Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Harahap, Fadhlina Muharmi
"ABSTRAK
Latar belakang: Tumor sel germinal ovarium maligna (TSGOM) yang gagal sembuh dengan penatalaksanaan konvensional memiliki prognosis buruk. Beberapa kejadian rekuren setelah kemoterapi juga ditemukan. Programmed Death Ligand-1 (PD-L1) terekspresi pada berbagai keganasan dan tumor infiltrating lymphocytes (TILs) serta telah diketahui perannya sebagai faktor prognostik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran ekspresi PD-L1 pada TSGOM dalam menentukan overall survival (OS) dan progression free survival (PFS).
Bahan dan cara: Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif dengan desain analisis kesintasan. Data klinis diambil dari rekam medis RSUPN Cipto Mangunkusumo sejak Januari 2010-Desember 2016 yang diobservasi selama 2 tahun. Data histopatologik diambil dari Departemen Patologi Anatomi RSUPN Cipto Mangunkusumo yang kemudian dilakukan pulasan imunohistokimia PD-L1.
Hasil: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi PD-L1 pada sel tumor dan TILs dengan 2-year OS (p=0,275) dan PFS (p=0,421) pada TSGOM. Terdapat hubungan yang bermakna antara jenis histopatologik dengan 2-year OS (p=0,002) serta stadium pada 2-year OS (p=0,028) dan PFS (p=0,014).
Kesimpulan: OS dan PFS tidak berhubungan dengan ekspresi PD-L1 pada sel tumor dan TILs pada TSGOM.

ABSTRACT
Background: The prognosis of malignant ovarian germ cell tumors (MOGCT) patients who failed to be cured with conventional therapy is poor. Several recurrent events after chemotherapy were also found. PD-L1 is expressed in various types of malignancy and tumor infiltrating lymphocytes (TILs) and its role is known as a prognostic factor. This study was conducted to determine the role of PD-L1 expression in MOGCT in determining overall survival (OS) and progression free survival (PFS).
Materials and Methods: This is a retrospective cohort study with survival analysis. Clinical data were obtained from medical record in RSUPN Cipto Mangunkusumo since January 2010-December 2016 and observed for 2 years. Histopathological data were obtained from Anatomical Pathology Department and PD-L1 immunohistochemistry staining were performed.
Results: No significant correlation between PD-L1 expression in tumor cells and TILs with 2-year OS (p=0,275) and PFS (p=0,421) in MOGCT. A significant correlation between histopathologic type and 2-year OS (p=0,002) was found. We also found significant correlations between stage and survival outcomes 2-year OS (p=0,028) and PFS (p=0,014).
Conclusion: OS and PFS were not significantly correlated with PD-L1 expression in tumor cells and TILs in MOGCT.
"
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Patricia Fransisca Julianty
"

Latar belakang: Diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL) adalah Limfoma Non Hodgkin (LNH) yang paling banyak dan paling heterogen dengan prevalensi 25 hingga 30% di negara maju dan 42,5% di negara berkembang. Pemeriksaan imunohistokimia dengan kriteria Hans dapat digunakan sebagai pengganti gene-expression profiling (GEP) dan menggolongkan limfoma ini menjadi subtipe germinal centre B-cell like (GCB) dan non-GCB. Penggunaa terapi yang ada saat ini, masih didapatkan 30% hingga 40% kasus DLBCL mengalami kekambuhan atau residif. Ditemukannya ekspresi CD30 pada DLBCL di beberapa penelitian telah membuka peluang alternatif terapi target baru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ekspresi CD30 pada DLBCL dan perbedaan ekspresinya pada subtipe GCB dan non-GCB.

Bahan dan cara: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Sampel terdiri atas 50 kasus DLBCL yang terbagi menjadi 25 kasus subtipe GCB dan 25 kasus subtipe non-GCB berdasarkan pemeriksaan imunohistokimia di RSCM tahun 2014 sampai 2017. Dilakukan pulasan CD30 dan penilaian menggunakan persentase dengan nilai cut off positif >0%, >10% dan >20% sel tumor.

Hasil: Ekspresi CD30 positif didapatkan pada 8(16%), 4(8%), 3(6%) dari 50 kasus DLBCL dengan nilai cut off positif >0%, >10%, >20% secara berurutan. Uji Fisher’s exact yang dilakukan mendapatkan ekspresi CD30 pada subtipe GCB dan non-GCB tidak berbeda bermakna dengan nilai p>0,05.

