Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yoga Makutaraditya
"ABSTRAK
Laporan ini mengkaji untuk menilai keefektivitasan Metode Pendekatan Pemangku Kepentingan dalam mengelola keterlibatan dan kepentingan masyarakat adat untuk mewujudkan pembangunan proyek Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa Jalan Raya (NNB) Tol di Bali, Indonesia. Tujuan ini adalah untuk meyakinkan dalam Metode Pendekatan Pemangku Kepentingan, mungkin bisa membawa pengaruh positif dalam keberhasilan pelestarian warisan budaya dalam penyelesaian proyek. Empat aspek akan dibahas lebih mendalam untuk mengembangkan mekanisme yang tepat untuk hubungan pelestarian warisan budaya dan kolaborasi pemangku kepentingan melalui kerjasama masyarakat lokal dengan tim pelaksana proyek.. Terdapat 4 aspek yang akan dibahas secara mendalam didalam struktur disertasi ini, seperti; pertama, menelusuri struktur yang cocok untuk metode dari keterlibatan pemangku kepentingan dengan meneliti prinsip dasar dan standar international dari Metode Pendekatan Pemangku Kepentingan, dan mengadopsi beberapa studi kasus dari penerapan teknik keterlibatan melalui kajian literatur yang luas; kedua, memahami nilai-nilai hubungan di antara objek Warisan Budaya dan masyarakat adat yang hidup disekitarnya, terutama untuk beberapa fitur warisan yang akan terancam selama pengembangan proyek NNB; ketiga, memeriksa dan menilai penerapan Metode Pendekatan Pemangku Kepentingan yang telah dilakukan dalam pengembangan proyek Ngurah Rai - Nusa Dua - Benoa (NNB) Infrastruktur Tol; keempat, memahami risiko dan tingkat kesulitan dari penerapan konsep manajemen keterlibatan pemangku kepentingan dalam situasi proyek NNB untuk menemukan kelemahan untuk setiap tahap keterlibatan pemangku kepentingan saat itu, sehingga dapat menjadi sebuah proses evaluasi untuk melakukan perbaikan sistem atau metode keterlibatan pemangku kepentingan yang telah lakukan. Hasil dari proses penilaian dan pembaharuan Metode Pendekatan Pemangku Kepentingan yang telah diterapkan dalam pengembangan proyek Ngurah Rai - Nusa Dua - Benoa (NNB) diharapkan ya digunakan pada kasus proyek lain yang memiliki keadaan serupa dengan pengembangan proyek NNB di Indonesia.

ABSTRACT
This report examines to define the effectiveness of stakeholder engagement method in managing indigenous communities’ involvement and interest to realize project development of Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa Highways (NNB) Toll in Bali, Indonesia. This aim is to convince in suitable determination of stakeholder engagement method, probably can bring positive influence in successful of cultural heritage preservation within project delivery. Four aspects will be explored in more deeply to develop appropriate mechanism for the relationship of cultural heritage preservation and stakeholder collaboration through the community engagement. Those 4 aspects are including; first, exploring the suitable framework of stakeholder engagement by examines basic principle and standard of stakeholder engagement framework, and adopting multiple case study of the application of engagement technique through extensive literature review; second, understanding the relationship values in between of Cultural Heritage object and indigenous community live, especially for several heritage features that will be threatened during NNB project development; third, examining and assessing the current implementation of stakeholder engagement in project development of Ngurah Rai - Nusa Dua – Benoa (NNB)Toll Infrastructure; fourth, understanding the risk and complexity of management concept in NNB project situation to find the weakness for each stage of the current stakeholder engagement, so it can be an evaluated to make improvements for the current application stakeholder engagement system to use on other project cases which has similar circumstance with NNB project development in Indonesia."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S55335
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sitorus, Desi Hartati
"ABSTRAK
Proyek dengan jenis kontrak EPC memiliki risiko yang sangat variatif dan sering kali menimbulkan dampak negatif terhadap kontraktor EPC. Proses engineering merupakan fase yang sangat penting dari kehidupan proyek EPC karena akan mempengaruhi kelangsungan fase-fase setelahnya. Dalam proses engineering, keterlambatan merupakan salah satu masalah yang paling kerap terjadi. Berangkat dari masalah tersebut, perlu dilakukan suatu kajian mengenai risiko kinerja engineering yang berpengaruh terhadap kinerja waktu. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survey di salah satu kontraktor EPC terkemuka di Indonesia. Selanjutnya, dilakukan analisis penentuan peringkat risiko berbasis AHP. Setelah ditemukan risiko-risiko dominan, dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai respon terhadap risiko-risiko tersebut.

