Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 29 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dessy Anggraeni Saputri
"Angka kejadian kecelakaan kerja di Indonesia tergolong tinggi. Sektor jasa konstruksi merupakan sektor dengan angka kejadian kecelakaan kerja tertinggi di Indonesia. Salah satu cara untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja adalah menggunakan alat pelindung diri. Beberapa penelitian menunjukan rendahnya penggunaan alat pelindung diri pada pekerja konstruksi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi PT. X. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada 72 pekerja di PT. X. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang berisi pernyataan mengenai tingkat pengetahuan penggunaan alat pelindung diri dan kejadian kecelakaan kerja. Hasil uji analisis Chi Square menyatakan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi di PT.X (P= 0,937, α= 0,05). Kejadian kecelakaan kerja lebih banyak terjadi pada responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang baik daripada responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik. Hasil ini merekomendasikan bahwa pengetahuan penggunaan alat pelindung diri yang baik harus disertai dengan sikap dan perilaku penggunaan alat pelindung diri agar mengurangi risik terjadinya kecelakaan kerja.

A number of occupational accident in Indonesia is high. The construction is a sector with a highest occupational accident in Indonesia. The use of personal protective equipment is on of the solution to reduce a number of accident. Recent studies show that the use of personal equipment in construction worker is low. This study aim to identify the relationship between knowledge level on personal protective equipment and occupational accident of construction worker in PT. X. Cross sectional study used in this study with 72 workers. The structured questionnaire about knowledge on personal protective equipment used to collect the data. The result shows that there is no relationship between knowledge level on personal protective equipment and occupational accident of construction worker in PT. X. (P = 0.937, α = 0.05).Occupational accident are more common in respondents who have a good knowledge level less than respondents who have a good knowledge level. These results recommend that the knowledge level on personal protective equipment must be accompanied by the attitude and behavior of use of personal protective equipment in order to reduce a number of accident.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
S65534
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alberta Novianti
"Ketersediaan sarana dan prasarana PHBS dapat mempengaruhi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada seseorang. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara ketersediaan sarana dan prasarana perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah dan sekolah dengan perilaku hidup bersih dan sehat anak sekolah dasar. Desain penelitian adalah studi cross sectional yang dilakukan kepada 106 anak kelas 4 dan 5.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak memiliki ketersediaan sarana dan prasarana PHBS yang memadai serta perilaku hidup besih dan sehat yang baik. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara ketersediaan sarana dan prasarana PHBS di rumah dan sekolah dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sekolah dasar kelas 4 dan 5. Implikasi penelitian ini agar semakin diperhatikan ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang pelaksanaan PHBS supaya dapat berjalan dengan baik.

The availability facilities and infrastructure of clean and healthy living behavior can affect people to apply the clean and healthy living behavior. This research aimed to see whether there is a relationship between the availability of facilities and infrastructure for clean and healthy living behavior in home and scool with the adaption of clean and healthy living behavior in elementary school childrens. The study design was cross sectional conducted at 106 respondents.
The results showed that most of the children have the availability of facilities and infrastructure of clean and healthy living behavior sufficient and the adaption of clean and healthy living behavior was good. The study also concluded that there was no correlation between the availability of facilities and infrastructure of clean and healthy living behavior in home and scool with the adaption of clean and healthy living behavior in elementary school children grades 4 and 5. The implication of this research that the more attention to the availability of facilities and infrastructure that support the implementation of clean and healthy living behavior in order to run properly.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
S65295
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marsiliana
"ABSTRAK
Nyeri punggung merupakan salah satu bentuk gangguan otot rangka akibat kerja yang cukup tinggi dikeluhkan pekerja pengguna komputer. Untuk menghindari kejadian nyeri punggung, pekerja perlu memiliki perilaku yang ergonomis. Perilaku ergonomis didasari oleh pengetahuan ergonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ergonomi pekerja pengguna komputer terhadap keluhan nyeri punggung. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif potong lintang dengan total sample sebanyak 83 pekerja di PT. X. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan keluhan nyeri punggung yang mempunyai nilai realibilitas > 0,06. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ergonomi dengan keluhan nyeri punggung. Namun, ditemukan prevalensi nyeri punggung yang tinggi sebesar 65,1% responden mengalami nyeri punggung akibat kerja. Hasil ini merekomendasikan bahwa pengetahuan ergonomi yang baik harus dimiliki oleh pekerja yang menggunakan komputer agar menekan keluhan nyeri punggung yang terjadi akibat kerja.

