Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 140723 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yossie Dwi Ratna Putri
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor City Branding Kota
Jakarta berdasarkan persepsi dari Mahasiswa UI anggota Paguyuban Daerah.
Apakah City Branding dibentuk oleh faktor-faktor; the presence, the place, the
potential, the pulse, the people, dan the pre-requisites. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kuantitatif, analisis multivariat, dan analisis
faktor sebagai pengukur hasil penelitian. Hasil penelitian menujukkan bahwa
responden memiliki persepsi setuju pada faktor the presence, the potential, the
pulse sudah baik, persepsi netral pada faktor the people dan the pre-requisites
sudah baik, dan persepsi tidak setuju pada faktor the place sudah baik. Faktor the
potential merupakan faktor yang menonjol pembentuk city branding Kota Jakarta.
City branding dibentuk oleh faktor-faktor seperti The Presence (Letak Kota,
Budaya, dan Kunjungan), The Place (Tata Kota, Kualitas Udara, dan Cuaca
Malam Hari), The Potential (Tempat Tinggal, Tingkat Ekonomi, Potensi Bisnis),
The Pulse (Destinasi Wisata, Gaya hidup masyarakat, Bangunan bersejarah dan
monumen), The People (Perilaku Hangat, Komunitas dengan budaya asal, Teman
dekat), dan The Pre-requisites (Apartemen terjangkau, Tansportasi nyaman,
Penginapan baik).
ABSTRACT
This research aims to determine the factors City Branding of Jakarta based
on the perception of the UI Student members of the Regional Association. Is City
Branding shaped by factors; the presence, the place, the potential, the pulse, the
people, and the pre-requisites. This study used quantitative research methods,
multivariate analysis, and factor analysis as a measurement of research results.
The results showed that the respondents have agreed on the perception of the
presence of factors, the potential, the pulse are good, neutral perception of the
factors the people and the pre-requisites are good, and perception do not agree on
a factor of the place is good. The potential factor is the prominent factor forming
Jakarta city branding. City branding is shaped by factors such as The Presence
(Location of City, Culture, and visits), The Place (City Planning, Air Quality and
Weather at Night), The Potential (Residency, Level Economy, Business
Potential), The Pulse (Tourists destination, Lifestyle of citizen, Historic buildings
and monuments), The People (Warm behavior, Community with the culture of
origin, Best friends), and The Pre-requisites (Affordable apartments, Convenient
transportation, Lodging)."
2014
S60638
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yogi Maulana
"[Persaingan global kini mengerucut menjadi persaingan antarkota. Setiap kota harus
mampu menunjukkan daya saing agar dapat memiliki posisi di dunia. Persaingan
ini memicu pemerintah kota untuk mencari identitas yang dapat memberikan citra
yang berbeda dengan kota lainnya. Proses pencarian identitas ini dikenal sebagai
strategi city branding. Identitas yang berbeda dapat diperoleh melalui inovasi dan
kreativitas. Dengan kata lain, kota memerlukan individu-individu yang kreatif. Di
dalam skripsi ini akan dibahas mengenai keterkaitan antara komunitas kreatif dan
city branding melalui studi kasus Bandung Juara, dengan tujuan untuk mengetahui
strategi branding pemerintah kota dan kebijakannya dalam menanggapi keberadaan
komunitas kreatif.;The global competition today pursed into intercity competition. Each cities must be
able to demonstrate their competitiveness to be noticed. This competition triggered
the municipalities to find identities that can give distinctive images from the other
cities. This process is known as city branding strategy. Difference identities can be
obtained through innovation and creativity. In other words, the cities require
creative individuals. This paper will discuss about the relation between creative
communities and city branding through the case studies of Bandung Juara, with the
aim to determine the branding strategies of municipality of Bandung and its policies
in response to the presence of creative communities.;The global competition today pursed into intercity competition. Each cities must be
able to demonstrate their competitiveness to be noticed. This competition triggered
the municipalities to find identities that can give distinctive images from the other
cities. This process is known as city branding strategy. Difference identities can be
obtained through innovation and creativity. In other words, the cities require
creative individuals. This paper will discuss about the relation between creative
communities and city branding through the case studies of Bandung Juara, with the
aim to determine the branding strategies of municipality of Bandung and its policies
in response to the presence of creative communities., The global competition today pursed into intercity competition. Each cities must be
able to demonstrate their competitiveness to be noticed. This competition triggered
the municipalities to find identities that can give distinctive images from the other
cities. This process is known as city branding strategy. Difference identities can be
obtained through innovation and creativity. In other words, the cities require
creative individuals. This paper will discuss about the relation between creative
communities and city branding through the case studies of Bandung Juara, with the
aim to determine the branding strategies of municipality of Bandung and its policies
in response to the presence of creative communities.]"