ABSTRACT
Project with EPC contract comes with various risks and often cause negative impact to EPC contractor. Engineering process is a very important phase in the life of the EPC life itself, because it is the root of the phases that follows. In engineering process, delay is one of the critical problems that often causes loss to the contractor. In view of these facts, it was thought necessary to conduct a research in engineering performance factors that affect project schedule performance. This research was carried out by performing a survey in one of reputable EPC contractor in Indonesia. Based on the survey data, an analysis utilizing AHP was conducted to obtain the dominant risks. And lastly, there was a further research about the risk responses to the dominant risks."
2016
S63424
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harya Candrasa Koostanto
"Smart building dibangun dengan konsep kemudahan kenyamanan kesehatan dan efisiensi energi Perbedaan smart building dengan bangunan lainnya adalah bangunan ini memiliki BMS building management system yang merupakan otak dari seluruh bangunan Sistem HVAC mengkonsumsi energi lebih dari 50 dari total konsumsi energi bangunan Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sistem pengudaraan yang perlu diterapkan pada bangunan sehingga menciptakan smart building dan mengetahui nilai LCC nya dibandingkan dengan sistem pengudaraan bangunan konvensional menggunakan pendekatan value engineering dengan analisis paired comparison dan analisis life cycle cost Sistem pengudaraan yang akan diterapkan sesuai dengan sistem pengudaraan sebuah bangunan di California Amerika Serikat yaitu dengan tambahan sistem kontrol dan pemilihan komponen yang lebih hemat energi nyaman dan sehat Nilai LCC dilihat dari NPV nya lebih kecil 14 05 dan B CR SB sebesar 0 501 yang lebih baik dibandingkan bangunan konvensional yang nilai B CR nya 2.51.

Smart building built with the concept of simplicity user comfort health and energy efficient. The difference between smart building and the other building is that smart building has BMS building management system which is the brain of the building HVAC system consumes energy more than 50 from total building energy consumption. This research has purposes to identify the HVAC system that should be applied on buildings in order create smear building and to find out the LCC compared to the HVAC system on conventional building using the value engineering approach with paired comparison analysis and the LCCA HVAC system that will be applied according to HVAC system of a building in California USA is added with control system and energy efficient comfort and healthy components. The LCC value according to the NPV has to be 14 05 smaller and B CR of SB is 0 501 which is better than the value of conventional building whose B CR value is 2.51
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Melani Syafridhal
"ABSTRAK
Breakwater adalah bangunan penahan gelombang yang memiliki karakteristik pekerjaan yang bersifat repetitif dalam volume yang besar. Karakteristik dari proyek ini menuntut perencana untuk membuat suatu metode perencanaan penjadwalan yang berbeda dari bentuk metode biasa seperti CPM dan bar chart, dimana metode ini tidak cocok untuk penjadwalan pekerjaan yang repetitif. Metode penjadwalan yang cocok untuk digunakan dalam pembangunan proyek yang bersifat repetitif ialah metode penjadwalan linier. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan metode penjadwalan linier dengan pendekatan multi-objective genetic optimization menggunakan software Evolver pada pembangunan breakwater di Pelabuhan Kalibaru. Pengoptimalisasian ditinjau dari segi jumlah tim pekerja dan total interupsi pekerjaan yang akan meminimalisasikan total durasi dan biaya proyek. Setelah dilakukan pengaplikasian dengan menggunakan metode ini, terjadi penurunan durasi sebesar 31,79% dan penurunan biaya sebesar 3,04%. Metode ini dapat digunakan dalam pengaplikasian dan pengoptimalisasian pembangunan breakwater di Pelabuhan Kalibaru.

ABSTRACT
Breakwater is a wave barrier building which has the characteristic of repetitive work in large volume of activities. Characteristics of this project requires planners to make a method of scheduling that is different from the usual form of scheduling method such as CPM and bar chart, where this method is not suitable for scheduling repetitive work. The scheduling method that suitable for repetitive construction project is linear scheduling method.This study aims to apply the linear scheduling method with multi-objective genetic optimization approach using Evolver software in breakwater Kalibaru Port construction. Optimizing in terms number of crew and total work interuption that will minimize total project duration and cost. After the application of this method, there is a decrease in duration of 31,79% and an impairment charge of 3,04%. This method can be used in application and optimization breakwater Kalibaru Port construction."
2014
S56036
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nina Kade Nirmala
"Negara Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan demikian transportasi laut merupakan hal mutlak bagi Indonesia. Pelabuhan Cirebon berfungsi sebagai pintu gerbang keluar masuknya arus komoditi yang datang ke jawa Barat khususnya ke Kota Cirebon. Namun, Pelabuhan Cirebon dihadapi dengan kendala besarnya sedimentasi sehingga diperlukan pengerukan dengan biaya yang sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelayakan investasi perpanjangan Breakwater untuk mengatasi masalah sedimentasi. Metode yang digunakan untuk menganalisa kelayakan investasi Breakwater ialah dengan menghitung IRR, NPV dan Payback Period. Hasil Penelitian menunjukkan perpanjangan Breakwater 300 meter layak dengan nilai IRR sebesar 27%, NPV bernilai Positif dan Payback Period jatuh pada tahun ke tujuh.

