Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dwi Sartika Yunas
"ABSTRAK
Dalam pembuatan sebuah iklan, terdapat kata-kata kunci yang terkandung didalamnya atau dalam pembahasan berikutnya akan disebut dengan Schlüsselwörter.Schlüsselwörterdalam sebuah iklan, terdapat penggunaan kata-kata pinjaman yang berasal dari bahasa Inggris (Anglizismen). Penelitian ini membahas dengan menganalisisSchlüsselwörteryang terdapaat pada iklan-iklan Nivea Jerman serta mengidentifikasi Schlüsselwörterapa saja yang merupakan Anglizismendengan menjelaskan bentuk klasifikasi Anglizismen kata-kata tersebut berdasarkan morfologinya.Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini adalah metode deskriptif kualitatif yang bersumber pada kajian pustaka dengan teori karakteristik Schlüsselwörtermenurut Nina Janich dan Andreas Liebert,serta klasifikasi bentuk AnglizismenmenurutAstrid Stedje.Hasil dari penelitian ini menunjukkan Schlüsselwörteryang ditemukanpada iklan Nivea Jermanserta adanya penggunaan kata-kata pinjaman dari bahasa Inggris (Anglizismen) dalam Schlüsselwörteryang ditemukan.

ABSTRACT
in the created of an advertisement, there are have key words contained therein or in the subsequent discussion will be called with Schlüsselwörter.Schlüsselwörterdalam an advertisement, there is the use of loan words derived from English (Anglizismen). This study discusses the menganalisisSchlüsselwörteryang terdapaat the German Nivea ads and identify Schlüsselwörterapa are a form of classification Anglizismen Anglizismendengan explain these words based morfologinya.Metode research used in this paper is a qualitative descriptive method which is based on a literature review with theoretical characteristics Schlüsselwörtermenurut Nina Janich and Andreas Liebert, and shape classification AnglizismenmenurutAstrid Stedje.Hasil of this study indicate Schlüsselwörteryang Nivea ad ditemukanpada Jermanserta their use of loan words from English (Anglizismen) in Schlüsselwörter found"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Febry Sari Andini
"ABSTRAK
Penggunaan bahasa asing dalam iklan memang marak dilakukan, tak terkecuali pada iklan-iklan Nivea, merk produk kecantikan dan perawatan tubuh asal Jerman yang sudah berumur 125 tahun. Pada makalah ini saya meneliti lima iklan Nivea yang terdapat di internet. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan kata-kata yang termasuk Anglizismus yang muncul pada iklan-iklan tersebut, melihat strukturnya lalu menentukan termasuk Lehn- atau Fremdwort kata-kata yang telah ditemukan pada iklan-iklan Nivea tersebut dilihat dari penulisan dan bunyi kata tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan tiga kata dan satu komposita Fremdwort, serta empat kata Lehnwort yang merupakan Anglizismus.

ABSTRACT
The use of foreign language in advertisement is often done, including in the advertisements of Nivea, a brand of cosmetic product and body treatment from Germany whose age is already 125 years old. In this paper, I have analysed advertisement language of 5 Nivea products ads in Germany. The purpose of this research is to find out the Anglizismus words that appeared on these ads, see the structure and specify the words into Fremdwort or Lehnwort seen from the writing and the sound of the words. The result of the analysis shows that there are three words and one composite that can be categorized as Fremdwort, and there are four words that can be categorized as Lehnwort which are part of Anglizismus.
"
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Rizqia Faradiba
"ABSTRAK
Persaingan program berita televisi di Indonesia semakin sengit karena banyaknya stasiun televisi baru yang muncul dan pasti mempunyai program berita. Salah satu cara untuk bersaingnya adalah menambahkan informasi dalam berita tersebut dengan sensasionalisme. Namun, untuk menentukan berita ini sensasional atau tidak, diperlukan cara-cara tertentu. Inilah yang dilakukan oleh Kartika Octaviana (2008) yang menulis skripsi tentang analisis berita sensasionalisme dilihat dari dimensi isi dan format. Dalam hal ini, penulis melakukan review terhadap skripsi tersebut dan melakukan komparasi terutama dengan skripsi karya Denasty Putri Puspita Aulia (2012) yang menulis dengan topik yang sama namun lebih mengambil kasus yang spesifik. Hasilnya, dalam kedua televisi yang berbeda dalam setiap skripsi, ditemukan berita sensasional di setiap televisi namun dengan tingkatan yang berbeda. Selain itu, ditemukan juga bahwa ada hubungannya berita sensasional dengan persaingan antar televisi.