2015
S59196
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Laras Wijayanti
"ABSTRAK
Upaya city branding salah satunya melalui event. City Branding dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi sebuah tempat. Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran mengenai upaya city branding Sapporo melalui event musim dingin serta memberikan pengetahuan bagaimana menciptakan daya tarik pariwisata dalam city branding. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah deskriptif analisis. Sebagai upaya city branding, Sapporo mengadakan berbagai event musim dingin yaitu Sapporo Snow Festival, Winter Olympic Games 1972, dan Asian Winter Games. Event tersebut dapat menarik wisatawan mengunjungi Sapporo.
ABSTRACT
City branding efforts, one of them through event. City branding can be an attraction for tourists to visit a place. This research is expected to give an overview of Sapporo city branding efforts through winter event and also provide knowledge how to create tourism attraction in city branding. The method that used in this thesis is descriptive analysis. As a city branding effort, Sapporo hosted various winter events, such as Sapporo Snow Festival, Winter Olympic Games of 1972, and Asian Winter Games. The event can attract tourists to visiting Sapporo."
2014
S61393
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Deane Monica Tiara
"ABSTRAK<
Salah satu perubahan kebijakan di sektor industri adalah industri fashion mengakibatkan pelaku usaha melakukan penyesuaian terhadap kebijakan yang berlaku. Perubahan ini menyebabkan perluasan lokasi industri fashion t-shirt perkotaan yang merupakan salah satu atribut fashion berbasis kreativitas di kota Bandung. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat arah pemuaian yang terjadi akibat aktivasi city ​​branding di kota bandung dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Adapun metodenya yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional yang dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini juga dilakukan secara temporal, yaitu: menggunakan tiga periode waktu yang berbeda untuk mewakili kondisi sebelum, selama, dan setelah aktivasi city branding. Arah pemuaian di masing-masing periode mengalami perbedaan berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat, arah Perluasan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui penataan ruang dan industri kreatif. Perubahan budaya dan pusat keramaian menjadi faktor utama yang menyebabkan perluasan kawasan pusat industri fashion t-shirt perkotaan di Kota Bandung.
ABSTRACT
One of the policy changes in the industrial sector is the fashion industry which causes business actors to make adjustments to the applicable policies. This change led to the expansion of the location of the urban t-shirt fashion industry which is one of the attributes of creativity-based fashion in the city of Bandung. Purpose The purpose of this study is to see the direction of expansion that occurs due to the activation of city branding in the city of Bandung and the factors that influence it. The method used in this study used a descriptive correlational method which was analyzed qualitatively. This study was also conducted temporally, namely: using three different time periods to represent conditions before, during, and after city branding activation. The direction of expansion in each period is different based on the phenomena that occur in society, the direction of expansion is in line with government policies through spatial planning and creative industries. Changes in culture and the center of the crowd are the main factors causing the expansion of the urban t-shirt fashion industry center in the city of Bandung."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Denpasar: Pemerintah Kota Denpasar, 2012
351 MEM
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Fitria Khairum Nisa
"Aktivitas pemasaran tidak hanya dilakukan oleh perusahaan dalam memasarkan produk yang mereka tawarkan. Saat ini pemerintah kota juga melakukan aktivitas pemasaran dengan melakukan city branding untuk mempromosikan kota mereka. Salah satu upaya yang dilakukan dalam strategi city branding adalah dengan mengangkat event sebagai city brand. Penelitian ini membahas bagaimana sebuah event mampu membangun awareness terhadap city brand serta minat berkunjung. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, pendekatan kualitatif dan strategi penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan pengamatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa awareness terhadap city brand yang dibangun oleh event pada kota tersebut diperoleh dari adanya peran media yang kerap meliput pelaksanaan event tersebut. Namun di sisi lain kedekatan juga memiliki peran terhadap awareness. Individu yang memiliki kedekatan lebih dengan kota, dengan kata lain memiliki informasi yang lebih banyak, memiliki pandangan yang berbeda tentang city brand kota yang dimaksud. Selanjutnya event yang diselenggarakan mampu membangun minat berkunjung calon wisatawan karena karakteristiknya yang mampu menarik perhatian. Tapi di sisi lain event tersebut kurang mampu membangun minat berkunjung karena dianggap kurang merepresentasikan identitas kota.

Marketing activities are not only for companies to promote their products. Nowadays city government is also doing marketing activities, such as city branding to promote their city. One of efforts made in city branding strategy is to lift the event as a city brand. This study focuses on how an event is able to build awareness of the city brand and visit intention. This research uses constructivism paradigm, qualitative research approach and case study research strategy. Data collection was done through in depth interviews and field observations. The results of this study indicate that the awareness of the city brand that raised by the event was obtained by the role of media that often cover the event. But on the other hand proximity also has a role to awareness. Individuals who have more closeness to the city, in other words have more information, have different views about the city brand city in question. Furthermore, event is able to build interest in visiting potential tourists because of its characteristics that are able to attract attention. But on the other side events are less able to build interest in visiting because it is considered less represent the identity of the city.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2018
T50007
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tria Aryati Rahman
"Tesis ini membahas tentang strategi komunikasi city branding melalui duta pariwisata yang dilaksanakan oleh Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu bekerja sama dengan Ikatan Abang None Jakarta Kepulauan Seribu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif.