ABSTRACT
Back pain is one form of work-related musculoskeletal disorders is high enough workers complained of computer users. To avoid the occurrence of back pain, workers need to have an ergonomic behavior. Ergonomic behavior based on the knowledge of ergonomics. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge workers ergonomic computer users against back pain. This study uses a methodology descriptive cross sectional with a total sample of 83 workers at PT. X. The research instrument is a questionnaire to measure the level of knowledge and back pain that has the reliability value > 0.06. The results showed no relationship between the levels of knowledge of ergonomics with complaints of back pain. However, it was found a high prevalence of back pain that 65.1% of respondents experienced a work-related back pain. These results recommend that the knowledge of good ergonomics must be accompanied by workers to suppress the back pain that occur."
2016
S64486
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mustafrikhatul Maftukhah
"[ABSTRAK
Agregat anak usia sekolah pada masyarakat perkotaan berisiko terkena infeksi
saluran pernapasan akut (ISPA) karena faktor biologis, lingkungan, dan gaya
hidup. Karya ilmiah ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai
intervensi keperawatan inhalasi sederhana dalam mengatasi masalah keperawatan
ISPA pada anak usia sekolah di keluarga. Metode yang digunakan adalah dengan
melakukan praktik asuhan keperawatan kepada keluarga dengan anak usia sekolah
yang menderita ISPA. Intervensi inhalasi sederhana yang dilakukan pada pasien
ISPA terbukti efektif untuk mengencerkan dahak. Setelah dilakukan asuhan
keperawatan selama 10 kali pertemuan, hasil yang didapatkan menunjukkan
bahwa pengetahuan keluarga mengenai ISPA meningkat dan bersihan jalan napas
pada anak efektif. Inhalasi sederhana direkomendasikan dapat diterapkan dalam
penanganan ISPA.

ABSTRACT
School-age children in urban communities have a high risk of acute respiratory
infection (ARI) due to biological, environment, and lifestyle factors. This paper
aims to give an overview about the application of steam inhalation as a nursing
intervention for treating ARI in school age children on the family. The method
that used for this action is the practice of nursing care families with school-age
children that have suffered from ARI. Steam inhalation interventions performed
on ARI?s patients proven effective to thin the phlegm. After nursing care for 10
meetings, the results obtained show that knowledge about ARI in the family was
increased and airway clearance in children was effectively. Steam inhalation is
recommended to be applied in the management of ARI., School-age children in urban communities have a high risk of acute respiratory
infection (ARI) due to biological, environment, and lifestyle factors. This paper
aims to give an overview about the application of steam inhalation as a nursing
intervention for treating ARI in school age children on the family. The method
that used for this action is the practice of nursing care families with school-age
children that have suffered from ARI. Steam inhalation interventions performed
on ARI’s patients proven effective to thin the phlegm. After nursing care for 10
meetings, the results obtained show that knowledge about ARI in the family was
increased and airway clearance in children was effectively. Steam inhalation is
recommended to be applied in the management of ARI.]"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rahmi Hayati
"[ABSTRAK
Pola napas tidak efektif adalah proses inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi yang cukup. Salah satu pola napas tidak efektif adalah takipnea atau pola napas cepat dari batas normal. Pada lansia, terjadi perubahan fisiologis sistim pernapasan yaitu menurunnya refleks batuk, penurunan mobilisasi tulang-tulang rusuk dan kemampuan pengembangan dinding dada, serta penurunan kekuatan otot pernapasan. Postur tubuh yang mengalami kifosis atau skoliosis menyebabkan toraks akan memendek dan diameter anteroposterior akan meningkat. Perubahan-perubahan tersebut akan menurunkan tekanan pada saat inspirasi dan ekspirasi sehingga menurunkan keefektifan pernapasan. Pernapasan yang tidak efektif akan mempengaruhi aktivitas dan menurunkan kualitas hidup lansia. Karya ilmiah ini bertujuan untuk memaparkan hasil pemberian asuhan keperawatan pada Bapak D dengan kerusakan pola napas tidak efektif di wisma Cendrawasih, PSTW Budi Mulia 1 Ciracas. Evaluasi terhadap intervensi keperawatan didapatkan hasil bahwa setelah dilakukan latihan pernapasan selama 5 minggu, latihan pernapasan mampu mempertahankan dan meningkatkan kemampuan bernapas yang baik pada lansia ditandai dengan adanya perbaikan pada pola napas. Intervensi latihan pernapasan pada lansia menjadi upaya meningkatkan kemampuan bernapas yang baik sehingga kualitas dan kesejahteraan