Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 55699 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Meidisa Putri
"[ ABSTRAK
Industri fesyen adalah industri yang terus berkembang dengan banyak sekali brand yang terus bermunculan. Persaingan di industri fesyen menjadi semakin ketat yang membuat brand menjadi lebih berinovasi demi mempertahankan keeksistensisannya di industri tersebut. Salah satu strategi pemasaran yang banyak digunakan adalah Celebrity Endorsement. Celebrity Endorsement pada awalnya digunakan oleh luxury brand lalu saat ini brand mainstream pun banyak yang menggunakannya. H&M dan Topshop merupakan dua dari fashion retailer internasional yang melakukan Celebrity Endorsement dan meraih kesuksesan karena berhasil mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Jurnal tersebut akan menganalisa penggunaan celebrity endorsement dan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian konsumen.

ABSTRACT
Fashion is a growing industry with a lot of emerging brands. The industry is getting more competitive hence requires fashion brands to be innovative to maintain its existence. One of the marketing strategy used is Celebrity Endorsement. Celebrity endorsement was initially used by luxury brands, but then high-street fashion retail also use this strategy. Topshop and H&M are the two brands that use Celebrity Endorsement. Celebrity Endorsement of Topshop and H&M was proved to be successful in affecting consumer purchase decision. This paper will analyse the use of celebrity endorsement and its impact towards consumer purchase decision., Fashion is a growing industry with a lot of emerging brands. The industry is getting more competitive hence requires fashion brands to be innovative to maintain its existence. One of the marketing strategy used is Celebrity Endorsement. Celebrity endorsement was initially used by luxury brands, but then high-street fashion retail also use this strategy. Topshop and H&M are the two brands that use Celebrity Endorsement. Celebrity Endorsement of Topshop and H&M was proved to be successful in affecting consumer purchase decision. This paper will analyse the use of celebrity endorsement and its impact towards consumer purchase decision.]"
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Made Devicca Surya
"ABSTRAK
Go-Jek merupakan transportasi online yang dikenal masyarakat Indonesia. Dalam mempertahankan diri dari pada pesaing, maka Go-Jek harus siap bersaing dengan competitor lainnya dan terus mengembangkan inovasi untuk dapat bertahan di industry transportasi online ini. Oleh karena itu, Go-Jek harus merumuskan strategi pemasaran yang efektif agar dapat meningkatkan dan mempertahankan pangsa pasarnya. Go-Jek menggunakan alat komunikasi, yaitu Bauran Promosi atau dikenal dengan Marketing communications Mix untuk meningkatkan keputusan pembelian dari konsumen. Alat yang digunakan untuk pengukuran dari Marketing communications Mix yang terdiri dari Advertising, Sales Promotion, Event, Direct Marketing, Internet Marketing, Personal Selling, dan Word-of-mouth. Tiap indikator tersebut mempunyai cara dan peran masing-masing dalam pendekatan ke konsumen. Penelitian ini akan berfokus pada hubungan secara langsung dari Marketing communications Mix yang digunakan Go-Jek terhadap keputusan pembelian atau penggunaan jasa, baik hubungan secara langsung atau menggunakan mediator dari Brand Trust, Brand Credibility, dan Brand Commitment. Penelitian diharapkan dapat memberikan masukan untuk penelitian selanjutnya, khususnya mengenai Marketing Communications Mix terhadap keputusan pembelian atau penggunaan jasa dengan ataupun tanpa mediator, di industri yang sama atau berbeda.