Penelitian ditujukan untuk menjawab Bagaimana strategi komunikasi pariwisata kepulauan seribu ? Bagaimana peran ikatan abang none jakarta kepulauan seribu dalam strategi komunikasi pariwisata kepulauan seribu? Dan Bagaimana bentuk kerjasama ikatan abang none jakarta kepulauan seribu dengan suku dinas pariwisata dan kebudayaan kepulauan seribu? Penelitian dilakukan di Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu dan Ikatan Abang None Jakarta Kepulauan Seribu yang menjelaskan tentang city branding kepulauan seribu yang dilakukan lewat peran duta pariwisata kepulauan seribu yang disebut dengan Abang None Jakarta Kepulauan Seribu.
Hasil penelitian menemukan bahwa efektivitas dari kehadiran Abang None Jakarta Kepulauan Seribu sebagai public relation pariwisata Kepulauan Seribu dirasa cukup mewakilkan upaya city branding Kepulauan Seribu yang menjadi tujuan dari Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu bekerja sama dengan Ikatan Abang None Jakarta Kepulauan Seribu.

This thesis discusses the communication strategy of city branding through tourism ambassador conducted by Departement of Tourism and Culture of Kepulauan Seribu in collaboration with the Association of Abang None Jakarta Kepulauan Seribu. This research is qualitative descriptive design.
This Thesis is aimed to answer : How Kepulauan Seribu Tourism communication strategy? How the role of the league of Abang None Jakarta Kepulauan Seribu in Kepulauan Seribu tourism communication strategy?and How cooperation between of the league of Abang None Jakarta Kepulauan Seribu with Departement of Tourism and Culture of Kepulauan Seribu ? The research was conducted at the Department of tourism and culture of Kepulauan and the league of Abang None Jakarta Kepulauan Seribu that describes about city branding of Kepulauan Seribu is done through the role of tourism ambassador Kepulauan Seribu called Abang None Jakarta Kepulauan Seribu.
The results found that the effectiveness of the presence of Abang None Jakarta Kepulauan Seribu as a public relations of tourism of Kepulauan Seribu are considered to represent a city branding effort Kepulauan Seribu is the purpose of the Department of Tourism and Culture of Kepulauan Seribu in collaboration with the league of Abang None Jakarta Kepulauan Seribu.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
T46427
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tatiana Arianne Raisa
"Seiring dengan perkembangan kota, branding tempat memainkan peran penting dalam membentuk identitas kota. Namun, seringkali kota perlu mengambil langkah rebranding untuk secara akurat mewakili nilai kota seiring dengan perubahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak perubahan logo untuk rebranding Kota Melbourne pada tahun 2009 terhadap orang-orang yang tinggal di Melbourne dengan menggunakan studi literature dan menggabungkannya dengan data dari survey yang dilakukan agar mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai tanggapan warga Melbourne terhadap rebranding. Melalui penelitian ini kita dapat lebih memahami pentingnya logo di branding kota dan bagaimana itu dapat benar-benar meningkatkan kualitas hidup warga negara. p.p1 margin: 0.0px 0.0px 5.0px 0.0px; text-align: justify; line-height: 18.0px; font: 12.0px Times; color: 000000; -webkit-text-stroke: 000000 span.s1 font-kerning: none

With the development of cities, place branding plays an important role in shaping the identity of the city. However, oftentimes the city needs to take the step of rebranding in order to accurately represent the city rsquo;s value throughout its changes. The objective of this research is to see the impact of logo change for City of Melbourne rebranding in 2009 towards the people living in Melbourne by using study literature and combine it with in-depth survey data in order to get a better understanding about the Melbourne citizen rsquo;s response of the rebranding. Through this research we can better understand the importance of logo in city branding and how it can actually improve the living quality of the citizen. p.p1 margin: 0.0px 0.0px 5.0px 0.0px; text-align: justify; line-height: 18.0px; font: 12.0px Times; color: 000000; -webkit-text-stroke: 000000 span.s1 font-kerning: none
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Tanjung, Azizah Alkhatami
"City branding merupakan strategi pemasaran pariwisata yang dapat memberikan identitas kota agar dapat bersaing untuk mendatangkan wisatawan dan investor. Dalam membangun city branding Kepulauan Seribu, Pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu melaksanakan suatu kampanye public relations. Tulisan ini membahas bagaimana kondisi city branding Kepulauan Seribu dan bagaimana strategi kampanye public relations Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun city branding Kepulauan Seribu, serta peran kampanye terhadap city branding Kepulauan Seribu. Hasil analisis menunjukkan Sudin Parekraf Kepulauan Seribu menerapkan strategi kampanye public relations dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan kampanye yang meliputi pameran pariwisata, festival musik, event olahraga, ajang pemilihan duta wisata, dan publikasi online. Kampanye tersebut berperan dalam membangun city branding Kepulauan Seribu karena memenuhi dua kriteria city branding, yakni attributes (menunjukkan karakter Kepulauan Seribu) dan ambassadorship (menginspirasi masyarakat untuk berwisata ke Kepulauan Seribu).

