Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 22418 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bayu Wibiyanto
"Tulisan ini berisikan paparan mengenai ekuitas merk. Pembahasan mengenai arti dari ekuitas merk dan lingkungan yang mempengaruhinya pun ikut disajikan. Di dalamnya termasuk paparan mengenai konsep dari merk, peranan dari ekuitas merk dan elemen-elemen yang membentuk sebuah ekuitas merk. Tulisan ini juga menyajikan metode-metode yang dapat digunakan dalam melakukan perhitungan terhadap ekuitas merk yang dimiliki oleh suatu produk. Untuk menyajikan gambaran riil akan analisis ekuitas merk, tulisan ini menyertakan hasil penelitian terhadap ekuitas merk yang dimiliki oleh Sony Ericsson sebagai salah satu produsen handphone. Penelitian dilakukan dengan menganalisis elemen ? elemen yang ada pada ekuitas merk Sony Ericsson menggunakan metode-metode yang pernah digunakan sebelumnya dalam meneliti ekuitas sebuah produk. Penelitian dilengkapi dengan table, grafik, dan gambar yang didapat baik melalui data sekunder maupun data primer untuk menyajikan sebuah analisis yang sesuai dengan tujuan penulisan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar ekuitas merk yang dimiliki oleh Sony Ericsson sebagai sebuah produk yang baru pertama kali meluncurkan produknya 5 tahun lalu. Dengan demikian, dapat digambarkan dengan jelas bagaimana ekuitas merk dapat terbentuk dalam sebuah produk."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S5920
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pasadina Makaraputri Astikariandini
"Skripsi ini membahas tentang ekuitas merek dari shampo Sunsilk dengan menggunakan empat elemen utama ekuitas merek, seperti kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang melibatkan adanya tinjauan pustaka serta partisipasi responden (pengguna shampo Sunsilk). Hasil penelitian berupa posisi shampo Sunsilk sebagai merek top of mind di benak konsumennya, asosiasi-asosiasi yang melekat erat pada shampo Sunsilk, analisis kinerja dan kepentingan dari atributo-atribut yang dimiliki shampo Sunsilk, dan gambaran mengenai tingkat kesetiaan konsumen terhadap shampo Sunsilk.
The focus of this study is about analyzing Sunsilk shampoo based on brand equity elements, such as brand awareness, brand associations, perceived quality, and brand loyalty. This research is a quantitative research which involves literature study and participating respondent (Sunsilk shampoo users). The result of this research is Sunsilk shampoo as the top of mind product among its competitors, associations that correlate directly to Sunsilk shampoo, performance-importance analysis on Sunsilk shampoo attributes, and a brief sketch on Sunsilk shampoo?s consumer level of loyalty."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Endy Subiantoro
"Tesis ini menganalisis Customer-Based Brand Equity (CBBE) melalui pengukuran elemen-elemen pembentuk brand equity (brand loyalty, perceived quality, dan brand image) di industri surat kabar yaitu Harian ekonomi dan bisnis, Bisnis Indonesia. Penelitian juga menganalisis korelasi antara Unique Selling Proposition di surat kabar dan loyalitas pembaca serta seberapa signifikan kontribusi komunikasi pemasaran terhadap penciptaan Top of Mind. Tesis ini adalah penelitan eksploratif dan deskriptif. Karya akhir ini menyarankan perlunya upaya membangun brand equity secara terintegrasi melalui program Integrated Marketing Communication (IMC).

This thesis is emphasized on CBBE through the measurement of the configuration elements of brand equity (brand loyalty, perceived quality and brand image) in newspaper industry involved Bisnis Indonesia, the economic and business newspaper as case study. The research also conceives correlation between unique selling proposition at the newspaper and readers' loyalty moreover how significant marketing communication influence in creating the top of mind. This thesis is conducted in explorative and descriptive research. Hence it suggests strong endeavors to improve the integrated brand equity through the integrated marketing communication (IMC) program."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T25400
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Anggun Nabila
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang gambaran Brand Equity menurut persepsi peserta
asuransi kesehatan PT. X pasca rebranding yang dilaksanakan pada tahun 2011.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.