ABSTRACT
Go Jek is an online transportation known to the people of Indonesia. In defending from competitors, Go Jek must be ready to compete with other competitors and continue to develop innovations to survive in this online transportation industry. Therefore, Go Jek must formulate effective marketing strategies in order to increase and maintain its market share. Go Jek uses a communication tool, the Promotional Mix or otherwise known as Marketing Communications Mix to improve purchasing decisions from consumers. Tools used for measurement of Marketing Communications Mix consisting of Advertising, Sales Promotion, Event, Direct Marketing, Internet Marketing, Personal Selling, and Word of mouth. Each of these indicators has their own ways and roles in the approach to the consumer. This study will focus on the direct relationship of Marketing Communications Mix that Go Jek uses to purchase or use decisions, either directly or using the mediators of Brand Trust, Brand Credibility, and Brand Commitment. Research is expected to provide input for further research, particularly regarding Marketing Communications Mix on purchasing decisions or use of services with or without mediators, in the same or different industries. "
2018
T51568
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elfath Mukhlisa
"Tesis ini membahas hubungan international celebrity endorser dalam iklan dan brand credibility maskapai penerbangan Garuda Indonesia terhadap keputusan pembelian jasa oleh konsumen. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksplanatif, responden adalah karyawan stasiun televisi MNC TV berjenis kelamin pria dan wanita, yang berusia 20-64 tahun, dengan jumlah sampel yaitu 121 orang. Metode analisa data dilakukan dengan analisa statistik deskriptif dan analisa Structural Equation Modelling (SEM) untuk membuktikan hipotesis dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa expertise merupakan dimensi yang paling dominan dalam membentuk variabel celebrity endorser ; brand trustworthiness merupakan dimensi yang paling dominan dalam membentuk variabel brand credibility ; probable merupakan dimensi yang paling dominan dalam membentuk variabel keputusan pembelian ; dan terdapat pengaruh antara international celebrity endorser dan brand credibility Garuda Indonesia terhadap keputusan pembelian oleh konsumen.

This thesis disscusses about relationship between international celebrity endorser and brand credibility of Garuda Indonesia Airlines towards purchasing decision by consumer. This research use quantitative explanatory design, respondent are employee of television station, MNC TV with man and woman gender, 20-64 years, total respondent 121 persons. Data analysis method are descriptive statistical analysis and Structural Equation Modelling (SEM) to prove hypothesizing in this research.
Result from research are: expertise is dominant dimension that forms international celebrity endorser's credibility ; brand trustworthiness is dominant dimension that forms brand credibility ; probable is dominant dimension that forms purchasing decision ; and there is relationship which significant positive between international celebrity endorser and brand credibility of Garuda Indonesia Airlines towards purchasing decision by consumer.
"
Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raka Dammi Islamianto
"[ ABSTRAK
Ketatnya persaingan dunia otomotif di Indonesia, memaksa para produsen untuk
mengeluarkan inovasi produknya. Dalam persaingan tersebut, ternyata mobil LMPV
tetap menjadi kategori mobil yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia.
Fenomena ini ternyata membuat para produsen di bidang otomotif mengambil
spekulasi untuk terjun ke dalam persaingan mobil kelas LMPV tersebut. Toyota
merupakan pionir mobil di kelas LMPV dengan produknya Toyota Avanza.
Walaupun kini Toyota Avanza memiliki banyak kompetitor di kelasnya, angka
penjualan produk ini masih menduduki posisi teratas. Alasan Toyota Avanza
menduduki posisi teratas karena memperhatikan elemen-elemen marketing mix
seperti produk, harga, tempat/keterjangkauan, dan promosi. Keempat elemen
marketing mix tersebut dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.;

ABSTRACT
The tight competition of automotive market in Indonesia forces the producexrs to
create innovation in their product. In that competition, LMVP cars are still the most
attractive cars for Indonesian society. This phenomena pushes the car producers to
start entering the LMVP class. Toyota is the pioneer in the LMVP class with the
Toyota Avanza. Although now Avanza has a lot of competition they are still on top
above than the other competitors. The reason why Avanza is on top because it takes
into consideration elements of mix marketing such as product, price, place and
promotion. Those four elements can influence the decision making of consumers., The tight competition of automotive market in Indonesia forces the producexrs to
create innovation in their product. In that competition, LMVP cars are still the most
attractive cars for Indonesian society. This phenomena pushes the car producers to
start entering the LMVP class. Toyota is the pioneer in the LMVP class with the
Toyota Avanza. Although now Avanza has a lot of competition they are still on top
above than the other competitors. The reason why Avanza is on top because it takes
into consideration elements of mix marketing such as product, price, place and
promotion. Those four elements can influence the decision making of consumers.]"
