisasi, Indonesia telah menjadi salah satu penerima utama investasi Jepang di Asia Tenggara. Berdasarkan perspektif lintas budaya yang mendasari, manajer asing dari Jepang menghadapi banyak tantangan kepemimpinan karyawan di negara tuan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh gaya kepemimpinan Jepang dan terhadap kinerja karyawan, dan kepuasan kerja sebagai variable mediasi, di Bank X cabang Jakarta.
Berdasarkan pendekatan kuantitatif, model teoritis dan hipotesis dalam penelitian ini diuji menggunakan data empiris yang dikumpulkan dari 201 pegawai, melalui kuesioner survei dan dianalisis dengan menggunakan koefisien korelasi dan analisis regresi. Sampel penelitian ini dipilih melalui non-probabilitas (convenience sampling).
Studi ini menegaskan bahwa ada pengaruh positif antara Gaya Kepemimpinan Jepang terhadap kinerja Karyawan, dan Kepuasan Kerja memediasi pengaruh Gaya Kepemimpinan Manajer Jepang terhadap Kinerja Pegawai. Temuan juga menunjukkan bahwa, penelitian ini harus bermanfaat bagi praktisi sumber daya manusia yang tertarik untuk meningkatkan tingkat kepuasan kerja dan kinerja karyawan di antara kelompok kerja yang beragam secara budaya.

In an era of globalization, Indonesia has become one of the major recipients of Japanese investments in South-East Asia. Based on the underlying cross-culture perspective, expatriate managers from Japan meet many challenges of leadings employees in host country. This study aims to examine the influence of japanese leadership style on Employee Performance and The Mediating Role of Job Satisfaction in BankX, Jakarta Branch.
Based on quantitative approach, the theoretical model and hypotheses in this study were tested using empirical data gathered from 201 employees, through survey questionnaires and analyzed using the correlation coefficients and regression analyses. The sample of this study was selected through non-probability (convenience sampling).
This study confirmed that Japanese Leadership Style has significant influence on Employee Performance, and job satisfaction is also mediated the influence of Japanese Leadership Style on Employee performance. Findings also suggest that, this study should be of value to human resource practitioners interested in improving the level of job satisfaction and employee performance among culturally diverse work groups.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2019
T53615
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>