Hasil penelitian menggambarkan bahwa secara umum persepsi peserta asuransi
kesehatan terhadap Brand Equity PT. X adalah baik. PT. X harus meningkatkan
Brand Equity peserta terhadap PT. X.

ABSTRACT
The focus of this study is about description of Brand Equity according to the
insured?s perception in PT. X after rebranding on 2011. This research using
quantitative study with cross sectional approach. The result of this study describes
that over all the insured?s perception about Brand Equity of PT. X is good. From
this result, the researcher suggest that PT. X should improve Brand Equity of the
PT. X to the insured.
"
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Indri Seskjuai Kustjiptafelia
"Saat ini bisnis kafe tumbuh pesat terutama di kota besar. Hanya kurang dari 5 tahun sejak Starbucks pertama dibuka di Indonesia, kebiasaan konsumen SES AB dalam mengunjungi kafe berkembang dengan sangat pesat. Fungsi kale tidak lagi seperti 5 tahun yang lalu, saat ini kafe lebih cenderung kearah tempat tujuan ketiga setelah rumah dan kantor, dimana konsumen tidak sekedar datang untuk minum kopi tetapi juga sebagai tempat untuk berbisnis, bertemu teman dan relasi, atau sebagai tempat beristirahat seteiah mengalami kelelahan. Kale sudah merupakan gaya hidup di kaiangan masyarakat urban khususnya mereka yang berasal dari SES AB, yang mau menyisihkan uangnya yang tidak sedikit untuk sekedar mampir ke kafe.
Melihat semakin meningkatnya permintaan akan kafe, tidak mengherankan jika semakin hail semakin banyak kafe yang mencoba beroperasi, baik itu kafe lokal maupun kafe yang merupakan merek asing yang mencoba peruntungannya di Indonesia. Salah satu kafe yang paling pesat perkembangannya adalah Starbucks, saat ini Starbucks telah membuka 49 gerai kafe yang tersebar di 6 kota besar di Indonesia. Starbucks yang memiliki reputasi kuat di tingkat internasional berhasil menunjukkan kekuatan mereknya di Indonesia, hal ini tentu saja tidak terlepas dari strategi pemasaran yang dilakukannya.
Karya akhir ini bertujuan untuk melihat kekuatan merek Starbucks dibandingkan dengan 5 kompetitor utamanya di Indonesia. Tiga tujuan utama yang akan digali melalui karya akhir ini yaitu, tujuan yang pertama ialah melihat faktorfaktor pembangun brand equity, terutama pada variabel perceived quality dan brand association, tujuan kedua ialah menghitung brand equity dari 6 pemain utama dalam bisnis ini menggunakan metode Customer Based Brand Equity (CBBE). Sedangkan tujuan yang terakhir adalah met ihat segmentasi dari konsumen kafe.
Karya akhir ini menggunakan metode eksploratory untuk mencari bahan rujukan dari berbagai sumber agar dapat mendalami permasalahan yang akan diteliti dan deskriptif yang digunakan untuk menjelaskan basil dari penelitian secara terstruktur dan sistematis. Tahap pengumpulan data melalui 3 tahap yaitu pertama tahap kualitatif menggunakan indepth interview yang bertujuan untuk menggali informasi yang iebih mendalam mengenai profit orang-orang yang biasa mengunjungi kafe, kebiasaan mereka dalam mengunjungi kale dan menggali informasi mengenai atribut yang melekat dengan kafe. Informasi ini kemudian akan dipakai untuk membangun kuesioner yang akan digunakan pada tahap kedua, yaitu tahap kuantitatif. Pada tahap ini 100 responden yang merupakan target market dari Starbucks dipilih sebagai sample menggunakan Non probability sampling, analisa dalam penelitian ini menggunakan teknik validitas dan realibilitas, means, weighting, cross tabulation dan Brand Map®. Selanjutnya tahap ketiga merupakan tahap kualitatif mengunakan indept interview yang bertujuan untuk menentukan segmentasi dari konsumen kafe.