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Yosef Budi Susanto
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep Orientasi Pasar pada perusahaan kecil, dan menengah UKM , dengan strategi produksi make-to-order MTO . Dengan keterbatasan sumberdaya yang dimiliki, perusahaan UKM membutuhkan manajemen pemasaran berbeda dengan perusahaan besar. Dalam hal Orientasi Pasar, UKM membutuhkan Orientasi Pasar yang lebih bersifat kultural daripada behavioral proses . Berbagai penelitian terdahulu tentang Orientasi Pasar, dilakukan dengan obyek penelitian perusahaan besar. Dengan temuan yang menunjukkan Orientasi Pasar berpengaruh signifikan positif terhadap kapabilitas maupun kinerja, termasuk pemasaran, organisasional, dan kekaryawanan.Logika model yang ingin dibangun pada penelitian ini mengacu pada kerangka teoritis pada meta-analisis yang dilakukan oleh Kircha et al 2005 , yang melakukan analisis berbagai penelitian terdahulu tentang Orientasi Pasar. Ada beberapa faktor individual pemimpin UKM, yakni Kepemimpinan stratejik dan Orientasi Kewirausahaan, yang membangun Orientasi Pasar, yang selanjutnya akan berimplikasi pada diperolehnya Kapabilitas Pemasaran Dinamik dan Kinerja Pemasaran. Adapun teori dasar yang digunakan adalah adopsi Resource Based Theory ke dalam Manajemen Pemasaran oleh Srivastava et al 2005 . Pada model, diduga ada faktor-faktor kontingensi yang mempengaruhi dampak Orientasi Pasar terhadap Kinerja Pemasaran. Lingkungan bisnis yang tubulen, berubah dengan cepat dan tak terduga, akibat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ICT , diduga berperan pada terbangunnya Kinerja Pemasaran. Selaras dengan Ramaswami et al 2006 , lingkungan bisnis turbulen harus direspon dengan kapabilitas yang bersifat dinamis, mampu berubah setiap saat, untuk mendapatkan kinerja pemasaran yang baik pada berbagai situasi apapun. Rancangan penelitiannya adalah rancangan penelitian deskriptif konklusif, diperkuat dengan pengamatan langsung dan studi literatur. Populasi penelitian adalah para pelaku UKM sepatu yang berada pada sentra industri sepatu Cibaduyut, yang sebagian besar penjualan diperoleh dari model bisnis lsquo;maklun rsquo;, Pada model bisnis maklun ini, pelaku UKM menerima order dari perusahaan lain pemilik merek besar, sebagai bentuk strategi produksi make-to-order MTO . Respondennya adalah para pendiri/pengelola yang masih mengelola langsung perusahaan tersebut, dengan ukuran sample sebesar 111 responden Hair, 2010 . Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey responden, dengan analisis data menggunakan SEM. Analisis datanya adalah analisis deskriptif, analisis model pengukuran, dan analisis model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orientasi Pasar tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pemasaran. Hal ini terjadi karena model bisnis maklun, sebagai wujud strategi Make-To-Order, membuat berbagai kebijakan operasional para pengrajin sangat ditentukan oleh para pemegang merek yang memberi order kepada mereka, sehingga kinerja perusahaan mereka tidak tergantung pada seberapa tinggi Orientasi Pasar mereka. Hasil pengujian juga menunjukkan Orientasi Pasar berpengaruh negatif terhadap Kapabilitas Pemasaran Dinamik. Temuan ini menunjukkan bahwa model bisnis Make-To-Order pada UKM, menjadi batas peran atau pengaruh Orientasi Pasar terhadap berbagai konsep pemasaran lain. The limit of Market Orientation theory lies in MTO-SME. Temuan lain adalah Kompetensi Kepemimpinan Stratejik berpengaruh positif terhadap Orientasi Pasar, namun Orientasi Kewirausahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Orientasi Pasar. Hal ini menunjukkan bahwa para pelaku SME tidak perlu memiliki Orientasi Kewirausahaan, misalnya kemandirian dan keberanian mengambil resiko, dalam berbisnis dengan model bisnis MTO. Sementara, Lingkungan Bisnis berperan moderasi positif pada terbangunnya Kinerja Pemasaran. Hal ini bisa dijelaskan, mengingat populasi penelitian adalah perusahaan UKM, dimana mereka memiliki keterbatasan sumberdaya dan dengan sistem operasi bisnis yang berbasis pesanan order-based , membuat kinerja mereka terpengaruh turbulensi Lingkungan Bisnis. Jika mereka dengan baik menjalankan Orientasi Pasar, seperti memperhatikan pesaing, mendapatkan pelanggan dengan cara maklun order-based , maka kinerjanya dapat menjadi baik.Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Kapabilitas Pemasaran Dinamik sangat menentukan diperolehnya Kinerja Pemasaran. Karena kapabilitas ini tidak dibangun oleh Orientasi Pasar, dan Orientasi Pasar tidak sigifikan membangun kinerja Pemasaran, maka penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengetahui orientasi stratejik apa yang membangun Kinerja Pemasaran dan Kapabilitas Pemasaran Dinamik, pada konteks MTO-SME. Salah satu orientasi stratejik yang dapat dipertimbangkan adalah Orientasi Produksi. Beberapa saran manajerial juga disampaikan terkait temuan hasil penelitian.

