Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 204 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Kasiyah
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2023
PGB-PDF
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Suryanti
"Latar belakang: Interprofessional education (IPE) merupakan strategi yang digunakan untuk menyiapkan tim kolaborasi interprofesional di masa mendatang. Namun dengan adanya berbagai pembatasan interaksi sosial di masa pandemi COVID-19 mendorong adanya inovasi dalam metode pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah modul pembelajaran interprofesional daring di Fakultas Kedokteran Universitas Batam (FK UNIBA) sebagai strategi untuk mempersiapkan tim kolaborasi di masa yang akan datang.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh gambaran kebutuhan pemangku kepentingan terhadap rancangan pembelajaran IPE daring. Responden terdiri dari pimpinan PRODI, dosen dan mahasiswa beberapa PRODI di Fakultas Kedokteran Universitas Batam (FK UNIBA). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur dan focus group discussion (FGD). Data direkam dan dibuat verbatim, selanjutnya dilakukan coding dan disusun menjadi tema dan subtema. Evaluasi terhadap rancangan pengajaran IPE daring dilakukan dengan mengukur persepsi mahasiswa terhadap pendidikan interprofesional sebelum dan sesudah mengikuti modul menggunakan kuesioner IEPS (Interdisciplinary Education Perception Scale)
Hasil: Penelitian kualitatif (wawancara terstruktur dan FGD) terhadap unsur pimpinan, 2 orang dosen, dan 5 orang mahasiswa setiap program studi menghasilkan sebanyak 14 tema dan 47 subtema yang dijabarkan ke dalam capaian pembelajaran modul, topik kajian, aktivitas pembelajaran, dan karakteristik peserta didik modul IPE daring. Evaluasi modul dilakukan dengan menguji perbedaan persepsi 252 mahasiswa terhadap pendidikan interprofesional pra dan pascamodul. Hasil uji bivariat Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan bermakna skor persepsi terhadap pendidikan inteprofesional pascamodul dibandingkan pramodul( p=0,00). Terdapat perbedaan bersifat positif, yaitu adanya jumlah perolehan skor pascamodul yang lebih tinggi daripada perolehan skor pra modul sebanyak 141 orang. Peningkatan skor persepsi juga terlihat dari hasil analisis bivariat Prodi Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, dan Psikologi.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi modul IPE daring FK UNIBA telah berhasil meningkatkan persepsi mahasiswa terhadap kompetensi dan otonomi, kebutuhan yang dirasakan untuk bekerjasama, dan persepsi mengenai bekerjasama interprofesional. Terobosan ini merupakan sebuah solusi alternatif yang dapat dipertimbangkan bagi pembelajaran interprofesional di masa pandemi.
Latar belakang: Interprofessional education (IPE) merupakan strategi yang digunakan untuk menyiapkan tim kolaborasi interprofesional di masa mendatang. Namun dengan adanya berbagai pembatasan interaksi sosial di masa pandemi COVID-19 mendorong adanya inovasi dalam metode pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah modul pembelajaran interprofesional daring di Fakultas Kedokteran Universitas Batam (FK UNIBA) sebagai strategi untuk mempersiapkan tim kolaborasi di masa yang akan datang.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh gambaran kebutuhan pemangku kepentingan terhadap rancangan pembelajaran IPE daring. Responden terdiri dari pimpinan PRODI, dosen dan mahasiswa beberapa PRODI di Fakultas Kedokteran Universitas Batam (FK UNIBA). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur dan focus group discussion (FGD). Data direkam dan dibuat verbatim, selanjutnya dilakukan coding dan disusun menjadi tema dan subtema. Evaluasi terhadap rancangan pengajaran IPE daring dilakukan dengan mengukur persepsi mahasiswa terhadap pendidikan interprofesional sebelum dan sesudah mengikuti modul menggunakan kuesioner IEPS (Interdisciplinary Education Perception Scale)