Dari basil analisa riset pemasaran yang dibantu dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 13,0 dan Brand Map® diperoleh beberapa temuan penting. Bahwa atribut pembentuk perceived quality adalah; rasa kopi yang nikmat, kopi terbaik, makanannya enak, pegawainya cepat, pegawai ramah dan tabu produk, penampilan pegawai menarik, pesanan sesuai dengan yang dipesan, selalu bersih dan rapi, dan memiliki jam buka yang sesuai. Sedangkan atribut pembentuk brand image ialah: lokasi strategis, layout dan kursi yang nyaman, membuat betah berlama-lama, suasana nyaman dan tidak ramai, musiknya enak, memiliki area smoking terpisah, bisa memesan sesuai sclera, tersedia minuman lain, harganya sesuai, tersedia wvi-fr, dan menunjukkan status.
Dalam penghitungan CBBE, nilai tertinggi di antara 6 kafe yang diteliti ternyata ditempati oleh Starbucks, dengan nilai yang sangat jauh meninggalkan pesaing-pesaingnya. Untuk urutan selanjutnya secara berurutan ditempati oleh Coffee Bean, Bakoel Koine, Oh la Ia, Excelso, dan Gloria Jeans. Sementara dari basil analisa Brand Map® tampak bahwa Starbucks bersaing ketat dengan Coffee Bean, Bakoel Koffie bersaing dengan Gloria Jeans dan Excelso, sementara Oh La La tidak memiliki kompetitor terdekat. Sementara kafe yang memberikan Iayanan kopi terbaik dengan rasa kopi nikmat dan menyediakan musik yang enak masih merupakan posisi yang belum diisi oleh 6 pemain utama di bisnis ini.
Adapun dalam analisa segmentasi didapat 4 segmen konsumen kafe yaitu: hedonis yang mewakili konsumen yang mengunjungi kafe untuk bertemu dengan teman-temannya, si pekerja dengan memindahkan kegiatan kantornya ke kafe, coffee lovers yang mencari kenikmatan meminum kopi, dan si sibuk yang ingin menyegarkan tubuhnya tanpa perlu menghabiskan banyak waktu.
Hasil dari penelitian karya akhir ini memberikan beberapa pengetahuan balk bagi pelaku bisnis yang bergerak dalam bidang kafe, bagi peneliti, masyarakat umum dan akademisi. Bagi pelaku bisnis tentu saja dapat mendapatkan informasi mengenai atribut yang berpengaruh untuk memperkuat merek mereka yang pada akhirnya dapat tetap eksis pada industii yang berhubungan dengan gaya hidup, yang biasanya cepat berubah. Bagi peneliti, karya akhir ini membuat pengetahuan akan kekuatan sebuah merek bertambah, sementara bagi masyarakat umum dan Para akademisi, hal dapat semakin memperjclas bahwa kekuatan merek dapat berpengaruh besar pads gaya hidup khususnya uniuk masyarakat kelas atas dengan melihat keberhasilan dari Starbucks yang daiam waktu singkat merubah kebiasaan konsumcn kelas atas daiam mengunjungi kafe.

Recently, the business of cafe is grow so fast in urban area. Within only less than 5 years since the Starbucks open firstly in Indonesia, the habit of consumer from in visiting the cafe grows so fast. The function of the cafe is not like five years ago, this time the cafe disposed to the third aim side after house and office, where the consumers not only come to drink coffee, but the cafe also as the business place, hang out with the friends and relation, or as the resting place after they feel tired. The cafe has already become a life style in urban community especially for the community from the SES AB, who are able to spend !heir much money for only come to the cafe.
Looking at the demand of cafe which growing faster; it is not course amazement if there are many cafes are operate in every days event it is the local cafe or the foreign brands which are tried their fortunes in Indonesia, one of the success cafe is Starbucks. Today Starbucks has opened 49 cafes in 6 major cities in Indonesia. Starbucks which has high reputation in the international level is success to present their brand strength in Indonesia, this point of course not released from their marketing strategies.