ABSTRACT
Competition of television?s news program in Indonesia increasingly has increased sharply because many new television stations emerged and they must have news programs. One way of competing is to add sensasionlism into information in the news. To determine wether the news is sensational or not, there are two dimensions. One of the studies done by by Kartika Octaviana (2008) who wrote a thesis on the analysis of news sensationalism seen from the dimensions of the content and format. This article review aim is to elaborate her analysis further by comparing it to another academic research , mainly done by Denasty Puspita Aulia Putri (2012) who wrote the same topic but used more spesific a case. As a result, in two different televisio stations analysed in each thesis, they found sensational news in every television station, but in different level. In addition, they also found that there is a connection between sensational news and the competition among television stations.
"
2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Indhira Ratri Pembayun
"ABSTRAK
Salah satu kriteria dalam standar kecantikan adalah kulit. Di Jerman, perempuan berkulit cokelat dianggap lebih menarik, sehingga berbagai produk pencokelat kulit banyak ditemui di pasaran. Untuk memasarkan berbagai produk tersebut, media memiliki peranan yang sangat besar melalui pemasangan iklan. Sebagai salah satu produk media yang paling efektif dalam memengaruhi pola pikir masyarakat, iklan penting untuk dianalisis. Penelitian ini menganalisis iklan Nivea Sun Protect and Bronze, sebuah produk pencokelat kulit, untuk melihat bagaimana penggambaran dalam iklan menegaskan mitos kecantikan dalam masyarakat. Dengan melakukan analisis tekstual terhadap iklan tersebut, penelitian ini menemukan bahwa kriteria cantik dalam masyarakat Jerman dibentuk dengan menampilkan gambaran perempuan langsing dan berkulit cokelat sebagai perempuan ideal.

ABSTRACT
Glowing, younger looking and healthy skin is one of the criteria in beauty myth. In Germany, tanned skin is perceived as more attractive. Therefore, a variety of indoor tanning products can be easily found in the market. Media plays a significant role to sell those products through advertising, which at the same time plays a crucial role in influencing people. Thus it is important to analyze advertising in order to investigate the ideology that lies beneath the surface of the text. This research focuses on analyzing an ad, namely Nivea Sun Protect and Bronze, to see how the depiction in advertising confirms the beauty myth in society. By conducting textual analysis of the ad, the study finds that the beauty myth in German society is formed by displaying an idealized tanned female body."
Fakultas Ilmu Pengatahuan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Chandrika Indira Maharani
"Kata dan frasa dapat mengalami perubahan makna dan pergeseran bidang. Pengelompokan kata berdasarkan bidang dan ciri semantiknya akan membentuk suatu hiponim. Hiponim adalah kata-kata yang terhubung sebagai satu lambang ataupun bidang yang disebut dengan hiperonim dalam suatu medan makna. Makna dari suatu kata dan frasa dapat terbentuk karena adanya asosiasi makna. Suatu makna leksikal dapat berubah tergantung pada pemakaian kata dan frasa tersebut di dalam kalimat sehingga akan terbentuk makna gramatikal dan kontekstualnya.
Penelitian ini membahas tentang makna leksikal, kontekstual, dan penggunaannya dari kosakata dan frasa pada iklan produk perawatan wajah Nivea Q10 di Belanda dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini terdapat 2 kata yang berada pada bidang kecantikan, 15 kata yang berasal dari bidang lain (non kecantikan), dan 5 kata yang berada di dua bidang sekaligus. Makna dari kata dan frasa dari iklan Nivea Crème Q10 ini berkaitan dengan representasi kecantikan wajah bagi orang Belanda.

Word and phrases can change in meaning and shifting fields. Grouping words according to their fields and semantic characteristics will form a hyponym. Hyponyms are words that are connected as a symbol or field called hyperonyms in semantic fields. The meaning of a word and phrase can be formed because of the association of meaning.
This journal discusses lexical, contextual meaning, and their use of the vocabulary and phrases through Nivea face care product advertisements in Netherland by using descriptive qualitative methods. The results of this study are 2 words in the beauty field, 15 words from other fields (non-beauty), and 5 words in two fields at once whose meaning will be related to beauty representation for the Dutch. The meaning of the words and phrases from the Nivea Q10 advertisement is related to the representation of facial beauty for the Dutch.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Marliah Ainun Nisa
"ABSTRAK
AbstrakGaya bahasa dan pemilihan sistem tanda bahasa dapat memberikan pengaruh pada tampilan sebuah iklan yang disajikan. Penggunaan sistem tanda bahasa yang dikombinasikan dengan majas tertentu dibutuhkan untuk menambah daya jual dan nilai estetika pada iklan yang disajikan. Pada iklan Nivea yang diperuntukan untuk konsumen pria dewasa dan wanita dewasa ditemukan beberapa perbedaan dalam penggunaan sistem tanda bahasa dan gaya bahasa. Perbedaan tersebut disesuaikan dengan gender konsumen yang dituju oleh produk yang diiklankan. Kata kunci: gaya bahasa, sistem tanda bahasa, iklan, nivea