ABSTRACT
The objective of this research is to study the impact of Market Orientation MO and Dynamic Marketing Capability DMC on Marketing Performance MP of small and medium enterprise SME , with specific production strategy Make-To-Order MTO . It is hypothesized that in the environment of SME with MTO, the concepts of Market Orientation MO , Dynamic Marketing Capability, and Marketing Performance MP , and the relationship between them, has a specific characteristic.The logic of the model was built based on meta-analysis done by Kircha et al 2005 . There are two individual factors of SME leaders, i.e. Strategic Leadership and Entrepreneurial Orientation, that build Market Orientation, and at the end affecting the Dynamic Capability and Market Performance. The theory used to support this logic of the model was the basic theory of Resource Based Theory, adopted into marketing management, by Srivastava et al 2005 . The model showed there is a contingent factor affecting the relationship between Market Orientation and Marketing Performance, i.e. Turbulent Business Environment. This turbulence was the reason of the importance of Dynamic Marketing Capability to be developed by SMEs. The descriptive research design, supported by exploratory research, is done by analyzing the measurement and structural model of the constructs. The study is done with the population of Shoe Home Industry at Cibaduyut, Indonesia, with lsquo;Maklun rsquo; local business model as the representation of MTO strategy. The respondents are the owner, or top management of the SMEs, involving in the daily operation and decision making, with the sample size of 111. An analysis is also done on the possibility of Business Environment BE as the contingent factor of the relationship between MO and MP. The measurement test and structural model analysis is done with Structural Equation Modelling SEM approach, using LISREL 8.8 and SPSS 16.00. The result shows that MO does not have a significant impact on MP, and it has negative impact on DMC. Meanwhile, DMC has positive impact on MP. These findings bring us to the conclusion that in the context of MTO SME, it does not need to have a high MO to have a good performance. The findings also showed that MO has a negative impact on Dynamic Marketing Capability DMC , or in other word MO does not build DMC. This, brings us to the conclusion that lsquo;the limit of MO theory lies in MTO SME rsquo;. Another findings showed that SLC has a positive impact on MO, but EO does not impact on MO. This showed that MTO-SMEs doesn rsquo;t need to have dimensions of EO, such as innovation, independency, risk taking, due to the situation that their revenues mostly come from captive market, in the form of the products ordered by big brand. Last but not least, analysis on the contingent factor shows that the relationship of MO and MP is significantly positive moderated by BE. The negative impact of MO on DMC shows that DMC does not mediate the relationship between MO and MP. The research has 2 contributions, first is the curve of the relationship between MO, DMC, and MP, in the context of MTO SME. The second, is 4 types quadrants of MTO SME based on the level of its DMC and MO. One of the research limitations is, besides MO, there is no factors affecting DMC is analyzed. Another strategic orientation, such as production orientation, or innovation and technology orientation may be considered as the factors in the future research. "
2017
D2457
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Addam Zein
"[ ABSTRAK
Sebagai grup idola, JKT48 menuai sukses di Indonesia. Mengikuti kesuksesan versi aslinya, AKB48 yang
berasal dari Jepang. Dikatakan bahwa kunci kesuksesannya adalah karena cara mereka berinteraksi dengan
penggemarnya, memberikan pengalaman yang unik dan berkemesan membentuk hubungan yang lebih dalam.