This study is to see the strength of Starbucks and compared with 5 main competitors in Indonesia. Three main purposes will be explained in this paper, they are. the first purposes is to see the building factors of brand equity, mainly on the perceived quality variable and brand association, the second purpose is counting the brand equity from 6 main players in this business using the Customer Based Brand Equity (CBBE) method And the last purpose is to find the segmentation of the cafe's consumer.
This paper is using exploratory method to looking for the reference material from many sources to deepen the problems that will be searched and the descriptive that will be used in explaining the result of the research structure and systematically. The step of data collecting used three phases they are : first phase, the qualitative used in-depth interview to reach the information about the people profiles that usually come to the cafe, their habitual in visiting the cafe and to get information about the adhere attribute of cafe. Then this information will be used for building up the questioner that will be used for the second step, the quantitative phase. For this phase a hundred respondent of the target market of Starbucks chosen as the sample using non probability sampling. Analysis in this research using the validity and reliability techniques, means, weighting, cross tabulation and Brand Map ®. The next, third phase is qualitative study using in-dept interview for the purposes to determine segmentation from cafe consumer.
From the result of the marketing analysis research which is helped by using soft equipments SPSS verse 13.0 and Brand Map ® achieved many important finding. Attribute of perceived quality are : the nice taste of coffee, best coffee, nice food, the fast employee, the friendly employee and know the product, the good performance, the order is same as ordered, always clean and neat, and has the suitable open time, while the attribute of brand image are strategies location, nice chair and layout, comfortable to stay long, comfortable situation, nice music, has separable smoking area, can order as the own taste, present another drink, the suitable price, present and showing the status.
In calculating CBBE, the highest rank between 6 analyzed cafe, in fact is occupied by Starbucks, with the highest rank leaved another competitor, the next rank queue by Coffee Been, Bakoel Koffie, Oh La La, Excelso, and Gloria Jeans.
While the brand map Cr7 result analysis shows that Starbucks 's main competitor is the Coffee Bean, Bakoel Koffe competitive with Gloria Jeans and & Celso, while Oh La La has not near competitor. While the cafe that give the best services with the nice taste coffee and present the nice music still as an opportunity since not be filled by another six main player in this business.
In the segmentation analysis there are 4 segment of cafe consumers, they are : Hedonis that represent consumer that visiting the cafe to hangout with the friends, the workers which moved their office activities to the cafe, coffee lovers that looking for the enjoyment to the coffee, and the busy man who wants to refresh their self without spend their much time.
The result of this work give some good know ledges for the business man who concentrate in the cafe side, for the writer, public community and the academics. For the business man of course can get the information about the attribute that influence for stressing them the final can be exists in life style industries, that usually can move vastly. For the researcher this last work make the knowledge to increase the strength of the brand, while for the public community and the academics, this points can resemble that the strength brand can be influenced in Iife style especially for SES AB community by seeing the successful of Starbucks which in the short time change high consumers habitual in visiting the cafe."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
T19754
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Era Susanti
"Tesis ini membahas pengaruh brand equity terhadap keputusan pembelian dengan menggunakan J.Co Donuts & Coffee. Penelitian ini menggunakan descriptive research design dengan metode survey (kuesioner) yaitu yang dilakukan terhadap pelanggan J.Co Donuts & Coffee di wilayah Jakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling yaitu menggunakan convenience sampling.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa brand awareness tidak mempengaruhi brand image, brand satisfaction, dan brand trust J.Co Donuts& Coffee. Brand awareness juga tidak mempengaruhi konsumen dalam melakukan current purchase namun brand awareness mempengaruhi future purchase. Brand image J.Co Donuts & Coffee tidak mempengaruhi current purchase tetapi mempengaruhi future purchase. Brand image J.Co Donuts & Coffee berpengaruh positif dalam terhadap brand satisfaction dan juga mempengaruhi brand trust. Brand satisfaction tidak berpengaruh positif terhadap brand attachment. Tetapi apabila brand attachment sudah dapat berpengaruh secara positif, maka pelanggan J.Co Donuts & Coffee akan memutuskan melakukan pembelian terhadap merek ini baik untuk current maupun future purchase. Current purchase yang dilakukan oleh pelanggan J.Co Donuts & Coffee akan berpengaruh positif terhadap future purchase.