ABSTRACT
Abstract The figurative language and the right usage of writing marks are able to improves the display of an advertisement. The usage of the writing marks are able to combined with certain figure of speech to add selling and aesthetic points to the advertisement. Which has been found in the nivea rsquo s advertisement.in the advertisement has been found many differences in the usage of figurative language and writing marks which aimed for each consumer between men and women.Keywords the figurative language, writing marks. Advertisement, nivea"
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Hana Sefira Wahyu
"Kebutuhan bahan baku tekstil masa kini semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan pasar, industri tekstil meliputi pakaian, alas kaki, kain, handuk, selimut, dan karpet. Adanya produksi serat sintetis pada industri tekstil menggunakan bahan kimia berbahaya, khususnya pada proses pewarnaan. Serat sintetis tidak memiliki kemampuan menyerap secara alami sehingga membutuhkan teknik pewarnaan khusus yang menyebabkan pencemaran limbah cair. Produksi serat sintetis menimbulkan persaingan terhadap serat alami yang membutuhkan proses yang panjang. Sebagai alternatifnya dilakukan produksi serat alami dari rami dengan menggunakan metode degumming, yaitu menghilangkan kandungan non selulosa untuk mendapatkan serat rami yang berkualitas tinggi. Penggunaan degumming dalam penelitian ini digunakan karena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan cara tradisional yang menggunakan bahan kimia. Selanjutnya, dilakukan metode degumming enzimatik dan inovasi dengan pretreatment ozon yang akan dibandingkan hasil terbaik dari beberapa uji parameter, antara lain aktivitas xylanase, aktivitas pektinase, weight loss, kadar gula reduksi, whiteness index dan kekuatan tarik. Berdasarkan hasil analisis, terdapat kombinasi perlakuan ozonisasi dan penggunaan enzim dengan konsentrasi 10:0,1 mendapatkan nilai whiteness index tertinggi sebesar 63,12 dan kekuatan tarik sebesar 466,17 MPa. Hal ini menunjukkan serat rami menjadi lebih cerah dan kuat secara mekanik daripada perlakuan tanpa ozon. Aktivitas xilanase tertinggi 40,55 U/mL dan aktivitas pektinase sebesar 26,42%. Hasilnya mendapatkan weight loss 28,42% dan kadar gula reduksi sebesar 0,712 mg/mL. Lalu, berdasarkan simulasi menggunakan SuperPro Designer, proses degumming berbasis ozon dan enzimatik terbukti memberikan kelayakan secara teknik serta ekonomis. Proses simulasi memberikan hasil purity mencapai 97,36%, NPV Rp 79,9 triliun, IRR 45,32% ROI 144,20% dan PP 3,40 tahun. Hasil tersebut telah menunjukkan tingkat keuntungan investasi yang tinggi.