Hasil: Penelitian kualitatif (wawancara terstruktur dan FGD) terhadap unsur pimpinan, 2 orang dosen, dan 5 orang mahasiswa setiap program studi menghasilkan sebanyak 14 tema dan 47 subtema yang dijabarkan ke dalam capaian pembelajaran modul, topik kajian, aktivitas pembelajaran, dan karakteristik peserta didik modul IPE daring. Evaluasi modul dilakukan dengan menguji perbedaan persepsi 252 mahasiswa terhadap pendidikan interprofesional pra dan pascamodul. Hasil uji bivariat Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan bermakna skor persepsi terhadap pendidikan inteprofesional pascamodul dibandingkan pramodul( p=0,00). Terdapat perbedaan bersifat positif, yaitu adanya jumlah perolehan skor pascamodul yang lebih tinggi daripada perolehan skor pra modul sebanyak 141 orang. Peningkatan skor persepsi juga terlihat dari hasil analisis bivariat Prodi Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, dan Psikologi.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi modul IPE daring FK UNIBA telah berhasil meningkatkan persepsi mahasiswa terhadap kompetensi dan otonomi, kebutuhan yang dirasakan untuk bekerjasama, dan persepsi mengenai bekerjasama interprofesional. Terobosan ini merupakan sebuah solusi alternatif yang dapat dipertimbangkan bagi pembelajaran interprofesional di masa pandemi.

Introduction: Interprofessional education (IPE) is an approach used to prepare future interprofessional collaboration teams. However, restrictions of social interaction during the COVID-19 pandemic has driven innovation in learning strategies. Therefore, this study is aimed at designing an online interprofessional learning module at the Faculty of Medicine, University of Batam (FK UNIBA) as a strategy to prepare collaborative teams in the future.
Method: This study utilised a mixed-method approach. Semi-structured interview and focus group discussions were used to explore the needs of stakeholders (dean, 2 teachers, and 5 students from each study program) regarding online IPE instructional design. Evaluation of the online IPE instructional design was carried out by measuring 252 students' perceptions towards interprofessionalism before and after completing the module by using Interdisciplinary Education Perception Scale, Indonesia version.
Result: The first phase of qualitative research resulted in 14 themes and 47 sub-themes which were translated into learning outcomes, study topics, learning activities, and student characteristics of online IPE modules. The second phase of quantitative research was carried out by examining the differences in 252 students' perceptions of pre- and post-module. The results of the Wilcoxon bivariate test showed that there was a significant difference in perception scores for post-module compared to pre-module (p<0,05). There is a positive improvement, in which 141 students had higher post-module scores compared to those of the pre-module. The increase in perception scores was also seen from the results of the bivariate analysis of all study programmes.
Conclusion: This study shows that the implementation of the online IPE module has succeeded in increasing students' perceptions of competence and autonomy, the perceived need to cooperate, and the perception of interprofessional collaboration. This innovative learning strategy can be considered for interprofessional learning during a pandemic.
"
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yasser Awaluddin
"Pelaksanaan Program Guru Pembelajar telah berhasil meningkatkan kompetensi guru yang mengikuti program tersebut. Namun, sejauh ini belum ada kajian secara mendalam dan rinci mengenai sejauh mana tingkat efektivitas program tersebut pada masing-masing mata pelajaran termasuk mata pelajaran IPS SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap apakah program guru pembelajar yang dilaksanakan dengan menggunakan moda daring murni dan daring kombinasi berhasil meningkatkan kompetensi guru IPS SMP. Penelitian ini juga membandingkan efektivitas kedua moda yang digunakan. Selain itu, persepsi dan pendapat peserta mengenai pelatihan dengan moda daring murni dan daring kombinasi juga akan diungkap. Pendekatan campuran untuk menganalisis data baik secara kuantitatif maupun kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Analisis deskriptif dan analisis uji beda digunakan untuk aspek kuantitatif, sedangkan aspek kualitatif dilaksanakan dengan menggunakan analisis tema dan pola respon peserta. Hasil analisis data menunjukkan bahwa baik pelatihan moda daring murni maupun daring kombinasi berhasil meningkatkan kompetensi peserta. Terdapat perbedaan hasil belajar antara moda daring murni dan daring kombinas yang disebabkan oleh input awal yang berbeda. Peserta menyatakan bahwa pelatihan ini relevan dengan tugas-tugas mengajar mereka dan efektif meningkatkan kompetensi mereka. Dengan demikian, Pelaksanaan Program Guru Pembelajar efektif dalam meningkatkan kompetensi guru, baik dilakukan dengan moda daring murni maupun moda daring kombinasi."
Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2018
370 JPK 3:1 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Gemasih Pintanine
"ABSTRAK
Kemudahan akses informasi melalui internet mendorong kebutuhan akan informasi
kesehatan saat ini terus meningkat. Berdasarkan survey Asosiasi Penyelenggara Jasa
Internet (APJII) pada tahun 2017, sebanyak 51,06 aktivitas pemanfaatan internet di
bidang kesehatan adalah pencarian informasi kesehatan, yang kemudian memunculkan
berbagai pilihan media baru dengan berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan dalam
mencari informasi kesehatan, termasuk aplikasi kesehatan daring.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mendalam tentang motif,
pola penggunaan aplikasi kesehatan daring serta bagaimana penggunaannya dapat
memenuhi kebutuhan informasi kesehatan penggunanya. Penelitian ini merupakan studi
kualitatif dengan desain Rapid Assesment Procedure dengan pendekatan teori dan
komunikasi Uses and Gratification. Pengumpulan data dilakukan dengan metode
wawancara mendalam terhadap 10 orang perempuan pengguna aplikasi di wilayah
Jabodetabek pada bulan April-Juni 2019.
Hasil penelitan menunjukkan motif penggunaan aplikasi adalah mengkonfirmasi
informasi kesehatan langsung ke tenaga kesehatan, memperoleh informasi pengobatan
secara cepat dan mudah dan informasi terkait gejala penyakit dan tindakan awal
penanganannya. Aplikasi digunakan saat informan mengalami gejala sakit, baik untuk
kondisi dirinya maupun anggota keluarga karena merasakan kenyamanan, respon yang
cepat serta privasi yang terjaga karena konsultasi bersifat anonim.
Media baru menawarkan kemudahan akses dan komunikasi yang interaktif sehingga
dapat memudahkan akses informasi dan pelayanan kesehatan dan diharapkan dapat
meningkatkan upaya promotif dan preventif. Saat ini kebijakan teknis terkait pelayanan
kesehatan daring sangat dibutuhkan untuk mengakomodir keberadaan aplikasi sekaligus
melindungi masyarakat pengguna terkait keamanan dan keselamatan saat mengakses
pelayanan kesehatan di era digital.

ABSTRACT
The easy access to information through the internet has encouraged the need for health
information are continue to increase. According to Indonesian Internet Service Provider
Association In 2017, there were 51.06 of internet utilization activities in the health
sector were health information searches which then gave rise to a variety of online or new
media choices that could be utilized in seeking health information, including mobile
health applications.
The purpose of this study is to obtain in-depth information about motives, patterns of use
of mobile applications online health consultation and how the used of it could meet health
information needs among urban women in the Jabodetabek area. This research is a
qualitative study with a Rapid Assessment Procedure design with new media theory
approaches and Uses and Gratification communication theory. Data collection was
carried out by in-depth interview method with 10 female users of the application in the
Jabodetabek area in April-June 2019.
The results of the research show that the motive for using the application is to confirm
health information directly to health workers, obtain medical information more quickly
and easily and information regarding symptoms of the disease and its treatment measures.
The application is used when the informant experiences symptoms of pain or
experiencing illness, both for the condition of their self or their family members because
of its comfortable, fast response and it maintained their privacy since the consultation
occured anonymously.
New media offers an easy access thorugh interactive communication especially when
experiencing symptoms of illness so that it can facilitate health services. At present,
technical policies related to online health services are needed to accommodate the
existence of applications while protecting the user regarding the security and safety
aspects when accessing health services in the digital era."
