"
ABSTRAKGu Cheng merupakan salah satu penyair eksentrik (guguashi) yang mulai dikenal pada
1980-an dan disebut juga sebagai penyair samar (menglong). Pada periode akhir
hidupnya, Gu Cheng menyebut periode puisi yang dihasilkannya sebagai periode
Subjektif atau Wuwo (无我). Puisi Gu Cheng merupakan puisi liris yang bertumpu
pada suara dan karakteristik emosi atau perasaan dari pemikiran, visi, suasana hati
ataupun perasaan pedih yang tidak menawarkan fondasi yang kuat untuk terciptanya
bagian dari sebuah peristiwa yang berasal dari imajinasi penulis itu sendiri. Dalam
penelitian ini, penulis menganalisis tiga puisi Gu Cheng pada periode subjektif, yang
diambil dari kompilasi puisi Gu Cheng yang berjudul Merkuri (水银) sebanyak dua
judul, dan Dunia Lagu (颂歌世界) sebanyak satu judul. Analisis dilakukan dengan
menggunakan pendekatan unsur instrinsik, diksi, figur retoris (majas), pengimajinasian,
tema dan perasaan penyair untuk mengetahui seberapa besar unsur puisi Gu Cheng yang
kontradiktif antara kenyataan dengan yang diungkapkannya dalam puisi. Kesuraman
hidup Gu Cheng mempengaruhi suasana hati dalam penulisan karya puisinya yang
merupakan puisi samar atau berkabut.
ABSTRACTGu Cheng was one of the eccentric poets (guguashi) who became known in the 1980s
and was also called the misty poet (menglong). In the final period of his life, Gu
Cheng called the period of his poetry as Subjective period or Wuwo (无 我). Gu
Cheng s poetry is a lyrical poem that relies on sound and emotional characteristics or
feelings from thoughts, visions, moods or feelings of pain that do not offer a strong
foundation for the creation of a part of an event that comes from the imagination of the
author himself. In this study, the author analyzed three Gu Cheng s poems in the
subjective period, which is two titles from Gu Cheng s poem compilation of Mercury (水), and one title from Ode s World (歌 世界). The analysis was carried out by using intrinsic elements, diction, rhetorical figures, imagination, themes and poets feelings to find out how much the elements of Gu Cheng s poetry were contradictory between reality and what he expressed in poetry. The gloom of Gu Cheng's life affected the mood in writing his poetry which was a misty poem."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019