Pengalaman itu diberikan melalui marketing tools khusus milik JKT48, yaitu pertunjukan rutin di Theater
JKT48, handshake event, dan acara pemilihan yang dikenal sebagai Seinbatsu Sousenkyo. Karena semakin hari
produk semakin susah dibedakan karena jumlahnya semakin banyak. Sehingga pemasar kesulitan membuat
produknya menonjol. Oleh karena itu para pemasar mulai memberikan experience pada produk yang mereka
tawarkan sebagai nilai lebih dan pembeda untuk konsumen. Strategi ini disebut experiential marketing, yang
berfokus menciptakan pengalaman yang unik dan berkesan pada konsumen untuk menjalin hubungan yang kuat
dengan konsumen. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengeksplorasi, mengidentifikasi, dan memahami
praktek experiential marketing dalam tiga marketing tools JKT48, yang membuatnya sukses di Indonesia. Studi
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil yang ditemukan adalah bahwa JKT48
menggunakan strategi, experiential marketing, sensory marketing, dan pengalaman berpartisipasi kepada
penggemarnya.
ABSTRACT As an idol group JKT48 is doing pretty good in Indonesia. Following the success of its original version AKB 48
from Japan. It is said the key of such success is the way they interact with their fans, by giving them unique and
memorable experience, which makes deeper connection. They deliver the experience by their special marketing
tools; routine show JKT48 Theater; handshake Event, and voting event which known as Seinbatsu Sousenkyo.
Because products become more commoditized making them hard to stand out, marketers start giving experience
to their offering to create more value to the customers. This is called as experiential marketing, which focus on
creating unique and memorable experience to connect with customers in engaging way. The purpose of this
article is to explore, identificate, and understand the experiential marketing practice in the three marketing tools
of JKT48, which have made it success in Indonesia. This study applies qualitative approach with descriptive
method. This study found JKT48 employs experiential marketing, sensory marketing, and customer participation
experience strategy to their fans.;As an idol group JKT48 is doing pretty good in Indonesia. Following the success of its original version AKB 48
from Japan. It is said the key of such success is the way they interact with their fans, by giving them unique and
memorable experience, which makes deeper connection. They deliver the experience by their special marketing
tools; routine show JKT48 Theater; handshake Event, and voting event which known as Seinbatsu Sousenkyo.
Because products become more commoditized making them hard to stand out, marketers start giving experience
to their offering to create more value to the customers. This is called as experiential marketing, which focus on
creating unique and memorable experience to connect with customers in engaging way. The purpose of this
article is to explore, identificate, and understand the experiential marketing practice in the three marketing tools
of JKT48, which have made it success in Indonesia. This study applies qualitative approach with descriptive
method. This study found JKT48 employs experiential marketing, sensory marketing, and customer participation
experience strategy to their fans., As an idol group JKT48 is doing pretty good in Indonesia. Following the success of its original version AKB 48
from Japan. It is said the key of such success is the way they interact with their fans, by giving them unique and
memorable experience, which makes deeper connection. They deliver the experience by their special marketing
tools; routine show JKT48 Theater; handshake Event, and voting event which known as Seinbatsu Sousenkyo.
Because products become more commoditized making them hard to stand out, marketers start giving experience
to their offering to create more value to the customers. This is called as experiential marketing, which focus on
creating unique and memorable experience to connect with customers in engaging way. The purpose of this
article is to explore, identificate, and understand the experiential marketing practice in the three marketing tools
of JKT48, which have made it success in Indonesia. This study applies qualitative approach with descriptive
method. This study found JKT48 employs experiential marketing, sensory marketing, and customer participation
experience strategy to their fans.]"