2019
T53867
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Rezayana
"Jakarta sebagai ibukota Negara Indonesia memiliki permasalahan transportasi dimana jumlah kendaraan pribadi mendominasi jalanan dibandingkan dengan jumlah transportasi publik. Hingga akhirnya taksi daring hadir dan mendisrupsi sistem transportasi publik konvensional, dengan sistem pelayanan berbasis aplikasi. Hasil perbandingan regulasi taksi daring menunjukan bahwa terdapat 2 poin regulasi yang hanya diatur di Indonesia dan tidak diatur di Negara lain, yaitu pembatasan kuota taksi dan kartu standar pelayanan yang harus dipenuhi oleh setiap kendaraan atau armada taksi daring.
Penelitian ini dilakukan dengan survei pengguna taksi daring di Jakarta, dengan jumlah sampel responden sebanyak 1100 orang yang merupakan penduduk DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor waktu tunggu, tariff yang lebih murah, kemudahan sistem pembayaran, kondisi mobil, dan keamanan & kenyamanan berpengaruh signifikan dengan frekuensi penggunaan, belanja, dan kepuasan layanan taksi daring. Pengguna layanan taksi daring di Jakarta mayoritas adalah wanita, dan mereka yang tidak memiliki mobil.

Jakarta as the capital city of Indonesia has a transportation problems where the number of private vehicles dominates the streets compared to the number of public transportation. In 2014 ridesourcing start to rise and disrupt the conventional public transportation systems, with application-based service systems. The comparison of ridesourcing regulations in 5 countries shows that there are 2 regulatory points only exist in Indonesia and not regulated in other countries, such as restrictions on taxi quota and standard service cards that must be fulfilled by each vehicle or taxi fleet.
This research was conducted using survey of online taxi users in Jakarta, with 1100 respondents of sample who are residents of DKI Jakarta. The results showed that the waiting time, cheaper tariffs, ease of payment systems, car conditions, and security & comfort had a significant effect on the frequency of use, spending, and satisfaction of ridesourcing consumer. The majority users of ridesourcing service in Jakarta are women, and those who do not own a car.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T51962
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sakina Rahmania
"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat inkonsistensi hubungan gaya belajar Kolb (assimilator, diverger, converger, dan accommodator) dengan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring. Keterlibatan mahasiswa merupakan kunci untuk mempertahankan keberlangsungan kegiatan pembelajaran daring. Peran pengajar sebagai pemandu dalam kegiatan belajar mengajar ditengarai dapat memperkuat hubungan gaya belajar mahasiswa dengan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah peran dari dukungan pengajar dapat memoderasi hubungan dari keempat gaya belajar Kolb tersebut dengan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring. Sebanyak 206 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia mengisi kuesioner penelitian dari 3 alat ukur yang telah diadaptasi ke dalam bahasa dan budaya Indonesia, yaitu Online Student Engagement Scale, Kolb Learning Style Inventory, dan Teacher as Social Context Questionnaire. Hasilnya, dari keempat gaya belajar tersebut, dukungan pengajar hanya dapat memoderasi hubungan gaya belajar accommodator dengan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring. Hasil penelitian ini menyarankan pengajar untuk meningkatkan dukungannya pada mahasiswa, dengan memberikan lingkungan dan pengalaman belajar daring yang bervariasi sesuai dengan siklus belajar Kolb untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring.