As an archipelago country, Indonesia much depends on water transportation. Water transportation including marine transportation is a crucial facility for Indonesia. The Cirebon Port plays a big part as it serves as the gateway of commodity distribution for West Java, in particular for Cirebon. However, the port faces a challenging constraint of large amount of sedimentation that needs huge cost of dredging. This study aimed to analyze the investment of Breakwater extension for solving sedimentation problem. The method used to analyze the feasibility of investment Breakwater is to calculate the IRR, NPV and Payback Period. The result shows that the extension of 300 meters the breakwaters are feasible with 27% of IRR rate, positive NPV, and payback period in seven years.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S55494
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ledi Khalidannisa
"Pada proyek konstruksi breakwater sebagai komponen pembangunan di Pelabuhan Kalibaru metode penjadwalannya masih konvensional, yaitu dengan menggunakan kurva-S. Sementara, metode yang sesuai untuk pekerjaan repetitive seperti breakwater ini adalah linear scheduling. Dalam perkembangannya, linear scheduling method diteliti dengan berbagai pendekatan, salah satunya adalah pendekatan varying production rates (LSMVPR). Metode LSMVPR ini merupakan metode linear scheduling dengan mengembangkan kerangka untuk mengaplikasikan production rates dari sebuah pekerjaan. Pada penelitian ini ditemukan terdapat 9 faktor dominan dalam membuat model persamaan produktivitas breakwater di Pelabuhan Kalibaru. Sehingga dari model tersebut, kita dapat mengetahui kapan dan dimana variasi produktivitas tersebut terjadi, agar dapat lebih akurat dalam memprediksi jadwal kedepannya.

The scheduling method which is used for breakwater construction project as a buliding component in Port of Kalibaru is still convensional which is use S-Curve. While the relevan scheduling method for repetitive work such as breakwater is linier scheduling. Furthermore, liniear scheduling is researched by many approach. One of them is varying production rates (LSMVPR). This LSMVPR is scheduling method of liniear sheduling that developing framework to implement production rates from any work activity, so that LSMVPR to be a method that could be defining a productivity variation of a scheduling. In this research has found 9 dominant factor that we can develop productivity model at breakwater construction project in Port of kalibaru. So, using the model, we can know that when and where the variance in production rates has accoured, in order to more accurate predicted the schedule.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S54905
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ibrahim
"Breakwater merupakan linear construction projects dengan repetitive work activities. Metode linear scheduling dengan genetic algorithm diaplikasikan pada pembangunan breakwater Pelabuhan Kalibaru. Dalam penelitian dilakukan dua analisa, yaitu analisa produktivitas dan biaya serta least cost scheduling genetic algorithm. Hasil optimasi peningkatan produktivitas setiap pekerjaan, akan meningkatkan biaya, dan mengurangi durasi. Hasil optimasi didapatkan durasi 231 hari dengan biaya Rp. 246,550,908,434 dengan penghematan durasi 288 hari dan biaya tambahan Rp. 145,958,232,320. Analisa least cost scheduling dengan genetic algorithm didapatkan durasi dan biaya optimal yaitu 410 hari dengan biaya Rp. 112,221,641,972. Hal ini menghemat biaya sebesar Rp. 3,266,034,920 dan menghemat durasi sebesar 108 hari.