The focus of the thesis is about influences of brand equity to buying decision using J.Co Donuts & Coffee. The research is implementing descriptive research design using survey method which used to J.Co Donuts & Coffee customers in Jakarta. Non probability sampling is used as sampling technique which is convenience sampling.
The result of this research shows that brand awareness has not a positive effect on J.Co Donuts & Coffee?s brand image, brand satisfaction and brand trust. Brand awareness has no positive effect on current purchase but has a positive effect on future purchase. J.Co Donuts & Coffee's brand image has no positive effect on current purchase but has a positive effect on future purchase. J.Co Donuts & Coffee's brand image has a positive effect on brand satisfaction and brand trust. Brand satisfaction has no positive effect on brand attachment. Thus, if brand attachment has already have a positive effect then J.Co Donuts & Coffee?s customer will decide to make purchases of the brand whether for current nor future. Current purchase made by J.Co Donuts & Coffee?s customer will have a positive effect on future purchase."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T25401
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Faizza Femillya Fontessa
"Produsen menciptakan permintaan untuk produknya dengan selalu berusaha memposisikan diri mereka pada tingkat top of market. Bagaimanapun usaha yang dilakukan, produsen harus fokus pada penciptaan identitas merek. Merek menjadi salah satu alasan konsumen membeli produk. Karena merek yang baik di benak konsumen adalah yang mampu membangun kesadaran (awareness), asosiasi yang kuat, berkualitas dan kesetiaan (loyalty). Oleh karena itu, kebanyakan perusahaan fokus pada merek, melindungi posisinya dengan strategi yang tepat. Industri bar soap di Indonesia berkembang dengan pesat seiiring dengan meningkatnya kebutuhan. Berbagai macam merek bar soap yang dijual membuat konsumen memiliki referensi tersendiri dalam memilih bar soap. Karakteristik bar soap juga menjadi pertimbangan bagi konsumen yang cenderung mengutamakan kecantikan ataupun kesehatan. Dove bar soap menjadi objek penelitian karena karakteristiknya yang unik dan merupakan merek internasional. Dove bar soap juga ditargetkan untuk konsumen wanita muda yang peduli dengan kelembapan kulit. Penelitian ini difokuskan pada ekuitas merek yang terdiri dari kesadaran merek (brand awareness), asosiasi merek (brand association), kesan kualitas (perceived quality) dan kesetiaan merek (brand loyalty). Bagian kesadaran merek akan mengukur tingkat kesadaran dan pengetahuan responden terhadap logo Dove bar soap. Bagian asosiasi merek akan menentukan atribut yang dianggap berasosiasi dengan Dove bar soap. Bagian kesan kualitas akan membandingkan kinerja (performance) dengan tingkat kepentingan dalam memilih bar soap (importance). Bagian terakhir, kesetiaan merek akan menghasilkan piramida tingkat kesetiaan responden terhadap Dove bar soap serta keinginan mereka untuk merekomendasikan merek Dove kepada orang lain. Penelitian ini memberikan hasil bahwa tidak ada hubungan antara kategori respoden yakni saat ini menggunakan Dove bar soap, pernah menggunakan Dove bar soap dan tidak pernah menggunakan bar soap dengan tingkat kesadaran dan pengetahuan responden pada logo Dove bar soap. Pada bagian asosiasi merek menghasilkan bahwa Dove bar soap sangat berasosiasi terhadap atribut mengandung seperempat moisturizer. Pada bagian kesan kualitas, Dove bar soap harus memberi perhatian pada atribut kandungan sabun dan ketersediaan di toko (distribusi) karena nilai rata-rata tingkat kepuasan responden masih di bawah nilai ratarata tingkat kepentingannya. Pada bagian kesetiaan merek, Dove bar soap baru mencapai tingkat kepuasan (satisfied buyer), belum mencapai tingkat commited buyer. Oleh karena itu, perlu dilakukan pendekatan intensif pada pembeli yang berpotensi agar setia pada merek Dove bar soap dan ingin merekomendasikan merek Dove bar soap pada orang lain."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Ari Praptomo