Several studies on Kolb learning styles (assimilator, diverger, converger, and accommodator) reveals some inconsistencies in their relationship on online learning. Student engagement is the key to maintain the sustainability of online learning. The teacher’s role as a guide in instructional activities is suspected to be able to strengthen the relationship between student learning styles and online student engagement. The aim of this study is to examine whether the role of teacher support could moderate and enable the relationship of the four Kolb learning styles and online student engagement. A total of 206 students from various public and private universities in Indonesia filled out the research questionnaires consisting three measuring tools that have been adapted into Indonesian version. They are Online Student Engagement Scale, Kolb Learning Style Inventory, and Teacher as Social Context Questionnaire. As a result, among the four learning styles, only the relationship between accommodator learning styles and online student engagement that can be moderated by teacher support. This study underscores the role of teacher to increase their support for students by providing a varied online learning environment and experience according to the Kolb learning cycle, so that students could be more engaged to the online learning. "
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sakina Rahmania
"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat inkonsistensi hubungan gaya belajar Kolb (assimilator, diverger, converger, dan accommodator) dengan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring. Keterlibatan mahasiswa merupakan kunci untuk mempertahankan keberlangsungan kegiatan pembelajaran daring. Peran pengajar sebagai pemandu dalam kegiatan belajar mengajar ditengarai dapat memperkuat hubungan gaya belajar mahasiswa dengan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah peran dari dukungan pengajar dapat memoderasi hubungan dari keempat gaya belajar Kolb tersebut dengan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring. Sebanyak 206 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia mengisi kuesioner penelitian dari 3 alat ukur yang telah diadaptasi ke dalam bahasa dan budaya Indonesia, yaitu Online Student Engagement Scale, Kolb Learning Style Inventory, dan Teacher as Social Context Questionnaire. Hasilnya, dari keempat gaya belajar tersebut, dukungan pengajar hanya dapat memoderasi hubungan gaya belajar accommodator dengan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring. Hasil penelitian ini menyarankan pengajar untuk meningkatkan dukungannya pada mahasiswa, dengan memberikan lingkungan dan pengalaman belajar daring yang bervariasi sesuai dengan siklus belajar Kolb untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran daring.

Several studies on Kolb learning styles (assimilator, diverger, converger, and accommodator) reveals some inconsistencies in their relationship on online learning. Student engagement is the key to maintain the sustainability of online learning. The teacher’s role as a guide in instructional activities is suspected to be able to strengthen the relationship between student learning styles and online student engagement. The aim of this study is to examine whether the role of teacher support could moderate and enable the relationship of the four Kolb learning styles and online student engagement. A total of 206 students from various public and private universities in Indonesia filled out the research questionnaires consisting three measuring tools that have been adapted into Indonesian version. They are Online Student Engagement Scale, Kolb Learning Style Inventory, and Teacher as Social Context Questionnaire. As a result, among the four learning styles, only the relationship between accommodator learning styles and online student engagement that can be moderated by teacher support. This study underscores the role of teacher to increase their support for students by providing a varied online learning environment and experience according to the Kolb learning cycle, so that students could be more engaged to the online learning. "
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Fauzan
"Penelitian ini ingin melihat pengaruh pemberian framing berupa berita positif atau negatif terhadap pemberian rating ojek daring. Partisipan berjumlah 344 orang pengguna jasa ojek daring dari Stasiun Tanah Abang, 44,5% laki-laki dan 55,5% perempuan dengan rentang usia 17-67 tahun (M= 36,9, SD=11,042). Penelitian ini menggunakan framing berupa berita positif dan negatif dalam konteks berkendara dengan ojek daring yang terkendala (datang terlambat dan sulit dihubungi). Hasil yang didapatkan adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengalaman berkendara terkendala dengan framing (berita positif vs negatif) yang diberikan (Χ²(8) = 6.293, p > 0.05). Hal tersebut menegaskan bahwa perlunya dilakukan perbaikan terhadap sistem penilaian pada layanan ojek daring agar penilaian yang diberikan mencerminkan kondisi nyata.