City branding is a tourism marketing strategy that can provide a city identity so that it can compete to bring in tourists and investors. In building the city branding for Kepulauan Seribu, the provincial government of DKI Jakarta through Kepulauan Seribu Tourism and Creative Economy Sub-Department conducted a public relations campaign. This paper discusses the condition of the city branding of Kepulauan Seribu and how the public relations campaign strategy of DKI Jakarta Provincial Government in building the city branding of Kepulauan Seribu, as well as the role of the public relations campaign on the city branding of Kepulauan Seribu. The result shows that Kepulauan Seribu Tourism and Creative Economy Sub-Department implements public relations campaign strategy by holding various campaign activities including tourism exhibitions, music festivals, sports events, tourism ambassador events, and online publications. The campaign plays a role in building the city branding of Kepulauan Seribu because it fulfills two city branding criteria, namely attributes (showing the character of Kepulauan Seribu) and ambassadorship (inspiring people to travel to Kepulauan Seribu)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Oky Pratama
"Branding tempat merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing sebuah destinasi wisata. Terutama di dalam era globalisasi yang berimbas kepada persaingan antar tempat yang semakin intensif. Namun pada beberapa aspek, branding sebuah destinasi wisata masih belum dirumuskan dengan baik dan benar, hal ini berkonsekuensi dengan adanya brand sebuah destinasi wisata yang tidak merepresentasikan identitas dari destinasi wisata tersebut. Salah satu destinasi wisata utama di Jakarta adalah Kota Tua. Pemerintah sendiri dalam hal ini Menteri Pariwisata Indonesia telah merumuskan branding terhadap Kota Tua, yaitu 'Manhattan of Asia'. Maka hadirnya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesesuaian antara identitas tempat dan konsep branding tersebut.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan mengkombinasikan wawancara, kajian literatur dan observasi di dalam pengumpulan datanya. Untuk wawancara sendiri mengambil wisatawan dan masyarakat lokal sebagai informan kunci. Dalam analisisnya menggunakan studi kasus yang merepresentasikan tipologi identitas Kota Tua di dalam perspektif wisatawan dan masyarakat lokal. Tipologi itu sendiri dihasilkan oleh perbedaan karakteristik informan yang mempengaruhi pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh masng-masing informan di Kota Tua. Sehingga didapatkan identitas Kota Tua sebagai ruang publik, tempat bersejarah dan tempat yang bernilai edukasi. Di dalam melakukan identifikasi kesesuaian branding Kota Tua dan identitas Kota Tua menggunakan model brand identity yang merujuk kepada atribut fisik, afektif dan konatif. Dari masing-masing atribut yang membentuk branding tersebut menunjukan tidak adanya hubungan secara langsung antara identitas Kota Tua dan branding Manhattan of Asia yang akan diangkat. Dengan kata lain branding tersebut masih belum mampu merepresentasikan identitas Kota Tua yang ada hari ini.

Place branding is one of ways to increase tourism destination competitive capability, especially in globalisation era that triggered competition in tourism context. On the other hand, in several aspects, tourism branding had been developed by wrong process, so the branding cannot represent the destination tourism identity. One of tourism destination that had been gave branding by government is Old Town Jakarta. The branding is ldquo Manhattan of Asia rdquo. This research should appear with the purpose to identify the conformity between branding ldquo Manhattan of Asia rdquo and the identity of Old Town Jakarta.
This research used qualitative methode that combined several ways for data collecting. The ways is observation, interview and literatur study. Interview activity has taken 3 differents kind of informans tourist, local people, expert base on their own personal characteristic. This reseacrh used case study analysis to identify the tipology of old town Jakarta identity, it can be concluded that the identity of Old Town Jakarta is the public space for society, place for education and the The Most Memorable Place of Batavia. Analysing the conformity between brand and the identity of Old Town Jakarta used the brand identity model that had been developed by Lipping Chain 2002. So the conclusion is brand Manhattan of Asia cannot represent the identity of Old Town Jakarta
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S67407
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>