"Alat bantu dalam Pengukuran Kinerja Perusahaan kini semakin menyentuh aspek stratejik dan operasional perusahaan. Apabila sebelumnya kinerja perusahaan hanya diukur berdasarkan tingkat pengembalian dari aset yang berbentuk tangible, kini perusahaan harus lebih berfokus untuk melihat aset intangible mereka sebagai keunggulan kompetitif yang tidak mudah ditiru dan menjadi kunci operasional mereka. Brand equity sebagai sebuah konsep, adalah aset intangible dan intelectual capital yang dapat dijadikan keunggulan kompetitif tersebut. Bagaimana metode pengukuran kinerja brand, nilai moneter yang dihasilkan, hingga risiko investasi terhadap brand adalah sesuatu yang terus dikembangkan dan menjadi perhatian para manajemen, pemegang saham, bahkan masyarakat dan pemerintah. Diharapkan dengan adanya sebuah metode yang mengintegrasikan aspek keuangan (dalam hal ini dengan menggunakan metode SVA) dengan pemasaran (dalam hal ini dilakukan survei terhadap persepsi konsumen dan infrastruktur pembentuk brand equity) dalam pengukuran kinerja dan penciptaan nilai tersebut, akan membantu pihak-pihak yang menaruh kepentingan pada brand yang diukur dalam membuat keputusan dan memberi insight berharga di masa depan."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S5716
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Iman Libriyanto
"Nama produk atau perusahaan dewasa ini, bahkan bisa menjadi segalanya bagi kehidupan produk atau perusahaan itu sendiri. Nama dan identitas produk memiliki arti yang penting bagi perusahaan produsennya, karena berkaitan dengan image dan persepsi di benak konsumen. Pemilihan merek C59, awalnya hanya sebuah upaya positioning yang didasarkan pada intuisi bisnis sang pemilik. C59 yang berarti alamat tempat usaha jasa pembuatan T- Shirt dengan sablon yang customize di kota bandung, Jalan Caladi nomor Lima Sembilan. Namun ternyata intuisi ini berbuah hasil yang cukup memuaskan. C 59 melalui kerja keras dan gaya enterpreneurship sang pemimpin perusahaan, berhasil mendapatkan tempat di pasar T-Shirt Apparel. Hal ini terbukti dari pertumbuhan usaha yang kongkrit dari tahun ke tahun.
Dalam upaya mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai ekuitas merk produk fashion C59, dilakukan survei kepada responden di 5 (lima) kota besar di Indonesia (Jabotabek, Bandung, Surabaya, Medan dan Makasar). Survey dilakukan dengan maksud untuk mengukur Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality, dan Brand Loyalty yang merupakan elemen-elemen ekuitas merk C59. Responden adalah konsumen produk T -Shirt yang berusia 15-25 tahun, dan diambil dengan menggunakan metode Convenience Sampling. Survei yang dilakukan pada rentang waktu, 19 Februari sampai dengan 30 Maret 2003, berhasil mendapatkan 602 responden dengan perincian berdasarkan kota tinggal adalah Jabotabek 245 responden atau 48,0%, Bandung 128 responden atau 21,26%, Surabaya 107 responden atau 17,78%, Medan 61 atau 10,1% dan dari Makasar diperoleh 61 responden atau 10,1%. Komposisi berdasarkan jenis kelamin adalah 313 pria, dan 289 wanita. Dengan mayoritas responden adalah Mahasiswa (253), diikuti pelajar (127), pencari kerja (60) responden, karyawan (112 ), ibu rumah tangga sebanyak (37) responden, dan responden berprofesi lain-lain sebanyak 13 orang.