The purpose of this research is to examine the effect of giving framing in the form of positive or negative news to online motorcycle taxi ratings. Participants numbered 344 users of online motorcycle taxi services from Tanah Abang Station, 44.5% male and 55.5% female with an age range of 17-67 years (M= 36.9, SD= 11,042). This study uses framing in the form of positive and negative news in the context of driving with online motorcycle taxi constrained (arriving late and difficult to contact). The results obtained are that there is no significant difference between the constrained driving experience and the framing (positive vs negative news) given (Χ²(8) = 6,293, p > 0.05). This confirms that there is a need to improve the assessment system of online motorcycle taxi services so that the assessment given reflects the real conditions.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tio Minar
"Tesis ini membahas representasi perempuan di media daring. Analisis ini difokuskan pada bagaimana media daring, yaitu akun Instagram @tante_rempong_offficial merepresentasikan perempuan sebagai istri dan pelakor dalam unggahan video pelakor. Penelitian ini menggunakan paradigm konstruktivis dan jenis penelitian deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah beberapa potongan gambar dari video unggahan dan komentar dari para pemilik akun Instagram di kolom komentar unggahan tersebut dengan menggunakan metode analisis semiotika Saussure yang menjabarkan makna tanda-tanda yang ditampilkan dalam teks media. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akun @tante_rempong_offficial menggambarkan posisi perempuan: sebagai istri maupun pelakor, keduanya direpresentasikan sebagai sosok yang kurang baik.

This thesis discussed the representation of women in online media, especially on the Instagram account of @tante_rempong_offficial. This account uploaded a video of the pelakor who indicated the representation of women as wives and pelakor in the case of an affair. This research used constructivist paradigm and descriptive research type. The unit of analysis are the screenshoots of certain scene of video and the comments in @tante_rempong_offficials Instagram posting by using a semiotic analysis method that described the meaning of sign through the media text. The result showed that @tante_rempong_offficial described the position of women: as wive and pelakor, both of them are represented as a disreputable figure."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wiharyani
"Penyebaran konten ujaran kebencian berpotensi memunculkan kekerasan fisik dan konflik sosial. Terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap dampak yang merugikan akibat ujaran kebencian di media sosial, hanya sedikit konsensus yang memusatkan perhatian pada pendekatan untuk menguranginya. Disertasi ini bertujuan merumuskan model pengendalian sosial melalui analisis pola dan efektivitas penanganan ujaran kebencian secara daring di media sosial dengan menggunakan parameter efektivitas regulasi dari Evan (1990). Berbeda dengan beberapa penelitian terdahulu, terutama di negara Barat yang fokus pada hak kebebasan berpendapat, penelitian ini mengedepankan pendekatan toleransi dalam menganalisis pengendalian terhadap ujaran kebencian secara daring di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif, pertanyaan penelitian dijawab dengan beberapa teknik analisis, termasuk teknik Delphi yang merumuskan konsensus dari para ahli untuk model pengendalian sosial yang efektif. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini, antara lain; terdapat pola berbeda dalam tindakan ujaran kebencian secara daring yang dilakukan oleh individu dengan kelompok, regulasi dan penanganan kasus penyebaran ujaran kebencian secara daring selama ini tidak efektif, tidak adanya kolaborasi institusi formal dan informal dalam pengendalian ujaran kebencian, dan fokus program belum menyentuh akar masalah munculnya ujaran kebencian. Akhirnya, penelitian ini berkontribusi memberikan kebaruan terhadap model efektif dalam pengendalian sosial terhadap ujaran kebencian secara daring yang fokus pada peningkatan sosialisasi, edukasi, dan fasilitasi.

Hate speech content dissemination can lead to physical violence and social conflict. Despite heightened awareness of the deleterious impact of online hate speech, particularly on social media platforms, there is little consensus on an approach to control it. This dissertation aims to construct a model of social control through online hate speech patterns and regulation evaluation using regulatory effectiveness parameters from Evan (1990). Unlike previous studies, especially research about online hate speech in western countries that focus on the right to freedom of speech, this research promotes a tolerance-based approach in analyzing social control against online hate speech in Indonesia. Through a qualitative approach, research questions were answered by several techniques, including the Delphi method outlining the consensus from experts for an effective model of social control against online hate speech. The findings of this study are: there are differences in patterns in online hate speech carried out by individuals and groups, existing regulation and the handling of online hate speech cases has been ineffective, there is no collaboration between formal or informal institutions in controlling hate speech, and yet the focus of program has not touched the root of hate speech. Finally, this research contributes to the novelty of an effective model of social control against online hate speech, which focuses on socialization, education, and facilitation."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>