Kesimpulan: Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna antara ekspresi CD30 pada DLBCL subtipe GCB dan non-GCB


Background: Diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL) is the most common and most heterogeneous Non Hodgkin lymphoma (NHL) with  prevalence 25 until 30% in developed countries and 42.5% in developing countries. Immunohistochemical examination using Hans criteria can be used to surogate gene-expression profiling (GEP) and classifies DLBCL as germinal center B-cell like (GCB) and non-GCB subtype. Using recent therapies is still result in 30 to 40% of disease relapse or refractory. Expression of CD30 on DLBCL in several studies has opened up opportunities for new alternative therapeutic targets. The aim of this study is to determine CD30 expression on DLBCL and the difference expression in GCB and non-GCB subtypes.
Materials and methods: This was a cross-sectional study with 50 cases of DLBCL consist of 25 cases of GCB subtypes and 25 cases of non-GCB subtypes based on immunohistochemical examination at RSCM in 2014 until 2017. All cases were stained by CD30 antibody and evaluated using percentage with cut off  value >0%, >10% dan >20% tumor cells.
Result: Positive CD30 expression was obtained at 8 (16%), 4 (8%), 3 (6%) out of 50 DLBCL cases with cut off values >0%, >10%, >20% respectively. The Fisher's exact test showed no significant difference of CD30 expression between GCB and non-GCB subtypes with p value >0.05.
Conclusion: There is no significant difference in the expressions of CD30 between DLBCL GCB and non-GCB subtypes.

 

"
2019
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Familia Bella Rahadiati
"ABSTRAK Karsinoma ovarium adalah salah satu keganasan paling mematikan di bidang ginekologik. Penyebab keganasan belum diketahui pasti dan umumnya tidak memiliki gejala klinik yang jelas. Karsinoma ovarium tipe I khususnya karsinoma endometrioid dan karsinoma sel jernih diketahui dapat berasal dari endometriosis. Karsinoma yang berasal dari endometriosis dikenal sebagai endometriosis-associated ovarian carcinoma (EAOC). Pengembangan model hewan coba karsinoma ovarium yang berhubungan dengan endometriosis diperlukan untuk penelitian dasar dan uji klinik menggantikan jaringan manusia. Pada penelitian ini dikembangkan model hewan coba karsinoma ovarium dengan teknik autoimplantasi dan induksi DMBA. Penelitian ini mengunakan blok parafin dari tikus yang sebelumnya telah mendapatkan operasi plasebo (SHAM), autoimplantasi endometrium, kombinasi autoimplantasi endometrium dan induksi DMBA yang dikorbankan pada minggu ke-5,10, dan 20. Dilakukan penilaian histopatologik dan pulasan imunohistokimia ARID1A dengan penilaian persentase positivitas pada 200 sel. Penelitian ini menghasilkan lesi endometriosis atipik sebanyak 1 (20%) dan karsinoma sel jernih sebanyak 1 (20%) pada implantasi dan induksi DMBA 10 minggu dan karsinoma endometrioid sebanyak 100% pada kelompok induksi DMBA. Pulasan ARID1A tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,313) pada seluruh kelompok perlakuan.
ABSTRACT Ovarian carcinoma is one of the most deadly malignancies in the gynecologic field. The cause of malignancy is not known for sure and generally do not have clear clinical symptoms. Type I ovarian carcinoma especially endometrioid carcinoma and clear cell carcinoma is known to originate from endometriosis. Carcinoma originating from endometriosis is known as endometriosis-associated ovarian carcinoma (EAOC). The development of experimental animal models of ovarian carcinoma associated with endometriosis is needed for basic research and clinical trials replace human tissue. In this study an experimental model of ovarian carcinoma was developed with autoimplantation and DMBA induction techniques.This study used paraffin blocks from mice that had previously received placebo surgery (SHAM), endometrial autoimplantation, combination of endometrial autoimplantation and DMBA induction and were sacrificed at 5,10 and 20 weeks. Assessment of ARID1A expression by assessing the percentage of positivity in 200 cells.This study resulted in 1 (20%) atypical endometriosis lesions and 1 (20%) clear cell carcinoma in 10 weeks DMBA implantation and 100% endometrioid carcinoma in the DMBA induction group. ARID1A ekspression did not show a significant difference (p = 0.313) in all treatment groups.

 

"
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library