lansia akan meningkat.; ABSTRACT Ineffective breathing pattern is the process of inspiration and/or expiration that does not provide adequate ventilation. One of ineffective breathing pattern is tachypnea or rapid breathing pattern.. In the elderly, physiological changes in the respiratory are decreasing the cough reflex, decreased mobilization of the ribs and chest wall expansion capability, as well as a decrease in respiratory muscle strength. Experiencing posture kyphosis or scoliosis cause thoracic be shortened and increasing anteroposterior diameter. These changes will decrease inspiration and expiration pressure decrease the effectiveness of breathing. Ineffective breathing will affect activity and decrease the quality of life of the elderly. This case study aims to present the results of nursing care at Mr. D with ineffective breathing. Evaluation of nursing interventions showed that after breathing exercises for 5 weeks, breathing exercise could maintain and improve good breathing ability in the elderly showed by an improvement in breathing patterns. Nurses can do the breathing exercise to the elderly as an option to improve a good breathing ability so quality of life of the elderly can be improved.;Ineffective breathing pattern is the process of inspiration and/or expiration that does not provide adequate ventilation. One of ineffective breathing pattern is tachypnea or rapid breathing pattern.. In the elderly, physiological changes in the respiratory are decreasing the cough reflex, decreased mobilization of the ribs and chest wall expansion capability, as well as a decrease in respiratory muscle strength. Experiencing posture kyphosis or scoliosis cause thoracic be shortened and increasing anteroposterior diameter. These changes will decrease inspiration and expiration pressure decrease the effectiveness of breathing. Ineffective breathing will affect activity and decrease the quality of life of the elderly. This case study aims to present the results of nursing care at Mr. D with ineffective breathing. Evaluation of nursing interventions showed that after breathing exercises for 5 weeks, breathing exercise could maintain and improve good breathing ability in the elderly showed by an improvement in breathing patterns. Nurses can do the breathing exercise to the elderly as an option to improve a good breathing ability so quality of life of the elderly can be improved., Ineffective breathing pattern is the process of inspiration and/or expiration that does not provide adequate ventilation. One of ineffective breathing pattern is tachypnea or rapid breathing pattern.. In the elderly, physiological changes in the respiratory are decreasing the cough reflex, decreased mobilization of the ribs and chest wall expansion capability, as well as a decrease in respiratory muscle strength. Experiencing posture kyphosis or scoliosis cause thoracic be shortened and increasing anteroposterior diameter. These changes will decrease inspiration and expiration pressure decrease the effectiveness of breathing. Ineffective breathing will affect activity and decrease the quality of life of the elderly. This case study aims to present the results of nursing care at Mr. D with ineffective breathing. Evaluation of nursing interventions showed that after breathing exercises for 5 weeks, breathing exercise could maintain and improve good breathing ability in the elderly showed by an improvement in breathing patterns. Nurses can do the breathing exercise to the elderly as an option to improve a good breathing ability so quality of life of the elderly can be improved.]"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Entin Kartini
"Latihan fisik yang dilakukan secara aktif berdampak positif terhadap tingkat kemandirian dalam memenuhi ADL nya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara latihan fisik berdasarkan jenis, frekuensi, dan durasi tingkat kemandirian ADL. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 103 lansia riwayat penyakit jantung. Tingkat kemandirian lansia diukur menggunakan Indeks kemandirian Katz yang sudah dimodifikasi.. Hasil dari penelitian ini, lansia yang melakukan jenis latihan fisik dalam katagori cukup baik ( 69,9%). Tingkat kemandirian melakukan ADL dalam katagori mandiri (96,8%), dengan nilai OR 2.79, α 0,00 dan 95% CI : 1.14-1.57, artinya ada hubungan antara jenis latihan fisik dengan kemandirian melakukan ADL, untuk frekuensi latihan fisik dalam katagori sangat baik (65,1%). Tingkat kemandirian ADL dalam katagori mandiri (89,5%), dengan nilai OR 1,47, α 0,00 dan 95% CI : 1.12-1.93, artinya ada hubungan antara frekuensi latihan fisik dengan kemandirian melakukan ADL pada lansia yang mempunyai riwayat penyakit jantung. Hasil penelitian ini merekomendasikan bagi lansia yang mempunyai penyakit jantung untuk melakukan latihan fisik secara teratur sehingga membantu meningkatkan kemandirian ADL lansia.