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Maria Radeningsih
"Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kuasi eksperimen dengan 2 group design ? posttest only dimana penelitian dilakukan pada 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen (KE) dan kelompok kontrol (KK). Masing-masing kelompok terdiri dari 36 siswa kelas 2 SMUN 109. Pada kedua kelompok ini diberikan 8 lembaran iklan yang sama hanya saja wajah sang model yang berbeda. Pada KE diberikan materi iklan dengan menggunakan selebriti sedangkan pada KK diberikan materi iklan dengan tidak menggunakan selebriti.. Penyeleksian selebriti dilakukan dengan menggunakan Q rating.
Pengukuran brand awareness berdasarkan brand recall test ? jenis free recall yang diperkenalkan oleh Rositter & Percy. Subyek diminta untuk menyebutkan kembali jenis produk, merek, headline atau slogan dan ilustrasi iklan yang baru saja. Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan membandingkan t test kedua kelompok.
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa penggunaan selebriti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap brand awareness pada konsumen remaja. Hal ini terbukti dengan nilai t=2,170, p=0,03 (p< 0,05). Dari keempat aspek yang direcall ternyata nilai skor recall merek & headline memberikan kontribusi yang besar pada hasil ini. Terbukti dengan nilai t =2,740 p=0,008 (p<0,05) untuk skor recall merek sedangkan nilai t untuk recall headline t=3,452 p=0,001 (p<0,05). Dari hasil ini dapat disimpulkan penggunaan selebriti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap recall merek dan headline.

The research use Queasy Experimental research type with 2 groups design ? posttest only. Respondent is divided into 2 groups which are experimental group (KE) and control group (KK). Each group consists of 36 respondents; they are students of SMUN 109 grade 2. All respondents in each group receive 8 print ads. The stimulus which is used in both groups almost the same, the differences only the face of the model. Experimental group is given print ads that use celebrity where control group is given print ads which use non celebrity. The selection of celebrity is using Q rating.
Brand recall test ? free recall which is introduced by Rositter and Percy is used to measure the brand awareness. Respondent is asked to recall the product type, brand name, headline or tagline and illustration of each ad that has been seen. T test is used to analyze the data by comparing the mean score of both groups.
The result of this research that celebrity endorsement does impact the brand awareness significantly for teen consumers. This is proven by value of t=2,170, p=0,03 (p< 0,05). Based on 4 aspects which are measured, score of brand name and headline recall have given big contribution for this result with t =2,740 p=0,008 (p<0,05) for brand name recall and t value for headline recall is t=3,452 p=0,001 (p<0,05). We can conclude that celebrity endorsement does impact to brand name recall and headline."
Depok: Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muchammad Nurwibowo
"Berkembangnya pasar kosmetik pria menjadi salah satu kesempatan bagi brand facial wash untuk memperluas jangkauan targetnya Produsen membuat produk facial wash untuk pria sebagai fenomena kebutuhan baru Produsen yang bermain di kategori ini berlomba lomba dan bersaing untuk menjadi pilihan utama konsumen Tulisan ini hanya membahas secara umum untuk mengetahui dampak perilaku konsumen pria terhadap pengambilan keputusan pembelian produk facial wash.

The development of male cosmetics market to be one opportunity for brand facial wash is to extend their range of the target Manufacturers make facial wash products for men as a phenomenon of the new requirements Manufacturers playing in this category compete to be the first choice of consumers This paper only discusses in general to determine the impact of consumer behavior of men towards the purchase decision making facial wash product."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Yurita Indriany
"Saat ini iklan menjadi semakin beragam dan menarik, penggunaan selebriti menjadi salah satu usaha yang dilakukan agar target konsumen tertarik kepada produk. Beberapa produsen menggunakan selebriti Indonesia sebagai bintang iklan, sementara yang lain menggunakan selebriti internasional sebagai bintang iklannya. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas iklan pada iklan yang menggunakan selebriti internasional dan nasional, serta membandingkan hasil yang diperoleh dari kelompok remaja dan dewasa madya. Efektivitas iklan diukur dengan 4 skala yaitu sikap terhadap iklan, merek, bintang iklan, dan intensi membeli. Iklan penelitian dibuat fiktif dengan menggunakan bintang iklan yaitu Luna Maya sebagai selebriti nasional dan Angelina Jolie sebagai selebriti Internasional, dan produk shampoo yang diiklankan bermerek Natural Shine yang juga fiktif. Hipotesis penelitian ini adalah remaja akan lebih menyukai iklan dengan selebriti internasional sedangkan dewasa akan lebih menyukai iklan dengan selebriti nasional. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode kuesioner, kemudian dianalisa menggunakan metode independent samples t-test dan metode 2-related samples test. Hasil penelitian dari 50 orang remaja dan 50 orang dewasa madya menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima dan diperoleh nilai yang signifikan.