Breakwater is a linear construction project with repetitive work activities. Linear scheduling method with genetic algorithm was applied to breakwater construction of Kalibaru Port. This study conducted two analyzes, which consists of the productivity and cost analysis functions as well as functions of least cost scheduling genetic algorithm. The optimization results with an increase in the productivity of each job, will increase costs, and reduce the duration of the work. The selection of the best productivity results best duration is 231 days with total cost of Rp. 246,550,908,434 with saving of 288 days and additional cost of Rp. 145,958,232,320. Analysis of least cost scheduling combined with genetic algorithm is obtained optimal duration and cost of 410 days at a cost of Rp. 112,221,641,972. This saves the cost of Rp. 3,266,034,920 and saves time by 108 days."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S56921
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andi Muhammad Adam
"ABSTRAK
Breakwater merupakan proyek linear construction projects dengan tipe pekerjaan
berulang (repetitive work activities), namun di Indonesia penjadwalan untuk
pekerjaan repetitive project masih menggunakan penjadwalan konvensional,
khususnya pada proyek breakwater pelabuhan Kalibaru Jakarta. Metode linear
scheduling dengan singularity function diaplikasikan pada pembangunan
breakwater Pelabuhan Kalibaru mengingat metode tersebut mempunyai banyak
kelebihan. Dalam penelitian ini dilakukan analisa terhadap jadwal pelaksanaan
rencana yang memiliki durasi pekerjaan yaitu 485 hari serta terhadap nilai buffer
antar kegiatan. Hasil analisa dengan singularity function menyimpulkan dengan
mengoptimalkan nilai buffer antar kegiatan dapat mengurangi durasi pekerjaan.
Hasil optimal yang didapat adalah durasi pekerjaan 274 hari.

ABSTRACT
Breakwater is a linear construction project with repetitive work activities, but in
Indonesia scheduling for repetitive projects are still using conventional
scheduling, especially in the construction of breakwater project in Kalibaru
Jakarta. Linear scheduling method with singularity function is applied in the
construction of breakwater at the Port of Kalibaru considering the method has
many advantages. In this research, an analysis of the plan implementation
schedule which has duration of 485 days, and an analysis to the value of the buffer
between activities. The results of the singularity function analysis conclude by
optimizing the value of buffers between activities can reduce the duration of the
work. Optimal results are obtained work duration is 274 days."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S56325
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Stefanus Wijanto
"Munculnya construction waste pada pelaksanaan proyek konstruksi tidak dapat dihindari. Munculnya construction waste pada proyek konstruksi ini tentunya berdampak pada kinerja biaya proyek. Apabila construction waste dalam pelaksanaan proyek konstruksi tidak dikendalikan, maka dapat terjadi pembengkakan biaya proyek. Untuk itu perlu adanya suatu usaha untuk mengendalikan munculnya construction waste ini. Salah satu usaha dalam mengendalikan munculnya construction waste adalah dengan penerapan Waste Management Plan. Dalam kaitannya dengan konsep konstruksi ramping (lean construction), Waste Management Plan diharapkan tidak hanya terfokus pada masalah waste dalam bentuk material saja. Tetapi juga perlu dilihat waste dalam bentuk kehilangan waktu, tenaga kerja yang tidak produktif dan penggunaan peralatan yang tidak efektif dan efisien. Data diperoleh dengan penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling dengan bantuan program SmartPLS. Hasil dari pengolahan data tersebut berupa matriks dampak ? penyebab dan grafik pola hubungan dampak - penyebab.

Construction waste in the construction project can not be avoided. This condition is certainly has an impact to the project cost performance. If construction waste are not controlled, they can make cost overrun. Therefore, there needs to be an effort to control construction waste during the proses of construction. Waste Management Plan is one of the way to control the construction waste. In relation to the concept of lean construction, Waste Management Plan is expected to not only focus on the problem of material waste, but also needs to be seen in time loses, labour productivity and equipment that's not effective and efficient. Quesionner used to collect the data from the responden. Data analysis uses Structural Equation Modeling with tool SmartPLS. The result is shown by the matrix of impact-causes and pattern graphic of impact-causes relation.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T41882
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ida Bagus Agung Wakya Parahita
"Infrastruktur memiliki peranan penting dalam perekonomian suatu negara. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah lembaga negara pengawasan anggaran infrastruktur. Kompetensi pemeriksa di BPK masing-masing berbeda. Untuk mencapai hasil audit yang berkualitas diperlukan kesesuaian antara kompetensi dan tipe pekerjaan infrastruktur jalan. Metode algoritma genetika digunakan agar tercapai kesesuaian kompetensi yang optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model optimasi dengan algoritma genetika dan membandingkan hasilnya dengan model penugasan pemeriksa manual. Metode analisa yang digunakan yaitu metode algoritma genetika dan analytical hierarchy process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil metode optimasi dengan algoritma genetika lebih baik dari metode penugasan manual dari sisi kesesuaian kompetensi.

Infrastructure has important roles in economic level of the country. The Supreme Audit Board (SAB) is state institution that supervise the infrastructure budget. Auditor Competency in SAB are different each other. In order to achieve quality audit, compatibility between competency and type of road infrastructure is needed. Genetic algorithm is proposed to achieve optimum competency compatibility. This research aimed to develop optimization model using genetic algorithm method and compare the result with manual assignment method. Analytical method are genetic algorithm method and analytical hierarchy process. Results show that genetic algorithm method achieve better results than manual assignment in competency compatibility.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T42487
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>