Physical exercise is performed actively positive impact on the level of independence in fulfilling its ADL. This study aims to investigate the relationship between physical exercise based on the type, frequency, and duration of the level of independence of the ADL. This research is a descriptive cross sectional analytical approach with a sample of 103 elderly heart disease history. The level of independence of elderly Katz independence index is measured using a modified. The results of this study, elderly people who do this type of physical exercise in the category quite well (69.9%). Level of independence do ADL in the independent category (96.8%), with OR 2.79, α 0.00 and 95% CI: 1:14 to 1:57, meaning that there was a relationship between the type of physical exercise to perform ADL independence, to the frequency of physical exercise in the category very good (65.1%). ADL independence level in the category of independent (89.5%), with OR 1.47, α 0.00 and 95% CI: 1.12-1.93, which means that there is a relationship between the frequency of physical exercise to perform ADL independence in older people who have a history of disease heart. The results of this study recommend for the elderly who have heart disease to undertake regular physical exercise that helps increase the independence of elderly ADL."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
S65684
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mega Selvia Juliana
"ABSTRAK
Perkotaan merupakan wilayah yang memiliki kepadatan penduduk yang besar. Kemiskinan yang terjadi akibat tingginya arus urbanisasi menjadi salah satu penyebab timbulnya masalah kesehatan di daerah perkotaan. Gizi kurang pada balita menjadi masalah utama yang perlu diselesaikan di wilayah perkotaan. Karya Ilmiah Akhir ini menggambarkan asuhan keperawatan keluarga Bapak S dengan masalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada balita yang dilakukan selama 7 minggu. Penyebab dari ketidakseimbangan nutrisi pada Anak F (36 bulan) yaitu asupan yang tidak adekuat akibat perilaku mengkonsumsi susu formula secara berlebihan dan buruknya manajemen lingkungan makan. Intervensi yang dilakukan bersifat kognitif, afektif dan psikomotor dengan menggunakan pendekatan lima tugas kesehatan keluarga. Implementasi unggulan yang telah dilakukan yaitu pengaturan jadwal dan lingkungan makan yang menyenangkan saat anak makan. Evaluasi yang didapat yaitu adanya peningkatan berat badan Anak F dari 13,5 kg menjadi 14,5 kg. Pengaturan jadwal dan kreativitas dalam menciptakan lingkungan makan yang menyenangkan harus diterapkan secara konsisten, pengetahuan keluarga terkait nutrisi juga perlu terus ditingkatkan sebagai upaya mengatasi masalah gizi pada balita.

ABSTRACT
Urban is an area with a very dense population. Poverty which happens because of an increasing urbanization can be one of causes for urban health problems. Less Nutrition on child maybe the main problem that have to be done on urban community. This final scientific paper ners illustrate nursing care on Mr. S’s family with imbalance nutrition less than body problem which implemented for 7 weeks. The reasons for imbalance nutrition on child F are inadequate nutrition which caused by habit of consumption formula milk too excessive and bad management environment for eat. Intervention tends to aspect cognitive, affective, and psikomotor with used of five family health tasks. Main implementation which has be done are schedule ad environment setting for fun eating. The result from an evaluation is increasing weight on child F from 13,5 kg became 14,5 kg. Schedule setting and creative environment to create fun environment when eating have to be applied consistently, knowledge of family about nutrition need to be increased as an effort to overcome nutrition problem on child."