The need for textile raw materials today is increasing to meet market needs, the textile industry includes clothing, footwear, fabrics, towels, blankets, and carpets. The production of synthetic fibers in the textile industry uses harmful chemicals, especially in the dyeing process. Synthetic fibers do not have the ability to absorb naturally so they require special dyeing techniques that cause liquid waste pollution. The production of synthetic fibers creates competition for natural fibers that require a long process. Alternatively, the production of natural fibers from hemp is carried out using the degumming method, which is to remove non-cellulose content to obtain high-quality hemp fiber. The use of degumming in this study was used because it is more environmentally friendly compared to traditional methods that use chemicals. Furthermore, an enzymatic degumming method and innovation with ozone pretreatment will be carried out which will compare the best results of several parameter tests, including xylanase activity, pectinase activity, weight loss, reduced sugar content, whiteness index and tensile strength. Based on the results of the analysis, there was a combination of ozonization treatment and the use of enzymes with a concentration of 10:0.1 to obtain the highest whiteness index value of 63.12 and tensile strength of 466.17 MPa. This suggests hemp fiber becomes brighter and more mechanically stronger than ozone-free treatments. The highest xylanase activity was 40.55 U/mL and pectinase activity was 26.42%. The result was a weight loss of 28.42% and a reduced sugar level of 0.712 mg/mL. Then, based on simulations using SuperPro Designer, the ozone-based and enzymatic degumming process has been proven to be technically and economically feasible. The simulation process gave a purity  result of 97.36%, NPV of IDR 79.9 trillion, IRR of 45.32%, ROI of 144.20% and PP of 3.40 years. These results have shown a high level of investment returns. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hana Sefira Wahyu
"Kebutuhan bahan baku tekstil masa kini semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan pasar, industri tekstil meliputi pakaian, alas kaki, kain, handuk, selimut, dan karpet. Adanya produksi serat sintetis pada industri tekstil menggunakan bahan kimia berbahaya, khususnya pada proses pewarnaan. Serat sintetis tidak memiliki kemampuan menyerap secara alami sehingga membutuhkan teknik pewarnaan khusus yang menyebabkan pencemaran limbah cair. Produksi serat sintetis menimbulkan persaingan terhadap serat alami yang membutuhkan proses yang panjang. Sebagai alternatifnya dilakukan produksi serat alami dari rami dengan menggunakan metode degumming, yaitu menghilangkan kandungan non selulosa untuk mendapatkan serat rami yang berkualitas tinggi. Penggunaan degumming dalam penelitian ini digunakan karena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan cara tradisional yang menggunakan bahan kimia. Selanjutnya, dilakukan metode degumming enzimatik dan inovasi dengan pretreatment ozon yang akan dibandingkan hasil terbaik dari beberapa uji parameter, antara lain aktivitas xylanase, aktivitas pektinase, weight loss, kadar gula reduksi, whiteness index dan kekuatan tarik. Berdasarkan hasil analisis, terdapat kombinasi perlakuan ozonisasi dan penggunaan enzim dengan konsentrasi 10:0,1 mendapatkan nilai whiteness index tertinggi sebesar 63,12 dan kekuatan tarik sebesar 466,17 MPa. Hal ini menunjukkan serat rami menjadi lebih cerah dan kuat secara mekanik daripada perlakuan tanpa ozon. Aktivitas xilanase tertinggi 40,55 U/mL dan aktivitas pektinase sebesar 26,42%. Hasilnya mendapatkan weight loss 28,42% dan kadar gula reduksi sebesar 0,712 mg/mL. Lalu, berdasarkan simulasi menggunakan SuperPro Designer, proses degumming berbasis ozon dan enzimatik terbukti memberikan kelayakan secara teknik serta ekonomis. Proses simulasi memberikan hasil purity mencapai 97,36%, NPV Rp 79,9 triliun, IRR 45,32% ROI 144,20% dan PP 3,40 tahun. Hasil tersebut telah menunjukkan tingkat keuntungan investasi yang tinggi.

The need for textile raw materials today is increasing to meet market needs, the textile industry includes clothing, footwear, fabrics, towels, blankets, and carpets. The production of synthetic fibers in the textile industry uses harmful chemicals, especially in the dyeing process. Synthetic fibers do not have the ability to absorb naturally so they require special dyeing techniques that cause liquid waste pollution. The production of synthetic fibers creates competition for natural fibers that require a long process. Alternatively, the production of natural fibers from hemp is carried out using the degumming method, which is to remove non-cellulose content to obtain high-quality hemp fiber. The use of degumming in this study was used because it is more environmentally friendly compared to traditional methods that use chemicals. Furthermore, an enzymatic degumming method and innovation with ozone pretreatment will be carried out which will compare the best results of several parameter tests, including xylanase activity, pectinase activity, weight loss, reduced sugar content, whiteness index and tensile strength. Based on the results of the analysis, there was a combination of ozonization treatment and the use of enzymes with a concentration of 10:0.1 to obtain the highest whiteness index value of 63.12 and tensile strength of 466.17 MPa. This suggests hemp fiber becomes brighter and more mechanically stronger than ozone-free treatments. The highest xylanase activity was 40.55 U/mL and pectinase activity was 26.42%. The result was a weight loss of 28.42% and a reduced sugar level of 0.712 mg/mL. Then, based on simulations using SuperPro Designer, the ozone-based and enzymatic degumming process has been proven to be technically and economically feasible. The simulation process gave a purity  result of 97.36%, NPV of IDR 79.9 trillion, IRR of 45.32%, ROI of 144.20% and PP of 3.40 years. These results have shown a high level of investment returns. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library