Dari hasil pengukuran terhadap Brand Awareness diperoleh hasil Merk C59 menduduki peringkat kedua Top of Mind setelah merk H&R dengan perolehan Top of mind awareness sejumlah 23,26%. Sementara H & R dalam survey ini menduduki peringkat pertama dengan perolehan 24,25%. Dua merk ini, jauh meninggalkan pesaing-pesaing lainnya dalam hal Brand Awareness. Ocean Pacific menduduki peringkat ketiga dengan 7,81%, diikuti Moving Blue dengan 5,98% dan Dagadu berada di peringkat ke lima dengan 4,98%.Sementara 23 merk lain nya, dari 28 merk T-Shirt yang muncul dalam penelitian ini secara rata-rata hanya memperoleh Top of mind awareness tidak lebih dari 3 %.
Dari pengukuran Cross Tabulation, diketahui bahwa puncak pikiran C59, mayoritas di pilih oleh Mahasiswa dengan rentang usia 18-21 tahun. Bertempat tinggal di Jabotabek, dan responden dengan frekuensi belanja fashion sebanyak 4 kali dalam setahun. Dari hasil pengukuran terhadap Assosiasi merk C59, diperoleh hasil bahwa Design Creative, dan T -Shirt Anak Muda, merupakan 2 assosiasi utama yang membentuk Brand Image C59. Hal ini telah dibuktikan dengan uji Cohran Q Test, dimana asosiasi Design Creative dan T-Shirt Anak Muda, merupakan atribut yang kuat membentuk assosiasi merk C59.
Pengukuran Kesan Kualitas atas atribut-atribut produk C59, memberikan hasil yang cukup baik untuk beberapa atribut yang dinilai oleh responden. Atribut-atribut dalam kesan kualitas merk C59 antara lain, Model, Warna, Kualitas Jahitan, Tema Gambar, Kualitas Sablon, Pilihan Sizespecs, dan Display Toko. Kecuali Display toko, seluruh atribut ini dianggap penting untuk ditingkatkan performance- nya. Pengukuran Loyalitas merk C59 memperlihatkan hasil yang kurang baik bagi C59. Terlihat kendatipun responden menyukai merk C59 dan merasa puas atas kualitas merk C59, namun hanya sedikit yang dapat dikelompokkan sebagai pelanggan loyal. Bagian terbesar adalah pelanggan yang suka berpindah-pindah merk. Hal ini wajar ,mengingat yang menjadi alasan utama berpindah merk, sebagian karena adanya program discount yang dilakukan oleh pesaing-pesaing C59."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
T12275
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abraham Setiyono
"Nowadays, in a very competitive market, a brand would be very important because product attributes are relatively easy to be imitated. Therefore, a company must control their intangible assets, such as brand equity. Brand Equity is the assets and liabilities, linked to a brand's name and symbol that adds to the value provided by a product or service to a firm and that firm's costumer. The major asset categories are: brand awareness, brand perceived quality, brand association, and brand loyalty. Brand Equity is not built easily. Building, maintaining, and protecting must be controlled professionally. Prestigious brand which has strong brand equity so it has strong association in consumer's mind. With strong brand equity, marketer's goal for developing and getting market share will be obtained. This Research has been conducted to find the analysis of brand equity of Shell Super automotive fuel. The target respondents were the members of HTML (Honda Tiger Mailing List) community. The theory of Brand Equity by David Aaker was used. The goal of this research was to know the Brand Equity analysis of Shell Super automotive fuel upon the members of HTML community. This research used survey research and descriptive research type. Purposive sampling was used in technique sampling research. 100 respondents were analyzed using Distribution Frequencies Method with application on SPSS for Windows Release 15.0. This analysis showed that brand awareness of Shell automotive fuel had a good result because generally the HTML community members were aware with Shell Super. Brand Perceived Quality and Brand Associations also showed a good result. In spite of Brand Loyalty result showed that the respondents weren't loyal but generally respondents like Shell Super."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>