2016
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Eka Tlaga Herawati
"Angkatan kerja semakin meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia. Meningkatnya angkatan kerja berbanding lurus dengan meningkatnya prevalensi penyakit akibat kerja yaitu stres kerja yang memiliki banyak dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan stres kerja pada pekerja komputer di Kementerian X Jakarta Pusat. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik dan desain penelitian menggunakan cross sectional pada 63 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner NASA-TLX dan life event scale. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan beban kerja dengan stres kerja pada pekerja komputer di Kementerian X Jakarta Pusat dengan nilai p value yaitu 0,000 p value

The work force has increased from year to year in Indonesia. The increasing labor force is directly proportional to the increasing prevalence of diseases caused by work that is work stress has many negative effects. This research aims to know the relationship of the workload with work stress on computer workers in X Ministry, Central Jakarta. Research method use descriptive analytics and research design use cross sectional at 63 respondents. Data collection is done using questionnaires NASA TLX and life event scale. The results of this research show there is a relationship of the workload with work stress on computer workers in X Ministry, Central Jakarta with p value i.e. 0.000 p value 0.05 . The role of the nurse in the form of stress management such as relaxation techniques and adaptive koping needed in X ministry. Accordingly, the results of this study recommend the necessary prevention and treatment of stress on workers to minimize the occurrence of work stress in X Ministry. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
S67098
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Anggraeni Putri
"Jumlah industri manufaktur di Indonesia semakin bertambah setiap tahun sehingga meningkatkan jumlah pekerja shift. Tingginya jumlah pekerja shift menimbulkan risiko masalah kesehatan akibat kerja seperti kelelahan. Kemampuan manajemen waktu memiliki peran dalam mengatasi kelelahan pada pekerja shift.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kemampuan manajemen waktu pekerja shift dengan tingkat kelelahan. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif cross-sectional dengan total sampel sebanyak 60 pekerja shift di PT. LP. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang berisi pernyataan mengenai kemampuan manajemen waktu dan kuesioner Fatigue Severity Scale untuk mengukur tingkat kelelahan.
Hasil uji analisis Chi Square menyatakan tidak ada hubungan bermakna antara kemampuan manajemen waktu pekerja shift dengan tingkat kelelahan di PT. LP P=0,169, ?=0,05 . Namun, hasil penelitian menunjukkan kemampuan manajemen waktu kurang baik meningkatkan risiko kelelahan pada pekerja shift. Hasil ini merekomendasikan agar dilakukan penelitian kembali dengan jumlah sampel yang lebih besar.

The number of manufacturing industries in Indonesia are increasing every year so that the number of shift workers are also increasing. The high number of shift workers increases the risk of occupational health problems such as fatigue. Time management ability has a role in overcoming fatigue on shift workers.
The purpose of this research is to identify the correlation between shift workers rsquo time management ability and fatigue severity. This research uses cross sectional descriptive methodology with total sample of 60 shift workers in PT. LP. The instrument was used in this study is a questionnaire that contains a statement about time management ability and Fatigue Severity Scale questionnaire to measure the fatigue severity.
Chi Square analysis test results states there is no correlation between shift workers rsquo time management ability and fatigue severity in PT. LP P 0.169, 0.05 . However, the results show poor time management increases the risk of fatigue in shift workers. This result recommends that re research be carried out with a larger sample size.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
S67612
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Asriyati Amanah Fahmi
"ABSTRAK
Petugas pendamping perawatan lansia di panti sosial yaitu perawat dan pramusosial. Situasi, kondisi dan lingkungan yang dihadapi dalam merawat lansia dapat menjadi penyebab stres sampai dengan kelelahan petugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres kerja dengan kelelahan pada petugas pendamping perawatan lansia. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini melibatkan 55 petugas pendamping perawatan lansia dari dua Panti Sosial Tresna Wreda di Jakarta. Pengumpulan data menggunakan kuesioner modifikasi dari Fatigue Assessment Scale FAS dan Work Stress Scale WSS untuk petugas perawatan lansia. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan bermakna dengan pola positif r= 0.439, p= 0.001 . Disimpulkan bahwa tingkat kelelahan akan meningkat seiring dengan tingkat stres kerja. Untuk mengurangi tingkat stres dan kelelahan, kepala panti sosial dapat menetapkan jadwal rotasi tempat kerja dan membuat program pelatihan merawat lansia.

ABSTRACT
Elderly care attendants are nurse and pramusosial aka nursing assistants . Situation, condition and environment from caring for the elderly can be a cause of stress until fatigue in care attendants. This study aims to determine the correlation between level of work stress and fatigue in an elderly care attendants. The design of this study was cross sectional with purposive sampling. This study involved 55 care attendants from two Social House Tresna Wreda in Jakarta. The data collection used a modification questionnaire from Fatigue Assessment Scale FAS and Work Stress Scale WSS for elderly care attendants. Pearson rsquo s correlation test results showed significant relationship with positive pattern r 0.439, p 0.001 . It was concluded that the level of fatigue will increase with the level of work stress. To reduce the level of stress and fatigue in care attendants, the head of social house can establish a workplace rotation schedule and create a training program for caring the elderly."
2017
S69777
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>