Today, advertisements have become more varying and interesting. The use of celebrities in the advertisement is one of usual effort to get the consumer interest for any particular products. Some of the producers using native celebrities as their endorser, while the others using international celebrities. The objective of this research is to compare the ad effectiveness while using native and international celebrities as its endorser. And also this comparison is subjected for teenage and middle adulthood group of people. There are four scales to measure the ad effectiveness such as attitude toward the ad, attitude toward the brand, attitude toward the endorser and purchase intention. The advertisement that made for this research is fictive. Luna Maya is used as native endorser and Angelina Jolie as international endorser. Natural Shine is become the brand of this fictive advertisement. The hypothesis said that teenager will prefer the use of international celebrity for ad endorser; in other hand, adult will prefer native celebrity. The data was collected by questioner and analyzed by independent samples t-test and 2-related samples test method. The result shown that the hypothesis is accepted under the significant value through 50 teenagers and 50 adult."
Depok: Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agatha Gustin Anggarini
"Tesis ini membahas mengenai bagaimana tingkatan sensualitas pada suatu iklan yang dicerminkan dalam high, medium, dan low sensuality serta penggunaan model sensual tunggal (single) dan berpasangan (couple) berpengaruh pada variabel-variabel yang mengacu pada cognitive response model yang terdiri dari variabel source thought, message thought, ad execution thought, attitude toward brand (Ab), attitude toward ad (Ad), dan purchase intention. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan dengan pemisahan kelompok melalui factorial design 3x2 (tiga tingkat sensualitas dan dua jenis penggunaan model). Dengan jumlah total responden 210 responden yang keseluruhannya adalah wanita dengan 35 reponden pada masing-masing sel, diketahui adanya perbedaan rata-rata yang signifikan terhadap Ab, Ad, dan minat beli dengan keterangan bahwa semakin rendah tingkat sensualitas maka semakin tinggi rata-rata yang diperoleh untuk ketiga variabel tersebut. Sementara itu untuk hasil perbandingan rata-rata antara model single dan couple banyak variabel yang dinyatakan tidak berbeda secara signifikan. Hal ini dikarenakan penggunaan model mengarah pada bagian dari source yang merupakan variabel kognitif. Sementara itu diketahui bahwa pengaruh variabel-variabel kognitif terhadap variabel sikap tidak mempunyai pengaruh yang cukup besar apabila dibandingkan pengaruh sikap terhadap minat beli untuk kasus iklan dengan sensual appeals menurut sudut pandang wanita.

This research discusses how the sensuality level in an advertisement which is reflected in high, medium, and low sensuality along with the utilization of single and couple sensual model affects the variables, which refer to cognitive response model consisting of source thought, message thought, ad execution thought, attitude toward brand (Ab), attitude toward ad (Ad), and purchase intention. This is an experimental research which is applying group separation through factorial design 3x2 (three levels of sensuality and two types of model utilization). After receiving answers from 35 respondents in each cell, the research found that there is an average significant difference toward Ab, Ad, and purchase intention, with additional information that the lower the sensuality levels, the higher the average value to the three variables mentioned above. Furthermore, the comparison between the single and couple model shows that there are many variables which are not significantly different. This is caused by the model utilization which is directed to the source part which is a cognitive variable. In addition, the research also shows that there is no significant effect of the cognitive variables toward attitude variable, comparing to the effect toward purchase intention for the case of sensual appeals advertisement in woman's point of view."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>